Pusaka Warisan Leluhur

Pusaka Warisan Leluhur
jelangkrong


__ADS_3

Tidak perlu tom biar dia dapat balasan Dari Allah saja. Ucap pak agung


Ya sudah mas, saya balik dulu ya masih ada urusan. Ucap tomi buru-buru pergi


Iya tom hati-hati dijalan. Jawab pak agung


Setelah berkunjung ke rumah pak agung, tomi menuju rumah ki rekso untuk menanyakan, keluarga pak agung yang masih baik-baik saja.


Permisi ki, ucap tomi


Saya sudah tahu anda mau menanyakan tentang keluarga Agung Firmansyah, tapi saya sudah tidak bisa membantu anda dan pergi dari sini. Ucap ki rekso mengusir Tomi yang baru datang


Tomi pun kesal dengan ki rekso, yang tiba-tiba marah kepada nya, sesaat kemudian dia menepikan mobilnya di warung kopi pinggir jalan, sambil menunggu pesanan kopi datang, dia menyalakan rokok sambil termenung penuh Kekesalan.


Seharusnya saya yang marah, karena dia tidak becus menjalankan tugasnya, kenapa malah dia duluan yang marah, gumamnya dalam hati


Dia marah karena takut musuhnya lebih kuat darinya. Ucapan seorang pria paruh baya yang tiba-tiba berucap seolah tahu isi hatinya.


Kakek siapa kenapa tahu isi hatiku. Ucap tomi


Panggil aku ki rajat, aku bisa membantu mu jika kau mau, kamu ingin menyingkirkan keluarga kakakmu sendiri kan? Ucap ki rajat


Yang benar ki, tolong bantuannya ki. Ucap tomi


Tapi apa kamu mampu? Ucap ki rajat


Berapa pun akan saya bayar ki, asal merekan musnah. Ucap tomi


Baik aku suka anak muda seperti mu hhhh. ucap ki rajat dengan tawanya


Sebagai gambaran tomi anak muda berusia 30 puluh tahun, dan pak agung kakaknya 35 tahun.


Terus gimana ki apa syaratnya, ucap tomi


ayo kita ke rumah ku saja biar lebih enak ngobrol-ngobrolnya. Ucap ki rajat


Tomi pun mengikuti ki rajat dengan menaiki mobilnya, saat sampai dirumah ki rajat, tomi heran, seorang dukun bisa mempunyai rumah yang cukup bagus dan pengawal yang lumayan banyak.


Ayo masuk tidak perlu heran, selain jadi dukun Aku juga punya penghasilan lain dari usahaku. Ucap ki rajat


Iya ki maaf. Ucap tomi


Rumah itu dipagari pagar ghaib jadi harus kamu sendiri yang kesana untuk mengubur benda ini di sekitar rumahnya, nanti aku kasih mantra sirep agar tidak ada yang mengetahui saat kamu kesana, ucap ki rajat sambil memberikan bungkusan kresek hitam.

__ADS_1


Baik ki nanti malam saya akan kesana. Ucap tomi


Malam pun tiba, saat sudah kelihatan sepi, tomi merapalkan mantra sirep, agar lebih aman, tomi pun masuk di halaman belakang rumah pak agung untuk mengubur bungkusan kresek hitam.


Tidar merasakan jika ada yang merusak pagar ghaib nya, langsung melakukan rogo sukmo untuk melihat langsung kerumah pak agung, dia melihat seorang pria mengubur sesuatu, tapi setelah pria itu pergi tidar Langsung mendekati barang yang dikubur tomi, saat mulai mendekat dia dikejutkan oleh jelankrong yang besar.


Mau apa kau anak kecil. Ucap jelangkrong itu


Pergilah dari sini tidak usah menganggu keluarga ini. Ucap tidar


Aku tidak akan pergi sampai Tuanku yang memanggil. Ucap jelangkrong


Kalau begitu akan saya paksa untuk mengusir mu. Ucap tidar


Silahkan kalau kau mampu, ucao jelangkrong sambil menyerang tidar


Tiba-tiba Gembong datang menangkia serangan jelangkrong.


Biar saya yang hadapi tuanku. Ucap Gembong dengan mode macannya.


Gembong pun bertarung dengan jelangkrong, tapi Gembong pun terpental hingga terluka parah, tidar pun menolong dan membawanya ke istana dewi sanggarwati untuk di obati, setelah itu kembali untuk bertarung dengan jelangkrong.


Tidar pun bertarung hampir kewalahan melawan jelankrong, dikeluarkan pusaka nogo suryo/naga putih, pusaka itu berubah menjadi cepeti yang besar bersinar putih, di hantamkan ke jelangkrong tapi berhasil menghindar hingga timbulah suara-suara ledakan, pak agung mendengar itu langsung ke luar kamar, ternyata mbok darmi dan putrinya juga keluar kamar dengan ketakutan.


Tidak usah takut nak kita berdoa saja semoga semua baik-baik saja.


Sementara ayah tidar merasakan ada yang tidak beres langsung ke kamar tidar, melihat tidar semedi ayahnya pun ikut bersemedi melakukan rogo sukmo.


Sesaat kemudian sukma ayah tidar tiba di rumah pak agung dan membantu anaknya bertatung dengan jelangkrong, saat jelangkrong kwalahan dengan tidar yang menyabetkan cemeti nya dia mengambil gadanya, pertarungan semakin sengit, ayah nya tidar bertarung pedangnya. Saat cemetinya tidar mengenai jelangkrong dan membuat luka bakar nya, tiba-tiba ada cahaya muncul menyelamatkan jelangkrong dan menghilang.


Tidar yang ingin mengejarnya dihadang ayahnya.


Tidak perlu tidar ayo kita pulang. Ucap ayah nya menarik tidar ke raga nya. Saat kembali ke raganya ayahnya bertanya kepada tidar.


Dari kiriman lagi tidar? Tanya ayahnya


Iyah yah tapi kelihatannya beda dari yang kemarin yang ini lebih kuat. Jawab tidar


Besok setelah subuh kita ke rumah pak agung saja, sekarang kamu tidur, ucap ayahnya yang keluar dari kamar tidar


Esoknya pak sulkan bersama tidar berangkat menuju rumah pak agung sesampainya di rumah pak agung, ternyata masih sepi.


Assalamualaikum pak agung, salam ayah tidar sambil mengetok pintu rumah pak agung, terus mengetok sampai salam yang kedua, sebelum salam yang ketiga rupanya sudah ada jawaban dari dalam.

__ADS_1


Wa Alaikumus salam, pintu pun dibuka oleh pak Amir


Kok sepi pak, gerbang nya juga tidak dikunci? Tanya ayah


Iya pak tadi malam berkumpul di sini semua, saya juga tidak berani tidur di pos saya, silahkan duduk pak saya panggilkan tuan dulu. Ucap pak amir


Pak amirpun masuk kembali ke dalam untuk memanggil pak agung sedangkan tidar dan ayahnya menunggu di kursi depan rumah.


Selamat pagi pak, Alkhamdulillah anda datang, tadi malam kami semua tidak bisa tidur dan baru tidur tadi setelah sholat subuh jadi kesiangan bangungnya.ucap pak agung


Iya pak saya sudah tahu kejadian tadi malam makanya saya pagi-pagi langsung kesini, maaf ya pak mengganggu istirahat nya. Ucap ayah


Tidak pak malah saya berterima kasih karena bapak kesini tadi malam saya juga berunding dengan amir kalau mau ke rumah bapak, ayo pak masuk, amir suruh mbok darmi membuat minuman. Ucap pak agung


Tidak usah repot-repot pak, di sini saja lebih sejuk udaranya. Ucap ayah tidar


Jadi sebenarnya ada apa pak tadi malam saya sekeluarga mendengar ledakan-ledakan yang keras? Tanya pak agung


Biar tidar saja pak yang menjelaskan. Ucap ayah


Jadi gini pa tadi malam saya merasa ada yang merusak pagar ghaib yang saya buat dengan ayah kemarin itu, setelah itu saya coba lihat dengan rogo sukmo, ternyata ada seorang pria yang mengubur seuatu di belakang rumah papa. Ucap tidar


Kamu tahu wajahnya tidar? Tanya pak agung


Tidak pa karena orang itu memakai topeng, jadi tidak kelihatan. Ucap tidar


Mbok darmi pun datang mebawa teh, susu dan roti


Silahkan pak. Ucap mbok Darmi


Makasih mbok, jawab ayah


Mari kita makan roti nya dulu pak , tidar. Ucap pak agung


Sambil makan tidar pun melanjutkan ceritanya.


Orang itu mau mengirimkan santet saat orang itu pergi, saya pun mendekat ke barang itu.ucap tidar mau melanjutkan tapi di potong pak agung


Kenapa tidak masuk dulu tidar. Ucap pak agung


Cuma sukma saya pa yang datang, itu ilmu rogo sukmo yang hanya mengeluarkan sukma untuk pergi. Ucap tidar


Ouh kirain kamu datang kesini. Ucap pak agung

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2