Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
Istana Ghaib


__ADS_3

Setelah gempar ternyata banyak juga dukun yang mengetahui bahwa pusaka naga putih telah jatuh ke tangan manusia.


Oh ya nama pusaka dari raja punden itu namanya pusaka naga putih yang sudah di incar banyak dukun di sekitar daerah situ, banyak dukun yang bertapa di situ belum bisa mendapatkan nya.


Ki rajat dukun yang terkenal di daerah situ mencoba menerawang siapa manusia yang mendapatkan pusaka itu.


Oh ternyata anak kecil yang mendapatkan pusaka itu( gumam ki rajat)


Nenek tidar yang diluar kota merasakan bahwa cucunya mendapatkan barang pusaka yang langka


Pasti banyak yang akan merebutkan pusaka itu. Gumam nenek tidar


Nenek tidar pun memanggil Dewi Sanggarwati salah satu perewangan nenek tidar yang mempunyai banyak pasukan untuk membantu menjaga cucunya


Dewi datanglah kesini. Panggil nenek tidar


Hamba menghadap nek apa yang bisa saya bantu, dalam sekejap dewi datang dan memberi hormat kepada nenek


Suruh beberapa pengawal mu menjaga cucuku tidar. Ucap nenek


Baik nek saya akan menyuruh panglima indra dan lima mengawal lain untuk menjaga cucu nenek. Jawab dewi sanggarwati


Terimakasih dewi. Ucap nenek


Sama-sama nek itu hanya sedikit bantuan dibanding bantuan nenek dan kakek dulu. Ucap dewi sanggarwati


Flashback


Dulu kala kerajaan dewi sanggarwati hidup tentram sampai akhirnya ada sosok siluman dengan ilmunya yang tinggi menantang raja


Hay Raja Sanggar Bengawan keluarlah. Ucap siluman Buaya Merah menantang raja dengan pasukan nya


Ada apa kau datang kesini Siluman terkutuk. Ucap raja


Aku kesini untuk mengambil Istanamu hahaha, ucap siluman dengan tawa jahatnya


Raja pun merasakan aura kekuatan yang besar dari raja itu.


Duduklah raja biar saya yang melawannya. Ucap panglima Ajun kepada raja


Pertempuran besar dimulai banyak pengawal yang luka-luka dan panglima pun dibunuh oleh siluman


Raja pun turun tangan menghadapi siluman itu, raja membawa tombak saktinya menghadapi siluman dan datanglah istrinya raja membantu menghadapi siluman


Ayo kanda kita serang siluman itu. Ucap ratu sekar putih


Raja sanggar benggawan dan ratu sekar putih kewalahan menghadapi siluman itu.


Dinda sekar ayu tolong kamu lindungi anak kita sanggarwati. Ucap raja sanggar benggawan


Baik kanda. Ucap ratu sekar putih kemudian menghilang


Anakku sanggarwati keluar lah kamu dan bersembunyilah ditempat yang aman. Ucap ratu sekar putih kepada anaknya

__ADS_1


Baik bunda saya akan bersembunyi. Ucap dewi sanggarwati


Dewi Sanggarwati pun yang masih kecil di sembunyikan ibunya di gua dan di pagari dengan pagar ghaib agar siluman tidak ada yang tahu keberadaannya


Ratu sekar putih kembali ke istana membantu raja sanggar benggawan tapi raja sudah dalam keadaan luka-luka.


Kenapa kanda bisa sampai seperti ini. Ucap ratu sekar putih sambil menangis


Ayo kita selesaikan ini ratu bawa selendangmu kita kurung siluman itu dengan diri kita. Ucap raja sanggar benggawan


Ratu pun mengangkat tangannya dan munculah selendang kuning yang membungkus raja sanggar benggawan, ratu sekar putih dan siluman buaya merah.


Pertarungan didalam selendang dimulai. Tujuan raja sanggar benggawan agar anak buah siluman tidak ikut karena kewalahan dengan anak buah Siluman buaya merah yang sangat banyak


Ayo kita selesaikan ini, ucap raja sanggar benggawan


Munculah keris lirang ditangan raja,


Setelah ini jagalah putriku lirang, ucap raja


Baik baginda raja, jawab keris lirang


Apa ini kalian menghancurkan ku?


Kau juga akan hancur bersamaku raja dan ratu, ucap siluman buaya merah


Siluman buaya merah merapalkan ajian saktinya


Musnahlah kau siluman terkutuk. Ucap raja sanggar benggawan


Siluman buaya merah dengan luka bakar yang serius pergi ke suatu tempat yang jauh karena cahaya itu keluar dari selendang sehingga pasukan buaya pun musnah


Dengan badan penuh luka bakar dan kekuatan nya hampir habis siluman itu bertapa untuk memulihkan tenaga nya.


Sedangkan dewi sanggarwati masih digua menunggu orang tuanya yang tak kunjung datang sampai dikejutkan seorang kakek yang akan bersemedi digua itu.


Siapa kau gadis kecil? Tanya kakek


Saya dewi sanggarwati kek. Jawab dewi sanggarwati dengan penuh ketakutan


Sepertinya kau bukan dari bangsa manusia?


Iya kek saya dari bangsa jin saya disuruh orang tua saya bersembunyi disini karena istana saya diserang siluman buaya merah. Jawab dewi sanggarwati


Kemudian kakek terdiam sejenak menutup matanya untuk menerawang.


Orang tuamu sudah berkorban nak kamu yang sabar dia ini ingin memusnahkan siluman buaya merah tapi siluman itu berhasil melarikan diri dengan luka-lukanya. Jawab kakek


Dewi Sanggarwati menangis tapi kakek menasehatinya untuk bersabar menghadapi semua ini


Kamu harus belajar ilmu Kanuragan karena siluman itu akan memulihkan tenaganya dan kembali ke istananmu, ayo ikut kakek bersemedi nanti kakek akan ajar kamu ilmu Kanuragan. Ucap kakek


Dewi pun menuruti kakek bersemedi selama 40 hari di gua itu setelah selesai dari semedinya kakek mengajak dewi sanggarwati untuk ikut pulang kerumahnya.

__ADS_1


Ayo ikut kakek pulang kerumah nak. Ucap kakek


Dewi pun mengikuti kakek itu pulang kerumahnya dan dikenalkan dengan nenek, kakek pun menceritakan semua ke nenek.


Setelah beberapa tahun Dewi Sanggarwati sudah besar dan mahir ilmu Kanuragan dia ingin kembali ke istana


Ayo kakek temani melihat istana. Ucap kakek


Kakek tahu ada bahaya besar menantinya makannya dia akan menemani dewi sanggarwati


Nanti kalau kakek tidak kembali jaga rumah ini dengan baik nek, ucap kakek kepada istrinya


Kakek pun melakukan rogo sukmo menemani dewi sanggarwati ke istana.


Ternyata di istana sudah banyak siluman buaya yang kini menguasai istana milik keluarga Dewi Sanggarwati.


Siapa kau kenapa kau datang dengan manusia ini. Ucap pengawal


Suruh raja pun keluar akan rebut istana ku kembali. Ucap dewi sanggarwati


Raja pun keluar dengan tawa jahatnya


Hai kau anak kecil orang tuamu sudah kalah dan musnah masih berani kau mau merebut istana ini. Ucap siluman buaya merah


Pertempuran pun di mulai raja bertarung dengan kakek dan dewi di bantu pasukan harimau milik kakek bertarung dengan para panglima dan pengawal siluman buaya merah.


Musuhmu aku siluman. Ucap kakek


Pertempuran besar dimulai harimau milik kakek memakan habis pasukan buaya milik siluman buaya merah


Kini siluman buaya merah bertarung dengan kakek dengan cemetinya siluman buaya merah menyerang kakek tapi tidak satu serangannya mengenai kakek.


Hebat juga kau kakek tua. Ucap siluman buaya merah


Sudah waktunya kau musnah siluman terkutuk. Ucap kakek


Kakek pun mengeluarkan kitab istambul yang mengeluarkan caha putih panglima yang sedang bertarung dengan dewi pun langsung musnah terkena sinarnya, siluman buaya pun bersiap untuk melarikan diri tapi terlambat karena cahaya itu sudah mengenainya dan musnahlah siluman buaya putih untuk selamanya.


Dewi menangis saking senangnya istana nya telah kembali walau orang tuanya sudah tiada.


Terimakasih kek sudah membantu mengembalikan istana ini, sebagai tanda terimakasih semua yang ada di istana ini milik kakek, ucap dewi sanggarwati


Tidak usah seperti itu nak kakek ikhlas menolong mu karena ini memang milikmu jadi kakek bantu mengambilnya kembali. Ucap kakek


Tidak bisa begitu kek pokoknya kakek harus menerima. Ucap dewi sanggarwati


Ya sudah biar nanti keturunan ku saja kakek sudah tua dan tidak memerlukan duniawi lagi. Ucap kakek


Kakek pun pamit untuk kembali ke raganya, Dewi Sanggarwati mengikuti nya, ternyata kakek sudah meninggalkan raganya selama satu bulan


Akhirnya selamat juga kek nenek sudah menunggu selama sebulan, ucap nenek


Nenek dan kakek sudah terbiasa dengan semua ini karena waktu di dunia nyata dan alam ghaib sangat berbeda.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2