
Ketika kebencian menghampiri, tiada guna untuk menyapa kedamaian. Hanya dendam yang tersisa dan termakan emosi sesaat.
"emosi Andri diselimuti kegelapan dalam hatinya, Aku tidak tau harus berbuat apa....? apa aku bisa melalui ini semua..." ucap ku dalam hati seraya melihat Andri yang sedang merobek pakaian Risa hingga terlihat pakaian dalamnya.
"To...!!!!! kamu sudah berjanji kan....!!! tepati janjimu....!! Jaga Risa..!" teriak Paman keras dari seberang gedung dan seketika tampak Fico mengarahkan pistol kearah Paman Reno yang sedang dipapah oleh David.
sekilas aku terlihat masa lalu, teringat janji ku dengan paman dan begitu juga dengan Luna.
"Arghtttt.....!!!!" teriak qu keras dan terbangun, seketika aku langsung berlari ke arah Andri.
"aku tak akan memaafkan mu ndri...!!" ucap ku sambil mendorong tubuh andri yang berhasil ku gapai dan pemukulnya pun terjatuh.
"aaaa....mati....mati....mati....!!!!!!" teriak Andri sambil memukul punggungku berulang kali, namun aku menahannya dan diam-diam aku mengambil pisau yang ada dikantongnya dan menyembunyikannya.
tidak lama aku mendorongnya Andri pun terjatuh ke lantai.
"Aku gak akan biarkan mu menyentuh Risa...!!" ucap ku sambil menahan rasa sakit karena luka ku dipunggung terasa kembali dan mengeluarkan darah.
"hahahahahaha....ternyata kakak hebat juga...hahahahaha.....tapi sampai kapan kakak bisa bertahan dari luka itu.....hahahahahaha....." ujar Andri tertawa dan tidak lama Andri mengeluarkan pistol yang disembunyikan di pinggulnya dan menodongkannya pada ku.
"kenapa harus seperti ini.....apa tidak bisa kita bicarakan...."
"Kakak ngomong apa....kakak masih ingatkah dengan senjata ini.....sebuah pistol yang berhasil melubangi punggung kakak....tapi sayangnya meleset...padahal tinggal sedikit lagi.....sedikit lagi....mengenai jantung kakak...." ucap Andri sambil tersenyum lebar.
"Jadi kamu yang waktu itu....!" balas ku sambil mengingat kejadian di atap sekolah.
"Kenapa ndri....kenapa....? apa kamu gak merasa kasihan dengan kakak mu Erika....!!" teriak ku keras ke Andri hingga terdengar sampai sebrang gedung.
"Hahahahahaha.....Hahahahahah....Andri adalah satu-satunya anak kandung ku.....sudah sewajarnya dia bersama ku....bukan wanita laknat ini....!!" teriak Fico menjelaskan dan langsung menendang perut Erika hingga dia merasakan kesakitan.
"Fico....!!! bangsat...!!! hentikan...!!!"Ujar David seketika.
"Eeee...eee....eeee.....shhh....sh.... kamu diam aja.....!!! aku masih belum puas menyiksa pelacur ini....!!!" ucap Fico sambil memainkan pistolnya untuk menakuti David.
"Hahahahaha....hahahahaha....selama ini aku hanya diam dan bersandiwara....hingga menantikan hari ini....semua hanya untuk hari ini....aku pastikan peluru pistol ini bersarang di otak kakak yang bodoh itu...dan aku akan menikmati keindahan tubuh kak Risa....aku pastikan dia akan menikmatinya...hahahahahahahahaha...." ucap Andri dan perlahan kembali mencoba mendekati Risa, namun aku mencoba menghalanginya.
"Fico bebaskan Erika....yang telah membunuh istrimu adalah aku....dan aku juga yang membakar kediaman mu....jadi kau boleh membunuh ku....!!! jangan sakiti Erika lagi...dan bebas kan yang lainnya" ujar David sontak
"lah kok manis sekali...hahahah.... membunuhmu perkara mudah.... setidaknya aku ingin kalian merasakan apa yang aku dan anak ku rasakan....hahahahahaha...." balas Fico.
"Papa...! aku sudah capek....aku akan membunuhnya...!!" teriak Andri dan ingin membunuh ku.
"dasar anak bodoh....jangan dulu....kenapa tidak kamu raih lagi Risa....kamu menginginkannya bukan...!!!....perkosa dia di depan mata mereka....biarkan hati mereka hancur dan mati dengan penyesalan....hahahahah"
"hahahaha....kali ini papa benar....aku akan menikmati setiap jengkal tubuh Risa.." ucap Andri
__ADS_1
Andri pun berusaha mendekat sambil mengacungkan pistolnya hingga membuat ku mundur mendekati Risa.
"Minggir....!!!" ucap Andri menyuruhku menjauhi Risa.
"Doarr.....!!!"
Andri menembakkan pistolnya ke arah langit-langit seakan memberikan peringatan untuk ku agar mengikuti ucapannya
"sekalipun kau menembak ku, aku tidak akan menyingkir...sampai mati akan aku lindungi Risa..." ujar ku keras ke Andri.
Andri kembali menodongkan pistolnya dan mendekati ku hingga jarak antara kita hanya satu meter dan Andri tersenyum pada ku
"jadi sok pahlawan sekarang ya....!" ucap Andri sambil menodongkan pistol di kepala ku.
meski ada sedikit rasa takut dalam hati namun aku mengabaikannya dan bersikeras menatap tajam ke Andri.
"kali ini giliran ku...!" bisik ku pelan
Andri pun tampak bingung dan kewaspadaannya goyah, hingga akhirnya aku menahan tangan kanannya yang memegang pistol dengan tangan kirinya untuk menjauhkannya dari kepala ku.
Andri tidak tinggal diam, dia pun mencoba mengarahkan pistol ke arah ku namun aku gunakan tangan kanan ku untuk memukul pistol itu hingga terjatuh ke lantai.
kita pun akhirnya bertarung dengan tangan kosong dan disisi lain Fico yang melihat kami bertarung membalikkan badannya sehingga David pun melesat mendorongnya.
namun Fico berusaha untuk tidak terjatuh dan ketika mencoba mengarahkan pistol ke arah David, dengan refleksnya David menendang pistol yang berada di tangan Fico hingga terjatuh.
"Bangsat...!!!" ucap Andri dan berusaha memukul kepala ku dengan kepalan tangannya.
aku pun membalasnya, meskipun dengan kondisi yang sudah babak belur aku berusaha untuk menghajar Andri.
Emosi ku dan David sudah tidak terkendali dan hanya amarah yang mengisi otak kami. Tanpa ragu kepalan tangan terus menghujani wajah mereka.
Akhirnya aku dan Andri dalam kondisi babak belur dan dengan semangat terakhir ku....aku berhasil menghantamkan pukulan hingga membuatnya terjatuh dan hanya menggeliat di lantai.
tampak pertarungan di seberang antara David dan Fico masih berlanjut. Aku pun mengeluarkan pisau lipat yang aku ambil dari saku Andri ketika mendorongnya dan mencoba membebaskan Risa yang masih pingsan dalam kondisi terikat.
"Bertahan lah...aku akan menyelamatkan mu..." bisik ku ke Risa sambil memotong tali yang mengikatnya.
Ketika tali terputus, Risa terjatuh dalam peluk ku, hingga aku mencoba menyandar disalah satu tiang pondasi bangunan.
"arghhtt....aku pasti akan membunuhmu...!" ucap Andri yang masih tergeletak dan mencoba untuk bangkit.
aku sudah semakin lemah dengan kondisi ku yang babak belur dan pendarahan pada bekas luka ku. Aku hanya terduduk disebelah Risa tepat didepan Andri yang masih berusaha untuk bangkit.
seketika pandangan ku ke arah pistol yang terjatuh dan aku terkejut ternyata dari tadi perlahan Andri berusaha meraih pistol itu.
__ADS_1
Aku bergegas mencoba berdiri untuk mendapatkan pistol itu namun terlambat Andri sudah mendapatkannya terlebih dahulu.
"hahahahahah.....selamat tinggal kak Seto...!!!" ucap Andri sambil berusaha berdiri dan menodongkan pistolnya pada ku sambil mencoba tersenyum dengan wajah yang penuh luka.
"Sial...! kurasa ini akhir dari kisah ku.......Risa maaf aku tidak bisa menjagamu....!!" Bisik ku dan memejamkan mata dengan pasrah menerima kenyataan bahwa Andri akan menembak ku .
"Doarr..!!!"
suara tembakkan memecah keheningan malam. aku merasa ini sudah waktuku mengucapkan selamat tinggal.
Beberapa detik setelah suara tembakkan aku membuka mata ku dan tampak Andri yang tergeletak dengan lubang di kepalanya.
"Apa yang terjadi...!" ucap ku pelan dan terkejut.
Seketika aku melihat ke arah gedung seberang dan tampak David memegang pistol kearah Andri.
aku pun terjatuh dalam posisi berlutut mengetahui keadaan ini.
"Andri....!!! gak....kamu gak boleh meninggalkan papa nak...." ucap Fico yang terkejut melihat Andri yang tertembak dan melangkah ke arah luar bangunan mencoba meraih Andri yang berada di gedung seberang.
David pun masih tetap waspada dengan mengarahkan pistol ke arah Fico.
Paman yang terluka dan Erika pun terkejut dengan apa yang terjadi.
"Andri....Andri...!!" ucap Fico dan terus melangkah dengan air mata hingga menjatuhkan dirinya sendiri.
kami pun semua terkejut dengan apa yang dilakukannya....David mencoba mengejar namun terlambat, tampak jasad Fico yang tergeletak didasar bangunan beralaskan darah.
"Aku harap ini sudah berakhir..." ucap ku dan memandang jasad Andri.
"Apa yang terjadi.....?? kamu terluka parah...ada apa..?" ucap Risa yang tersadar disebelah ku dan heran dengan kondisi ku.
"aku tidak apa-apa.... semua telah berakhir...." balas ku dan tersenyum pada Risa.
Matahari pun mulai muncul menandakan akhir dari malam yang terasa panjang ini. kita pun berusaha untuk meninggalkan bangunan itu meskipun kondisi kita yang terluka parah.
"Risa....kamu tidak apa-apa kan...!" ucap paman saat kita sudah keluar dari gedung dan mencoba mendekati Risa.
aku pun memberi kode seakan menyuruh Risa untuk membantu paman berjalan.
"Aku tidak......" ucap Risa yang terhenti karena sesaat Paman Reno terjatuh.
"Paman...!!" teriak ku dan kita pun mendekati paman sedangkan Risa syok karena terkejut melihat paman Reno terjatuh dan tidak bergerak.
David pun bergegas menghubungi ambulance untuk menolong Paman Reno.
__ADS_1
keheningan pun kembali hadir bersamaan air mata yang jatuh.