Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
Belajar Dari Kakek


__ADS_3

Biar pak ustadz dan ustad lainnya saja yang menyiramkan air di sekitar sini kamu kembalilah ke tenda. Ucap pak ustadz


Setelah tidar bersiap tidur tiba-tiba ada cahaya seperti api melesat ke arahnya tapi di tangkis oleh gembong.


Ada apa gembong. Tanya tidar


Seperti kita di serang oleh mahluk sini, tapi tuan jangan kwatir biar saya saja yang menghadapinya, izinkan saya memanggil bantuan. Ucap gembong


Gembong pun memanggil beberapa temannya  dari hutan, untuk menjaga Tidar.


Kalian siapa kenapa menyerang tuanku? Tanya gembong kepada siluman menyerang tidar


Tuanmu yang memulai, dia membakar temanku saat dia mengeluarkan paksa dari tubuh anak yang di rasuki itu. Ucap siluman


Jangan kau ganggu bangsa manusia jika kalian tidak ingin di musnahkan, ucap Gembong


Sialan kau berani-beraninya kau mengatur kami. Ucap siluman sambil menyerang Gembong, siluman lainnya pun ikut bertarung melawan Gembong dan teman-temannya Gembong sampai terdengar ledakan, anak-anak yang kemah pun ketakutan mendengar ledakan itu, kemudian berkumpul semuanya dengan ustadz


Ayo kita baca istigosah bersama agar tidak terjadi apa-apa. Ucap ustadz


Setelah setengah jam ledakan-ledakan itu pun sudah hilang, kembali hening pertarungan itu dimenangkan oleh pasukan harimau Gembong


Ayo semua anak-anak kembali ke tenda masing-masing sekarang sudah aman. Ucap ustadz


Gembong pun menemui tidar dan menceritakan pertarungan itu, walau sudah ada pagar ghaib ternyata pasukan siluman itu bisa merusaknya, jadi Gembong dan teman-temannya di suruh tidar menjaga di sekitar perkemahan.


Ustadz mustofa yang berkeliling di sekitar perkemahan melihat ada pasukan harimau menjaga, dan mendekatinya


Assalamu alaika ya ghoib. Ucap ustadz mustofa yang memberi salam kepada salah satu harimau


Was salam mu alaika ya manusia. Jawab Gembong yang muncul tiba-tiba di samping ustadz mustofa


Siapakah kalian kenapa berjaga di tempat ini. Tanya ustadz mustofa


Kami temannya tidar di suruh berjaga di sekitar sini karena dikawatirkan akan ada serangan susulan. Ucap Gembong


Dimana pagar yang tadi saya pasang, tadi saya menyiramkan air di sekitar perkemahan untuk memagari. Tanya ustadz mustofa


Dihancurkan oleh siluman sebelum kami berperang tadi ustadz, jawab Gembong


Jadi kalian berperang sampai menimbulkan suara ledakan tadi? Tanya ustadz mustofa


Benar ustadz tapi kami juga berterimakasih karena bantuan do'a istigosah tadi, membuat siluman mudah kami lumpuhkan, dan mereka pergi. Jawab Gembong


Terimakasih juga dari kami telah membantu menjaga anak-anak yang kemah, silahkan lanjutkan tugas kalian saya juga akan berjaga ditengah. Ucap ustadz mustofa

__ADS_1


Baik ustadz. Ucap Gembong


Acara kemah pun lancar tidak ada kendala apa pun sampai peserta pulang, tapi satu anak yang kesurupan saat sudah sampai rumah, orang tuanya pun bingung harus bagaimana, kemudian menelpon ustadz mustofa.


Pak ustadz tolong anak saya pak ustadz dia kesurupan , ucap orang tua anak yang kesurupan dengan panik


Jangan panik pak bapak berdoa saja saya akan kesana. Ucap ustadz mustofa


Sebelum berangkat ustadz mustofa izin kepada kyai, dan kyai menyuruh membawakan air untuk di minumkan dan usapkan kepada anak yang kesurupan itu.


Hay ustadz mustofa kau dan muridmu merusak ketenangan kami. Ucap anak yang kesurupan dengan suara seperti orang dewasa


Orang-orang disanan ketakutan, tapi ustadz mustofa mengeluarkan paksa Siluman yang masuk dalam tubuh anak itu, setelah siluman itu keluar anak itu pun pingsan.


Bantu saya menyenderkan pak agar bisa meminumkan air ini, ucap ustadz mustofa, setelah di minumkan sedikit air itu di basuhkan ke muka anak itu.


Tidak usah kawatir pak tadi yang merasuki anak bapak siluman dan dia sudah pergi.


Anak itu sadar dan bingung kenapa banyak orang dirumahnya.


Ada apa ini pak kenapa banyak orang, dan pas ustadz. Ucap anak yang tadi kesurupan


Kamu istirahat saja perbanyaklah berdzikir jangan suka melamun. Ucap ustadz mustofa


Baik ustadz. Jawan anak itu


Tidak usah pak, saya ikhlas membantunya. Ucap ustadz mustofa


Bapak itu terus memaksa ustadz mustofa tapi ustadz mustofa tetap penolaknya


Ya udah jika bapak memaksa tolong dimasukkan ke kotak amal masjid sini saja. Ucap Ustadz mustofa


Ya sudah pak ustadz terimakasih sekali lagi bantuan nya. Ucap bapak itu


Pak ustadz pun kembali pulang


Di rumah tidar


Tidak menceritakan kisahnya di saat di perkemahan kepada ayahnya yang.


Nanti malam ayah temani ke rumah pak de untuk membicarakan sesuatu tentang mu. Ucap ayah tidar


Malam pun tiba, aku dan ayah menuju ke rumah pak de, sampai di rumah pak de aku disuruh keluar ke pendopo latihan, disana kak angga dan dua temannya, ayah pun ngobrol-ngobrol basa-basi dulu sampai ayah bilang.


Gimana mas apa sudah waktunya tidar belajar Rogo Sukmo. Ucap ayah

__ADS_1


Jangan dulu, lebih baik ajari ilmu dari keluarga nu dulu, usianya belum waktunya, ucap pak de


Ya sudah mas, besok tak suruh puasa lagi dia. Ucap ayah


Ayah pun keluar dari rumah pak de dan memanggil ku. Tidar ayo pulang. Panggil ayah


Iya ayah, teriak ku


Aku pun berpamitan dengan kak angga dan dua temannya, terus menuju pak de untuk pamit juga.


Besok kamu puasa telor tujuh hari itu tidar. Ucap ayah


Iya ayah. Jawab tidar


Jam 12 malam tidar pun mandi besar untuk memulai puasa, terus sholah sunah sampai membaca amalan dan sahur.


Hari pertama sukses tidar makan 7 telur dan minum satu gelas air, malam nya di terus sholat sunah dan amalan tanpa sahur, karena hanya makan saat adzan magrib dengan 7 telur dan minum sebelum adzan isya'


Setelah 7 hari berlalu, tidar memimpi bertemu kakek


Sudah waktunya kakek akan membimbing mu dan mengajari semua ilmu kakek. Ucap kakek


Tidar pun terbangun setelah bermimpi itu, belum dia menjawab tapi sudah terbangun.


Tidar pun menceritakan mimpinya kepada ayahnya.


Kamu harus lebih berhati-hati sudah waktunya kamu mengemban amanat yang besar dari kakekmu, pasti banyak yang akan menyerang mu. Ucap ayah


Iya yah aku akan lebih berhati-hati. Jawab tidar


Malam pun tiba, tidar bermimpi lagi bertemu lagi dengan kakek, di dalam mimpi tidar di ajari jurus-jurus dari tendangan pukulan hingga bantingan, tidar berlatih seperti semalam suntuk,


Malam ini cukup sampai sini. Ucap kakek


Tidar pun terbangun, walau dia telah berlatih semalam dia bangun dengan badan yang lebih segar dari biasanya.


Setahun kemudian setelah banyak latihan, walau di latihan, latihannya sering di ulang-ulang,


Kakek sengaja mengulang-ulang jurus itu tujuan kakek agar kamu bisa reflek dengan jurus-jurus itu, sekarang waktunya kamu belajar ilmu rogo sukmo, agar kamu bisa bertarung dalam ghaib, bukan hanya mengandalkan Gembong saja. Ucap kakek


Baik kek. Jawab tidar


Untuk ilmu rogo sukmo kamu akan di ajari oleh pak demu karena belajar nya memang di dunia nyata, tidak bisa di dunia ghaib. Ucap kakek


Tidar pun terbangun, menceritakan mimpinya kepada ayahnya, tentang ucapan kakek, ayahnya mengajak tidar kerumahnya pakde, sampai dirumahnya pak de ternyata pak de sudah menunggu.

__ADS_1


Saya sudah menunggu mu tidar, tadi malam aku di datangi kakekmu . Ucap pak de


BERSAMBUNG.....


__ADS_2