
Setelah pulang sekolah tidar langsung ke rumah pakdenya dengan sepeda onthel miliknya, dan seragam Sdnya tapi tidar membawa pakaian ganti
Setelah sampai dirumahnya pak de nya dia disuruh ganti baju dan makan dulu oleh bude
Singkat cerita pak de nya hanya tinggal berdua dengan bude di ujung desa ditengah sawah yang jauh dari pemukiman, pakde dan budenya memang belum punya anak, pak denya tidar adalah kakak dari ibunya tidar
Setelah ganti baju dan makan tidar bercerita kejadian saat ki rajat datang
Seminggu yang lalu ki rajat datang pak de menemui saya. Ucap tidar
Kenapa dia ingin menemuimu, kamu harus hati-hati dengannya dengan dukun ber ilmu hitam tidar, ucap pak de
Ilmu hitam itu apa pak de? Tanya tidar dengan polosnya
Kelak kalau kamu sudah besar akan mengetahuinya sekarang kamu tinggal kesini dulu besok berangkat sekolah dari sini nanti orang tuamu tak kabari untuk mengizinkan mu menginap semalam disini. Ucap pak de
Pak de tidar adalah guru dari padepokan tenaga dalam didesa itu, muridnya juga lumayan banyak dari anak muda sampai yang sudah tua
Dek nanti malam tidar menginap disini semalam nanti telponkan orang tuanya bilang begitu,ucap pak de Kepada bude
Iya kang tak telponkan ibunya. Jawab bude
Dek siti nanti tidar disini menginap semalam disuruh masmu. Ucap bude menelepon ibunya tidar
Iya mbak nanti ayahnya tak kasih tau sekarang masih kerja. Jawab ibu
Malam pun tiba banyak murid pak de yang datang, tidar pun dikenalkan oleh pak denya
Semua kenalkan dulu ini keponakan saya, nanti kamu ikut mas angga ya biar di ajari. Ucap pak de
Iya pak de. Jawab tidar
Indra ajari dia dan langsung tes. Ucap pak de
Baik guru. Jawab anggap
Kenapa langsung di tes di ajari juga belum tentu langsung bisa anak sekecil ini. Gumam angga dalam hati
Angga pun kaget sebentar saja di ajari Langsung bisa, setelah itu diajak saling hantam dengan tenaga dalam
Ayo kita lakukan dek kita saling memukul dengan tenaga dalam, kamu buat pagar yang kuat ya biar tidak terkena pukulan kakak. Ucap angga Yang meremehkan tidar
Angga memulai dengan pukulan jarak jauhnya dia terheran-heran kenapa anak sekecil ini bisa membuat pagar gaib yang luar biasa, beberapa kali dia memukul tidak ada satu pun yang mengenai tidar.
Sekarang giliran mu memukul kakak, pukul dengan sekuat-kuatnya ya. Ucap angga
Angga pun terkena hinggal terpental beberapa meter sampai muntah darah.
__ADS_1
Semua murid pak de terkejut kenapa anak sekecil ini bisa melakukan pukulan jarah jauh yang luar biasa. Murid-murid lainnya berlari menolong angga, pak de pun datang mengobatinya
Jangan anggap remeh siapa pun Angga coba buka mata batinmu biar lebih jelas siapa yang kau hadapi. Ucap pak de
Angga pun kaget melihat macan disamping tidar dan ada cahaya putih didalam tubuhnya
Itu apa guru didalam tubuhnya angga? Tanya Angga
Aku juga belum tahu nanti malam baru aku cari tahu, dia tak suruh belajar tenaga dalam karena banyak dukun yang mengincar itu. Ucap pakde
Angga pun masih kesakitan saat akan berdiri, kemudian tidar datang dan menempelkan tangannya ke dada angga, seketika angga sembuh
Loh sudah tidak sakit lagi terimakasih dek, ucap angga
Sama-sama kak maaf tapi terlalu kencang ya? Ucap tidar
Iya dek kamu terlalu kencang mukulnya. Jawab angga
Sebenarnya itu tidak penuh kak saya ditahan oleh gembong jangan kencang- kencang katanya. Ucap tidar
Semua yang mendengar itu kaget
Siapa itu gembong apakah macan disamping mu ini? Tanya angga
Iya kak dia namanya Gembong. Jawab tidar
Ini macan dari nenekmu? Tanya pak de
Iya pak de saat berkunjung kerumahnya nenek di kasih gembong biar punya teman ghaib. Jawab tidar
Terus yang bercahaya ditubuhmu apa tidar? Tanya pak de
Ini pusaka nogo suryo dari raja punden, jawab tidar
Apa mungkin pas waktu kamu tertidur tiga hari itu? Tanya pak de
Benar pak de, padahal saya rasa hanya 3 jam tapi kok sampai 3 hari ya? Ucap tidar
Alam nyata dan alam ghaib beda tidar waktu disana pun walau sebentar di alam nyatanya lama. Jawab pak de
Biar pakde lihat pusaka itu, apa namanya tadi? Tanya pak de
Nogo suryo namanya itupun tidar tahu saat ki rajat melihat nya. Jawab tidar
Terus dimana kamu menyimpan nya kan kamu pakai kaos? Tanya pak de
Tidar pun memejamkan matanya terus membuka matanya munculnya pusaka itu
__ADS_1
Kamu bisa menyimpan ini ditubuhmu? Tanya pak de
Iya pak de di ajari gembong. Jawab tidar
Pak de pun melihat isinya
Simpan baik-baik pusaka ini, pak de akan kasih ilmu kamu konsentrasi ya pejamkan matamu. Ucap pak de
Setelah selesai pak de memanggil semua muridnya dan disuruh mengeroyok tidar terserah pakai senjata mau tenaga dalam bebas
Semua kaget tapi menurut i perintah gurunya, tidar pun kaget tapi dia percaya kepada pak denya
Setelah bersiap tidar ditengah semua menyerang tidar tapi tidak ada satupun yang mengenai tubuh tidar, Gembong yang kwatir di surug diam saja sama pak de
Murid-murid pak de sampai kelelahan menyerang, ada yang pakai senjata tajam ada yang tenaga dalam ada juga dengan tendangan langsung.
Melihat murid-muridnya kelelahan pak menyudahi nya dan disuruh istirahat
Amalkan ini sampai 40 hari baca tiap malam setelah jam 12 malam ya. Ucap pak de
Iya pak de. Jawab tidar
Jangan sampai bolong sehari kalau pun sehari saja kamu lupa kamu harus mengulangnya dari awal, di mulai malam selasa saja, ucap pak de
Setelah itu tidar tidur dan paginya berangkat sekolah dari rumah pak de
Setelah pulang sekolah tidar langsung pulang dan menceritakan kepada ayahnya
Lakukan saja yang diperintahkan pak demu. Ucah ayah
Iya ayah. Jawab tidar
Tidar tidar datang lah kemari tidar. Ucap ki rajat memanggil tidar yang tidur dengan ajiannya
Malam harinya setelah dia melaksanakan amalan dia tertidur dan terkena ajian puter giling yang dilakukan ki rajat, orang tuanya tidak tahu kalau anaknya pergi dari rumah
Serahkan pusaka itu padaku tidar. Ucap ki rajat
Tidar yang tidak sadar mengeluarkan pusaka itu tapi Gembong tidak diam saja dia menyerang ki rajat tapi tidak bisa malah sekarang gembong terkena jurus kunci dari ki rajat sehingga dia tidak bisa bergerak
Pusaka sudah ditangan tidar, ki rajat yang akan mengambilnya malah muncul ular besar yang meyerang dengan ganas Kepada Ki rajat, sampai anak buah nya ki rajat lari ketakutan melihat ular yang besar itu, perewangannya ki rajat terlempar oleh ekor ular itu, setelah itu muncul kakek bersorban putih.
Jangan ganggu dia, aku sudah menjadi miliknya jadi jangan harap kau bisa merebutnya. Ucap kakek penunggu
Mohon ampun saya tidak akan mengulangi nya lagi. Ucap ki rajat
Tidar pun dibawa pulang oleh Gembong
__ADS_1
BERSAMBUNG....