Psycolovers

Psycolovers
Episode 16 - (Topeng bagian 1)


__ADS_3

Kembali lagi dalam suasana rumah sakit. Dimana Erika sedang terbaring lemah di ruangannya. Aku, Risa dan David hanya bisa menatapnya terbaring dengan beberapa alat yang terpasang ditubuhnya.


“Sebenarnya apa yang terjadi...?” ucap David pelan sambil menatapi tubuh Erika


“Aku beli minuman sama cemilan dulu.....” Ucap Risa dan meninggalkan kami di ruangan itu.


Aku pun hanya mengangguk dan melihat Risa keluar ruangan.


“Kapan terakhir kali kamu ketemu Erika...?” Ucap ku ke David.


“Lima hari yang lalu disekolah....dia sempat mengatakan kalau dia sangat bahagia bersama ku.....tapi kenapa....??”


“tenang lah...kita cari solusinya bersama....Erika masih punya harapan untuk sembuh.....”balas ku menenangkan David.


“Tunggu.....dimana Andri...??” Ucap David seketika memikirkan sesuatu yang ganjal.


“Apa maksudmu....? Andri...kenapa Andri..??”


“Erika tinggal di apartemen bersama adiknya Andri....! tapi dia tidak ada di sana.....” ucap David


“Apa mungkin....?”


“kita belum tau....kita harus mencari Andri....dimana dia sekarang....? posisi Erika sangat lemah....kita tidak bisa mencaritahu apa yang terjadi padanya...” balas David


“Dimana biasanya Andri berada.....???” tanya ku


“Aku tau suatu tempat yang sering dikunjungi Andri...tapi kita harus menunggu malam tiba....”


“Kenapa harus nunggu malam...semakin cepat semakin baik...!!!” balas ku menjelaskan David.


“Karena hanya malam hari Andri berada disana....”


“Baiklah....kita tunggu malam....apa perlu kita mengajak Sersan Fico....???” balas ku dan mencoba memberikan saran.


“Tidak perlu.....apa lagi membawa Risa...itu terlalu berbahaya....cukup kita berdua saja.....”


Aku pun hanya mengangguk dan tidak lama Risa datang dengan membawa beberapa minuman serta cemilan.


“Aku bawakan minuman kesukaan mu...?” ucap Risa pada ku sambil menyodorkan minuman.


“terima kasih...”


“ini untuk mu Vid.....” ucap Risa kembali sambil memberikan minuman dan cemilan ke David.


“Maaf sudah merepotkan....” ucap David


“Yaelah....santai aja kali...!” ucap Risa sambil tersenyum.


Melihat susana saat ini, aku teringat masa dimana kami bercanda bersama namun disana ada Luna yang sedang mentertawakan David.


“To....Woy...Hallo...!!!” ucap Risa menyadarkan ku dari lamunan.

__ADS_1


“Eh...maaf aku melamun....”


“Melamun jorok ya....” ucap David meledek ku.


“emang kamu Vid....”


Tak lama aku pun menceritakan rencana ku dan David ke Risa. Demi kebaikan Risa aku menyarankannya untuk tetap menjaga Erika dirumah sakit.


Hingga malam pun tiba. Sesuai rencana, aku dan David berangkat menuju lokasi yang telah kita tentukan. Hingga tiba di suatu jalan tampak sebuah bangunan besar.


“ini bukannya museum...??” tanya ku


“Udah ikut aja....” ucap David mengajakku masuk kedalam.


“kenapa lewat belakang....?”


“Kalau lewat depan kita gak bisa masuk....keburu ditangkap penjaga musium...” ucap David sambil berusaha memanjat tembok.


Aku pun mengikuti David memanjat tembok tersebut dan memasuki halaman Museum.


 “Tujuan kita ada dilantai dua...” bisik David padaku dan kami bergegas menyelinap kedalam museum dan menuju lantai dua.


Tampak banyak lukisan yang terpajang di dinding tembok di lantai dua. “sepertinya ini lantai khusus Lukisan seni..” gumam ku dalam hati.


Kami pun berjalan menyusuri lorong dilantai itu dan tampak seseorang sedang mengamati sebuah lukisan di pojok ruangan.


Tampak Andri yang sedang memandang lukisan tersebut dengan santai. Kami pun menghampirinya perlahan.


"liat lah keindahan lukisan ini.....begitu nyata...sebuah lukisan yang memiliki arti lebih dalam" ucap Andri masih tetap memandang lukisan itu.


"Apa kamu yang menyakiti kakak mu Erika..!" ucap David dan mulai emosi


"kalo kak David kesini mau ikut campur urusan aku dn kakak ku, mending kak David pulang deh...." ucap Andri ke David yang membuatnya semakin kesal.


tidak lama David mendekati Andri dan menarik bajunya hingga mereka bertatapan, kemudian David melesatkan kepalan tangan kanannya kearah wajah Andri hingga terjatuh.


"Arrggghhtt...!"


balas Andri mencoba menghajar David dan mengenai pelipis David, bahkan Andri langsung melanjutkan hantamannya dan mengenai perut David.


"cukup....hentikan....kita selesaikan secara baik-baik" ucap ku mencoba menghentikan mereka.


"..gak usah ikut campur....!!!, ini urusan ku dengannya..." balas David dengan marah dan m lanjut kan serangannya ke Andri.


Andri pun mengeluarkan pisau lipat yang ada dikantongnya.


"Aku akan jadikan kakak sebagai pemanis dalam goresan kuas ku..." teriak Andri sambil menyerang David dengan pisaunya.


David berhasil menghindari hingga pisau itu mengenai lukisan yang ada dibelakangnya.


"Hah....lukisannya....gak...ini gak boleh terjadi....gak...!!!!.." ucap Andri seketika melihat lukisan yang dia kagumi telah robek terkena pisaunya. hingga akhirnya dia menjatuhkan pisau itu dan melangkah ke arah lukisan.

__ADS_1


"Bruakkkk" melesat tendangan David yang langsung mengarah ke perut Andri hingga membuatnya terpental dan jatuh.


Tampak Andri yg memegang perutnya sambil menahan rasa sakit...namun Andri masih mencoba meraih lukisan itu.


"sudah cukup dengan tingkah mu Andri...!!!!!" teriak David dan mendekati Andri mencoba menyerangnya lagi.


"cukup.....dia sudah tertekan....." ucap ku menahan David yang sedang emosi.


aku beranikan diri mendekati Andro dan mencoba untuk berbincang dengannya.


"tolong jawab jujur....apa benar kamu yang melukai Erika dan mengikatnya..."


"apa maksud kakak....?? aku sudah seminggu gak pulang ke rumah....aku benci dengan semua....kak Erika selalu saja melampiaskan emosinya tiap melihat Kak David mengabaikan Kak Erika...belum lagi Kakak yang sudah merebut Kak Risa dari aku...." ucap Andri sambil menangis kepada ku.


mendengar pernyataan Andri kami pun menjadi bingung, aku bergegas berdiri dan mendekati David.


"Apa maksudnya ini...jika bukan Andri, lalu siapa yang menyakiti Erika....??" ucap ku pelan.


"kak.... sebenarnya apa yang terjadi dengan kak Erika....dia gak papa kan..??" ucap Andri seketika.


aku pun menceritakan kejadian yang menimpa Erika ke Andri dan sontak dia merasa kaget...


"Sekarang...kak Erika dimana???" tanya Andri sambil menahan tangis.


"dia ada dirumah sakit dengan Risa....kamu jangan khawatir...." balas ku menenangkannya.


"Tap....Tap...Tap...."


terdengar langkah yang semakin kencang dari arah lorong.


"Kayanya penjaga Museum sedang patroli....ayo kita keluar dari sini" ucap David seketika


Aku dan Andri hanya menganggukkan kepala dan bergegas meninggalkan lokasi.


Hingga kita sampai diluar museum dengan kondisi ngos-ngosan kata saling tersenyum satu sama lain.


"oia...selama ini kamu tinggal dimana...?" tanya ku ke Andri dan David pun hanya melirik.


"saat aku meninggalkan rumah, aku pergi ke pasar malam dan bertemu dengan Pak Fico...dia orang yang menawarkan ku tempat tinggal setelah aku ceritakan masalah ku dengan kak Erika...."


"pak Fico...?????" ucap ku seketika merasa terkejut.


"To... hubungi Risa...!!!" ucap David


Andri langsung menatap dengan bingung akan situasi ini.


Aku bergegas menggunakan ponsel ku dan menghubungi Risa namun tidak ada yang menjawab. Akhirnya kita putuskan untuk bergegas ke rumah sakit.


kekhawatiran hadir disaat seperti ini dan kita hanya bisa berharap tidak terjadi sesuatu pada mereka


 

__ADS_1


__ADS_2