Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
BERTEMU JIN MERAH


__ADS_3

Ini bu ada obatnya tolong diminumkan bareng sama obat dari rumah sakit tidak apa-apa karena ini obat herbal cuma itu dari saya, semoga cepat pulih dan sehat kembali. Ucap tidar


Terimakasih tidar. Ucap ibu yeti


Tidak mungkin anak ini yang membekingi mas agung. Gumam tomi dalam hati


Tidak di pegang dulu tidar seperti mela. Ucap pak agung


Tidak pak saya ikut cuma memastikan saja kok. Ucap tidar sambil tersenyum melihat tomi


Ada yang mencurigakan, mungkin benar dia yang membekingi mas agung, gumam tomi dalam hati


Benar kok om, tiba-tiba tidar berucap seperti itu


Tomi pun kaget


Maksudnya tidar? Tanya pak agung


Maksud saya memastikan benar-benar sakit nya herpes pa? Ucap tidar


Kok manggil kamu pa gunk? Tanya ibunya


Iya bu saya yang nyuruh karena sudah saya anggap keluarga? Ucap pak agung


Ouw kalau begitu panggil saya nenek ya tidar, saya juga ingin punya cucu laki-laki. Ucap bu yeti


Baik bu. Ucap tidar


Kok bu lagi? Tanya nenek


Iya nek maksut saya? Ucap tidar sambil senyum


Nah gitu donk, ini buat jajan sekolah ya, jangan di tolak saya nenek mu lo? Ucap nenek


Terimakasih nek tapi gimana ya? Ucap tidar sambil melihat ayahnya


Ayah tidar pun senyum, sambil mengangguk


Oh lupa memperkenalkan ayahnya tidar bu, ini pak sulkan bu ayah nya. Ucap pak agung


Salam kenal bu yeti, ayo tidar besok kamu sekolah . Ucap ayah tidar


Ya sudah kami balik dulu bu. Ucap pak agung


Mereka pun pulang ditengah perjalan pak agung menanyakan ucapan tidar di rumah sakit.


Sebenarnya maksutmu memastikan apa tidar, saya yakin ada yang kamu sembunyikan. Ucap pak agung


Memastikan adik papa benar-benar terluka karena perang itu dan ternyata benar itu luka luar dukun saat bertarung malam itu. Ucao tidar


Pantes saja kamu sambil melihat tomi, lalu kamu kok bilang benar om? Ucap pak agung

__ADS_1


Dalam fikirannya dia bertanya-tanya apakah saya benar-benar beking papa gitu? Ucap tidar


Kamu bisa membaca fikiran tidar? Tanya pak agung


Ya kadang-kadang pa . Ucap tidar


Waduh saya perlu hati-hati ni. Ucap pak agung sambil tertawa


Perempuan itu baik kok pa, sudah waktunya mela punya mama baru. Ucap tidar


Ah kamu baru saya bilang hati-hati ternyata kamu tahu juga. Ucap pak agung malu-malu


Tapi benarkan dia baik, karena saya ingin serius dengannya? Tanya pak agung


Benar kok dia wanita baik-baik pasti bisa jadi ibu yang baik buat mela, walaupun dia masih muda. Ucap tidar


Terimakasih tidar kalau begitu saya makin mantap untuk menikahi nya tapi untuk orang tuanya saya masih ragu. Ucap pak agung


Ya di yakinkan dulu pak orang tuanya, kalau papa bisa menjaga dan membahagiakan putrinya, ucap tidar


Benar-benar dewasa pemikiran mu, bukan seperti anak remaja. Ucap pak agung


Ditengah perjalanan ternyata ada gangguan anak-anak muda yang kemaren pernah menghadang tidar.


Ada anak-anak itu lagi den. Ucap pak Amir


Ya sudah pak biar saya turun. Ucap tidar


Jangan nak bahaya. Biar saya telepon polisi saja. Ucap pak agung


Melihat tidar turun dari mobil anak-anak itu langsung kabur, tidar pun masuk lagi dalam mobil


Kenapa mereka langsung kabur ketika melihat mu nak? Tanya pak agung


Kemarin pas saya mengantar keluarga pak sulkan mereka mengereyok aden pak, tapi mereka semua dapat dikalahkan aden dengan mudah, makanya sekarang takut, jawab pak amir


Kenapa kamu tidak bilang mir harusnya lapor polisi biar tidak ada korban lagi. Ucap pak agung


Iya pak maaf saya lupa. Jawab pak amir


( Halo pak selamat malam. Telpon pak agung)


(Malam juga pak ada yang bisa kami bantu. Telpon kantor polisi)


( Jadi gini pak dijalan ini rawa bulus setiap malam ada anak-anak muda yang menghadang orang lewat untuk meminta uang semacam upeti mereka, mohon di selidiki pak. Telpon pak agung)


( Terimakasih pak agung atas laporan nya kami akan menyelidiki secepatnya. Telpon kantor polisi)


Sampai rumah tidar pun bersemedi menyerap ilmu alam, setiap hari tidar melakukan sampai jam 12 setelah itu sholat hajat dan tidur karena sudah kebiasaan kalau dirumah.


Seminggu kemudian ki Rajat mulai berjalan mencari seorang dukun sakti untuk belajar kepada nya, sore dia berangkat malam nya bertemu dengan seorang kakek,

__ADS_1


Apa kamu sungguh-sungguh mau belajar. Ucap kakek yang tiba-tiba ada di belakang nya.


Iya ki saya sungguh-sungguh mau belajar ilmu dari aki. Ki rajat yang ketakutan karena kakek itu didampingi jin merah dengan aura yang luar biasa.


Baiklah ikut aku, syarat utama mu yaitu kesetiaan, duduk lah disana sampai 40 hari. Ucap kakek itu


Baik ki. Ucap ki rajat


Banyak sekali godaan dari makhluk halus, perempuan tapi ki rajat sudah bertekad ingin belajar ilmu merah, sampai 40 hari dia di bangunkan oleh kakek itu.


Bangunlah kamu sudah berhasil, sembahlah junjunganmu jangan pernah ingkar wakau dihatimu , kalau tidak nyawamu sebagai gantinya. Ucap kakek itu


Iya ki, jawab ki rajat sambil menyembah jin merah raksasa.


Cukup manusia belajarlah ilmu dari ki Abrit dia teman terbaik ku turuti kemauan nya jangan pernah membantah dia. Ucap raja jin merah


Baik paduka raja. Ucap ki rajat


Ayo ikut dengan ku hari ini kau istirahat dulu akan ku sembuhkan luka dalammu. Ucap ki abrit


Terimakasih ki. Ucap ki rajat


Pagi tiba ki rajat merasa segar bugar, dengan kekuatan nya baru.


Sudah bangun kau, minumlah ini, ucap ki abrit sambil menyerahkan minuman berisi darah


Ki rajat tidak berani menolak dia meminum perlahan, walau ingin muntah tapi tetap ditahan.


Sudah ki. Jawab ki rajat


Itu sebagai pengikat, sekarang carilah perawan usia 20 tahun kebawah yang lahirnya jumat legi, untuk dijadikan tumbal saat bulan purnama. Ucap ki abrit


Baik ki akan saya cari. Ucap ki rajat


Pergilah sekarang juga waktumu hanya 10 hari. Ucap ki abrit


Ki rajat pun mencari 2 hari 3 hari belum juga menemukan,


Tolong paduka raja bantu saya mencari nya. Ucap ki rajat dalam hati.


Pergilah ke utara di sana ada desa bernama randu utuh, cari perempuan yang namanya anggi dia sasaran mu. Ucap suara tanpa rupa


Terimakasih paduka raja atas petunjuk nya. Ucap ki rajat dalam hati sambil berlutut


Ki rajat pun berjalan mencari sasaran nya, setelah bertanya kepada beberapa orang ki rajat menemukan desa itu, tapi dia menunggu malam untuk menculik anak perawan itu, setelah dirasa cukup sepi ki rajat mulai masuk desa, tapi dihadang oleh dua makhluk jelangkrong,


Pergilah jangan masuk desa ini. Ucap jelangkrong itu


Menyingkirlah kalian atau ku musnahkan kalian. Ucap ki rajat


Aku yang akan memusnahkan kan mu karena kaulah raja ku mati. Ucap jelangkrong itu

__ADS_1


Rajamu yang lemah tidak bisa membantu ku, ucap ki rajat


BERSAMBUNG...


__ADS_2