
"Namaku Rinz. Aku adalah kesatria raja Almondaerus de Calast. Suatu hari, aku menginap di kamar ini. Tiba-tiba seseorang masuk dengan membawa pedang dan menanyakan rahasia yang hanya aku dan raja serta ratu yang mengetahuinya. Aku tidak bisa melawan karena pedangku sedang tidak ada di tanganku. Karena aku menolak untuk memberitahu bahkan setelah dipaksa dan diancam, dia membunuhku," cerita Rinz.
"Almondaerus de Calast? Kakek buyut Canesta?" tanya Jane.
"Buyut? Sudah berapa lama waktu berlalu?" tanya Rinz.
"Canesta adalah putri tertua Raja Aries yang sekarang memimpin kerajaan ini. Dan Almondaerus de Calast adalah kakek buyut Canesta," jelas Arabelle.
"Sepertinya sudah lebih dari satu abad berlalu," kata Rinz, "Aku harap aku bisa beristirahat dengan tenang sekarang. Tapi aku harus memberitahu rahasia ini pada keturunan murni kerajaan Calast karena aku mendengar raja Almondaerus dan ratu Monde meninggal sehari setelah aku dibunuh karena serangan jantung. Mereka pasti belum sempat memberitahu anaknya mengenai rahasia itu."
"Putri Canesta dan putri Flo sedang koma karena diracuni. Setelah mereka sadar, kami akan membawa mereka berdua ke sini dan kau bisa memberitahu rahasia itu," kata Arabelle, "Mereka sahabat kami."
"Terima kasih," ucap Rinz, "Baiklah nona-nona. Sepertinya aku harus pergi karena aku tidak ingin menjadi pria yang suka mengintip wanita."
Rinz pergi dari kamar mereka. Arabelle hanya geleng-geleng kepala. Yah, sebenarnya dia cukup menyukai Rinz. Tapi dia tidak mungkin mencintai apalagi menikahi hantu.
__ADS_1
...****************...
Malam hari, mereka berlima berkumpul di kamar 123. Arabelle memanggil Rinz. Tak lama, seberkas cahaya biru menyelinap masuk dan berubah wujud menjadi roh Rinz.
"Apa kau tahu beberapa hal tentang Lord Hansel?" tanya Vizche tanpa basa basi.
"Oh, Lord Hansel? Witchex yang sangat kuat itu?" tanya Rinz.
"Iya."
"Kurasa aku mengetahui beberapa informasi tentangnya. Dan beberapa termasuk informasi pribadi."
"Baiklah..."
Rinz menghela napas,
__ADS_1
"Lord Hansel memiliki sebuah pedang. Pedang ini tidak perlu diragukan ketajaman dan kekuatannya. Dan setelah Lord Hansel meninggal atau lebih tepatnya menghilang, tidak ada yang mengetahui keberadaan pedang ini. Selain pedang, ada juga sebuah buku berisi mantra dan ritual yang bisa membuat kekuatan penggunanya melampaui apapun. Tapi ini sangat sulit dipraktekkan. Bahkan Lord Hansel hanya bisa menguasai halaman pertama."
"Sesusah itukah isi buku ini sampai Lord Hansel hanya bisa menguasai halaman pertama?!" seru Luna kaget.
"Ya. Konon, buku ini adalah milik sepasang dewa dan dewi. Awalnya mereka berniat untuk mewariskan buku ini pada anak mereka kelak. Namun mereka tak memiliki anak, sehingga memilih Witchex terkuat saat itu untuk menerima buku ini," jelas Rinz lagi.
"Kalau sampai sesusah itu, maka sangat kecil kemungkinan bagi Canesta sekalipun untuk menguasainya," kata Kara.
"Sebelum berpikir bisa menguasainya atau tidak, kalian harus mencarinya terlebih dahulu," celetuk Rinz.
"Apa kau tahu di mana pedang dan buku itu?" tanya Arabelle.
"Buku itu berada di sebuah pulau dengan pohon-pohon paling langka di dunia dan memiliki pasir putih. Semua hewan fantasi tinggal di pulau ini. Di pulau itu ada sebuah gunung. Di puncak gunung tersebut ada sebuah batu. Di dalamnya ada pedang dan buku milik Lord Hansel. Aku juga tidak tahu letak pulau ini."
"Bukankah hanya Lord Hansel yang punya kekuatan terbang dan bisa membuat orang lain terbang bersamanya?" tanya Luna.
__ADS_1
"Iya, dan Canesta pernah mengatakan padaku bahwa dia juga bisa terbang," Jane menghela napas, "Tapi kita harus menunggu dia bangun dulu."
...****************...