
Setelah gempar ternyata banyak juga dukun yang mengetahui bahwa pusaka naga putih telah jatuh ke tangan manusia.
Oh ya nama pusaka dari raja punden itu namanya pusaka naga putih yang sudah di incar banyak dukun di sekitar daerah situ, banyak dukun yang bertapa di situ belum bisa mendapatkan nya.
Ki rajat dukun yang terkenal di daerah situ mencoba menerawang siapa manusia yang mendapatkan pusaka itu.
Oh ternyata anak kecil yang mendapatkan pusaka itu( gumam ki rajat)
Nenek tidar yang diluar kota merasakan bahwa cucunya mendapatkan barang pusaka yang langka
Pasti banyak yang akan merebutkan pusaka itu. Gumam nenek tidar
Nenek tidar pun memanggil Dewi Sanggarwati salah satu perewangan nenek tidar yang mempunyai banyak pasukan untuk membantu menjaga cucunya
Dewi datanglah kesini. Panggil nenek tidar
Hamba menghadap nek apa yang bisa saya bantu, dalam sekejap dewi datang dan memberi hormat kepada nenek
Suruh beberapa pengawal mu menjaga cucuku tidar. Ucap nenek
Baik nek saya akan menyuruh panglima indra dan lima mengawal lain untuk menjaga cucu nenek. Jawab dewi sanggarwati
Terimakasih dewi. Ucap nenek
Sama-sama nek itu hanya sedikit bantuan dibanding bantuan nenek dan kakek dulu. Ucap dewi sanggarwati
Flashback
Dulu kala kerajaan dewi sanggarwati hidup tentram sampai akhirnya ada sosok siluman dengan ilmunya yang tinggi menantang raja
Hay Raja Sanggar Bengawan keluarlah. Ucap siluman Buaya Merah menantang raja dengan pasukan nya
Ada apa kau datang kesini Siluman terkutuk. Ucap raja
Aku kesini untuk mengambil Istanamu hahaha, ucap siluman dengan tawa jahatnya
Raja pun merasakan aura kekuatan yang besar dari raja itu.
Duduklah raja biar saya yang melawannya. Ucap panglima Ajun kepada raja
Pertempuran besar dimulai banyak pengawal yang luka-luka dan panglima pun dibunuh oleh siluman
Raja pun turun tangan menghadapi siluman itu, raja membawa tombak saktinya menghadapi siluman dan datanglah istrinya raja membantu menghadapi siluman
Ayo kanda kita serang siluman itu. Ucap ratu sekar putih
Raja sanggar benggawan dan ratu sekar putih kewalahan menghadapi siluman itu.
Dinda sekar ayu tolong kamu lindungi anak kita sanggarwati. Ucap raja sanggar benggawan
Baik kanda. Ucap ratu sekar putih kemudian menghilang
Anakku sanggarwati keluar lah kamu dan bersembunyilah ditempat yang aman. Ucap ratu sekar putih kepada anaknya
__ADS_1
Baik bunda saya akan bersembunyi. Ucap dewi sanggarwati
Dewi Sanggarwati pun yang masih kecil di sembunyikan ibunya di gua dan di pagari dengan pagar ghaib agar siluman tidak ada yang tahu keberadaannya
Ratu sekar putih kembali ke istana membantu raja sanggar benggawan tapi raja sudah dalam keadaan luka-luka.
Kenapa kanda bisa sampai seperti ini. Ucap ratu sekar putih sambil menangis
Ayo kita selesaikan ini ratu bawa selendangmu kita kurung siluman itu dengan diri kita. Ucap raja sanggar benggawan
Ratu pun mengangkat tangannya dan munculah selendang kuning yang membungkus raja sanggar benggawan, ratu sekar putih dan siluman buaya merah.
Pertarungan didalam selendang dimulai. Tujuan raja sanggar benggawan agar anak buah siluman tidak ikut karena kewalahan dengan anak buah Siluman buaya merah yang sangat banyak
Ayo kita selesaikan ini, ucap raja sanggar benggawan
Munculah keris lirang ditangan raja,
Setelah ini jagalah putriku lirang, ucap raja
Baik baginda raja, jawab keris lirang
Apa ini kalian menghancurkan ku?
Kau juga akan hancur bersamaku raja dan ratu, ucap siluman buaya merah
Siluman buaya merah merapalkan ajian saktinya
Musnahlah kau siluman terkutuk. Ucap raja sanggar benggawan
Siluman buaya merah dengan luka bakar yang serius pergi ke suatu tempat yang jauh karena cahaya itu keluar dari selendang sehingga pasukan buaya pun musnah
Dengan badan penuh luka bakar dan kekuatan nya hampir habis siluman itu bertapa untuk memulihkan tenaga nya.
Sedangkan dewi sanggarwati masih digua menunggu orang tuanya yang tak kunjung datang sampai dikejutkan seorang kakek yang akan bersemedi digua itu.
Siapa kau gadis kecil? Tanya kakek
Saya dewi sanggarwati kek. Jawab dewi sanggarwati dengan penuh ketakutan
Sepertinya kau bukan dari bangsa manusia?
Iya kek saya dari bangsa jin saya disuruh orang tua saya bersembunyi disini karena istana saya diserang siluman buaya merah. Jawab dewi sanggarwati
Kemudian kakek terdiam sejenak menutup matanya untuk menerawang.
Orang tuamu sudah berkorban nak kamu yang sabar dia ini ingin memusnahkan siluman buaya merah tapi siluman itu berhasil melarikan diri dengan luka-lukanya. Jawab kakek
Dewi Sanggarwati menangis tapi kakek menasehatinya untuk bersabar menghadapi semua ini
Kamu harus belajar ilmu Kanuragan karena siluman itu akan memulihkan tenaganya dan kembali ke istananmu, ayo ikut kakek bersemedi nanti kakek akan ajar kamu ilmu Kanuragan. Ucap kakek
Dewi pun menuruti kakek bersemedi selama 40 hari di gua itu setelah selesai dari semedinya kakek mengajak dewi sanggarwati untuk ikut pulang kerumahnya.
__ADS_1
Ayo ikut kakek pulang kerumah nak. Ucap kakek
Dewi pun mengikuti kakek itu pulang kerumahnya dan dikenalkan dengan nenek, kakek pun menceritakan semua ke nenek.
Setelah beberapa tahun Dewi Sanggarwati sudah besar dan mahir ilmu Kanuragan dia ingin kembali ke istana
Ayo kakek temani melihat istana. Ucap kakek
Kakek tahu ada bahaya besar menantinya makannya dia akan menemani dewi sanggarwati
Nanti kalau kakek tidak kembali jaga rumah ini dengan baik nek, ucap kakek kepada istrinya
Kakek pun melakukan rogo sukmo menemani dewi sanggarwati ke istana.
Ternyata di istana sudah banyak siluman buaya yang kini menguasai istana milik keluarga Dewi Sanggarwati.
Siapa kau kenapa kau datang dengan manusia ini. Ucap pengawal
Suruh raja pun keluar akan rebut istana ku kembali. Ucap dewi sanggarwati
Raja pun keluar dengan tawa jahatnya
Hai kau anak kecil orang tuamu sudah kalah dan musnah masih berani kau mau merebut istana ini. Ucap siluman buaya merah
Pertempuran pun di mulai raja bertarung dengan kakek dan dewi di bantu pasukan harimau milik kakek bertarung dengan para panglima dan pengawal siluman buaya merah.
Musuhmu aku siluman. Ucap kakek
Pertempuran besar dimulai harimau milik kakek memakan habis pasukan buaya milik siluman buaya merah
Kini siluman buaya merah bertarung dengan kakek dengan cemetinya siluman buaya merah menyerang kakek tapi tidak satu serangannya mengenai kakek.
Hebat juga kau kakek tua. Ucap siluman buaya merah
Sudah waktunya kau musnah siluman terkutuk. Ucap kakek
Kakek pun mengeluarkan kitab istambul yang mengeluarkan caha putih panglima yang sedang bertarung dengan dewi pun langsung musnah terkena sinarnya, siluman buaya pun bersiap untuk melarikan diri tapi terlambat karena cahaya itu sudah mengenainya dan musnahlah siluman buaya putih untuk selamanya.
Dewi menangis saking senangnya istana nya telah kembali walau orang tuanya sudah tiada.
Terimakasih kek sudah membantu mengembalikan istana ini, sebagai tanda terimakasih semua yang ada di istana ini milik kakek, ucap dewi sanggarwati
Tidak usah seperti itu nak kakek ikhlas menolong mu karena ini memang milikmu jadi kakek bantu mengambilnya kembali. Ucap kakek
Tidak bisa begitu kek pokoknya kakek harus menerima. Ucap dewi sanggarwati
Ya sudah biar nanti keturunan ku saja kakek sudah tua dan tidak memerlukan duniawi lagi. Ucap kakek
Kakek pun pamit untuk kembali ke raganya, Dewi Sanggarwati mengikuti nya, ternyata kakek sudah meninggalkan raganya selama satu bulan
Akhirnya selamat juga kek nenek sudah menunggu selama sebulan, ucap nenek
Nenek dan kakek sudah terbiasa dengan semua ini karena waktu di dunia nyata dan alam ghaib sangat berbeda.
__ADS_1
BERSAMBUNG......