Princess With Magic

Princess With Magic
Keracunan


__ADS_3

"Emhh..."


Canesta bangun dengan linglung. Dia merasa sangat lelah dan bahkan untuk duduk saja sulit. Akhirnya Canesta kembali merebahkan diri.


"Tuan Putri sudah sadar?" kata Countess Hannah. Dia menutup buku yang dibacanya.


"Ya," jawab Canesta lemah.


"Tubuh Tuan Putri masih lemah. Istirahatlah dan jangan lakukan apapun," kata Countess Hannah yang mendengar nada bicara Canesta yang lemah.


"Apa aku boleh makan?" tanya Canesta. Dia merasa sangat lapar.


"Tentu. Saya akan ambilkan Tuan Putri makanan," jawab Countess Hannah yang segera beranjak keluar kamar.


Canesta mencoba mengingat apa yang terjadi. Dia ingat, dia menyelamatkan menara barat lalu dia pingsan. Ya, mengangkat segumpal besar air laut dan mengembalikan keadaan menara besar yang porak poranda oleh api memang membutuhkan energi yang besar.


"Kurasa aku benar-benar harus belajar sihir dan cara meningkatkan energi," gumam Canesta. Dia menghela napas, "Tapi itu berarti aku harus mencarinya."


Tak lama, Countess Hannah kembali dengan sebuah nampan. Di nampan itu ada semangkuk sup dan air putih.


"Karena Tuan Putri sedang sakit, jadi saya siapkan sup ayam," kata Countess Hannah.


Canesta mulai memakan supnya suap demi suap. Namun tiba-tiba dia merasa aneh. Perutnya sakit dan mual. Kepalanya pusing dan sakit.


"C-Countess..."


Canesta jatuh pingsan. Countess Hannah yang melihatnya langsung berlari panik ke arah Canesta.


"Cepat panggil dokter!"


...****************...


"Dia keracunan dan sekarang dalam keadaan koma," kata Lily, dokter yang memeriksa Canesta.

__ADS_1


"Siapa yang berani meracuni putriku," kata Raja Aries geram.


"Canesta sayang," Ratu Bertha menangis sesenggukan.


"Rawat dia dengan baik. Aku akan mencari pelakunya," kata Raja Aries. Dia meninggalkan kamar Canesta.


Raja Aries sangat geram. Dia memanggil Countess Hannah, karena dialah yang mengantar makanan untuk Canesta.


"Apa kau yang memasukkan racun ke dalam makanan Canesta?!" tanya Raja Aries galak.


"Ampun Yang Mulia. Saya bersumpah dengan hidup saya, bukan saya yang memasukkan racun ke dalam makanan Tuan Putri. Saya hanya mengantar makanan yang dimasak koki istana," jelas Countess Hannah ketakutan.


"Baiklah, kau boleh pergi," kata Raja Aries. Bagaimanapun, selama ini Countess Hannah sangat baik pada Canesta. Dia merawat dan menyayangi Canesta seperti anaknya sendiri.


Raja Aries menghela napas. Dia harus menemukan pelaku yang meracuni putrinya dan menghukum mati orang itu atas percobaan pembunuhan terhadap keluarga kerajaan.


Nathan, penasihat kerajaan, mendekati Raja Aries. Nathan adalah penasihat muda yang cerdas dan tampan.


"Tapi dia koma dan ada kemungkinan baru akan bangun dalam waktu lama," kata Raja Aries.


"Atau kita bisa meminta pada Putri Flo dan teman-temannya untuk mencoba kekuatan sihir mereka. Mungkin ada yang memiliki kekuatan semacam itu," kata Nathan lagi.


"Idemu boleh dicoba."


...****************...


Flo dan teman-teman Canesta berkumpul di ruangan Klue Vie. Raja Aries sengaja memerintahkan mereka untuk berkumpul dan melaksanakan rencana Nathan.


"Katanya Canesta koma karena racun?" tanya Arabelle.


"Iya. Dan karena kekuatan sihirnya dia bisa bertahan. Kalau orang biasa pasti sudah mati. Itu racun yang sangat kuat," jawab Luna.


"Dari mana kau tahu?" tanya Flo curiga.

__ADS_1


"Dokter Lily adalah bibiku," jawab Luna.


Tak lama, Raja Aries datang. Seketika suasana menjadi hening. Sang Raja duduk di sofa kosong dan menghela napas.


"Jadi begini. Aku butuh bantuan kalian untuk mencari tahu siapa yang meracuni Canesta. Mungkin di antara kalian ada yang memiliki kekuatan seperti itu," jelas Raja Aries langsung ke inti topik pembicaraan.


"Aku sudah mencoba semua kekuatanku dan aku tidak punya kekuatan seperti itu," kata Jane.


"Aku pernah membaca buku tentang kekuatan sihir seperti itu. Hanya Witchex dan beberapa orang yang sangat langka yang bisa memilikinya," kata Kara, "Kita harus menunggu Canesta bangun."


Raja Aries menjadi muram. Dia ingin segera memenggal kepala orang yang meracuni Canesta. Kemungkinan besar pelakunya adalah orang yang bekerja di dapur.


"Maaf Yang Mulia, tapi Jenny memiliki kemampuan yang mirip seperti itu walau bukan sihir. Mungkin jika ada yang mau meminjamkan sedikit kekuatan sihirnya, kemampuan itu bisa menjadi kekuatan sihir yang anda inginkan," kata Jessi.


"Benarkah?" mata Raja Aries berbinar.


"Benar, Yang Mulia," jawab Jenny.


Raja Aries kembali bersemangat. Dia segera memerintahkan salah satu dari mereka untuk meminjamkan kekuatan sihirnya pada Jenny dan Arabelle bersedia.


Arabelle menaruh telapak tangannya di atas telapak tangan Jenny. Seketika, cahaya putih bersinar dan hilang dalam sekejap.


Arabelle melepas tangannya dari tangan Jenny. Jenny tak mau basa basi. Dia langsung menutup mata dan mencoba fokus.


Di pikirannya, Jenny melihat Countess Hannah yang meminta agar dibuatkan semangkuk sup ayam untuk Canesta. Para koki langsung melakukan apa yang Countess Hannah minta.


Namun Jenny melihat seseorang menggunakan jubah hitam. Semua orang di dapur seolah tidak bisa melihat dan menyentuh orang itu. Orang berjubah hitam itu berjalan dengan santai ke sup ayam yang sudah disiapkan untuk Canesta dan memasukkan sesuatu ke dalamnya.


Jenny tak bisa melihat wajah orang itu karena dia memakai jubah. Namun ketika orang itu menegakkan kepalanya, maka wajahnya terlihat jelas.


"Di-dia kan..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2