Psycolovers

Psycolovers
Episode 14 - (Kebahagiaan diatas kesedihan bagian 1)


__ADS_3

Hari yang baru mengiringi langkah, akhirnya kita kembali ke sekolah kami yang tercinta. Canda tawa berisikan kisah yang lampau dimana menceritakan tentang masa karyawisata terutama saat kebersamaan.


Tidak luput pula tentang aku dan Risa yang menjadi topik hangat mencampuri ingatan masa karya wisata.


Bel sekolah pun berbunyi tanda istirahat siang. seperti biasa aku menuju atap gedung.


"Akhirnya bisa tenang juga" gumam ku sambil tiduran dilantai atas gedung sekolah ditempat persembunyian ku.


"arghhh.....sial.....bangsat...!!!!!!!!!"


terdengar seseorang berteriak disisi berlawanan dr tempat ku tiduran.


"adeh....siapa lagi...berisik banget...gak bisa apa ya tenang dikit...." gumam ku pelan dan mengintip diam-diam ke arah suara itu berasal.


tampak seseorang sedang merasa kesal. karena lokasinya agak jauh, aku kurang jelas melihatnya. apalagi pandangan ku terhalang sebagian oleh bagian atap gedung.


"gak...ini gak boleh dibiarkan.....aku harus bertindak....gak....gak...." ujar orang itu sambil bertingkah seperti orang yang bingung.


aku pun hanya terdiam mencoba untuk mencari tau siapa dia dan kesal dengan siapa??


"Bip....Bip....Bip...!!!!!"


Bunyi handphone ku dengan keras sehingga membuat ku panik karena orang itu mendengarnya.


"Siapa disana...!!"


aku bergegas menyembunyikan tubuh ku agar tidak ketahuan.


"Gubrak..!!!"


terdengar suara pintu seketika dan orang itu pun telah meninggalkan ku.


"haahh.....hampir saja...!!" gumam ku pelan dan merasa sedikit tenang.


"sial aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, kira-kira kenapa dia marah-marah"


aku melihat handphone dan tampak dilayar panggilan tidak terjawab dengan nama Risa. dan beberapa pesan.


"kamu dimana....??" tulis pesan yang terkirim di handphone ku.


aku bergegas menelepon Risa namun tidak ada jawaban dan sesaat aku melihat jam ternyata sudah waktunya kembali kekelas untuk melanjutkan pelajaran. Aku pun bergegas kembali kekelas, sepertinya aku telat masuk kelas.

__ADS_1


sesampainya didepan kelas, aku melihat Bu Christin sedang mengajar bahasa Inggris. aku pun membuka pintu perlahan.


"maaf bu saya terlambat..."


"dari mana saja kamu...!! jam berapa ini...!!!" jawab Bu Christin dengan nada agak tinggi.


"Hmmm....."


"ya sudah....kembali ketempat kamu dan buka bukumu...." ucap Bu Christin menyuruhku duduk.


aku bergegas ke kursi ku meskipun banyak teman-teman ku mentertawakan ku pelan.


tidak lama pelajaran pun berakhir dan waktu pulang pun tiba. semua orang bergegas meninggalkan kelas.


sesaat aku akan beranjak dari tempat ku, Risa datang menghampiri ku dan terdiam.


"sepertinya dia ingin mengajakku pulang" ucapku dalam hati dengan rasa percaya diri.


"Plak..!!!!!"


Risa langsung melesatkan tangannya menamparku keras hingga membuat teman-teman yang sedang piket kelas terhenti sejenak dan langsung menatap kearah kami.


".....kenapa dia menamparku...apa lagi salah ku..." ucap ku dalam hati dengan rasa bingung.


"To, kejar dia.....!!!" ucap keras Yolanda salah satu teman wanita dikelas ku yang sedang membersihkan white board.


aku pun hanya menganggukkan kepala ku dan tanpa fikir panjang aku segera mengejar Risa.


"Risa....tunggu...!!" teriak ku memanggilnya yang sedang berlari kelantai atas.


hingga tiba ku diatap gedung sekolah dan langkah ku terhenti melihat Risa yang berdiri dihadapan ku sambil memegang tasnya.


perlahan aku mendekatinya dan mulai tampak jelas air mata membasahi kelopak matanya.


"Ris....bila aku salah aku minta maaf" ucap ku pelan.


Risa pun hanya terdiam sambil mencoba menghapus air matanya. Aku kuatkan hati dan mencoba menenangkannya.


"maaf atas kesalahan cinta yang tidak bisa membuat mu tersenyum, maaf atas kesalahan cinta yang menggores luka dihati,...." ucap ku pelan dan sembari ku balikkan badanku membelakangi punggung Risa.


"....mungkin terkadang ego mencampuri urusan kita, hingga cinta tersampingkan karena emosi sesaat....semua bukan kesalahan cinta melainkan kita sendiri yang tidak menyadarinya dan selalu menyalahkan cinta...." balas Risa.

__ADS_1


"...kali ini biarkan aku belajar dari cinta itu....belajar bagaimana memahami, mengerti, menyayangi agar aku bisa berikan arti cinta itu untuk mu...." sesaat aku kembali membalikkan badan dan tampak Risa tersenyum manja dihadapan ku.


Perlahan aku mendekatinya. "maaf atas kesalahan yang tanpa sadar ku perbuat"


"ia tidak papa....." jawab Risa dan memelukku.


matahari pun mulai bersembunyi. cahaya jingga menyirami suasana yang ada.


"ini....aku sudah menyiapkan makanan buat kamu, tapi siang tadi kamu gak ditempat..." ucap Risa sembari memberikan bekal makan siang untuk ku.


"...hmm... terima kasih atas bekalnya....aku tidak tau kalau kamu membuatkan bekal buat ku....maaf aku kurang menyadarinya.." ucapku sembari menerima bekal yang dibuatkan Risa.


"Bruak....!!"


sesaat seseorang membuka pintu dengan kencang.


"Risa..!!!...Kalau aku gak bisa miliki kamu...!! gak ada yang boleh memiliki kamu..!!! mati lah Risa...!!!!!"


tampak seseorang mengenakan jaket hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya berteriak dan mengacungkan pistol ke arah Risa.


"Doooaarrrr...!!!!!"


Desing peluru melesat cepat kearah Risa. namun belum sempat timah panas keluar dari selongsong dengan refleksnya aku memutar tubuh Risa yang berada didekat ku sehingga timah panas imengenai punggungku sebelah kiri.


Bekal yang sedang aku pegang pun terlempar dan jatuh berserakkan di permukaan atap gedung.


"Gak....gak....ini Gak Boleh Terjadi..." ucap Risa gemetar seketika disaat melihat ku tertembak di depan matanya hingga tubuh ku terjatuh dipelukannya dan tetesan darah ku yang membasahi seragam sekolah ku.


"Arrggghhtt....sial.....!!!!!" ucap pria itu kesal karna tembakannya meleset dan bergegas pria itu berlari ke pintu menuju tangga turun dengan tergesa-gesa.


"kamu harus bertahan...aku mohon....aku mohon....kamu harus kuat....!!" ucap Risa sambil terisak tangis pada ku.


Aku mencoba meraih wajahnya untuk menghapus air matanya namun apa daya tubuh ku mulai lemas sehingga hanya dapat menyentuh pipinya.


"Tuhan...jika ini akhir kisah ku, setidaknya aku mengharapkan senyuman di wajah orang-orang yang aku cintai" gumam ku dalam hati sambil menatap Risa.


"Tolong....tolong....siapa saja tolong...!!!!!!!!" teriak Risa mencoba mencari bantuan.


"Aku mohon demi aku bertahan lah....kamu harus kuat....!! jangan tinggakan aku....!!! ijinkan aku menyayangimu....aku mohon to kamu harus kuat" ucap Risa kembali dengan air mata yang semakin deras membasahi pipinya.


kondisi ku semakin melemah, nafasku pun menjadi agak sesak dan pandangan ku mulai kabur. ucapan Risa kurang begitu jelas terdengar oleh ku karena telinga ku yang terus berdengung. Terasa darah membasahi punggung ku hingga mengenai lengan Risa.

__ADS_1


Tidak lama tampak samar beberapa siswa dan guru yang belum pulang menghampiri ku. aku merasa tubuh ku semakin ringan. sesaat aku merasa ada yang menggendong ku hingga tidak lama aku pun menutup mata ku dan kehilangan kesadaran ku.


__ADS_2