Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
Genderuwo Dirumah Pak Agung


__ADS_3

Jadi gini pak, kalau usul saya bapak suruh orang kepercayaan bapak yang tidak dikenal orang-orang yang ada di yayasan bapak untuk melamar kerja sebagai divisi keuangan, bapak juga hubungi pihak bapak di yayasan untuk membuka lowongan di tim divisi keuangan. Gimana pak? Ucap tidar


Cerdas, ide bagus tidar besok saya Ke Yayasan Biar saya Atur itu. Ucap Pak Agung


Sambil ngobrol-ngobrol kesana kemari sampai setengah dua belas , tidar mulai untuk memagari rumah pak agung dengan pagar ghaib.


Maaf saya permisi dulu mau mulai membersihkan sekitar rumah dulu, ucap tidar


Ayah temani nak, ucap ayah


Saya juga ikut sekalian pak, masak saya sendirian disini. Ucap pak agung


Ouw ya sudah ayo yah, pa, apakah ada garam kasar pa? Ucap tidar


waduh saya lihat dulu, ucap pak agung


Kalau tidak ada gula pasir sama saja pak. Ucap tidar


Pak agung pun mencari kedapur tapi tidak ada garam kasar.


Adanya Gula pasir tidar, ucap pak agung sambil membawa gula pasir dua pack


Ouw ya sudah pak sama saja kok, ucap tidar


Tidar pun sholat sunah dua rokaat setelah itu membacakan amalan-amalan.


Mari pa agung, nanti kalau ada apa-apa jangan kaget ya. Dan bantu dengan sholawat yah, pa Ucap tidar


Tidar pun mulai menaburkan gula di sekeliling rumah pak agung sambil sholawat pelan-pelan, saat di pojok belakang rumah pak agung, tiba-tiba ada asap putih keluar kemudian muncul sosok genderuwo yang besar hitam di penuhi rambut.


Mau apa kau anak kecil, berani-beraninya mengganggu ketenangan. Ucap genderuwo itu


Pak agung yang kaget sampai loncat dan berdiri dibelakang ayah, ayah pun ketawa kecil melihat expresi pak agung yang ketakutan.


Saya cuma membersihkan rumah ini, jika kamu merasa terusik pergilah. Ucap tidar


Anak sekecil kamu berani-beraninya mengusirku. Ucap genderuwo, sambil menyerahkan melempar kan api ke arah tidat, tapi api itu lang padam ketika sejengkal dari tubuh tidar.


Wah rupanya kau mempunyai ilmu lembu sekilan, menarik juga. Ucap genderuwo dengan tawanya


Tapi tiba-tiba Gembong datang.


Biar kan saya yang hadapi tuanku, ucap gembong yang tiba-tiba muncul mengagetkan pak agung.


Gembong muncul dengan wujud manusia, tapi setelah itu berubah menjadi macan yang besar dan langsung memakan genderuwo itu. Setelah itu dia pun menghilang.


Apa itu pak, kenapa orang tadi berubah menjadi macan dan memakan genderuwo. Ucap pak agung


Tadi temannya tidar pak, sudah pak sudah aman sekarang. Ucap ayah tidar


Tidar pun berjalan ke arah genderuwo muncul sambil menggali.


Apa ada cangkul atau linggis pa? Tanya tidar


Sebentar tidar saya panggilkan Amir dulu.ucap pak agung

__ADS_1


Amir kesini saya dibelakang rumah, panggil pak agung menelepon amir sopirnya


Iya tuan ada apa? Tanya amir


Ambilkan cangkul dan bawa kesini, ucap pak agung


Amir pun berlari kecil untuk mengambil cangkul.


Mana yang di cangkul tuan, amir yang datang membawa cangkul.


Ini pak amir, tolong dicangkul. Ucap tidar menyahut i


Setelah di cangkul sekitar setengah meter tiba-tiba pak amir kaget


Waduh apa itu, ucap pak Amir


Ada apa pak amir? Tanya tidar


Itu den ada bungkusan putih, jawab pak amir


Tidar pun melihat dan dan mengambil bungkusan itu,


Tolong dibawa dulu pak saya teruskan pembersih an rumah ini dari makhluk ghaib yang jahat, ucap tidar


Tidar pun melanjutkan, tapi sudah tidak ada gangguan karena makhluk-mahkuk yang lain sudah lari ketika melihat temannya dimakan macan, setelah selesai pembersihan semua berkumpul di baliho.


Pak amir boleh saya pegang bungkusan tadi? Ucap tidar


Ini den. Jawab pak amir


Ini maksutnya apa tidar. Tanya pak agung


Ini semacam santet pak, ada yang tidak suka sama keluarga bapak, ini ada rambut yang artinya agat hidup papa banyak masalah semakin semrawut, ini jarum agar keluarga papa, sakit-sakit an, dan terakhir ini sapu, untuk membersihkan keluarga papa agar meninggal semua.


Tega bener orang itu, kira-kira siapa yang tega melakukannya? Ucap pak agung


Papa tidak perlu tahu siapa yang ngirim ini, biar Allah yang membalasnya.ucap tidar


Iya tidar semoga Allah membalasnya. Ucap pak agung


Sebenarnya incaran utama papa tapi mungki. Sholat papa rajin jadi malah terkena istri papa dan mela, tapi mela kok aman ya, apa mungkin dia rajin sholat juga? Tanya tidar


Iya nak mela rajin sholat dan setiap selesai magrib selalu membaca Alquran, tapi ibu nya sejak mengurusi kantor dia jarang sholat karena selalu sibuk sampai rumah pun langsung tidur. Ucap pak agung


Ya sudah jangan disesali pak mungkin sudah takdirnya begitu yang penting sudah aman, InsyaAllah mela akan sembuh, karena Akar masalah nya sudah hilang, walau mungkin musuh bapak akan menyerang lagi. Ucap tidar


Yang penting bapak rajin-rajin mendekatkan diri kepada Allah, itu sudah cukup untuk selebihnya biar dibantu tidar, ucap ayah


Terimakasih pak sulkan atas sarannya. Ucap pak agung


Ini dibakar saja pak amir, ayah tolong bantu tidar memagari. Ucap tidar kepada pak amir dan ayahnya


Setelah dipagari Dengan pagar ghaib oleh tidar, tidar pun pamit untuk pulang, sebelum pamit tidar masuk rumah bersama pak agung dan ayahnya untuk memanggil ibunya.


Bu ayo pulang, ucap tidar sambil mengetok pintu kamar mela

__ADS_1


Iya nak, jawab ibu sambil membuka pintu


Bu siti habis sholat tadi? Tanya pak agung


Iya pak tadi saya sholat sunah dan berdzikir karena  merasa ada hawa yang aneh tadi.ucap ibu tidar


Ya sudah bu ayo pulang. Ajak ayah tidar


Kenapa tidak menginap saja, pulang besok pagi. Ucap pak agung


Tidak pak kapan-kapan saja. Ucap ayah


Pak amir tolong antarkan pak sulkan pulang. Panggil pak agung


Baik tuan. Jawab pak amir


Pulang dulu pak Assalamualaikum. Salam ayah.


Wa Alaikumus salam pak sulkan. Jawab pak agung


Saat perjalanan tidar merasa ada yang aneh, seperti akan ada masalah, setelah beberapa saat ternyata benar ada anak muda mabuk di tengah jalan. Pak amir pun mengklakson tapi mereka diam saja.


Anak-anak bandel itu mau apa mereka. Ucap pak amir.


Biar saya turun sebentar yah ibu. Ucap tidar


Hati-hati nak. Ucap ibu


Den biar saya temani. Ucap pak amir


Jangan pak bapak tunggu di mobil saja. Tolak tidar


Tidar pun turun dari mobil


Tolong mas bisa minggir sebentar kami mau lewat. Ucap tidar


Kalau mau lewat bayar dulu satu juta atau berikan barang berharga mu. Ucap salah satu anak itu.


Uang sebanyak itu mana saya punya mas. Ucap tidar


Orang tuamu pasti punya cepat berikan atau ku bakar mobilmu, ucap anak-anak itu


Kalau mau mengemis harus yang sopan donk mas jangan kasar, ucap tidar


Sialan kamu mau main-main sama geng kita. Ucap salah satu dari mereka sambil menyerang dengan kayu, tapi tidak mengenai tidar.


Waduh kamu sudah mabuk menyerang gitu saja gak bisa minggir. Ucap anak yang lain


Minum saja belum kok mabuk. Ucap temannya kemudian menyerang tidar lagi tapi meleset lagi, yang lain heran kenapa meleset terus.


Ayo bantu jangan diam saja.ucap anak itu


Tidar pun dikeroyok sekitar 15 an orang tapi tidak ada yang mengenai dirinya.


Sudah capek sekarang giliran saya. Ucap tidar sambil menghentakkan kakinya ke tanah, mereka pun terlempar semua ada yang ke sawah, dan di selokan, karena memang disekitar situ hanya sawah jauh dari perkampungan, mereka pun lari ketakutan sampai meninggalkan sepeda motornya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2