
Baiklah besok pagi aku pulan, tapi aku beri oleh-oleh masak jauh-jauh kesini tidak ada apa-apa. Ucap ki rajat
Jangan kawatir sudah aku siap kan untukmu, aku tahu kau suka pusaka untuk kesaktian, lagi pula aku juga sudah di bantu istri-istriku, ucap ki selo
Ki rajat pun Pulang Dengan Oleh-oleh keris kecil dari Ki Selo, Setelah sampai terminal ki Rajat langsung naik bus, di dalam bus ternyata bertemu dengan pencopet yang kemaren di hajar oleh ki rajat, saat pencopet hendak turun bus malah badannya kaku dan perlahan balik naik untuk duduk di samping ki rajat, pencopet itu ketakutan kenapa badannya kaku dan bergerak sendiri, setelah duduk di belakang di samping kiri kanan ki rajat, tubunnya lemas dan pasrah.
Kalian tak usah lari, aku akan mengajari kalian ilmu menghilang agar lebih aman saat mencopet, ucap ki rajat dengan pelan
Benarkah itu ki, tolong angkat kami jadi muridmu. Ucap pencopet
Ikutlah kerumahku nanti ku ajari kalian. Ucap ki rajat
Baik ki. Ucap pencopet
Sampai rumah pencopet itu pun duduk dan dikenalkan dengan pengawal nya.
Setelah perkenalan ternyata namanya, jono dan supri
Aku ada tawaran untuk kalian, bagi hasil dari perolehan copet kalian setiap hari setor seratus ribu, tidak perlu setiap hari kesini cukup seminggu sekali setiap jum'at malam. Ucap ki rajat
Kalau kami tidak dapat gimana ki? Tanya jupri
Kalian pasti dapat setiap hari, karena saya akan mengajari kalian ilmu tembus pandang dan menghilang, agar kalian tahu mana yang uangnya banyak dan tak ketahuan. Ucap ki rajat
Baik ki. Ucap pencopet
Sekarang beli kemenyan, kembang tujuh rupa, dan pisang satu sisir, perintah ki rajat
Dimana ki bisa dapatkan itu di daerah sini? Tanya jono
Saya kamu tinggal menggantinya kalau mau. Ucap ki rajat
Mau ki jadi tak perlu repot-repot mencari itu semua. Ucap jono
Nanti malam ritual sebelum ritual siapkan dulu uang kalian lima ratus ribu sebagai tanda jadi jual beli. Ucap ki rajat
Jono dan supri pun patungan, memberikan kepada ki rajat
Setelah selesai ritual jono supri sudah tidak sabar mencobanya,
sekarang kaliam tidur jika ingin makan kedapur saja minta sama bi sumini. Ucap ki rajat yang tahu mereka kelaparan karena belum makan dari siang
Terimakasih ki. Ucap supri langsung ke dapur
Pagi pun setelah sarapan jono dan supri langsung naik bus untuk mencopet, ternyata supri bagian melihat sedangkan jono bagian untuk menghilang jika ketahuan, mereka saling melengkapi.
__ADS_1
Jono dan supri mendapatkan banyak uang dari aksi mencopetnya hari ini.
Tidak salah kita berguru pada ki rajat ternyata sebanyak ini hasil kita, kalau terus-terusan begini kita cepat kaya, ucap jono
Benar kamu jon, tapi tiga hari lagi kita harus kerumah ki rajat lagi dia berpesan membawa dupa. Ucap supri
KEMBALI KE TIDAR
Setelah kejadian melihat perang besar tidar menjadi sosok yang lebih tenang, saat sekolah dia di mintai duit oleh kakak kelasnya.
Bagi duit. Ucap kakak kelasnya
Buat apa. Tanya tidar dengan polos
Buat kami jajanlah, cepat berikan!! Bentak preman itu
Kalau minta itu yang baik, masak minta bentak-bentak. Ucap tidar
Sialan ni anak. Ucap kakak kelasnya yang memukul tidar, tapi tak ada yang mengenailnya, tidar hanya menghindar, karena serangannya tidak ada yang mengenai jadi kakak kelasnya itu balik ke kelas, ternyata tidak sampai di situ, kakak kelas punya geng dan ada ketuanya setelah pulang sekolah tidar di tarik paksa di sebuah gudang, sampai di gudang tidar berhadapan dengan tujuh kakak kelasnya.
Jadi kamu yang menentang tidak mau bayar uang keamanan. Ucap salah satu kakak kelas
Memang bayar ya keamanan disini. Tanya tidar
Heh bocah tidak gak usah ngebantah, langsung habisi dia, tidak di serah 6 kakak kelas tapi tidak ada satu pun pukulan tendangan yang mengenai nya, terasa tertahan saat akan mengenai nya.
Ampuni aku. Ucap kakak kelas itu
Ke enam temannya heran kenapa temannya bisa seperti itu biasanya sangat ganas saat bertarung malah minta maaf.
Cepat kalian minta maaf. Ucap ketua dari geng itu
Tidak sudi lebih baik aku pergi. Ucap salah satu dari mereka dan di ikuti kelima teman lainnya
Tidak apa-apa kak jangan begitu saya sudah memaafkan, ucap tidar
Setelah itu mereka berkenalan dan menjadi teman, ternyata namanya rendi dia juga punya khodam macan, tapi macannya takut setelah melihat gembong karena gembong muncul dengan badannya yang besar.
Kenapa macan mu bisa sebesar itu. Tanya rendi
Kan Kakak juga punya, jawab tidar
Tapi tidak sebesar punyamu. Jawab rendi
Punya ku macan Gembong kak, kalau punya kakak kan macan biasa. Ucap tidar
__ADS_1
Ouw begitu ternyata beda ya ku kira sama. Ucap Rendi
Kalau kakak ingin macannya lebih kuat coba lebih rajin beribadah, hilangkan sifat sombong dan jangan mudah emosi, itu akan membuat macan kakak lebih kuat, ucap tidar menasehati rendi
Eh ada bos yang jadi kacung ni. Ucap anak buah rendi
Apa-apaan kau ayo kita tarung, jawab rendi dengan emosi
Tapi ditahan tidar dengan satu tangannya, karena sekolah sudah sepi ternyata mereka membawa preman satu.
Cuma dua anak ini kalian memanggil ku? Tanya preman itu
Mereka bukan anak sembarangan paman. Ucap dari salah satu dari mereka
Kalau kakak ingin macan nya lebih kuat, emosi nya di kurangi, kali ini biar aku saja yang melawan. Ucap tidar kepada rendi
Ayo lawan aku paman. Ucap tidar Kepada preman
Anak sekecil kamu bisa apa, sekali tempeleng juga pingsan, ucap preman itu sambil mau memukul tidar, ternyata pukulan malah meleset, setelah dicoba lagi ternyata sama,
Ouw kamu punya ilmu lembu sekilan anak kecil, oke kali ini aku serius dengan mu, ucap preman itu dia pun komat kamit membaca ajian terus memukul tidar, memang tidar terkena tapi cukul membuat tidar seperti didorong mundur,
Gembong pun masuk ke tangan tidar dan tiba-tiba tidar jago silat, setelah terus menghindar akhirnya tidar pun menyerang, sekali terkena pukulan tidar preman itu tersungkur hingga muntah darah dan pingsan, mantan anak buah rendi yang enam itu kabur ketakutan meninggalkan preman itu, tidar pun mengobati preman itu,
Setelah bangun preman itu langsung mengucapkan terimakasih dan pergi dengan kekesalannya karena dikalahkan oleh anak kecil.
Ternyata kamu jago silat juga ya tidar, ucap rendi
TidakĀ kak tadi Gembong yang menggerakkan tubuhku. Ucap tidar
Jadi kamu tadi tidak sadar? Tanya rendi
Sadar kak tapi tangan dan tubuhku bergerak sendiri, aku cuma konsentrasi untuk mukul tendang tangkis, itu saja, ucap tidar
Ouw bisa begitu, kirain kalau khodam masuk kita gak sadar, jawab rendi
Kalau seperti itu berarti kita dikendalikan, sebaiknya kita yang mengendalikan agar tidak salah sasaran, ucap tidar
Terimakasih sarannya ternyata aku harus banyak belajar. Ucap rendi
Kalau kakak mau, kakak bisa belajar di padepokan pak de nanti saya antar menemui pak de, ajak tidar
Ayo sekarang kerumah pak demu gimana,. Tanya rendi
Tapi aku pulang dulu kak izin dan ganti baju dulu. Ucap tidar
__ADS_1
Baik aku ikut dengan mu saja. Ucap rendi
BERSAMBUNG....