Princess With Magic

Princess With Magic
Flo Sadar


__ADS_3

"Coba identifikasi jejak sihir ini dan temukan pemiliknya," kata Arabelle.


Canesta mulai mencoba mencari pemilik jejak sihir itu. Tak lama, dia membuka matanya.


"Ini milik Lord Hansel!" seru Canesta.


"Hah? Bukankah Lord Hansel sudah lama meninggal??" tanya Arabelle kaget.


Note : Biasanya, jejak sihir hanya bertahan paling lama 1 minggu.


"Aneh..." gumam Canesta.


Tanpa mereka berdua sadari, seseorang memperhatikan dari kejauhan. Orang berjubah hitam yang tersenyum dengan sebuah rencana di kepalanya.


...****************...


"Emh... Di mana aku?"


Flo bangkit dari tidurnya dan duduk. Kamarnya agak gelap dan tidak ada orang, yang membuat Flo sedikit takut.


"Da-dayang? Apa ada orang?"


Seseorang membuka pintu. Nampak seorang wanita berambut pirang datang menghampiri Flo. Flo ketakutan dan menyembunyikan diri di dalam selimut, takut wanita itu akan menyakitinya.

__ADS_1


"Tuan putri sudah bangun?",


Flo mengeluarkan kepala dari selimut. Nampak Nikhel yang berada di dekatnya.


"Ni-Nikhel? Di mana aku?" tanya Flo.


"Tentu di kamar tuan putri. Tuan putri sudah koma selama... kurang lebih dua minggu."


"Dua minggu?!" seru Flo kaget. Dia tak menyangka sudah koma selama itu.


Nikhel mengompres Flo, karena Flo agak demam. Tapi hanya demam ringan dan mungkin akan sembuh sebentar lagi. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Nikhel menyarankan Flo beristirahat. Lalu ia keluar dan kembali membawa makanan serta minuman. Setelah memberinya pada Flo, Nikhel keluar dari kamar.


...****************...


"*Mmh... Di mana ini?"


Flo mendapati dirinya berada di sebuah ruang putih yang sepertinya tak berujung. Hanya dia seorang di ruangan ini. Flo agak ketakutan. Dia benci sendirian.


Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki. Flo menolehkan kepala ke arah suara. Nampak seorang pria tua berjalan ke arahnya. Pria itu tidak terlihat jahat.


"Siapa anda?" tanya Flo.

__ADS_1


Pria tua itu berhenti saat jaraknya dan Flo kira-kira 2 meter. Pria tersebut tersenyum ke arah Flo. Wajah pria ini mengingatkan Flo dengan seseorang, namun ia tak bisa mengingatnya. Otaknya bagai berhenti saat ini. Kepala Flo juga terasa sedikit pusing.


"Kau Flo de Calast, kan?" tanya pria tua tersebut.


"Iya."


"Beritahu kakakmu, Canesta de Calast. Raja kegelapan akan datang suatu saat. Aku sudah tua dan kemungkinan tidak bisa membantu kalian. Jadi, persiapkan diri masing-masing dan tingkatkan kekuatan kalian. Kakakmu memiliki sebuah kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Kalian akan tahu itu nanti. Kekuatannya akan muncul disaat yang tepat."


Flo tertegun, mencoba mencerna kata-kata pria tua itu. Raja kegelapan? Kekuatan tersembunyi? Apa ini semacam lelucon?


"Aku tidak bercanda, anak muda," kata pria tua tersebut seakan tahu apa yang dipikirkan Flo, "Jangan anggap ini sekadar lelucon. Beritahu kakakmu dan suruh dia latihan."


Flo hanya mengangguk. Pria tua ini tidak seperti sedang bercanda. Mungkin apa yang dikatakannya benar. Apalagi, akhir-akhir ini sering ada berita aneh di kerajaan. Mulai dari ternak yang tiba-tiba mati, ditemukannya mayat misterius di hutan, dan berita-berita aneh lainnya. Awalnya, Flo mengira semua itu hanya hoax. Tapi kata-kata pria tua ini sepertinya membuat semua itu masuk akal.


"Aku sengaja memberi suntikan itu pada kalian. Sebenarnya itu bukan racun, melainkan obat untuk meningkatkan kekuatan yang khusus aku buat. Koma adalah efek samping untuk pemakaian pertama."


Pria tua tersebut memberi sebuah kertas berisi resep pada Flo. Sepertinya itu adalah resep obat peningkat kekuatan yang barusan ia bicarakan.


"Terima kasih," ucap Flo. Sepertinya dia tahu resep itu sangat berharga. Dan aura pria tua ini juga tidak biasa. Seperti orang yang sangat istimewa.


"Gunakan waktu kalian sebaik-baiknya. Jangan lengah. Bersiaplah, karena suatu saat, hari itu akan datang*."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2