
Tak terasa waktu terus berputar. Aku jalani hari ku selayaknya anak sekolahan biasa. Ujian Semester 1 pun akhirnya selesai. Semua diwarnai dengan canda tawa di ruang kelas dengan hasil yang memuaskan.
“Baik anak-anak, Ibu punya pengumuman penting mohon duduk dikursi kalian dengan tenang” Ucap Ibu Ratih di depan kelas menghentikan keramaian kelas.
Kami pun bergegas kembali ke bangku masing-masing dan mendengarkan Bu Ratih.
“Baiklah, karena sudah tenang ibu akan membacakan pengumuman hasil rapat untuk kegiatan kedepan menjelang memasuki Semester 2..........dari hasil Rapat dengan Kepala Sekolah, kita akan melaksanakan Karya Wisata ke Kepulauan Rahana yang berlokasi di seberang pantai desa kita…” ucap wali kelas sembari membacakan hasil rapat.
“Hooooaaa…….Hore….Hore….Hore” seraya kelas menjadi ribut kembali mendengar pengumuman itu. Para siswa pun menjadi bersemangat.
“Diam dulu..!!!, Ibu belum selesai….jadi mohon tenang…!!” Ucap wali kelas seketika memotong kegaduhan kelas.
Kelas pun kembali tenang walaupun masih saja ada suara bisik-bisik dari beberapa murid yang memiliki rencana kedepan.
Sembari guru membacakan Jadwal keberangkatan hingga aturan yang harus diikuti. Aku hanya terlelap dengan lamunan ku sambal menatap keluar jendela.
Masih ada rasa penasaran ku akan masa lalu ku. Terutama tentang Luna. Seorang wanita yang meninggal disaat bersamaan aku memasuki Rumah Sakit dulu. Apa lagi Risa pun berada disana. Sebenarnya apa yang telah terjadi di waktu itu.
Tak terasa waktu terus berlalu. Hingga memasuki waktu pulang sekolah. Seperti biasa para siswa pun bergegas meninggalkan kelas. Namun aku dan Risa tidak bisa bergegas pulang, karena kebetulan hari ini adalah jadwal kami piket kelas. Jadi kami harus membersihkan kelas sebelum meninggalkannya.
“seperti yang dikatakan Bu Ratih, besok kita diberi libur untuk mempersiapkan kesiapan kita karya wisata…Apa besok kamu ada acara…?” Tanya Risa seketika sambal menyapu kelas.
“besok saya Free, emang kenapa…?” jawab ku sambal membersihkan penghapus didekat jendela.
“apa kamu bisa menemani ku mencari perlengkapan ..?” Tanya Risa kembali.
Aku sempat menghentikan kegiatan ku. Tumben saja Risa mau mengajakku jalan.
“Hmmm…okey….besok aku akan menemanimu….”
Risa pun hanya tersenyum manis menanggapi jawaban ku. Ku rasa dia bahagia akan keputusan ku.
Tidak lama kami pun selesai melaksanakan tugas piket kelas dan berjalan bersama kembali kerumah.
...****************...
Esok hari pun tiba. Sesuai janji aku dan Risa pergi keluar untuk mencari perlengkapan Karya Wisata besok. Hingga tiba kami disebuah toko pakaian.
“Ris, aku tunggu diluar ya, ini kan toko pakaian wanita…”
“gak papa, kamu masuk aja bantu aku memilih pakaian” jawab Risa seketika menarik tangan ku.
“bukannya begitu….saya malu….." balas ku sambal mencoba menahan langkah ku.
“hmm…. Ya sudah kalo begitu….tapi kamu jangan kemana-mana….tunggu disini…” balas Risa dan melepaskan tangan ku.
Risa pun memasuki toko dan aku menunggu diluar toko.
“Kak Seto ya, lagi ngapain Kak” seketika Andri datang menyapa ku seakan tidak terjadi apa-apa dengan kejadian sebelumnya.
“lagi nemenin Risa, kamu sendiri sedang apa? Kamu gak kesekolah….bukannya kelas 2 hari ini masuk…” balas ku dengan penasaran akan kehadiran Andri yang mengejutkan ku.
“Aku bosan Kak, pengen nyari udara segar saja….lagi pula pelajaran hari ini aku sudah menguasainya” jawab Andri dengan santai dan tersenyum santai.
“Sombong sekali kamu, Kamu gak khawatir kena hukuman dari sekolah” balas ku mencoba menasehatinya.
“paling hukumannya itu-itu saja……hihihi”
“Andri….kemari….!!!” Seketika terdengar David memanggil dari seberang toko.
“…Kak David..!” gumam Andri terkejut melihat david.
“Maaf ya kak aku harus pergi…” ucap Andri pada ku sambal tersenyum dan bergegas meninggalkan ku menuju tempat David.
__ADS_1
Aku hanya terdiam bingung melihat mereka. apa lagi dengan kehadiran David diseberang yang memanggil Andri. ”apa mungkin Andri bolos sekolah karena David..?” Tanya ku dalam hati seakan mencurigai David.
Mereka pun meninggalkan ku dan David pun hanya tersenyum pada ku tanpa berkata. Tidak lama Risa pun keluar dari toko menghampiri ku.
“lama ya….maaf ya….” Ucap Risa meminta maaf.
“Nggak kok….gimana, kamu sudah menemukan barang yang kamu inginkan?” Tanya ku pada Risa
“Sudah, Ayo kita jalan lagi” Balas Risa dengan senyum sambil mendorongku untuk melangkahkan kaki.
Kami pun mewarnai hari dengan canda tawa dan membeli beberapa cemilan yang dijual dipinggir jalan hingga tak terasa waktu sudah semakin sore. Kita pun kembali pulang bersama dan menyiapkan perlengkapan untuk hari esok.
...****************...
Akhirnya hari yang dinanti telah datang. Seluruh kelas berkumpul dihalaman sekolah dengan perlengkapan yang telah disiapkan.
“Baik Anak-anak…! Ibu akan membacakan nama-nama siswa, dan yang telah dibacakan dimohon segera menuju Bus” Ucap Wali kelas berbicara menggunakan TOA dan perlahan memanggil nama kami satu persatu untuk memasuki Bus.
Aku pun mendapatkan bus Pria nomor 3 dan duduk disebelah David. Sedangkan Risa, Alecia dan Elen berada di bus Putri no 2.
“bagaimana kencan mu kemari…?” sapa david seketika setelah bis mulai berjalan.
“Kencan apaan..? aku hanya menemani Risa belanja…” jawab ku sontak meluruskan perkara kejadian ku bersama Risa kemarin.
“Hmmm…..yang benar…gimana…apa kamu dah dapat belum….itu…mhmmm…cup……” Balas David meledek ku sambil memperlihatkan kedua tangannya yang mengkuncup saling diadukan.
“ya…gak lah…kita hanya berjalan aja….” Jawab ku gugup dan wajah ku pun memerah.
“yah…sayang sekali padahal itu kesempatan bagus…..apa jangan-jangan kamu punya rencana di kepulauan Rahana dengan Risa…apa lagi di jadwal ada acara pesta malam persahabatan sembari menikmati keindahan langit malam” balas David melanjutkan ledekkannya.
“hmm..... paling itu rencana kamu aja sama Erika…hehehe”
Seketika David pun menunjukkan muka serius dan menatap ku.
“kenapa apa aku salah ngomong…?” ujar ku seketika setelah melihat raut wajahnya.
Aku pun agak curiga. Dengan reaksi barusan. Mungkin David lagi ada masalah dengan Erika.
Perbincangan kita pun berlangsung dengan saling tawa canda.
hingga kita berada diatas kapal yang digunakan untuk menyeberangi lautan. kami pun masih bersama dan mengobrol di kapal sambil menikmati suasana laut lepas.
“Oia, Vid…aku boleh Tanya sesuatu gak…?”
“ Tanya apa….?” Jawab David dengan melirik padaku.
“sejak kejadian yang lalu dengan Andri disekolah, setelah itu apa yang terjadi….sepertinya Andri tidak mengingat apapun…dan kamu sepertinya mengenal Andri dengan baik…”
“Ooo….masalah Andri….sebenarnya Andri sudah menyukai Risa sejak dia kelas 1, namun Risa selalu mengabaikannya…makanya saat dia tau kamu dekat dengan Risa dia agak sedikit kesal…..dia taku kehilangan Risa…dan hubungan ku dengan Andri karena Andri adiknya Erika…” jawab David menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
Aku pun diam terkejut mengetahui kenyataan siapa sebenarnya Andri.
“kemarin apa kamu yang membuat Andri bolos sekolah...?” Tanya ku kembali dengan rasa penasaran.
“gila apa….mana mungkin saya menyuruh Andri bolos, kemarin kebetulan saya melihat Andri ngobrol sama kamu di depan toko, makanya saya memanggilnya untuk saya serahkan ke Erika” jawab David kembali menjelaskan situasi yang terjadi kemarin.
“hmmm….gitu toh…”
David pun tersenyum dan tak lama aku melihat Alecia menghampiri kami yang sedang berbincang.
“Kayanya kalian seru banget ngobrolnya…” Sapa Alecia sambil memegang gelas berisi minuman ditangannya.
“ya sudah to, aku ada perlu…lagi pula dari tadi Erika terus mengawasi dari kejauhan….” Ucap David dan meninggalkan ku.
__ADS_1
Aku pun terkejut tanpa tersadar Erika dari tadi mengawasi kami. Dan aku pun melihat David meninggalkan ku dan menghampiri Erika.
“Aku dengar kemarin ngedate sama Risa...?” Tanya Alecia sambil meledekku.
“Hmm…aku hanya menemaninya belanja mencari perlengkapannya…”
“Oooo….” Balas Alecia sambil menikmati minuman digelasnya.
Tak lama kita sampai ditujuan yaitu Kepulauan Rahana dimana kita langsung dijemput kembali dengan Bus dan diantar ke Hotel Bokingan dari sekolahan yang berada dekat pantai.
Aku pun mendapat kamar nomor 405 dengan Iwan teman sekelas ku. Sedangkan Elen sekamar dengan Alecia dikamar nomor 505. Tepat diatas kamar kami dan Risa sekamar dengan Erika di kamar nomor 507.
Karena kami baru tiba, acara kami pun bebas hingga pukul 19.00 kita diminta berkumpul di Dinning Room yang berada di lantai dasar untuk mendengar pemberitahuan lebih lanjut.
Siswa-siswa lain pun bergegas meletakkan barang dan pergi ke Pantai untuk menikmati suasana pantai, bahakan ada beberapa siswa yang menggunakan pakaian bikini dan berenang dipantai.
Aku pun pergi kepantai bersama Iwan dengan menggunakan pakaian santai dan menikmati udara pantai.
“Gak berenang…” ucap Risa yang seketika mengagetkan ku dari belakang.
Aku pun hanya terdiam melihat keelokkan tubuh Risa mengenakan Bikini yang Seksi hingga membuat wajah ku memerah.
“Plak…..!!!”
Seketika Risa menamparku dan memalingkan wajahnya.
“”Adeh…”
“Dasar mesum….” Ucap Risa seketika.
“eh...gak kok...…saya hanya….” Ucap ku seketika dan terhenti karna kebingungan untuk mencari alasan…
“”Sudah gak usah bertengkar…” sesaat Alecia menyapaku dan aku pun memalingkan wajah ku.
Tampak jelas terekam dalam fikiran ku, bentuk tubuh para malaikat yang sangar indah dimana Alecia dan Elen datang menghampiriku dengan pakaian Bikini yang Seksi juga sehingga tanpa sadar aku pun mulai mimisan.
“Bruakkk…”
Seketika Risa kembali menghajarku menggunakan Bola volly yang didapatnya dari siswa yang sedang bermain Volly pantai.
“DASAR…MESUM…!!!” ucap Risa memarahi ku dan mengajak Alecia dan Elen pergi meninggalkan ku.
“Maa..aaf…” ucapku sambil tergeletak di pasir pantai.
“Kamu kenapa to..?” Tanya Iwan menghampiriku dengan pura-pura tidak tau apa yang terjadi dan mentertawakan ku pelan.
“entahlah…ini hari keberuntungan ku atau kah hari apes ku…wan” jawabku sambil tiduran dan mengelap hidung ku yang mimisan.
“Woy lihat saya dapat gambar yang bagus” ujar Iwan sembari menunjukkan hasil jepretannya di kameranya.
“Hadeh….ini yang kamu foto cuman fokus bagian Pantat sama dada doank wan”
“tapi mantap kan…hehehe” balas iwan sambil nyengir.
“Hmm…..ia sih….” Jawab ku sambil melihat foto dicamera.
“EHEMM…EHEM…!!!”
Terdengar seperti ada yang mendehem dibelakang kami. Kami pun perlahan melihat kebelakang, ternyata sekumpulan siswi yang diambil fotonya oleh Iwan sedang mengawasi kami sembari membawa alat untuk menghajar kami.
“Duh….mapus dah….”
“LARI WAN…!!” teriak ku keras dan mengajak iwan berlari menghindari para siswi yang marah.
__ADS_1
Kami pun dikejar hingga tak lama aku dan Iwan terjatuh dan menerima hukuman dari siswi-siswi yang difoto sama Iwan.