Psycolovers

Psycolovers
Episode 17 - ( Topeng bagian 2 )


__ADS_3

Selang beberapa menit akhirnya kami tiba di rumah sakit dan bergegas keruangan Erika. Namun Na’asnya kami tidak menemukan siapa-siapa diruangan itu.


“Sial…!! Kita terlambat….Arght…..!!!” ucap David


“Ayo kita tanya ke piket rumah sakit…..!!” ucap ku sesaat dan kami bergegas ke tempat piket.


“Permisi sus…saya mau tanya…apa ada yang melihat pasien dikamar nomor 6…??” tanya ku ke salah satu perawat yang piket.


“Gak…bukannya ada dikamar….” Jawab perawat itu.


Aku pun hanya bisa menghela nafas dan menatap kearah David yang sedang merasa terpukul.


Aku pun mengajak David dan Andri ke tempat duduk di ruang tunggu untuk menenangkan fikiran.


“Sudah aku duga kalo dia bukan orang baik..!!” ucap David dengan emosi.


“Padahal dia seorang polisi….?”


“Polisi…??? Bukannya pak Fico seorang seniman…..??”ucap Andri seketika.


“Maksud kamu apa..?”


“ia Fico Richardo…dia seniman yang lukisannya selalu aku liat di Museum…..dan dirumah juga banyak hasil karyanya…makanya aku mau tinggal dirumahnya dan betah….” Ucap Andri dan aku pun mulai mengingat jelas saat di museum, aku melihat dipojok bawah lukisan yang robek karena terkena pisau Andri terdapat tulisan Richardo.


“Apa kamu bisa antar kita kesana…ketempat dia tinggal…!” balas David.


Andri pun hanya menganggukkan kepala dan akhirnya kita pun bergegas ke rumahnya.


Saat sampai dirumahnya kami tidak melihat siapapun disana dan Andri langsung membukakan pintu rumah.


Begitu banyak lukisan yang terpajang dirumah itu dan banyak cat yang berceceran dimana-mana.


“Sepertinya dia tidak ada dirumah…?” ucap ku sembari memeriksa sekitaran.


“Bangsat….!!! Dimana dia….!!!...” ucap David dengan emosi dan membuat perabotan rumah yang ada di meja berantakan hingga membuat Andri terkejut.


“Kita harus berfikir tenang….kita periksa kembali…mungkin ada petunjuk yang bisa kita temukan…”


“Gimana mau tenang….masalahnya sudah berapa lama kita menghabiskan waktu….dan kita gak tau Erika dan Risa diapain aja sama tu bajingan!!!!!” balas David seketika.

__ADS_1


“Kring….Kring…Kring…..!!”


Terdengar suara telepon rumah berbunyi. Kami pun sempat bingung dan panik.


“Halo…!!” ucap ku menerima telepon itu.


“Apa kalian sudah selesai bermain dirumah ku…!!! Hahahaha….bagaimana karya-karya ku….hahaha..?”


“Apa mau mu sebenarnya…???” ucap ku dengan nada agak emosi ditelepon.


“Santai aja….Nona Erika dan Risa untuk sementara masih baik-baik saja…hahahaha…”


“Hmmmm…..Hmmmm…..Hmmmmm…..!!!!” terdengar suara Risa yang mencoba teriak namun seperti terhalang sesuatu dimulutnya.


“Dengar baik-baik….jangan hubungi polisi dan ikuti semua perkataan saya…..!! Datang lah ke gedung dekat dermaga dan bawa sekalian Paman mu Reno..!!!”


“apa hubungan mu dengan paman Reno…?” tanya ku seketika.


“gak usah banyak tanya..!! ikuti semua apa yang saya perintahkan….!! Atau mereka akan jadi karya seni berikutnya….haha….”


“jika terjadi sesuatu dengan mereka aku tidak akan memaafkan mu,,,,,!!!!”ucap ku dengan penuh emosi.


Seketika telepon terputus. Aku menjadi sangat bingung dan tidak tau harus berbuat apa dan aku pun hanya terdiam sambil menatap David dan Andri.


“Bagaimana….? Dimana dia..!!” tanya david pada ku sambil mencoba menyadarkan aku yang syok.


“Dia minta kita datang ke gedung dekat dermaga dan melarang kita menghubungi polisi. Dia juga meminta untuk membawa paman Reno…??”


“Apa hubungannya dengan Paman Reno…??” tanya David.


“Entahlah…aku juga tidak tau….”


“Lebih baik kakak menghubungi Paman Reno dan menanyakannya…!”ujar Andri memberikan saran.


Aku pun hanya menganggukkan kepala dan mengambil ponsel ku untuk menghubungi paman.


“Halo paman….??” Sapa ku ke PAman Reno melalui via telepon.


“ia…halo….gimana to…?”

__ADS_1


“aku ada sedikit masalah, apa kita bisa bertemu di depan dermaga paman…?” ucap ku membuat janji dengan paman.


“baiklah…paman akan kesana…”


Tidak lama aku mematikan ponsel ku dan mengajak David dan Andri ke Dermaga tempat aku membuat janji dengan Paman.


Akhirnya tiba kami di dermaga tempat kita membuat janji dan menunggu paman Reno datang.


Selang beberapa waktu, terdengar suara mobil mendekati kami dan Paman Reno keluar dari mobil tersebut untuk menghampiri kami yang sedang duduk dan bersandar di dermaga.


"Malam-malam begini minta Paman ke sini, sebenarnya ada masalah apa???" tanya Paman setibanya setelah bertemu kami.


"sebelum masuk ke topik permasalahan...ada yang mau aku tanyakan ke paman??....apa paman kenal orang yang bernama Fico Ricardo...?" tanya ku pada paman.


"Fico Ricardo....hmmm..... sepertinya paman pernah dengar nama itu, cuman paman lupa dimana....?? mungkin kalau ketemu orangnya paman bisa ingat......"


"coba dulu paman ingat kembali.....? mungkin kenalan paman atau salah satu pasien paman di klinik....." balas ku.


"...hmm....memang kenapa dengan orang itu...??" tanya paman dengan heran.


"Dia telah menculik Erika dan Risa...!!" sahut David sambil menahan emosi.


"apa...!! Risa diculik..!!! apa maksudnya to...coba jelaskan...." jawab Paman dengan terkejut dan sedikit panik.


"Maaf paman...pelakunya menghubungi ku dan meminta untuk membawa paman...."


selang beberapa waktu ponsel ku pun berbunyi dan saat melihat monitor ponsel, terlihat panggilan dari Risa, namun aku yakin itu bukan Risa melainkan pelakunya....


"Halo...!!"


"sudah cukup lama aku menunggu disini.... kamu liat kearah barat dermaga...? ada bangunan gedung kembar....aku berada digedung sebelah kiri dilantai 5....kalian semua datanglah kesana....." ucap pelaku dan mematikan komunikasi.


aku pun melihat gedung yang berada di barat dermaga.


"tujuan kita gedung itu...." ucap ku dan menunjuk kearah gedung.


"Tunggu apa lagi ayo kita kesana...." balas David


Andri dan Paman pun hanya menganggukkan kepalanya dan kita pun bergegas menuju gedung yang dimaksud pelakunya.

__ADS_1


__ADS_2