
Nenek Sudah Menunggu mu cucuku, ucap nenek kepada tidar
Kok nenek tahu kalau tidak akan kesini, pasti di bilangi ayah ya? Tanya Tidar
Tidak nak ayah tidak memberi tahu nenek, lagian gimana memberi tahunya kan disini tidak ada sinyal, jangankan sinyal listri saja tidak ada, ucap ayah tidar
Sudah-sudah masuk dulu ngobrolnya didalam saja, ucap nenek
Setelah masuk tidar pun tiduran karena capek perjalanan
Nenek kok tahu tidar akan datang? Tanya tidar lagi kepada neneknya
Nenek itu punya ilmu tidar untuk mengetahui semua itu kamu lupa tadi mau ngasih tahu apa? Ucap ayah tidar
Nenek sudah tahu kamu dikasih kakekmu istambul kan Al-Qur'an kecil? Ucap nenek kepada tidar
Loh kok tahu lagi? Ucap tidar
Kakekmu yang memberitahukan, ucap nenek
Bukannya kakek sudah meninggal nek beberapa tahun lalu? Tanya tidar
Iya tapi sudahlah belum waktunya kamu tahu semua itu, sudah disimpan saja istambul itu nanti ada yang membimbingmu cara penggunaannya. Ucap nenek
Siapa nek yang membimbing? Tanya tidar
Ada pokoknya sudah istirahat dulu nenek mau kedapur. Ucap nenek
Setelah beberapa saat tidar ketiduran dan dibangunkan neneknya untuk makan sedang ayah tidar masih belum kembali dari hutan mencari kayu bakar untuk neneknya
Ayo bangun tidar makan dulu. Ucap nenek
Iya nek tapi sebentar nunggu ayah dulu. Ucap tidar
Ayah mu masih lama tidar ayo makan dulu.ucap nenek
Nenek tidak makan? Tanya tidar
Tidak kamu saja yang makan nenek sedang berada berpuasa.ucap nenek
Iya nek. Jawab tidar
Setelah tidar makan langsung sholat dhuhur dan duduk kesini. Ucap nenek
Sudah nek ada apa? Tanya tidar
Tidar sudah sering melihat makhluk gaib kan nanti nenek kasih sesuatu agar penglihatan gaibmu lebih jelas. Ucap nenek
Iya nek. Jawab tidar
Penjamkan mata mu. Suruh nenek kepada tidar
Sambil komat-kamit berdoa nenek tidar meletakkan jempolnya di tengah- jidat tidar
Sekarang buka matamu tidar. Suruh nenek
Loh disini tadi tidak ada orang sekarang kok banyak kakek-kakek seperti kakek tidar pakaiannya? Tanya tidar terheran-heran
Dan satu lagi kamu berteman ya sama dia namanya Gembong. Ucap nenek
__ADS_1
Gembong adalah nama Macan Ghaib yang masih kecil
Dia kucing atau macan nek kok kecil tapi bulunya seperti macan? Tanya tidar
Dia Macan orang-orang lebih mengenalnya macan gembong, ini hadiah dari Nenek. Jawab nenek
Terimakasih nek. Jawab tidar
Rawat dia dengan baik kelak dia akan sebesar rumah nenek. Ucap nenek
Terus makannya apa nek? Tanya tidar
Cukup kamu jadi anak yang Sholeh rajin beribadah suka tolong menolong itu saja karena dia bisa cari makannya sendiri, jangan pernah sombong saat kamu tahu kelebihan mu karena semua itu Anugerah dari Allah SWT. Jawab nenek
Iya nek tidar akan Menjaganya dengan baik. Ucap tidar
Ajak dia ngomong tapi cukup dalam hati saja. Ucap nenek
Dia bisa ngomong nek? Tanya tidar
Ajak saja ngomong saja. Jawab nenek
Tidar memejamkan matanya dan ngobrol dengan gembong
Setelah beberapa saat ayahnya pulang dari hutan mencari kayu bakar
Punya teman baru nak? Ucap ayahnya
Iya yah di kasih nenek, Jawab tidar
Ayo siap- siap untuk pulang biar bisa ikut acara nyadran nanti malam. Ucap ayah
Tidar dan ayahpun pulang dengan sepeda motor butut nya, tiba sampai rumah pas adzan magrib.
Setelah sholat isya' tidar bersama keluarga berangkat ke punden desa untuk mengikuti acara nyadran disana sudah ramai, banyak pedagang, tidar tidak seperti anak lainnya yang suka dengan mainan.
Tibalah digerbang punden, tidarĀ memberi salam ternyata banyak juga makhluk ghaib disana, tapi tidar fokus pada satu makhluk ghaib yang seperti seorang raja memakai mahkota, makhluk itu tersenyum pada tidar ayahnya melihat nya
Mungkin tidar anak yang unik sampai raja yang dipunden tersenyum padanya( gumam ayahnya)
Acara pun di mulai dari sambutan kepala desa, dan do'anya di pimpin oleh pak kyai
Setelah acara do'a bersama acara inti dimulai yaitu acara gamelan sinden tapi tidar diajak pulang ayahnya.
Tidar pun pulang tiba di rumah tidar pun langsung tidur di dalam mimpi tidar berada disamping raja punden itu dia hanya diam melihat acara itu banyak orang tua dan para pemuda ngibing joget dengan para sinden.
Tetapi raja itu mengajak tidar masuk ke istana nya
Ini istana anda paduka raja? Tanya tidar
Iya nak kalau kamu mau bisa datang kesini dengan sesuka hati untuk caranya nanti bisa bertanya teman kecil mu ini, jawab raja punden
Sedang dirumah ibunya tidar bingung kenapa anaknya tidak bangun-bangun. Ayahnya pun menerawang tapi yang dilihat hanya asap putih.
Tenanglah anakku cucuku berada di alam ghaib kalau sudah waktunya dia akan bangun dari tidurnya ( terdengar bisikan ghaib yang hanya didengar ayahnya tidar)
Anak kita berada di alam ghaib bu tidak usah kwatir dia akan bangun kalau sudah waktunya
Ibunya tidar masih menangis disampingnya tidar banyak tetangga yang datang, pak kyai pun datang
__ADS_1
Ayo kita berdoa saja semoga tidar baik-baik saja ( ucap pak kyai)
Sedang di alam ghaib tidar bersama raja punden
Nama paduka siapa? Tanya tidar
Namaku Bambang Suradmajo nak kamu bisa memanggil ku paman saja( ucap raja punden itu)
Baik paman. Jawab tidar
Ini paman kasih hadiah disimpan dengan baik kelak akan berguna untuk mu( ucap raja punden)
Terimakasih paman. Ucap tidar
Tidar pun terbangun dari tidur panjangnya ternyata dia sudah tertidur selama seminggu, padahal dia merasa hanya 3 jam di alam ghaib
Keluarga nya pun menyambut dengan bahagia karena tidar bangun, tidar bingung kenapa banyak orang dikamarnya
Kenapa banyak orang bu dikamar tidar? Tanya tidar
Anakku kamu sudah tertidur selama satu Minggu nak( jawab ibunya sambil menangis)
Dia pun teringat pemberian raja terus melihat yang digenggam nya
Itu apa nak? Tanya ibu tidar
Hadiah dari Paman Bambang bu. Jawab tidar
Bambang Suradmajo? Tanya Ayahnya
Iya yah? Jawab tidar
Ya sudah kamu istirahat dulu ibu buatkan teh dulu. Ucap ibunya
Gempar seluruh desa membicarakan tidar anak yang tidur seminggu dapat pusaka, sampai-sampai ada media untuk mewawancarai nya menanyakan kejadiannya kepada tidar
Tapi ayahnya minta untuk berkumpul semua jadi tidar tidak perlu mengulang pertanyaan dari banyak media
Para media pun setuju ada satu perwakilan yang mengajukan beberapa pertanyaan kepada tidar
Setelah selesai dengan para media tidar istirahat dikamar dan berkonsentrasi untuk melihat pusaka hadiah dari raja punden itu
Pusaka itu berbentuk seperti ular bawahnya tapi atasnya orang tua pakai sorban
Saat berkonsentrasi dia bertemu dengan kakek yg semedi di atas ular yang sangat besar
Assalamualaikum kek, ucap tidar
Wa Alaikumus salam nak. Jawab kakek itu
Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakek itu ternya dia jin islam dan ular yang di bawahnya adalah temannya
Mungkin seperti aku dan gemboong gitunya( gumam tidar hati)
Iya nak sama seperti kamu dan macanmu ( ucap kakek yang mengetahui ucapan tidar dalam hati)
Setelah itu tidar pun pamit kepada kakek dan ular besar penunggu Pusakannya
BERSAMBUNG......
__ADS_1