Psycolovers

Psycolovers
Episode 13 - (Malam kebersamaan)


__ADS_3

UAaa……Akhirnya selesai juga ceramahnya…!” Gumam ku dikamar setelah menemui Ibu Ratih.


Aku bergegas membersihkan diri dan menuju kamar Risa untuk membawakan beberapa makanan untuk dia makan.


“TOK-TOK-TOK-!! Ris…Risa..!!!”


Aku mengetuk pintu kamar Risa sembari membawakannya makanan. Namun setelah beberapa menit tidak ada suara balasan. Hingga akhirnya ku beranikan diri membuka kamarnya.


“Permisi…” ucap ku pelan.


Aku pun memasuki kamar Risa dan tampak dia masih terlelap. Namun terlihat kasurnya agak berantakkan. Aku yakin dia sempat terbangun tadi.


“Eh…Seto….maaf aku tadi ketiduran…” ucap Risa terbangun dari lelapnya.


“maaf…aku masuk tanpa ijin….aku membawakan kamu makanan….makan lah selagi hangat..”


“terima kasih banyak…maaf sudah merepotkan kamu….” Balas Risa dengan malu.


“aku akan membantu mu…” Ucap ku dan bergegas membantu Risa terduduk dan menyuapinya.


Risa pun hanya bisa menurut dan menerima suapan dari ku. Dia tampak begitu menggemaskan.


“mungkin malam ini aku hanya bisa terdiam dikamar” ucap Risa sembari melihat kakinya yang diperban.


“padahal aku berharap kamu bisa menghadiri acara tersebut”


“Aku usahakan, tapi aku tidak bisa janji…..” balas Risa.


Aku hanya tersenyum mendengarkan ucapannya.


“baiklah…apa ada lagi yang kamu butuhkan…” ucap ku selesai menyuapi Risa.


“gak ada…terima kasih…sa…yang…”bisik Risa pelan.


“apa..??”


“en..gak gak papa kok…”balas risa dan tersenyum padaku


Aku pun meninggalkannya dikamar dan keluar Hotel untuk mencari udara segar.


Tiba aku di sebuah taman sebelah Mini Market yang terletak tidak jauh dari hotel. Aku melihat Alecia sedang menyendiri di bangku taman itu. Bergegas aku membeli minuman dan menghampirinya.


“Boleh aku duduk disebelah kamu ?”


“Silahkan…”Jawab Alecia dan mengijinkan aku duduk disebelahnya.


“Ini buat kamu…” balas ku sambal meyodorkan minuman yang aku beli di mini market.


“terima kasih..” balas Alecia dan menerima minuman itu.


“untuk kejadian sema…”


“Shttt….sudah tidak perlu dibahas, biarkan ingatan itu terhapus bersama ombak” celetuk Alecia memotong ucapan ku seketika.


“Andai cinta memberi ruang lebih awal, tak akan aku lepas meski terluka hati” Ucap Alecia dengan perasaan hampa.


“Apalah daya kita menentukan cinta, khawasannya keberadaan selalu menghalangi” jawab ku sembari menatapnya.

__ADS_1


“Namun kenyataan cinta melukai ku kembali….”


“meskipun tidak bersama bukan berarti cinta itu tidak ada” Ucapku menegarkan hati.


“apa ada cinta itu dihati, aku telah merelakannya demi hal berharga yang sering kita sebut sahabat”


“Maaf karna cinta tidak bisa bersama, setidaknya biarkan cinta membekas di hati, agar aku tau pernah ada cinta yang indah dalam hidup ku…” balas ku dengan tenang.


“terima kasih sudah menerima cinta meski tak mungkin kita bersama…” balas Alecia dan tersenyum menatap ku.


“tapi kita masih bertemankan…?”ucap ku dan menjulurkan jari kelingkingku


Alecia tersenyum padaku dan membalas ku dengan mengaitkan jari kelingkingnya di kelingking ku.


“itu bukannya Erika…?” Ucap Alecia seketika setelah melihat keseberang jalan yang sedang diganggu orang asing.


“kita harus menolongnya..” ucap ku dan langsung beranjak dari bangku taman.


“Tunggu, To..”


“kenapa…aku rasa dia akan baik-baik saja” Ucap Alecia menghentikan ku.


“apa maksudmu…??”


“Lihatlah sebentar lagi…kamu tenang dulu” balas Alecia menenangkan ku.


Aku pun mengikuti ucapan Alecia dan mencoba tenang sambal mengamati pergerakan Erika. Hingga terkejut aku melihat Erika menghajar kawanan orang asing itu dengan mudah dan tidak lama David datang dengan santai ikut membantu Erika menghajar mereka.


“Setahu aku Erika selain ikut Osis dia juga ketua Klub Karate disekolah dan telah memenangkan beberapa kejuaraan” ucap Alecia menjelaskan tentang Erika.


“Sepertinya aku harus lebih berhati-hati kalo berbicara dengan Erika” Gumamku pelan dan menelan ludah ku.


“Aku jadi merasa kasihan dengan mereka…”


Kami pun tersenyum bersama melihat pertunjukan yang ada didepan mata. Dimana David dan Erika menghajar para pengganggu itu dan mempermainkannya.


Akhirnya kita bercanda seperti sedia kala tanpa ada rasa luka dan berjalan bersama menuju kamar Hotel masing-masing.


Malam yang ditunggu akhirnya tiba. Para siswa dan siswi bergegas keluar bergegas keluar menuju halaman belakang Hotel. Dimana api yang menyala ditengah halaman menerangi kegelapan malam dan wangi berbagai macam makanan bakar yang sedang dimasak disekitaran halaman oleh para Siswa-Siswi beserta guru dan beberapa staf hotel yang mendampingi.


Irama music pun bersenandung seraya memeriahkan pesta malam ini. Banyak yang menari dan berdansa disekitaran api unggun. Namun aku masih terdiam menunggu Risa keluar dari kamarnya.


“diam aja, nari atau ngemil kek…” Elen mendekati ku sambal membawa makanan.


“lagi males….kamu sendiri kenapa gak ikut nari..?”


“gak….lagi pengen ngemil aja…makanannya enak-enak, apa lagi sate cumi yang dimasak sama Pak Roni..” balas Elen sambal menggigit makan yang dia bawa.


“Oia, apa kamu melihat Risa…?”


“tadi sih aku lihat dia sedang menuju lift saat aku keluar kamar…emang dia gak da disini ya” jawab Elen sembari melihat sekitarnya mencari Risa namun Alecia yang terlihat sedang menghampiri kami.


“Gak ngedance…??” Sapa Alecia seketika.


“gak….kamu sendiri ?” balas ku


“ini lagi nunggu Iwan yang lagi ke kamar mandi, ya anggap saja sebagai permohonan maaf karena sudah menguncinya dikamar…hehehe” balas Alecia.

__ADS_1


“Hmm…jadi yang ngunci Iwan kamu ya…” celetuk Elen.


“Shtt…jangan keras-keras…” balas Alecia mencoba membuat Elen tutup mulut.


Aku pun hanya tersenyum melihat kelakuan mereka yang suka bercanda.


“oia…Apa kamu melihat Risa..?” Tanya ku ke Alecia


“tadi aku lihat dia kayanya kearah pantai sama Erika..” Jawab Alecia kepadaku.


Aku pun sontak langsung berdiri dan meninggalkan Alecia dan Elen. Mereka hanya bingung melihat seketika aku bergegas meninggalkan mereka.


Setibanya aku dipantai aku melihat Erika sedang berbincang dengan Risa. Aku mencoba mendekatinya perlahan dan tampak jelas Erika meneteskan air mata menatap kearah pantai dan membelakangi.


“Lebih baik aku tidak menggangu mereka….” Gumam ku dan membalikkan badan meninggalkan mereka.


Sesaat ku sampai di depan Hotel aku bertemu dengan David yang tampak seperti orang kebingungan.


“Kamu gak ikut gabung di acara…?” sapa ku sesaat bertemu dengan David.


“Aku lagi nunggu Erika, kita janjian disini tapi dari tadi saya belum melihatnya…” ucap David sambil menoleh kesekitaran.


“Oooo….Erika lagi sama Risa di pantai….”


“Ngapain mereka disana…..ya sudah biar aku susul…” ucap David dan ingin menyusulnya.


“Lebih baik kita tunggu saja disini….” Balas ku memberikan saran.


“Kenapa….?”


“Sepertinya mereka sedang tidak ingin diganggu…” ujar ku mencoba menjelaskan.


David pun terdiam berfikir sejenak. Tidak lama Risa dan Erika datang menghampiri kami.


“Sudah lama nunggu, maaf ya…tadi aku ada perlu” Sapa Erika ke David sambil bergandengan tangan dan menunjukkan ekspresi manja.


“Gak kok…ayo kita ke pesta” jawab David dan kemudian merangkul Erika meninggalkan kami.


“Kamu lagi ngapain disini…?” Sapa Risa pada ku.


“aku lagi nunggu kamu…tadi aku cari kamu dipesta tapi kamu tidak ada, aku takut terjadi sesuatu sama kamu…”


“Hmmm…kamu khawatir ya sama aku….” Balas Risa manja.


“PD sapa yang khawatir sama kamu…Grrrr….!”


“Hmmm….yang benar…..Aduh…duh….duh……!!!” Ucap Risa dan seketika merasakan sakit dikakinya yang masih diperban.


“Kenapa….apa masih sakit….sini aku gendong” ucap ku seketika dan mencoba menolong Risa.


“Tuh kan kamu khawatir….hehehehe….aku Cuma bercanda….sudah agak baikkan kok”


Aku pun langsung terdiam dan mempalingkan wajah ku. “sial kena prank….!” Gumam ku pelan.


Risa ku pun melirik kearah ku seakan mengajak ku bercanda, namun aku masih pura-pura acuh terhadapnya dan meninggalkannya. Dia pun mengikuti ku dari belakang sambil usil terhadap ku. Hingga kami tiba di tempat acara.


Tampak keindahan malan terwarnai pesta yang meriah. Canda tawa dan suka duka mengisi suasana malam. Tampak Alecia yang sedang berdansa dengan Iwan, Elen yang sedang menikmati makanan, David yang sedang bercanda dengan Erika dan siswa-siswi lainya yang sedang bersenang-senang.

__ADS_1


Aku dan Risa pun ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Semua akan menjadi suatu kisah yang akan terekam di dalam ingatan kami. Malam pun semakin larut dan mengakhiri acara itu serta kita pun kembali ke kamar masing-masing. Hingga pagi tiba kami kembali ke desa kami dimana acara Karya wisata telah berakhir.


__ADS_2