QUEEN MILIADER

QUEEN MILIADER
takut hilaf


__ADS_3

Keluarga Atmaja sedang menuju rumah sakit tempat di rawat mamanya Renata, Renata begitu bahagian mendengar kabar Mama nya sudah sadar dia begitu merindukan Mama nya sepanjang jalan dia terus menangis di pelukan papanya


" pah tangan papa bisa di gerakan papa akan cepat sembuh"kata Renata Atmaja yang ada di samping renata juga ikut bahagia atas kebahagiaan yang di alami Kaka nya setelah masalah yang menimpa keluarga mereka


" papa mu akan cepat sembuh nak " kata atmaja sambil mengusap kepala Renata


" terimakasih paman sudah menolong keluarga saya " kata Renata


" kalian juga keluarga saya kalau kamu lupa nak papa kamu satu satunya keluarga yang saya punya stelah kepergian kedua orang tua kami " kata atmaja mengingat almarhum kedua orang tua nya


" iya paman maafkan rena yang tidak mengenali paman setiap rena melihat arga rena merasa ada perasaan aneh skarang rena tau perasaan apa itu mungkin karena arga sodara rena " kata Renata


" kamu juga masih mempunyai 1 ponakan perempuan namanya tania atmaja baru berumur 5 tahun 2 bulan lagi mau 6 tahun " kata Atmaja renata tersenyum ternyata renata masih punya sodara


Di tempat lain


" sial kenapa semua kartu ku ga bisa di gunakan aku Harus hubungi mama " kata seorang gadis yang sedang berbelanja


" halo ma kenapa kartu ku ga bisa di pakai ma " kata seorang gadis pada mama nya


"" kami ini nelpon bukan menanyakan kabar malah kartu yang kamu tanyakan apa maksud kamu tidak bisa dipakai putri " kata luna mama tiri renata


" ya semua kartu debit maj semuanya ga bisa di pakai " kata putri sodara tiri renata

__ADS_1


" berarti mereka sudah membekukan semua aset hadi putri,kamu dmn sekarang kamu pulang ke rumah lama kita ya mama ada di sini " kata mama tiri renata


" kenapa kita kembali kesana ma aku ga mau ya kita ke rumah papa Hadi aja ma aku juga ga ada uang buat ongkos naik taksi aku ga ada uang cas " kata putri


" rumah itu sudah d ambil alih keluarga nya putri kamu naik bus aja nak mama juga ga bnyak punya uang cas ini juga buat biaya kita " kata luna


" apa yang terjadi mah bukan nya tante nazwa dan papa hadi masih sakit ga bisa melakukan apa-apa " kata putri


" nanti saja bertanya nya sekarang kamu pulang " kata luna


Di mension semua di hebohkan dengan tingkah avin yang begitu aktif


" ontel yang tepet dalan na yama banet cih " kata avin


" uncle cape anak manis kudanya harus isi bensin dulu uncle lelah jagoan " kata varrel ambruk


" Gimana kalau kita main nya jangan kuda kudaan kita main lego aja kita buat pesawat terbang " kata Albert dan marvin sangat senang dia mau varrel mendengus kesal


" kenapa ga dari tadi aja main Lego nya avin ontel nemenin nya bisa sambil duduk " kata varrel


" ontel ga ajak ontel tdi avin ajak uda udan au " kata malvin


marvin bangun dan lari pergi ke dapur semua orang memperhatikan gerak gerik anak kecil itu marvin meminta air pada pelayan yang ada di dapur katena ga nyampe mau ambil sendiri

__ADS_1


" maacih mbk " kata marvin pada pelayan di dapur


" sama sama aden " kata pelayan


" nama atu avin mbk butan aden " kata marvin pelayan di dapur keta begitu juga irang yang sedang memperhatikan Marvin, marvin membawa air itu dengan susah payah walau ada sedikit tumpah di jalan


" ini ontel di mnyum ail nya bial ontel tepet kuat ladi maaf in avin ya ontel uda uat ontel tape " kata malvin mamanya malvin tersenyum yang dia ajarkan sangat di mengerti dan anak ini sangat pintar yang lain di buat terkejut anak yang baru berumur 4 tahun itu bisa melakukan hal yang ga mudah di lakukan orang dewasa


" terimakasih avin ontel udah sehat kita main lego ya kita bikin pesawat " kata varrel sambil memeluk avin


" aku mau bikin yang kaya gitu " celetuk Albert melihat marvin


" enak aja halalin dulu " kata bunda cantika bunda nya wina dan mama Albert bersamaan Albert kaget dia garuk-garuk kepala


" wina mau lulus skolah dulu ma " kata Albert pelan


" ya makanya tunggu " serempak emak emak lagi


Albert cengengesan


" takut hilaf bun bisa di percepat gak " kata Albert


" enggak " serempak emak emak di tambah Cantika dan wina Albert langsung cemberut sambil meluk wina menyembunyikan wajah nya..

__ADS_1


bersambung


.. nah tuh c Albert takut hilaf Albert mai ngikutin jejak arga nikah muda kayanya, setelah ini gimana nasib putri ya dan mamanya dan Marvin akan bikin ke hebohan apa lagi ya


__ADS_2