Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
Tidar Dikeroyok


__ADS_3

Baiklah besok pagi aku pulan, tapi aku beri oleh-oleh masak jauh-jauh kesini tidak ada apa-apa. Ucap ki rajat


Jangan kawatir sudah aku siap kan untukmu, aku tahu kau suka pusaka untuk kesaktian, lagi pula aku juga sudah di bantu istri-istriku, ucap ki selo


Ki rajat pun Pulang Dengan Oleh-oleh keris kecil dari Ki Selo, Setelah sampai terminal ki Rajat langsung naik bus, di dalam bus ternyata bertemu dengan pencopet yang kemaren di hajar oleh ki rajat, saat pencopet hendak turun bus malah badannya kaku dan perlahan balik naik untuk duduk di samping ki rajat, pencopet itu ketakutan kenapa badannya kaku dan bergerak sendiri, setelah duduk di belakang di samping kiri kanan ki rajat, tubunnya lemas dan pasrah.


Kalian tak usah lari, aku akan mengajari kalian ilmu menghilang agar lebih aman saat mencopet, ucap ki rajat dengan pelan


Benarkah itu ki, tolong angkat kami jadi muridmu. Ucap pencopet


Ikutlah kerumahku nanti ku ajari kalian. Ucap ki rajat


Baik ki. Ucap pencopet


Sampai rumah pencopet itu pun duduk dan dikenalkan dengan pengawal nya.


Setelah perkenalan ternyata namanya, jono dan supri


Aku ada tawaran untuk kalian, bagi hasil dari perolehan copet kalian setiap hari setor seratus ribu, tidak perlu setiap hari kesini cukup seminggu sekali setiap jum'at malam. Ucap ki rajat


Kalau kami tidak dapat gimana ki? Tanya jupri


Kalian pasti dapat setiap hari, karena saya akan mengajari kalian ilmu tembus pandang dan menghilang, agar kalian tahu mana yang uangnya banyak dan tak ketahuan. Ucap ki rajat


Baik ki. Ucap pencopet


Sekarang beli kemenyan, kembang tujuh rupa, dan pisang satu sisir, perintah ki rajat


Dimana ki bisa dapatkan itu di daerah sini? Tanya jono


Saya kamu tinggal menggantinya kalau mau. Ucap ki rajat


Mau ki jadi tak perlu repot-repot mencari itu semua. Ucap jono


Nanti malam ritual sebelum ritual siapkan dulu uang kalian lima ratus ribu sebagai tanda jadi jual beli. Ucap ki rajat


Jono dan supri pun patungan, memberikan kepada ki rajat


Setelah selesai ritual jono supri sudah tidak sabar mencobanya,


sekarang kaliam tidur jika ingin makan kedapur saja minta sama bi sumini. Ucap ki rajat yang tahu mereka kelaparan karena belum makan dari siang


Terimakasih ki. Ucap supri langsung ke dapur


Pagi pun setelah sarapan jono dan supri langsung naik bus untuk mencopet, ternyata supri bagian melihat sedangkan jono bagian untuk menghilang jika ketahuan, mereka saling melengkapi.

__ADS_1


Jono dan supri mendapatkan banyak uang dari aksi mencopetnya hari ini.


Tidak salah kita berguru pada ki rajat ternyata sebanyak ini hasil kita, kalau terus-terusan begini kita cepat kaya, ucap jono


Benar kamu jon, tapi tiga hari lagi kita harus kerumah ki rajat lagi dia berpesan membawa dupa. Ucap supri


KEMBALI KE TIDAR


Setelah kejadian melihat perang besar tidar menjadi sosok yang lebih tenang, saat sekolah dia di mintai duit oleh kakak kelasnya.


Bagi duit. Ucap kakak kelasnya


Buat apa. Tanya tidar dengan polos


Buat kami jajanlah, cepat berikan!! Bentak preman itu


Kalau minta itu yang baik, masak minta bentak-bentak. Ucap tidar


Sialan ni anak. Ucap kakak kelasnya yang memukul tidar, tapi tak ada yang mengenailnya, tidar hanya menghindar, karena serangannya tidak ada yang mengenai jadi kakak kelasnya itu balik ke kelas, ternyata tidak sampai di situ, kakak kelas punya geng dan ada ketuanya setelah pulang sekolah tidar di tarik paksa di sebuah gudang, sampai di gudang tidar berhadapan dengan tujuh kakak kelasnya.


Jadi kamu yang menentang tidak mau bayar uang keamanan. Ucap salah satu kakak kelas


Memang bayar ya keamanan disini. Tanya tidar


Heh bocah tidak gak usah ngebantah, langsung habisi dia, tidak di serah 6 kakak kelas tapi tidak ada satu pun pukulan tendangan yang mengenai nya, terasa tertahan saat akan mengenai nya.


Ampuni aku. Ucap kakak kelas itu


Ke enam temannya heran kenapa temannya bisa seperti itu biasanya sangat ganas saat bertarung malah minta maaf.


Cepat kalian minta maaf. Ucap ketua dari geng itu


Tidak sudi lebih baik aku pergi. Ucap salah satu dari mereka dan di ikuti kelima teman lainnya


Tidak apa-apa kak jangan begitu saya sudah memaafkan, ucap tidar


Setelah itu mereka berkenalan dan menjadi teman, ternyata namanya rendi dia juga punya khodam macan, tapi macannya takut setelah melihat gembong karena gembong muncul dengan badannya yang besar.


Kenapa macan mu bisa sebesar itu. Tanya rendi


Kan Kakak juga punya, jawab tidar


Tapi tidak sebesar punyamu. Jawab rendi


Punya ku macan Gembong kak, kalau punya kakak kan macan biasa. Ucap tidar

__ADS_1


Ouw begitu ternyata beda ya ku kira sama. Ucap Rendi


Kalau kakak ingin macannya lebih kuat coba lebih rajin beribadah, hilangkan sifat sombong dan jangan mudah emosi, itu akan membuat macan kakak lebih kuat, ucap tidar menasehati rendi


Eh ada bos yang jadi kacung ni. Ucap anak buah rendi


Apa-apaan kau ayo kita tarung, jawab rendi dengan emosi


Tapi ditahan tidar dengan satu tangannya, karena sekolah sudah sepi ternyata mereka membawa preman satu.


Cuma dua anak ini kalian memanggil ku? Tanya preman itu


Mereka bukan anak sembarangan paman. Ucap dari salah satu dari mereka


Kalau kakak ingin macan nya lebih kuat, emosi nya di kurangi, kali ini biar aku saja yang melawan. Ucap tidar kepada rendi


Ayo lawan aku paman. Ucap tidar Kepada preman


Anak sekecil kamu bisa apa, sekali tempeleng juga pingsan, ucap preman itu sambil mau memukul tidar, ternyata pukulan malah meleset, setelah dicoba lagi ternyata sama,


Ouw kamu punya ilmu lembu sekilan anak kecil, oke kali ini aku serius dengan mu, ucap preman itu dia pun komat kamit membaca ajian terus memukul tidar, memang tidar terkena tapi cukul membuat tidar seperti didorong mundur,


Gembong pun masuk ke tangan tidar dan tiba-tiba tidar jago silat, setelah terus menghindar akhirnya tidar pun menyerang, sekali terkena pukulan tidar preman itu tersungkur hingga muntah darah dan pingsan, mantan anak buah rendi yang enam itu kabur ketakutan meninggalkan preman itu, tidar pun mengobati preman itu,


Setelah bangun preman itu langsung mengucapkan terimakasih dan pergi dengan kekesalannya karena dikalahkan oleh anak kecil.


Ternyata kamu jago silat juga ya tidar, ucap rendi


TidakĀ  kak tadi Gembong yang menggerakkan tubuhku. Ucap tidar


Jadi kamu tadi tidak sadar? Tanya rendi


Sadar kak tapi tangan dan tubuhku bergerak sendiri, aku cuma konsentrasi untuk mukul tendang tangkis, itu saja, ucap tidar


Ouw bisa begitu, kirain kalau khodam masuk kita gak sadar, jawab rendi


Kalau seperti itu berarti kita dikendalikan, sebaiknya kita yang mengendalikan agar tidak salah sasaran, ucap tidar


Terimakasih sarannya ternyata aku harus banyak belajar. Ucap rendi


Kalau kakak mau, kakak bisa belajar di padepokan pak de nanti saya antar menemui pak de, ajak tidar


Ayo sekarang kerumah pak demu gimana,. Tanya rendi


Tapi aku pulang dulu kak izin dan ganti baju dulu. Ucap tidar

__ADS_1


Baik aku ikut dengan mu saja. Ucap rendi


BERSAMBUNG....


__ADS_2