
Cuma sukma saya pa yang datang, itu ilmu rogo sukmo yang hanya mengeluarkan sukma untuk pergi. Ucap tidar
Ouh kirain kamu datang kesini, lanjut tidar terus gimana tadi Ucap pak agung
Saat saya mendekat ternyata sosok jelankrong atau bisa disebut raksasa, saya bertarung di bantu ayah, hingga menimbulkan suara ledakan itu, tapi saat mengenai jelangkrong dia diselamatkan oleh sosok sinar seperti api, setelah itu saya kehilangan jejak. Ucap tidar
Terus gimana tidar, berarti akan ada serangan susulan nanti malam? Ucap pak agung
Kemungkinan begitu. Ucap tidar
Kalau kamu menginap gimana tidar biar kalau ada sesuatu bisa langsung mengatasinya.ucap pak agung
Baik pak nanti malam kami menginap untuk berjaga-jaga, bapak juga cek di belakang rumah bapak, kalau ada barang mencurigakan, langsung bakar saja, kami pamit dulu pak nanti tidar sekolah ,Ucap ayah
Ouw ya pak terima kasih banyak, saya tidak tahu harus balas kebaikan keluarga bapak dengan cara apa. Ucap pak agung
Sementara di rumah ki jagat, sedang marah kenapa ada yang bisa melukai perewangannya, pak tomi pun pagi-pagi mendatangi rumah ki rajat.
Gimana ki apa sudah benar saya meletakkan nya tadi malam? Tanya tomi
Sebenarnya sudah benar tapi ada yang menghalanginya.ucap ki rajat
Apa saya harus meletakkannya lagi mbah? Tanya tomi
Tidak perlu kali ini saya sendiri yang akan turun tangan, kamu cukup Persiapkan sesajennya. Ucap ki tidar
Apa saja ki yang harus saya siapkan? Tanya tomi
Cari ayam cemani semakin banyak semakin baik itu saja yang lainnya saya sudah ada. Ucap ki rajat
Baik ki saja pergi sekarang untuk mencarinya. Ucap tomi, yang kemudian pergi meninggalkan rumah ki rajat
Malam pun tiba, tidar bersama keluarganya, pergi ke rumah pak agung untuk menginap, sebelum kesana pak sulkan menemui pak denya untuk meminta bantuan, mereka pun datang kerumah pak agung dengan mobil pak denya karena pak de juga membawa angga.
Assalamualaikum pak agung, salam ayah
Wa Alaikumus salam, wah rame juga pak, kirain cuma bapak dan tidar saja, mari masuk semua. ucap pak agung.
Kemana pak amir pak, tadi di pos kok tidak ada? Tanya ayah
Pak amir saya cari makanan pak untuk kita makan dan cemilan nanti malam, dan ini semua siapa pak? Tanya pak agung
Ini pak denya tidar pak dan satunya lagi muridnya di padepokan, saya minta bantuan karena tadi malam hampir kwalahan, kemungkinan nanti lebih kuat serangannya. Ucap ayah
Perkenalkan saya agung , pak sulkan dan keluarga nya sudag saya anggap keluarga jadi bapak yang keluarganya asli saya anggap keluarga juga. Ucap pak agung
__ADS_1
Saya kisman pak padenya tidak dan ini angga murid saya, semoga bisa membantu keluarga bapak. Ucap pak de
Ouh terimakasih pak kis, bu siti lebih baik istirahat saja di kamar, sudah saya siapkan kamarnya, ucap pak agung
Terimakasih pak. Ucap ibu
Saya yang harusnya berterima kasih, dan mohon maaf sudah merepotkan keluarga ibu, mbok Darmi tolong antarkan bu siti ke kamarnya. Ucap pak agung sambil memanggil mbok darmi
Jadi pak kis punya padepokan ya, kita pindah ke baliho depan agar lebih nyaman. Ucap pak agung
Iya pak cuma padepokan kecil-kecilan. Jawab pak de
Banyak ya muridnya pak? Tanya pak agung
Sedikit pak cuma 200 an orang baik dari anak-anak maupun orang dewasa. Jawab pak de
Lumayan banyak donk pak, apa saya boleh ikut, minimal untuk berjaga-jaga. Ucap pak agung
Silahkan pak setiap kamis malam latihannya, tidar juga ikut, walau saya tidak mengajarkan apa pun. Ucap pak de
Pak amir pun datang membawa makanan dan cemilan.
Berikan mbok darmir biar antarkan ke kamar bu Siti, sekalian kopi nya bawa kemari. Ucap pak agung
Tidar juga belajar pa, pak de cuma bercanda. Ucap tidar
Sebenarnya tidar di ajari oleh kakeknya langsung, sedangkan di padepokan dia hanya mengasah latihannya, ucap pak de
Ouw kakek nya tidar masih hidup, kenapa tidak di ajak sekalian, pasti lebih hebat kakeknya. Ucap pak agung
Kakeknya tidar sudah meninggal sebelum tidar lahir pak. Ucap ayah
Ini gimana sich saya kom bingung, terus gimana ngajarnya? Tanya pak agung
Kadang alam ghaib itu di luar nalar pak jadi tidak perlu anda fikirkan. Ucap pak de
Ouw begitu ya silahkan makan dulu saya sudah lapar pak. Ucap pak agung
Setelah selesai makan mereka ngobrol sampai pak de diam dan bilang.
Anda yang mengawasi kita. Ucap pak de
Iya pak de apa kita langsung serang duluan? Tanya tidar
Biar saya sama angga dulu, seperti tetanggamu musuh kita. Ucap pak de
__ADS_1
Ayah dan tidar pun bingung,
Kira-kira siapa ya. Gumam ayah dan tida
Ki rajat. Jawab ayah dan tidar bersamaan
Ya sudah kita tunggu pak de saja, saya dengar ki rajat makin sakti, makin banyak pasiennya setiap hari.
Siapa ki rajat pak? Tanya pak agung
Dia dukun sakti pak dulu waktu tidar kecil pernah berselisih dengan nya , tapi setelah itu tidak pernah bertemu lagi walaupun kita tetanggaan.
Angga pun tersadar dari rogo sukmonya.
Tidar, ayo bantu kami, guru kwalahan , ki Rajat membawa banyak pasukan
Pak tolong jaga raga kami sementara kami akan melakukan rogo sukmo. Ucap ayah
Tidak main-main rupanya ki rajat membawa puluhan jelangkrong. Tidar pun langsung ke istana menemui Dewi Sanggarwati.
Nyai boleh kah saya meminta 10 macan, karena saat ini kita berperang dengan puluhan jelangkrong. Ucap tidar
Silahkan tidar bawa sesukamu kalau butuh pasukan istana kami juga siap membantu, ucap Dewi Sanggarwati
Sementara cukup 10 macan dewi. Ucap tidar pergi bersama 10 macan, karena Gembong masih belum pulih
Pak de melawan ki rajat dan yang lain melawan jelankrong.
Ayah mengeluarkan pedangnya memerangi jelangkrong entah berapa yang menyerang, Angga pun memerangi jelangkrong dengan tongkatnya, tidar datang langsung mengeluarkan pusaka nogo suryo/ naga putih yang menjadi cemetinya di bantu 10 macan dengan ganasnya bertarung, karena memang macan yang tidar bawa kekuatannya 10 kali lipat dari tidar, karena usianya sudah ratusan tahun.
Pertarungan semakin sengit. Ki rajat mengeluarkan keduanya yang berubah menjadi ular besar, tidar yang semakin kwalahan tiba-tiba pusaka nya berubah menjadi naga putih yang besar yang menyemburkan es sehingga membekukan pasukan jelangkrong yang banyak itu, sedangkan 10 macan menjadi lebih buas memakan jelangkrong. Ayah pun semakin serius mengeluarkan cahaya putih dari tubuhnya hingga jelangkrong-jelangkrong itu kepanasan dengan sinar putihnya, sedang angga dengan tongkatnya masih bertahan.
Pasukan jelangkrong pun semakin banyak yang gugur, tapi entah dari mana masih banyak dari belakang yang menyerang,
Mereka tidak ada habisnya sebaiknya segera kita akhiri mas pertarungan ini, ucap ayah kepada pak de sambil bertarung
Ya sudah saya akan akhiri pertarungan ini, dek kamu pinjam kitab punya tidar,
Aku akan mengeluarkan gada emas ku. Ucap pak de
Tidar berikan kitab istambulmu. Ucap ayah
Tarik di kepala ku ayah, ucap tidar.
BERSAMBUNG....
__ADS_1