Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
Hadiah Dari Nenek


__ADS_3

Nenek Sudah Menunggu mu cucuku, ucap nenek kepada tidar


Kok nenek tahu kalau tidak akan kesini, pasti di bilangi ayah ya? Tanya Tidar


Tidak nak ayah tidak memberi tahu nenek, lagian gimana memberi tahunya kan disini tidak ada sinyal, jangankan sinyal listri saja tidak ada, ucap ayah tidar


Sudah-sudah masuk dulu ngobrolnya didalam saja, ucap nenek


Setelah masuk tidar pun tiduran karena capek perjalanan


Nenek kok tahu tidar akan datang? Tanya tidar lagi kepada neneknya


Nenek itu punya ilmu tidar untuk mengetahui semua itu kamu lupa tadi mau ngasih tahu apa? Ucap ayah tidar


Nenek sudah tahu kamu dikasih kakekmu istambul kan Al-Qur'an kecil? Ucap nenek kepada tidar


Loh kok tahu lagi? Ucap tidar


Kakekmu yang memberitahukan, ucap nenek


Bukannya kakek sudah meninggal nek beberapa tahun lalu? Tanya tidar


Iya tapi sudahlah belum waktunya kamu tahu semua itu, sudah disimpan saja istambul itu nanti ada yang membimbingmu cara penggunaannya. Ucap nenek


Siapa nek yang membimbing? Tanya tidar


Ada pokoknya sudah istirahat dulu nenek mau kedapur. Ucap nenek


Setelah beberapa saat tidar ketiduran dan dibangunkan neneknya untuk makan sedang ayah tidar masih belum kembali dari hutan mencari kayu bakar untuk neneknya


Ayo bangun tidar makan dulu. Ucap nenek


Iya nek tapi sebentar nunggu ayah dulu. Ucap tidar


Ayah mu masih lama tidar ayo makan dulu.ucap nenek


Nenek tidak makan? Tanya tidar


Tidak kamu saja yang makan nenek sedang berada berpuasa.ucap nenek


Iya nek. Jawab tidar


Setelah tidar makan langsung sholat dhuhur dan duduk kesini. Ucap nenek


Sudah nek ada apa? Tanya tidar


Tidar sudah sering melihat makhluk gaib kan nanti nenek kasih sesuatu agar penglihatan gaibmu lebih jelas. Ucap nenek


Iya nek. Jawab tidar


Penjamkan mata mu. Suruh nenek kepada tidar


Sambil komat-kamit berdoa nenek tidar meletakkan jempolnya di tengah- jidat tidar


Sekarang buka matamu tidar. Suruh nenek


Loh disini tadi tidak ada orang sekarang kok banyak kakek-kakek seperti kakek tidar pakaiannya? Tanya tidar terheran-heran


Dan satu lagi kamu berteman ya sama dia namanya Gembong. Ucap nenek

__ADS_1


Gembong adalah nama Macan Ghaib yang masih kecil


Dia kucing atau macan nek kok kecil tapi bulunya seperti macan? Tanya tidar


Dia Macan orang-orang lebih mengenalnya macan gembong, ini hadiah dari Nenek. Jawab nenek


Terimakasih nek. Jawab tidar


Rawat dia dengan baik kelak dia akan sebesar rumah nenek. Ucap nenek


Terus makannya apa nek? Tanya tidar


Cukup kamu jadi anak yang Sholeh rajin beribadah suka tolong menolong itu saja karena dia bisa cari makannya sendiri, jangan pernah sombong saat kamu tahu kelebihan mu karena semua itu Anugerah dari Allah SWT. Jawab nenek


Iya nek tidar akan Menjaganya dengan baik. Ucap tidar


Ajak dia ngomong tapi cukup dalam hati saja. Ucap nenek


Dia bisa ngomong nek? Tanya tidar


Ajak saja ngomong saja. Jawab nenek


Tidar memejamkan matanya dan ngobrol dengan gembong


Setelah beberapa saat ayahnya pulang dari hutan mencari kayu bakar


Punya teman baru nak? Ucap ayahnya


Iya yah di kasih nenek, Jawab tidar


Ayo siap- siap untuk pulang biar bisa ikut acara nyadran nanti malam. Ucap ayah


Tidar dan ayahpun pulang dengan sepeda motor butut nya, tiba sampai rumah pas adzan magrib.


Setelah sholat isya' tidar bersama keluarga berangkat ke punden desa untuk mengikuti acara nyadran disana sudah ramai, banyak pedagang, tidar tidak seperti anak lainnya yang suka dengan mainan.


Tibalah digerbang punden, tidarĀ  memberi salam ternyata banyak juga makhluk ghaib disana, tapi tidar fokus pada satu makhluk ghaib yang seperti seorang raja memakai mahkota, makhluk itu tersenyum pada tidar ayahnya melihat nya


Mungkin tidar anak yang unik sampai raja yang dipunden tersenyum padanya( gumam ayahnya)


Acara pun di mulai dari sambutan kepala desa, dan do'anya di pimpin oleh pak kyai


Setelah acara do'a bersama acara inti dimulai yaitu acara gamelan sinden tapi tidar diajak pulang ayahnya.


Tidar pun pulang tiba di rumah tidar pun langsung tidur di dalam mimpi tidar berada disamping raja punden itu dia hanya diam melihat acara itu banyak orang tua dan para pemuda ngibing joget dengan para sinden.


Tetapi raja itu mengajak tidar masuk ke istana nya


Ini istana anda paduka raja? Tanya tidar


Iya nak kalau kamu mau bisa datang kesini dengan sesuka hati untuk caranya nanti bisa bertanya teman kecil mu ini, jawab raja punden


Sedang dirumah ibunya tidar bingung kenapa anaknya tidak bangun-bangun. Ayahnya pun menerawang tapi yang dilihat hanya asap putih.


Tenanglah anakku cucuku berada di alam ghaib kalau sudah waktunya dia akan bangun dari tidurnya ( terdengar bisikan ghaib yang hanya didengar ayahnya tidar)


Anak kita berada di alam ghaib bu tidak usah kwatir dia akan bangun kalau sudah waktunya


Ibunya tidar masih menangis disampingnya tidar banyak tetangga yang datang, pak kyai pun datang

__ADS_1


Ayo kita berdoa saja semoga tidar baik-baik saja ( ucap pak kyai)


Sedang di alam ghaib tidar bersama raja punden


Nama paduka siapa? Tanya tidar


Namaku Bambang Suradmajo nak kamu bisa memanggil ku paman saja( ucap raja punden itu)


Baik paman. Jawab tidar


Ini paman kasih hadiah disimpan dengan baik kelak akan berguna untuk mu( ucap raja punden)


Terimakasih paman. Ucap tidar


Tidar pun terbangun dari tidur panjangnya ternyata dia sudah tertidur selama seminggu, padahal dia merasa hanya 3 jam di alam ghaib


Keluarga nya pun menyambut dengan bahagia karena tidar bangun, tidar bingung kenapa banyak orang dikamarnya


Kenapa banyak orang bu dikamar tidar? Tanya tidar


Anakku kamu sudah tertidur selama satu Minggu nak( jawab ibunya sambil menangis)


Dia pun teringat pemberian raja terus melihat yang digenggam nya


Itu apa nak? Tanya ibu tidar


Hadiah dari Paman Bambang bu. Jawab tidar


Bambang Suradmajo? Tanya Ayahnya


Iya yah? Jawab tidar


Ya sudah kamu istirahat dulu ibu buatkan teh dulu. Ucap ibunya


Gempar seluruh desa membicarakan tidar anak yang tidur seminggu dapat pusaka, sampai-sampai ada media untuk mewawancarai nya menanyakan kejadiannya kepada tidar


Tapi ayahnya minta untuk berkumpul semua jadi tidar tidak perlu mengulang pertanyaan dari banyak media


Para media pun setuju ada satu perwakilan yang mengajukan beberapa pertanyaan kepada tidar


Setelah selesai dengan para media tidar istirahat dikamar dan berkonsentrasi untuk melihat pusaka hadiah dari raja punden itu


Pusaka itu berbentuk seperti ular bawahnya tapi atasnya orang tua pakai sorban


Saat berkonsentrasi dia bertemu dengan kakek yg semedi di atas ular yang sangat besar


Assalamualaikum kek, ucap tidar


Wa Alaikumus salam nak. Jawab kakek itu


Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakek itu ternya dia jin islam dan ular yang di bawahnya adalah temannya


Mungkin seperti aku dan gemboong gitunya( gumam tidar hati)


Iya nak sama seperti kamu dan macanmu ( ucap kakek yang mengetahui ucapan tidar dalam hati)


Setelah itu tidar pun pamit kepada kakek dan ular besar penunggu Pusakannya


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2