Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
Kekuatan Istambul


__ADS_3

Ya sudah saya akan akhiri pertarungan ini, dek kamu pinjam kitab punya tidar,


Aku akan mengeluarkan gada emas ku. Ucap pak de


Tidar berikan kitab istambulmu. Ucap ayah


Tarik di kepala ku ayah, ucap tidar.


Ayah tidar pun menarik dari kejauhan, walau banyak yang menyerang tapi tidak ada yang bisa mengenainya karena terhalang sinar dari tubuh nya, Istambul pun keluar dari kepala tidar, ki rajat yang mengetahui itu langsung terbang ingin mengambil nya, saat mendekati nya sekitar satu meter, ki rajat malah terpental, karena cahaya istambum, hingga tubuhnya banyak mengalami luka bakar.


Setelah ayah tidar memengang istambul dan membuka sedikit, tenaganya terserap oleh istambul, walau pu terbuka sedikit, para jelankrong langsung kepanasan dan terbakar, mengaung kesakitan, pak de dengan emasnya di bantu tidar dengan naganya langsung menyerang habis jelangkrong yang tersisa, istambul pun terbang ke arah tidar dan masuk lagi ke kepala nya, sedangkan ayah tidar langsung pingsan karena tenaganya terserap habis oleh istambul.


Ki rajat mengetahui itu langsung terbang menyerang ayah tidar, tapi tidar bergerak cepat, melempar ki rajat dengan naga putihnya, ki rajat yang terluka parah langsung pergi, karena jin yang membantu dia selama ini sudah hancur karena gada emas yang dihantamkan pakde, walaupunki ki rajat selamat tapi sulit untuk sembuh dengan keadaan luka bakar dan serangan gada, karena jin yang bersekutu dengannya sudah musnah.


Ayah ayah bangung yah,ucap tidar membangunkan ayahnya sambil menangis,


Ayah mu tidak apa-apa tidar dia hanya kecapean karena tenaganya terkuras habis di di sedot istambul, ayo balik ke raga. Ucap pak


Mereka semua balik ke raga mereka masing-masing, dan 10 macan mengikutinya,


Pak agung kaget melihat munculnya 10 orang berjubah putih, hanya bisa diam shock tidak bisa bergerak, sedangkan tidar langsung menangkap ayahnya yang hendak terjatuh,


Kamu salurkan energimu tidar biar ayahmu pulih, ucap pakde


Saya bantu tuan, ucao ke sepuluh macan bersamaan.


Setelah di salurkan tenaga dalam tidar dan ke sepuluh macan, ayahny pun terbangun, dan sehat lagi.


Tuan tugas saya sudah selesai, apKhah saya harus kembali atau berjaga disinu? Tanya macan itu


Kamu langsung kembali ke istana, ucapkan terimakasih ku kepada dewi. Ucap tidar


Baik tuan. Ucap macan


Sebenarnya ada apa tidar tolong jelaskan? Tanya pak agung


Dukun suruhan itu membawa pasukan banyak pak, tapi kami bertarung di alam ghaib agar tidak menimbulkan suara-suara, ucap pak de

__ADS_1


Terus saya harus gimana pak kis, apa saya pindah saja pak? Tanya pak agung


Anda pindah kemana pun sama saja pak, untuk sekarang berdo'a saja, semoga mereka kapok dan tidak menggangu keluarga bapak lagi. Ucap pak de


Kira-kira siapa pak uang nyuruh dukun itu? Tanya pak agung


Besok bapak mengetahuinya, karena luka yang di terima dukun itu pasti dirasakan orang yang menyuruh nya. Ucap pak de


Iya pak saya sudah tidak sabar ingin menghabisinya, ucap pak agung


Sebaiknya pak agung sabar, kendalikan emosinya, cukup dilihat dan pura-pura tidak tahu saja, karena bapak tidak ada bukti. Ucap pak de


Iya pak saya akan diam, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ucap pak agung


Itu lebih baik, sekarang pak agung, tidar dan dek sulkan istirahat saja, biar saya dan angga yang berjaga. Ucap pak de


Tidak pak de, saya juga mau ikut berjaga, biar ayah dan papa saja yang istirahat, ucap tidar


Mau saya juga gitu tidar, tapi besok kamu sekolah, kalau kamu ngantuk gimana? Ucap pak de


Tidak pun terdiam sejenak terlihat muncul raut wajah kesedihan tidak bisa ikut berjaga.


Tidak bisa begitu pa walaupun papa yang punya sekolah, tapi mereka tidak tahu saya kenal papa, ucap tidar


Jadi bapak yang punya sekolah? Tanya pak de


Iya pak dan berkat ide cemerlang tidar , sebulan yang lalu saya menangkap tikus-tikus yang memakan dana yayasan. Ucap pak agung


Ouw kalau tidar saya tidak heran, walau dia masih remaja, tapi dia punya pemikiran, seperti usia 30 tahunan, karena itu berkat tirakatnya. Ucap pak de


Pantas saja wawasan tidar seperti nya luas, ya sudah saya dan pak sulkan ke dalam dulu. Ucap pak agung


Pak de apakah tahu, orang yang menyuruh ki rajat? Tanya tidar


Harusnya pengawasan mu lebih tajam tidar, bukan hanya Kanuragan mu. Ucap pak de


Terus siapa pak de orangnya? Tanya tidar

__ADS_1


Minta di lihatkan angga semuanya, kalau sudah tahu sebaiknya diam jangan beritahu pak agung, saya mau berkeliling dulu. Ucap pak de


Gimana kak angga bisa di lihatkan? Tanya tidar


Lebih baik kamu lihat sendiri tidar, aku yakin kamu cepat bisa, ini bacaannya amalan dulu, terus ikuti petunjuk penglihatan mu, ucap angga


Tidar pun setelah membaca amalan yang diberikan angga langsung konsentrasi melihat petunjuk, didalam petunjuk itu, munculah sosok laki-laki, tidar pun berfikir siapa dia, setelah itu pandangan nya berubah, ternyata pemuda itu namanya tomi dia adik tiri pak agung, ayah nya ingin menguasai harta istrinya/ harta Ibunya pak agung, setelah mengetahui wasiat sebelum kertas tersimpan di pengacaranya.


Kamu menceritakan semua ke pak agung kalau dia sudah tahu siapa orang mengirimkan santet itu, ucap pak de yang mengagetkan nya


Tidar pun terbangun dari konsentrasi nya.


Pak de cepat sekali berkelilingnya? Tanya tidar


Cepat bagaimana sudah satu jam pak de berkeliling sama angga. Ucap pak de


Seperti nya baru sebentar saya konsentrasi, ucap tidar


Kamu lupa memasuki alam ghaib, walau sama dengan rogo sukmo ada perbedaan nya, kalau rogo suk waktu sama dengan di dunia tapi penerawangan beda tidar. Ucap pak de


Ouw ya pak terkait istambul bagaimana? Tanya tidar


Bagaimana apanya, ayahmu saja belum mampu mengendalikan nya apa lagi kamu, ucap pak de


Kenapa tidak pak de saja kan pak de lebih kuat tenaga dalam nya, ucap tidar


Bukan masalah kuat, tapi pak de bukan keturunan kakekmu, kitab itu bisa di pegang oleh keturunannya atau yang di beri amanat oleh yang punya, ucap pak


Untuk bisa mengendalikan gimana pak de


Kamu harus lebih sering membaca Alqur'an untuk bisa mengendalikan nya, karena kitab itu bukan kitab sembarangan, setinggi apa pun ilmu mu kalau kurang membaca tidak akan bisa mengendalikan nya. Ucap pak de


Pak de kelihatannya tahu banyak tentang itu? Ucap tidar


Kakek mu yang memberitahukan ku, sebenarnya mau diberitahukan ke ayahmu tapi dari dulu ayahmu kurang berminat dengan hal ghaib, kalau sudah tidak ada minat belajar apa pun tidak akan sungguh-sungguh, seperti pedang ayahmu sebenarnya ada kekuatan yang besar, tapi ayahmu tidak mau belajar menggunakan nya. Ucap pak de


Kekuatan gimana pak de? Tanya tidar

__ADS_1


Kelak kau akan mengetahuinya setelah bisa mengendalikan istambul, karena ada kaitannya pedang ayahmu dengan istambul. Ucap pak de


BERSAMBUNG....


__ADS_2