Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
Munculnya Dewi Sanggarwati


__ADS_3

Tidar pun terbangun, menceritakan mimpinya kepada ayahnya, tentang ucapan kakek, ayahnya mengajak tidar kerumahnya pakde, sampai dirumahnya pak de ternyata pak de sudah menunggu.


Saya sudah menunggu mu tidar, tadi malam aku di datangi kakekmu . Ucap pak de


Pakde pun mengajak ke pendopo aku dan ayah.


Apa sudah waktunya mas Mengajari tidar ilmu rogo sukmo? Tanya ayah


Iya sudah waktunya, tubuh dan mentalnya sudah siap, karena dia sudah melalui latihan yang cukup keras. Ucap pak de.


Apa mungkin latihan dari mimpi sudah cukup? Tanya ayah


Iya itu lebih dari cukup lihatlah otot-otot anakmu yang terbentuk. Jawab pak de


Apa benar tidar kau latihan keras di mimpi mu? Tanya Ayah


Benar ayah setiap malam mimpi tidar berlatih dengan kakek, seperti latiahan semalam full, tapi setiap saya bangun badan ku lebih segar. Jawab tidar


Setelah puasa itu berarti setiap malam kau berlatih bersama kakek? Tanya ayah


Iya ayah. Jawab tidar


Ayah memang belum pernah puasa itu karena pesan kakek mu dulu untuk cucunya, makanya ayah memintamu untuk melakukan puasa itu, tapi dulu kau pernah gagal jadi ayah menyuruh mu lagi saat kau lebih besar. Ucap ayah


Sudah-sudah memang kalau Belum waktunya semua itu tidak dapat dipaksakan, kamu wudhu dan sholat hajat dulu tidar, setelah itu ku ajarkan ilmu rogo sukmo. Ucap pak de


Tidar pun sholat setelah sholat duduk bersila dan konsentrasi penuh dengan nafas lembut setiap nafas yang keluar berucap Allah dengan nada pelan.


Gembong kau kesini karena tugas mu menjaga raga Tidar saat dia melakukan rogo sukmo, jangan sampai ada yang menyentuhnya, karena kalau bergeser sukmanya akan sulit masuk raganya lagi. Ucap pak de kepada Gembong


Setelah konsentrasi ku dirasa sudah full pak de pun memulai nya


Bersiap tidar pakde akan mendampingi mu, dan kamu dek tolong jaga raga ku , karena aku akan melakukan rogo sukmo dengan anakmu. Ucap pakde kepada ayah


Setelah beberapa saat sukmaku keluar dan aku melihat ragaku, saat pertama aku ketakutan karena melihat diriku yang lain yaitu ragaku, tapi pak de membimbing ku untuk terbang agar terbiasa, setelah di rasa cukup aku dan pak de kembali ke raga kami masing-masing.


Gimana tidar rogo sukmo mu yang pertama? Tanya pak de


Ya begitu pak de saat melihat ragaku aku takut, tapi setelah itu seperti sangat enteng tubuhku untuk terbang kesana kemari. Jawab tidar


Untuk besok-besok ada amalannya, setelah berwasilah kamu baca amalan itu, ucap pak de dengan menyerahkan kertas kecil


Terimakasih pak de. Ucao tidar


Tapi langsung bakar setelah kamu hafal, agar tidak digunakan orang lain, takutnya ada yang membaca dan sukmanya keluar tanpa bisa kembali lagi. Ucap pak de

__ADS_1


Terimakasih mas sudah mengajarkan tidar. Ucap ayah


Kamu sebenarnya bisa kenapa bapakku menyuruhku bukan menyuruhmu saja dari keturunan nya langsung. Ucap pak de


Mungkin maksut kakeknya tidar ada campur tangan dari keturunan ibunya juga mas, bukan dari ayahnya saja. Ucap ayah


Mungkin benar perkataanmu. Ucap pak de


Ayo pulang tidar ibumu pasti menunggu mu dia sendirian di rumah, kami balik dulu mas. Ucap ayah


Iya hati-hati dijalan. Ucap pakde


Setelah tahun tiba waktunya tidar masuk SMK karena tidar ingin mejadi Ahli IT


Ibu apakah tidar boleh masuk Sekolah Di kota? Tanya Tidar


Apakah tidak lebih baik disekitar sini saja nak, ekonomi kita lagi sulit. Jawab ibu


Ya sudah bu tidar meneruskan di sekitar sini saja. Ucap tidar


Gembong yang mendengar itu langsung pergi ke istana bertemu Dewi Sanggarwati dan menceritakannya.


Ini sudah waktunya aku turun tangan sendiri Gembong nanti aku temui Tidar. Ucap dewi Sanggarwati


Saat tidar dikamar nya Tidar pun di datangi Dewi Sanggarwati.


Lakukanlah rogo sukmo aku akan menunggu mu di atas. Ucap Dewi Sanggarwati


Tidar pun melakukan nya, raga nya di jaga oleh Gembong


Ayo ikut aku nanti aku ceritakan semuanya. Ucap Dewi Sanggarwati mengajak tidar ke istana nya.


Setelah sampai istana para Pengawal memberi hormat kepada tidar.


Selamat datang Pangeran. Ucap para pengawal kerajaan.


Tidar pun bingung kenapa mereka memberi hormat dan istana banyak juga macan/ harimau seperti Gembong malah banyak yang lebih besar dari Gembong, setelah masuk istana tidar pun duduk dengan Dewi Sanggarwati.


Saya Dewi Sanggarwati ini Adalah istanaku dan tentu juga istanamu. Ucap dewi Sanggarwati


Maksudnya, tolong lebih di perjelas saya bingung? Tanya tidar


dulu istana ku di serang dan aku kabur dari istana setelah kabur aku bertemu kakekmu dan di ajari ilmu Kanuragan, dan di rawat oleh nenek mu. Ucap dewi sanggarwati


Sekikas dulu tentang Nenek tidar

__ADS_1


Nekek tidar meninggal ketika tidar masih Mts, sebelum nenek meninggal Tidar di datangi nenek dalam mimpi hanya diam saja, saat terbangun pagi nya mengajak orang tuanya berkunjung kerumah nenek.


Orang tuanya pun mengikuti kemauan tidar, sampai rumah neneknya, tidar pun memeluk nenek nya seperti kangen, orang tua pun bingung kenapa anaknya sekangen itu sama nenek nya, setelah ngobrol-ngobrol dengan tidar dan ibunya tidar/ menantu dari neneknya, tidar pun keluar melihat suasana sekitar sampai jam 3 sore, setelah itu balik kerumahnya nenek, saat mau pulang tidar mengajak neneknya untuk ikut pulang kerumah tidar.


Nenek ayo ikut pulang kerumah tidar ya, temani tidar. Ajak tidar


Iya nak nenek ikut kerumahnya tidar. Jawab nenek


Yang bener bu mau ikut?. Tanya ayah tidar yang kebingungan, karena dari dulu di ajak oleh ayahnya tidar tidar pernah mau alasannya lebih nyaman disini, tapi saat cucunya yang mengajak neneknya pun langsung menuruti


Iya nak ibu ikut ingin bersama cucuku ini. Jawab nenek


Mungkin karena tidar satu-satunya cucu laki-laki, karena cucunya yang satu lagi perempuan.


Sesaat kemudian nenek pun bersiap-siap merapikan bajunya di masukan tas , dibantu ibunya tidar, saat nenek dan ibu bersiap-siap ayahnya mengabari kakaknya


Assalamualaikum mbak, ucap salam ayah kepada kakaknya


Wa Alaikumus salam dek ada apa? Jawab bude


Ini mbak mau memberitahu ibu mau ikut tinggal bersamaku dan rumah disini mau di kosongkan. Ucap Ayah


Yang bener dek ibu mau ikut tinggal dirumahmu? Tanya bude


Iya mbak ini sudah siap-siap. Jawab Ayah


Alkhamdulillah dek akhirnya kamu bisa membujuknya, karena aku sendiri kefikiran kalau ibu tinggal sendirian. Ucap bude


Sebenarnya bukan aku mbak yang membujuknya, aku sendiri kaget, karena beberapa kali tak ajak tinggal dirumahku tidak mau, tapi ini di ajak keponakan mu langsung mau. Ucap ayah


Jadi tidar yang mengajak, tapi syukurlah yang penting ibu ada yang menemani, dari di rumah itu sendirian. Ucap bude


Iya bude aku pun berfikir demikian. Jawab ayah


Kalau rumah itu dikosongkan apa tidak lebih baik dijual saja. Ucap bude


Tidak boleh mbak sama ibu katanya biar di rawat sama yu mirah tetangganya walau jarak rumah nya sedikit jauh, ucap ayah


Ya kan memang rumah disana jaraknya jauh-jauh dek, ya sudah terserah ibu saja, tolong berikan pada ibu sebentar aku mau ngomong, ucap bude


Sambil menyerahkan telpon ayah melihat lihat pusaka, tapi entah kenapa tidak ada sama sekali.


Kemana keris-keris itu tadi kelihatan nya masih ada sekarang kok hilang, apa mungkin sudah di masukan ibu di bawa kerumahku. Gumam ayah


Ayo ayah mobil carteran nya sudah datang kita masukan barang-barang nenek, panggil tidar kepada ayah

__ADS_1


Setelah masuk semua, kami pun pulang dengan mobil carteran tapi ayah dengan motornya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2