QUEEN MILIADER

QUEEN MILIADER
KENYATAAN KEHIDUPAN VIOLETTA


__ADS_3

Haura menangis sambil memeluk Violetta


" mereka sangat menyayangi kamu papa har yang mendonorkan hati nya buat kamu saat kmu kecelakaan hati kamu rusak papa yang mendonorkan nya bukan mama safina bram dan mama safina tidak saling mencintai mereka menikah karena di jodohkan karena om bram saat itu sedang frustasi karena di hianati mantan istri paman hadi tante luna jdi om bram menyetujui perjodohan itu om Bram tau mama safina tidak bisa punya anak dia setuju mengakui kamu sebagai anak nya setelah dia juga di vonis sulit membuahi di kata kan sulit punya anak mereka menjalankan kehidupan normal sebagai suami istri tapi tidak saling mencintai om Bram bnyak main dengan wanita lain begitu juga mama Safina bahkan baru-baru ini om bram berniat menghancurkan anak tante Luna tapi nasib baik ada pada putri dia bertemu dengan anak angkat papa Hadi Natan menolong putri dengan menjadikan nya istri dan memboyong ke kota dia " kata haura menceritakan yang dia tau pada sahabat kecil nya itu


" dimana makam ketua orang tua ku " tanya Violetta setelah lebih tenang


" aku akan kasih tau tapi sekarang ikut lah sama marvel berontak lah terus kalau kamu ingin raga mempertanggung jawabkan semua yang dia lakukan pada keluar ga mu " kata haura


" benar yang di katakan haura ikutlah dengan marvel kami akan membantu kamu " kata cantika yang baru datang


" bukan gw juga yang bikin lu masuk penjara gw aja ga tau apa-apa " kata Cantika santai


" pergi lah mereka akan membawa kamu ke mension kami kita akan bertemu di sana jika di jalan kamu di selamatkan raga berpura-pura lah belum tau apa-apa kamu bisa cari bukti sendiri kalau tidak percaya sam yang aku katakan jangan menelpon ponsel kamu di sadap semua media kamu raga punya " kata cantika memberikan secarik kertas


" kalau kamu ingin menemui ku di sini tempat ini tidak bisa dia jangkau walau semua anak buah nya di kerahkan tapi kalau kamu sudah masuk ke sini itu artinya kamu sudah melepas diri dari raga " kata cantika kali ini Violetta


" baik lah maaf kalau aku masih ragu sama kalian " kata Violetta dia ikut kmna Marvel membawanya dan benar saja di perjalanan raga menjegat mobil yang membawa Violetta dengan membawa bnyak pasukan membawa kembali Violetta


" letta kamu baik-baik saja bagai mana kamu bisa tertangkap sam mereka apa itu jebakan " kata raga


" iya itu jebakan Cantika tidak minum minuman itu seperti yang di katakan Sandra Cantika bukan anak bodoh yang ga tau di minuman nya ada zat lain " kata Violetta berusaha setenang mungkit untuk tidak emosi dia akan mengoba percaya pada Cantika dan haura sahabat nya dia akan cari tau kebnearan di tumah nya.


" ga kita pulang ke rumah ya aku sangat lelah hari ini aku banyak menghahbiskan tenaga untuk melawan mereka " kata vio sambil pura-pura tiduran seprti orang kelelahan dia memang lelah tapi lelah hati bukan tenaga


" tapi mama belum pulang " kata raga keceplosan setahu vio mamanya sedang sakit


" tadi aku antar mama ke rumah sakit karena badan nya lemah dan aku tinggal kan mama di rumah sakit pas baron nhabatin kamu di bawa anak buah Kusuma " kata arga meralat omongannya


" baik lah kita jemput mama dulu setelah itu kita pulang " kata bio membuat raga memutar otak


" baik lah kita jemput mama dulu sebentar kita beli makanan dulu buat makan malam di rumah mama sedang sakit ga mungkin kita suruh masak " kata raga sebenarnya raga berniat menghubungi mama angkat nya yang lagi sama pelanggan nya kalau jam segini


" ya udah aku tunggu di mobil ya aku lelah " kata vio raga keluar dari mobil dan masuk ke restoran untuk membeli makanan di dalam restoran


" hallo mah kamu di mana " kata raga


" kenapa aku di tempat pelangan mama ini baru selesai " kata mama Safina


" mama kebrmah sakit medika ya aku jemput di sana ini aku bersama Violetta tfi aku bilang mama aku bawa ke rumah sakit tdi dia tertangkap anak buah kusuma " kta raga


" ya udah mama ke sana " kata safina raga dan safina memang suda membohongi Violetta bahkan jika tidak ada vio mereka berbagi ranjang yang sama saling memuaskan pekerjaan safina adalah menemani pria hidung belang karena Safina masih cantik sedangkan raga adalah anak yang bertemu dengan Safina saat Safina di siksa pelanggan nya raga membawa Safina kabut bersama nya saat itu belum menikah dengan bram di belakang Violetta mendengarkan percakapan mereka


" ternyata haura dan Cantika benar aku tidak perlu mencari bukti lagi ini saja sudah membuktikan mereka sekongkol membohongiku " kata Violetta dalam hati dia kembali ke mobil tdi dia mengikuti raga ingin tau

__ADS_1


" jika benar itu artinya aku memang di jadikan alat oleh mereka tapi untuk apa mereka membunuh semua keluarga ku aku hanya perlu mencari tau kenapa mereka menjadikan ku alat " kata vio lagi dalam hati di mobil vio pura-pura tidur


sesampainya di rumah sakit Safina sudah ada di depan rumah sakit dengan muka pucat


" mama safina masih memakai baju tidur tdi pagi tapi tasnya branded yang belum aku lihat seperti nya dia lupa tukar tas nya " kata vio dalam hati


" mama baik-baik saja kenapa tidak menunggu di dalam saja " kata raga sambil pegang mama nya


" iya mah kenapa tidak menunggu di dalam saja " kata Violetta berusaha untuk tidak melakukan tindakan mencurigakan seperti nya dia akan butuh bantuan Cantika dan kawan-kawan nya karena raga tidak bisa di lawan sendirian


" ya udah kita pulang ya " kata raga


" aku mau menanyakan ke dokter dulu apa aja yg tidak boleh mamah konsumsi nanti aku yang akan menjaga mama di rumah " kata Violetta


" jangan " kata raga dan safina bersamaan


" maksudnya biar biar nanti raga aja yang masuk mama tidak apa kamu cape sekali kayanya kita istrahat di mobil aja ya " kata mama safina


" ya udah aku juga lelah banget mau istirahat " kata vio masuk ke mobil


" kalian pintar sekali berbohong padaku bertahun-tahun aku menyayangi kalian seperti ibu dan Abang sendiri sekarang kalian membuat aku kecewa ber lipat lipat ganda apa papa bram mengetahui soal ini " kata vio dalam hati


" mah papa dimana " kata vio pada safina


" papamu masih di Jerman nanti mlm sampai ke rumah " kata safina bram emng sedang ada urusan tapi bukan pekerjaan urusan ranjang bersama perempuan nya


sesampainya di rumah sudah ada mobil mewah ter parkir di halaman rumah


" mobil siapa itu " kata safina pada raga


" ga tau mah atau mungkin papa pulang sepat " kata raga sebenarnya nya Violetta mendengarnya tpi dia terus pura-pura tidur Safina melihat Violetta masih tidur


" biar aja bram pulang hanya ingin menemui Violetta dia tidak akan secepat itu melupakan anak dari wanita yang dia cintai itu sebabnya dia begitu menyayangi vio dan menjaganya dari kamu sampai dia mau merawat violen anak kalian " kata safina yang di dengar jelas oleh Violetta


" aku yakin mah kalau papa bram bukan hanya kasihan pada vio tapi papa mencintai bio seperti dia mencintai mendiang ibu nya vio naina kenapa mama tidak pernah bisa mencintai papa bram dia orang baik " kata raga


" papa bram menikahi mama supaya mama tidak mengganggu rumah tangga naina dan har mama sangat mencintai har dan naina masuk ke kehidupan kami har mencintai naina hanya menganggap mama sebagai adik dan saat mama bertemu bram mama juga sudah mencintai bram mama mengikhlaskan har sampai mama tau kenyataan kalau bram juga sangat mencintai naina sebelum bertemu luna hati mama sakit kenapa naina selalu mengambil laki laki yang mama cintai " kata safina


" bercerai lah dari Bram ikut bersama ku kita jalani hidup normal seperti pasangan lainnya " kata raga sambil memegang tangan Safina


" aku tidak bisa memberi mu keturunan buat kamu aku di vonis mandul ga " kata safina menangis


" tidak masalah aku hanya ingin hidup berdua dengan kamu aku tau kmu lebih tua 5 tahun dari aku tapi tidak akan menghalangi aku buat mencintaimu " kata raga

__ADS_1


" kita bicarakan nanti masih ada yang ingin aku lakukan pada keturunan naina aku ingin menghabisi semua keturunan naina kluarga kusuma sangat menjaga adik kandung Violetta bahkan aku tidak tau dia fi rawat dimana " kata Safina dendam sudah membuat dia lupa kalau dia di rawat oleh keluarga har


" bukannya dia di rumah sakit jiwa " kata raga


" mama sudah kesan dia tidak ada anak kusuma sudah mencium gerakan kita jdi dia sendiri yang menyembunyikan anak itu " kata Safina Violetta yang sudah mendengar semua berpura-pura baru bangun


" eghhh kita sudah sampai mah " kata Violetta berpura-pura tidak mendengar obrolan mereka


" iya sayang kita bru saja sampai ayo turun sepertinya papa kamu sudah pulang " kata safina


" ya udah ayo turun " kata raga sambil turun membuka pintu untuk Safina Violetta yang melihat itu hanya berdecih


sampai di dalam rumah


" kapan kamu sampai mas " kata safina pada bram yang sedang duduk di ruang tamu


" baru saja, tdi dari bandara langsung pulang tidak ke kantor dulu kamu sakit kalian dari mana pulang bersamaan " kata bram sambil melihat Violetta yang hanya diam saja


" tadi aku bwa mama ke rumah sakit " kata raga


" kamu sakit apa " tanya bram sambil bawa safina duduk di dekat dia raga mengepalkan tangan nya Violetta melihat itu


" aku hanya kelelahan aja " kata Safina


" makan nya jangan bekerja terlalu keras tubuh kamu juha butuh istirahat " kata bram menekan kan kata keras sekarang Violetta sudah mengerti kata-kata yang sering papa bram keluarkan bukan khawatir melainkan sindiran atas pekerjaan mama nya


Violetta tersenyum sekarang sudah mengerti semuanya nanti malam dia akan berbicara pada papa bram dia tau setiap papa bram pulang dia selalu mampir ke kamar Violetta dan sempat mencium kening Violetta sayang kalau dulu dia pikir itu kasih sayang pada anaknya tapi sekarang dia sudah mengerti


" pah mah aku ke kamar nya aku mau mandi dulu sekalian mau obati memar ku " kata Violetta


" kamu luka vi ya udah ayo biar papa bantu obati papa antar mama mu ke kamar dulu" kata bram cepat


" iya pah aku duluan ya ke kamar mama istrahat ya " kata Violetta sambil cium pipi Safina


" ya udah mama ke kamar ya jangan lupa minum obat pereda nyeri juga " kata Safina Violetta hanya mengangkat jempolnya


" kalau gitu aku kembali ke kantor ya masih ada kerajaan " kata raga


" baiklah hati-hati nak " kata bram raga juga hanya mengangkat jempolnya tapi sebelum berangkat dia juga menyempatkan mencium pipi Safina


" mama istrahat ya " kata raga dengan maksud sebenarnya bram mengerti maksud itu dia hanya diam


" iya kamu hati-hati " kata safina

__ADS_1


bersambung


hubungan yang rumit


__ADS_2