Princess With Magic

Princess With Magic
Kekuatan Sihir Canesta


__ADS_3

Pagi ini, para bangsawan yang kemarin hadir di pesta minum teh Canesta kembali datang ke istana. Mereka sengaja berkumpul, karena Canesta akan menjelaskan tentang kejadian kemarin dan kekuatan sihirnya.


"Ah, Putri sudah datang."


Canesta dan Flo berjalan dengan anggun ke meja, lalu duduk di kursi mereka. Semua orang menunggu Canesta bicara.


"Aku akan menjelaskannya pada kalian, tapi tidak di sini. Setelah pesta minum teh ini berakhir, kita berkumpul di kamarku dan aku akan jelaskan semuanya."


Semua orang manggut-manggut mengerti. Pesta minum teh pun dilanjutkan, dan mereka tidak sabar menunggu itu berakhir dan Canesta akan menjelaskan semuanya.


Tak lama, Canesta mengajak mereka pergi ke ke kamarnya.


"Pesta minum teh kita cukup sampai di sini saja. Kalian semua juga pasti sudah penasaran dan menunggu penjelasan dariku mengenai kejadian kemarin. Kalau begitu, kita pergi ke kamarku sekarang."


Semua orang senang dan tidak sabar. Mereka bertujuh pergi ke kamar Canesta.


"Wah, kamar Putri sangat besar dan indah," puji Arabella.


"Terima kasih atas pujiannya," balas Canesta.


Mereka duduk di sofa, lalu menyuruh dayang dan pengawal untuk memastikan tidak ada yang masuk atau mendengar pembicaraan ini.


"Baiklah. Aku akan mulai menjelaskannya. Tolong rahasiakan ini semua. Pengawal, para dayang dan pelayan, dan nona-nona bangsawan, juga adikku Flo."


"Tenang saja Putri. Kami akan merahasiakannya rapat-rapat," jawab Luna.


"Baiklah aku akan mulai menjelaskan."


Semua mata dan telinga langsung tertuju pada Canesta.


"Sebenarnya, aku sudah memiliki kekuatan sihir sejak lahir. Dan selama ini, yang mengetahuinya hanya ayah, ibu, dan Flo. Kalian tahu kan, orang yang memiliki kekuatan sihir adalah orang yang diberkati langsung oleh para dewa dan orang seperti itu hanya muncul sepuluh ribu tahun sekali. Tapi ayah dan ibu memintaku untuk merahasiakannya dan hanya menggunakan kekuatan sihirku di saat yang benar-benar genting," jelas Canesta. Semua orang tercengang dan bengong sejenak, berusaha mencerna kata-kata Canesta.

__ADS_1


"Jadi tuan Putri adalah Witchex?" tanya Arabelle. Witchex adalah penyihir yang hanya muncul sepuluh ribu tahun sekali seperti yang Canesta jelaskan barusan.


"Betul," jawab Canesta.


"Wah!"


Semua yang ada di ruangan itu termasuk para dayang, heboh mengetahui Putri sekaligus calon pewaris tahta mereka adalah seorang Witchex.


"Tuan Putri bisa membuat Kerajaan Calast menjadi kerajaan terkuat di dunia," kata Countess Amelia bangga.


"Tapi kekuatan sihirku masih perlu dilatih, begitu juga kekuatan dan keahlian fisikku. Untuk sihir, kurasa hanya ada satu orang yang bisa melatihku," ucap Canesta serius.


"Maksud Putri, orang itu?" tanya Viscountess Eliza.


"Dia kan hanya mitos yang belum tentu benar adanya," ujar Kara.


"Bagaimanapun, aku membutuhkan bantuannya," jawab Canesta. "Aku harus mencarinya."


Canesta menutup matanya dan menghembuskan nafas,


"Di seluruh penjuru dunia."


...****************...


"Jadi kau memberi tahu hal itu pada mereka?" tanya Raja Aries.


"Iya," jawab Canesta.


"Kenapa," tanya Raja Aries sedikit marah.


"Hhh... Kemarin Viscountess Sophia menyerang secara tiba-tiba dengan membawa pisau dan aku tidak punya senjata apapun. Karena kebetulan kami berempat ada di sana, jadi aku terpaksa menggunakan kekuatan sihirku untuk melindungi diri," jelas Canesta.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau memberi tahu tiga orang lainnya dan para dayang?" tanya Raja Aries lagi.


Canesta diam dan menyuap potongan steak ke dalam mulutnya. Raja juga lelah dengan pembicaraan ini dan memilih untuk melanjutkan makan tanpa bicara sepatah kata pun.


Selesai makan malam, Canesta kembali ke kamarnya. Di sana ada para dayang yang sudah menyiapkan air mandi.


"Buat airnya sedikit hangat," pinta Canesta.


"Baik, Tuan Putri."


Canesta mandi lalu berbaring di kasurnya. Karena belum mau tidur, Canesta mengambil novel yang ada di rak buku kamarnya. Novel-novel itu banyak dan berjejer rapi. Canesta mengambil salah satu buku yang berjudul 'Why I Am Here'.


Setengah jam kemudian, Countess Helen datang dan melihat Canesta yang belum tidur.


"Putri, kenapa belum tidur?" tanya Countess Helen sembari duduk di pinggir ranjang.


"Tadi aku belum mau tidur, sekarang aku tidak bisa tidur," keluh Canesta.


"Tidurlah. Bukankah besok Tuan Putri akan berburu harta karun?"


"Oh ya, perburuan harta karun. Besok jam 11 pagi."


"Maka Tuan Putri harus tidur."


"Baiklah, aku akan tidur."


Canesta bangkit dan menaruh novelnya di rak buku. Lalu ia kembali membaringkan diri di kasur dan memejamkan mata. Countess Helen menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya.


Beberapa menit kemudian, Canesta sudah terlelap. Countess Helen tersenyum melihat wajah cantik Canesta yang sedang tidur. Dia merapatkan selimut Canesta lalu pergi keluar kamar.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2