
Ibu bisa temani mela sebentar, saya ingin ngobrol dengan ayah dan pak agung. Ucap tidar
Iya nak, ayo Mela kita jalan-jalan kedepan, tante ingin melihat tamanmu. Ajak ibu tidar
Ayo tante mela pun dengan ceria mengandeng ibu ke taman.
Bagus ya tamanmu, kamu mel yang merawat? Tanya ibu
Iya tante di temani mbok Darmi, karena saya tidak pernah main dari dulu, ibuku membuatkan taman untukku. Jawab mela
Ouw begitu, karena penyakit mu itu ya, kamu tidak bisa bermain denga. Leluasa? Tanya ibu tidar
Iya tante sejak kecil aku hanya bermain disini di temani mbok Darmi.
Ouh ya lalu di mana ibumu mel? Tanya ibu
Ibu.. ibu sudah tidak ada Tante, ibu meninggal kecelakaan 4 tahun yang lalu. Jawab mela sambil meneteskan air mata
Sudah mela jangan bersedih ya, do'a kan saja ibumu semoga tenang di alam sana. Ucap ibu tidar sambil memeluk mela
Iya tante. Jawab mela yang menangis
Kalau kamu mau kamu bisa memanggil tante ibu mel. Ucap ibu
Bebar tante, eh ibu? Tanya mela dengan senyum
Iya mela lagian ibu juga tidak punya anak perempuan, jawab ibu tidar
Di tempat lain tidar bersama ayahnya dan ayahnya mela sedang berbicara serius sedikit pelan.
Maaf om bukannya lancang ingin mengetahui tentang keluarga om, tapi..? Ucap tidar menghentikan ucapannya.
Tapi apa tidar bicara lah dengan jelas. Ucap ayah tidar
Jadi gini yah tidar tadi saat masuk melihat sesuatu yang mengintip dari pohon samping rumah om agung, tapi saya fikir mungkin makhluk biasa yang tidak mengganggu. Ucap tidar
Terus tidar. Potong om agung
Saat bersalaman dengan mela tadi tidar merasakan kalau sakitnya mela ada hubungannya dengan makhluk itu, karena sakit mela itu kiriman dari dia usia 3 tahun. Ucap tidar
Benar tidar dulu mela anak yang ceria dan sangat aktif mainnya, tapi tiba-tiba dia pingsan setelah om bawa kerumah sakit, ternyata dia punya penyakit jantung, jadi dokter pun menyarankan agar mela untuk tidak terlalu aktif dulu. Ucap pak agung
Apakah om punya musuh atau apa? Tanya tidar
Kalau musuh tidak tahu tidar, seperti nya tidak ada. Ucap pak agung
Oke tidar sementara bantu membuat pagar ghaib agar makhluk itu tidak menggangu rumah ini lagi, tapi harus nanti jam 12 malam, Gimana yah.Ucap tidar
Kalau memang begitu tidak masalah nak, kamu harus bantu sebelum terlambat. Ucap ayah
Ya sudah kita lanjutkan nanti lagi, ayo makan dulu keburu dingin makanannya. Ucap pak tidar
__ADS_1
Kami pun menuju ruang makan.
Mbok panggilkan mela di taman. Ucap pak agung
Mbok darmi setengah berlari menuju taman untuk memanggil mela da bu siti, ibunya tidar
Non sudah dipanggil Tuan untuk makan, mari bu masuk. Ucap mbok darmi Kepada mela dan ibunya tidar
Ayo makan dulu bu Siti maaf merepotkan menemani anak saya. Ucap pak agung
Tidak apa-apa pak. Ucap bu siti
Setelah makan kami ngobrol-ngobrol.
Papa tadi aku cerita tentang mama, kepada ibu? Ucap mela
Maksutnya nak
Iya jadi mela boleh memanggi tante ibu, kan sudah lama mela tidak mendapatkan kasih sayang ibu pak. Jawab mela
Iya pak, aku menganggap mela anakku sendiri, lagian saya juga tidak punya anak perempuan, benar kan mas, ucap ibu tidar sambil melihat ayahnya.
Ya malu bu kan kita kan orang biasa sedangkan pak agung, orang kaya. Jawab ayah
Apa sih pak tidak usah berkata begitu , kita sama pak kan Sudah saya anggap keluarga, masak bapak lupa. Ucap pak agung
Iya pak terima kasih, kalau boleh tahu mela kelas berapa? Tanya Ayah
Kalau sekolah formal mungkin baru kelas 1 Smp pak, tapi mela home schooling atau sekolah di rumah, kan bapak tahu mela sakit-sakitan sejak kecil. Kalau tidar sendiri kelas berapa? Ucap pak agung sambil melihat tidar.
Smk apa tidar kalau om boleh tahu, eh panggil saya Papa tidar, kan papa sudah menganggap kamu anakku. Ucap pak agung
Smk Favorit Firmeta pak, Eh papa. Jawab tidar
Wah bagus donk. Ternyata bapak sulkan merendah buktinya bisa menyekolahkan anaknya di smk Favorit. Ucap pak agung
Yah gimana lagi pak tidar pengennya disitu jadi saya usahakan semampu saya. Ucap ayah tidar
Apakah nilaimu bagus tidar. Ucap pak agung
Alkhamdulillah pak tidar selalu rangkin 1. Potong ayah tidar
Loh kenapa tidak dapat beasiswa, harusnya untuk anak yang juara satu dua dan tiga itu dapat beasiswa pak. Ucap pak agung
Masak pak tapi tidar tidak pernah dapat informasi itu disekolah. Jawab tidar
Itu sebenarnya yayasan saya pak bu, nama firmeta itu dari nama saya, mela dan mita Almarhumah istri saya. Ucap pak agung
Maaf pak saya tidak tahu, ucap tidar
Tidak apa-apa tidar maaf saya jarang berkunjung jadi tidak tahu ada masalah seperti ini, berarti ada tikus di yayasan ku. Ucap pak agung sambil marah
__ADS_1
Om jangan gegabah dulu eh papa, mending di pantau dulu agar ketahuan siapa yang mengambil hak siswa. Ucap tidar
Pemikiran mu seperti orang dewasa tidar padahal kamu masih smk? Tanya pak agung
Maaf pak itu hanya saran. Ucap tidar
Mela sudah waktunya tidur ya, ucap pak agung
Iya pa mela ke kamar dulu, mari ibu ayah, mas, ucap mela
Mela pun pergi kekamarnya.
Apa kita tidak balik juga mas kan sudah malam, ucap ibu kepada ayah
Nanti dek tidar harus memagari rumah pak agung karena ada yang tidak beres makanya tadi tidar meminta ibu menemani mela keluar. Jawab ayah
Ouw ya sudah kalau gitu. Ucap ibu
Bu sebaiknya ibu istirahat dulu sambil menemani mela di kamar, kelihatan mela senang dengan ibu, mboh antar bu siti kekamar mela. Ucap pak agung sambil memanggil mboh darmi
Ayo kita depan saja pak biar lebih enak ngobrol-ngobrolnya. Ucap pak agung
Mereka pun ke luar ruangan dan duduk dibaliho taman.
Nyaman juga ya pak di sini. Ucap ayah
Ya Alkhamdulillah kalau bapak nyaman, apa bapak tinggal disini saja masih banyak kamar kosong pak disini, mela juga ada temannya sekaligus kakak. Ucap pak agung
Terimakasih pak bukannya nolak nanti toko saya gak ada yang ngurus. Walau ada satu karyawan yang membantu. Ucap ayah
Wah bapak punya usah toko apa? Toko matrial pak
Saya kira bapak peternak sapi saja? Tanya pak agung
Ya sapi juga pak Alkhamdulillah sedikit-sedikit pak? Ucap ayah
Kalau sapi ada berapa pak, maaf lancang saya cuma pengen tahu saja? Tanya pak agung
Tidak apa-apa pak kita sudah keluarga jadi tidak apa-apa bapak tahu tentang saya, sapi kurang lebih ada 100 an pak di rumah kalau di rumah-rumah warga yang ingin memelihara mungkin ada sekitar 200 an, ucap ayah
Wah gak nyangka bapak juragan sapi ternyata, tapi bapak seolah-olah orang biasa saya malu dengan bapak. Ucap pak agung
Kenapa malu pak harta hanya titipan ini semua milik tidar karena dia awal semua ini, dulu saya buat makan saja mikir gimana, ucap ayah
Jadi tidar Bekerja? Tanya pak agung
Tidak pak ceritanya panjang lain kali saja sebaiknya sekarang fokus masalah bapak dulu. Ucap ayah
Ouw iya ya, untuk mengetahui orang-orang yang menggunakan dana beasiswa, apa bapak punya saran, tanya pak agung
Em gimana ya pak saya kurang tahu tentang itu, mending tidar saja yang menjawab. Ucap ayah
__ADS_1
Jadi gini pak, kalau usul saya bapak suruh orang kepercayaan bapak yang tidak dikenal orang-orang yang ada di yayasan bapak untuk melamar kerja sebagai divisi keuangan, bapak juga hubungi pihak bapak di yayasan untuk membuka lowongan di tim divisi keuangan. Gimana pak? Ucap tidar
BERSAMBUNG....