
Ayo ayah mobil carteran nya sudah datang kita masukan barang-barang nenek, panggil tidar kepada ayah
Setelah masuk semua, kami pun pulang dengan mobil carteran tapi ayah dengan motornya.
Setelah sampai rumah ayahpun bertanya kepada nenek.
Bu keris-keris nya di mana, tadi aku cari dirumah kok tidak ada. Tanya ayah
Ouw sudah aku simpan di tempat yang aman, tak perlu kwatir. Jawab nenek
Ouw ya sudah, kirain hilang kemana. Jawah ayah
Setelah beberapa bulan nenek pun meninggal, bude pun datang menginap beberapa hari, sampai 7 harinya nenek setelah itu balik lagi ke kota, rumah tinggalnya
Kembali ke Dewi Sanggarwati
Aku sudah menganggap kamu anakku sendiri tidar, kalau kamu butuh apa-apa tinggal bilang, lagian ini semua juga punyamu, jawab Dewi Sanggarwati
Baik dewi Terimakasih untuk semua
Ini Ambilah, kalau kurang kamu kesini dan ambil lagi, ayo kembali ke ragamu, Ucap dewi sambil menyerahkan emas batangan
Setelah mengantarkan tidar ke raganya dewi Sanggarwati langsung pergi, tidar pun menemui ibunya dan menyerahkan emas batangan yang diberikan Dewi Sanggarwati.
Bu ligat ini apakah ibu bisa menjualnya? Tanya Tidar
Bu siti / ibunya tidar pun kaget dan langsung pingsan
Bu bangun bu. Teriak tidar membangun kan ibunya, ayah nya yang diluar mendengar tidar berteriak langsung menghampirinya.
Ada ada tidar kenapa ibumu. Tanya ayah
Tidak tahu yah ibu pingsan setelah melihat ini, jawab tidar sambil melihatkan ayah nya emas batangan
Ayahnya pun kaget, belum berkata apapun, tiba dewi muncul, dan membangun ibu dari pingsannya.
Itu ada emas dariku, kalian bisa pergunakannya, aku sudah di anggap anak dari kakek dan nenek tidar, jadi kalian adalah keluarga ku. Jawab Dewi Sanggarwati
Baik dewi Terimakasih, jawab ayah yang pernah mendengar cerita ibunya tentang Dewi Sanggarwati
Dewi pun pergi, ayah dan ibunya tidar bahagia sekali, setelah beberapa saat ayah dan ibunya ke pasar untuk menjual emas batangan itu. Setelah menjualnya, ayah membeli beberapa ekor sapi untuk di pelihara dan selebihnya di simpan dalam bank
Setelah ramai gosip tentang keluarga tidar, yang tiba-tiba dapat rejeki, pak de pun bertanya kepada Tidar saat tidar berlatih di padepokannya
Apa benar tidar bapakmu membeli 5 ekor sapi. Tanya pakde
Benar pak de dan masih ada sisa uangnya di simpan di bank
Ya sudah besok pak de kerumahmu saja. Ucap pak de
Pak de pun datang ke rumah tidar untuk bertanya langsung dengan ayahnya
Pak de ngobrol-ngobrol dengan ayah setelah beberapa basa basi pak de pun bertanya
Kamu dapat warisan dek, kok bisa beli sapi sebanyak ini? Tanya pak de
__ADS_1
Tidak mas ini dari Dewi Sanggarwati. Jawab ayah
Dewi Sanggarwati itu siapa? Tanya pak de
Dia dari bangsa jin mas. Jawab ayah
Kamu melakukan pesugihan? Tawab pak de dengan terkejut
Tidak mas. Jawab ayah belum melanjutkan ucapannya tiba-tiba Dewi Sanggarwati datang menjelaskan kepada pak de
Saya Dewi Sanggarwati saya pernah di selamat kan oleh kakek dan tidar sebagai gantinya saya memberi istana saya sebagai gantinya dan menganggap mereka keluarga saya, ini buka pesugihan jadi anda tidak perlu kawatir karena ini harta mereka. Jawab dewi sanggarwati
Oh maaf dewi saya salah sangka, ucap pak de
Setelah menjelaskan kepada pak de pun Dewi Sanggarwati pergi
Sesaat hening setelah Dewi datang tiba-tiba menjelaskan semuanya
Ya sudah dek saya mohon maaf menuduhmu melakukan pesugihan. Ucap pak de
Tidak apa-apa mas, kalau kamu mau bisa pilih satu sapi nanti biar saya antarkan,Jawab ayah
Tidak usah dek itu rejekimu, lagian aku sudah cukup untuk masalah ekonomi, aku kaget saja mendengar berita dari orang-orang. Ucap pakde
Ayo makan mas sudah kami siapkan ibu yang datang mempersiapkan makanan dengan bude.
Setelah makan pak de pun pamit untuk pulang
Setelah beberapa hari tidar sekolah di tempat yang di inginkan, saat pulang tidar mengalami kecelakaan dan di bawa rumah sakit
Iya pak saya ayah nya kenapa dengan anak saya? Jawab ayah dengan panik
Kenap ayah anak kita kenapa? Tanya ibu yang kaget sambil berlari dari dalam rumah
Anak bapak dan ibu mengalami kecelakaan sekarang ada di rumah sakit, mari kesana pak bu, ucap polisi itu
Ayah dan ibu berangkat ke rumah sakit dengan tergesa-gesa
Gimana dok keadaan anak saya. Tanya ibu tidar
Anak ibu masih koma, berdoa saja bu semoga cepat sembuh.
Saat dalam koma tidar di temui kakeknya diajarkan ilmu pengobatan,
Kamu perlu ilmu pengobatan cucuku agar kamu bisa membantu orang di sekitar mu, ayo kakek ajarkan. Ucap kakek
Baik kek, jawab tidar
Kakekpun mengajari tidar mengobati dari bahan-bahan alami atau herbal.
Setelah selesai belajar ilmu pengobatan tidar pun bangun dari komanya, mencaput infus dan peralatan lain yang ada di tubuh nya , setelah itu tidar membangun orang tuanya.
Bu bangun bu. Ucap tidar
Ibunya tidar pun bangun, dia kaget anak nya yang koma kenapa tiba-tiba duduk seolah tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Tidar kamu sudag sembuh, ibunya pun langsung keluar memanggil dokter.
Dok tolong anak saya dok dia bangun, ucap ibu
Dokter pun bingung maksutnya apa kok bangung, setelah dokter memasuki ruangan, dokter pun kaget ternyata tidar sudah duduk di atas tempat tidurnya yang selama 3 hari koma.
Dokter pun memeriksa nya semua normal, bekas lukanya tidak ada, bekas infus pun tidak ada,
Betul-betul ke ajaiban bu anak ibu seolah tidak terjadi apa-apa،bekas lukanya dan bekas jarum suntik pun tidak ada. Ucap dokter
Setelah menyelesaikan administrasi pun tidar pulang dia tidak menanyakan yang terjadi karena sudah dijelaskan oleh Gembong.
Saat perjalanan pulang dia melihat anak sakit akan masuk rumah sakit, dia pun mengikuti nya
Bentar bu tidar mau pergi sebentar, ucap tidar setengah berlari mengejar anak itu,
Orang tua tidar pun mengikuti langkah kaki tidar, saat saat masuk ruang IGD tidar menunggu sebentar di depan pintu,
Tolong anak saya dok. Ucap ayah dari anak itu dengan menangis.
Cepat suster kita periksa. Ucap dokter sambil tergesa-gesa menyiapkan peralatan untuk memeriksa keadaan anak itu.
Kita berdo'a saja pak jagung anak bapak sangat lemah. Ucap dokter
Tolong anak saya dok. Ucap ayah anak itu
Dokter yang memelas karena mungkin anak itu tidak tertolong.
Tiba-tiba tidar menemui dokter dan berkata untuk mengobati
Dok bisakah saya membantu karena kalau telat, takutnya nyawanya tidak tertolong. Ucap tidar
Ayah itu pun kaget, tapi dia sudah pasrah
Dokter pun mengajak tidar masuk karena tahu anak ini ajaib tadi dia sembuh seketika dari koma, dengan di ikuti ayah dari anak itu pun dokter masuk
Tidak memijat pelan telapak kaki anak itu, setelah memijat kakinya langsung memijat telapak tangannya. Alat di monitor menunjukkan jantung anak itu tiba-tiba normal kembali, dan dia bangun memanggil ayahnya
Ayah ayah dimana aku. Kamu di rumah sakit nak kamu istirahat dulu.
Setelah anak itu sadar dokter pun semakin yakin bahwa tidar anak yang ajaib.
Pak bapak ayahnya kan? Tanya tidar
Iya nak terima kasih sudah membantu menyembuhkan anak saya. Ucap ayah anak itu
Biarkan tenaga nya pulih dulu pak, dok bisa pinjam bolpoin dan kertas, tanya tidar
Ini bolpoin dan kertas nya. Ucap dokter sambil menyerahkannya
Tidar menulis beberapa resep tumbuhan dan menyerahkannya ke ayah anak itu.
Ini pak tolong di cari dan di minumkan saat dia bangun tidur setiap hari. Ucap tidar langsung pergi
Ayah anak itu lupa menanyakan siapa nama anak yang membantu menyembuhkan putrinya, dan dimana dia tinggal.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....