Psycolovers

Psycolovers
Episode 18 - (Serpihan Luka Masa Lalu)


__ADS_3

Malam semakin larut, udara dingin pun semakin menusuk. Tiba kita di gedung kembar dekat dermaga. dua buah gedung yang belum selesai dibangun dan saling berdekatan dimana terdapat jembatan penghubung antara gedung satu dengan gedung yang lain.


"treeett....treeett....treeet..."


suara ponsel ku bergetar, tak lama aku mengangkat panggilan tersebut dengan mengaktifkan mode loud speaker.


"apa kalian sudah tiba didepan.....masuk lah kegedung sebelah kiri...aku sudah menunggu kalian bertiga...."


"bagaimana keadaan Erika dan Risa...!!!" ucap ku sambil menahan emosi.


"untuk sementara mereka baik-baik saja, selama kalian menuruti perkataan saya..."


seketika pelaku kembali menutup teleponnya. aku merasa semakin kesal dan mulai tidak tenang.


"kalian sudah siap..." ucap ku didepan salah satu gedung yang diminta pelaku.


"kak, lebih baik aku bersembunyi dulu.....??" ucap Andri


"apa maksud kamu...?? kalau dia tau bagaimana...???" balas David


"tunggu Vid, aku setuju dengan Andri...karena dia tadi bilang menunggu kita bertiga...?? berarti dia tidak sadar akan keberadaan Andri" ucap ku dan Andri hanya tersenyum


"apa yang akan kamu lakukan...?" ucap paman


"aku akan mencari senjata, saat kalian berhasil mendapatkan Erika dan Risa, baru kita serang bersama.....aku juga akan minta bantuan orang sekitaran sini....." ucap Andri menjelaskan rencananya.


"baik lah kalau begitu....kamu hati-hati...." balas ku dan bergegas kami pun memasuki gedung itu.


Kita berharap semua berjalan sesuai rencana tanpa ada korban satu pun.


Hingga kita tiba di tempat pelaku. Tampak terlihat Erika yang terikat dengan tubuh lemah.


"Erika..!!" teriak David dan bergegas menyelamatkannya....


"Dooar......Dooar....!!!!"


Seketika langkah David terhenti karna tembakan yang hampir mengenainya.


"Jangan kira semudah itu kamu bisa menyelamatkannya....hahahahahha" ucap Fico yang tiba-tiba muncul dari tempat yang gelap.


"Dimana Risa...!!" ucap ku seketika


"liat lah kearah gedung diseberang..." ucap Fico diikuti senyumnya yang lebar.


tampak Risa yang sedang terikat tak sadarkan diri dan tergantung.

__ADS_1


"Risa...!! Risa...!" ucap ku dan bergegas kearah tangga untuk menuju ke gedung sebelah.


"Doar..!!!"


melesat peluru yang mengenai tembok yang berada disebelah Risa.


"Arghhtt.....aku bilang tidak semudah itu...!!!!!"


ucap Fico yang emosi.


"Brengsek....apa mau kamu...!!" ucap ku keras.


"nyawa mereka berdua ditukar dengan nyawa dia...dan dia....hahahahahah" ucap Fico sambil mengacungkan arah pistol ke David dan Paman Reno.


"apa...!!" ucap ku terkejut mendengar pernyataan Pak Fico.


"Bukannya kamu orang yang bersama Sersan Reza...? kamu polisi kan....kenapa berbuat seperti ini.." ucap paman Reno


"Reza....Reza....oia.... maksud mu Sersan brengsek itu...hahahaha....dia sudah menjadi salah satu karya terhebat ku....hahahaahahah"


"Jadi yang telah membunuh Sersan Reza itu kamu...!!" balas David


"Shttttt....jangan salah paham....aku hanya membuatnya abadi dalam ingatan semua orang...hahahaha.... aku menikamnya tepat di jantungnya.........karena dia diam-diam mencari tau identitas ku...dan aku menjadikannya suatu karya yang luar biasa yang pernah ada....hahahahaha....hahahahah...."


"Dokter sepertinya tidak mengenali saya....?? berarti penyamaran ku sukses besar


...hahahaha"


"Apa maksud kamu....? aku tidak tau siapa kamu sebenarnya...?" balas paman


"beberapa tahun lalu terjadi kebakaran disebuah rumah yang disebabkan oleh seorang anak laki-laki....dan pada saat itu pula aku menemui anda dokter.....tapi anda mengabaikan saya....malah menyelamatkan kedua anak laki-laki dan anak perempuan itu...."


sesaat paman kembali ke ingatannya dimana dia mencampakkan seseorang yang dalam kondisi luka bakar yang parah dan lebih memilih menyelamatkan beberapa orang anak.


"jadi itu kamu...tapi bagaimana mungkin...??" ucap paman dengan heran.


aku dan David pun hanya terdiam mendengarkan obrolan mereka.


"kenapa....!! heran..!!!...saya yang dalam keadaan sekarat mencoba meloloskan diri dari lautan api, hingga seorang nelayan tua menolong ku.... bertahun-tahun aku memendam kebencian ini....dan aku putuskan melakukan operasi plastik hingga akhirnya aku kembali ke desa ini untuk membalas perbuatan anda dokter....dan juga kamu bajingan kecil...!!!" balas Fico dan menunjuk kearah David.


"Karna kamu aku kehilangan segalanya.....!!! karna kamu aku kehilangan apa yang harusnya aku miliki....!! dan demi itu semua aku harus menyamar sebagai polisi yang datang dari Kota untuk menyelidiki kalian semua...hahahahaha.."


Aku mulai bingung dengan situasi ini. siapa sebenarnya Fico dan apa hubungannya d ngan David.


"Apa kamu ingat dengan ku David...!!! seorang bocah yang telah membunuh Adelia istri ku ter cinta...oh adelia...." ucap Fico yang seketika berekspresi seolah dia meratapi kesedihan kehilangan istrinya.

__ADS_1


"Aku melakukannya karena kalian selalu menyakiti Erika....!!! padahal dia anak mu sendiri...!!!!!" ujar David dengan emosi


"Apa katamu...anak..!!!" balas Fico dan langsung menendang kepala Erika hingga dia tersungkur dan hidungnya mengeluarkan darah.


"Bangsat.....!!!" Sontak David mencoba menolong Erika namun langkahnya kembali terhenti saat Fico menodongkan pistol ke kepala Erika


"Shttt....asal kamu tau....dia bukan anak kandung ku....dia hanya anak pungut....!!! hahahahaha......"


"Bebaskan mereka...ini urusan mu dengan ku...!!! mereka tidak bersalah...!!" ucap paman Reno.


"hah...!! gak ada urusan....baiklah kalau begitu....!! aku ijinkan kamu menyelamatkan wanita itu....." ucap Fico menunjuk ke arah ku dan Risa.


"To, pergilah...!! selamatkan Risa....! urusan disini percayakan pada paman...!" ujar paman menyuruhku menyelamatkan Risa.


"Hati-hati paman...!" balas ku dan bergegas menuju gedung seberang.


Sesaat aku berlari menuju jembatan yang menghubungkan kegedung satunya.... langkah ku seketika semakin melemah mendengar suara tembakan.


ingin sekali aku kembali, namun paman sudah memberikan ku amanat untuk menyelamatkan Risa. aku berharap mereka baik-baik saja dan aku berharap Andri segera datang membawa bala bantuan.


Tidak lama aku sampai dimana tempat Risa terikat.


"Risa...!! Risa....! sadar lah" ucap ku dan mencoba menyadarkannya.


"Seto....cepat pergi ini perangkap...!!" bisik lemah Risa kepada ku.


"hah..."


"Bruak...!!"


seketika seseorang memukul punggung ku dengan keras.


aku bergegas mencoba mencari tau siapa yang memukul ku dan saat aku mengetahuinya, betapa terkejutnya aku melihat Andri yang tersenyum lebar sambil membawa sebuah pemukul baseball.


"Halo kak Seto..!!!" ucap Andri sambil mengarahkan pemukul pada ku.


" Andri...!! kenapa...??"


"karena aku menyukainya....dari dulu aku ingin sekali menghabisi kakak..." ucap Andri dan langsung memukul kepala ku dengan alat pemukul hingga membuat ku terluka dan hidung ku mengeluarkan darah.


"apa kakak tau....kalau aku sangat menyukai kak Risa...dan aku ingin menjadikannya hiasan....hahahahah...tapi kakak mengacaukan semua....malah kakak berpacaran dengan kak Risa...." ucap Andri langsung mendekati Risa dan menarik pakaiannya hingga Robek.


Risa hanya bisa pasrah dengan kondisinya yang lemah dan aku mencoba untuk bangkit dari tempat ku.


Dilain sisi terlihat dari kejauhan Fico masih menawan Erika, dimana Paman yang terluka dan David yang sedang mencoba membantu paman berdiri.

__ADS_1


__ADS_2