QUEEN MILIADER

QUEEN MILIADER
MALAM INDAH DI BALKON


__ADS_3

" apa kamu kerja sama keluarga Cantika " tanya sandra pada bernad


" lebih tepatnya aku bekerja sama nona cantika dan dia yang membiayai sekolah ku bukan keluarga nya " kata bernad sandra menatap bernad penuh tanya


" non cantika adalah princess keluarga kusuma dia memang masih muda tapi dia sangat jenius dalam segala hal di umur dia sekarang dia sudah memiliki segalanya " kata bernad menceritakan tentang cantika dia merasa sekarang Sandra sudah lebih baik


" dia pasti punya segalanya perusahaan papanya kan perusahaan besar jadi dia bisa melakukan apa aja dengan harta keluarga nya " kata sandra sambil mengerjakan tugas sekolah nya


" kamu salah non cantika dan den arga sudah memiliki perusahaan sendiri sendiri di umurnya sekarang dia sudah hidup dengan uangnya sendiri " kata bernad sandra terkejut pantas saja dia tidak pernah bisa menyentuh sahabat-sahabat nya Cantika


" apa mension langit termasuk milik cantika bukan keluarga nya " tanya sandra penasaran dengan kepemilikan mension terbesar di kota ini dan paling aman ga bisa di sentuh mafia mna pun setau dia dari Violetta


" iya itu milik non cantika kalau kata sahabat-sahabat nya non cantika adalah QUEEN MILIADER karena dia lebih kaya dari orang tuanya justru ke aman an perusahaan para orang tua di jaga non cantika , kamu sudah selesai tugas nya " tanya bernad melihat sandra sudah berhenti menulis


" tinggal dua soal aku belum ngerti nanti bertanya di kelas aja " kata Sandra sambil membereskan bukunya


" sini biar aku bantu " kata bernad sambil duduk di samping Sandra,sandra merasa jantungnya dag dig dug entah perasaan apa itu sama seperti yang di rasakan bernad tapi dia pandai mengatur experesi nya


bernad membantu sandra menyelesaikan tugas nya sampai selesai sampai pada akhirnya tidak sengaja bernad menyentuh tangan sandra,sandra yang terkejut menatap bernad begitu juga bernad mereka saling tatap tanpa sadar mereka sudah saling cumbu bernad yang sadar lebih dulu melepas dan minta maaf


" maaf aku tidak bermaksud kurang ajar " kata bernad salah tingkah


" maafkan aku juga tidak apa-apa aku juga salah " kata Sandra juga salah tingkah mereka sama sama tertawa


" kita duduk di sana " kata bernad menunjuk balkon kamar disana ada sopa yang nyaman untuk ngobrol



" ayo aku akan buatkan teh hangat " kata Sandra mengurangi rasa canggung setelah ciuman tadi


mereka duduk di balkon kamar yang tidak mewah tapi nyaman buat mereka ngobrol menceritakan segala hal yang bisa bikin mereka rileks bernad melihat senyuman Sandra membuat dia sedikit lega Sandra tidak marah karena kejadian tadi


" sejak kapan kamu tinggal dengan keluarga ini " kata sandra bertanya pada bernad


" sejak umurku 7 tahun aku di temukan di jalanan oleh ayah Cantika di angkat menjadi anak di sekolahkan hingga sekarang dan semua pekerja yang masih muda di sini rata rata ayah kusuma yang mengambil mereka dari jalanan di didik dan di sekolahkan " kata bernad menceritakan asal usulnya


" kamu tau dimana keluarga kamu " tanya Sandra bernad mengelengkan kepala


" papa Atma bekali kali ingin membantu mencari keluarga ku tapi aku menolak kalau memang mereka membutuhkan ku pasti mereka mencari ku tapi ini tidak ada sudah 11 tahun aku di sini tidak ada yang mencari ku aku lebih suka di sini dengan keluarga baruku mereka lebih menyayangiku " kata bernad sambil tersenyum

__ADS_1


" aku tidak perlu menceritakan tentang aku kan kamu sudah tau semuanya termasuk semua kejahatan aku " kata Sandra tersenyum bernad juga tersenyum mereka terhanyut dengan udara dingin nya malam


" kamu kedinginan kita masuk nanti kamu masuk angin " kata bernad saat bernad akan bangun sandra memegang tangan bernad


" aku tidak apa apa kita disini dulu " kata Sandra tanpa di sengaja bernad kepleset dan terjatuh di atas sandra mereka saling tatap bernad yang melihat Sandra menatap nya tanpa sadar mendekatkan wajahnya sandra memejamkan mata dan malam itu mereka melakukan kesalahan di balkon.dan angin malam menjadi saksi kegitan mereka setelah selsai dengan kegiatan nya bernad tidak melepas pelukan nya


" maafkan aku,aku tidak bermaksud kurang ajar aku janji akan bertanggung jawab " kata bernad merasa bersalah takut Sandra marah tapi nyatanya sandra juga menikmatinya


" tidak apa apa aku juga salah tidak menolaknya " kata sandra hening tidak ada pembicaraan sandra bergerak dia meringis


" apa sakit banget " tanya bernad khawatir sandra mengelengkan kepala dia malu untuk menjawab


" aku akan mengurangi rasa sakitnya terimakasih sudah tidak menolak ku mulai sekarang kamu adalah kekasih ku aku akan menikahimu setelah lulus tidak ada penolakan" kata bernad berbisik sandra mengangguk-anggukkan kepala nya


dan malam itu bernad bermain berkali kali bersama sandra yang sudah resmi menjadi kekasih nya.


Di kediaman luna, luna sudah sah menjadi istri daniel mereka akan pindah ke tempat kelahiran daniel mereka akan tinggal di sana di kota kincir angin..


Di tempat safina, safina dan raga juga berencana menikah tapi Safina masih memendam rasa pada bram dia akan menemui bram tanpa raga dia ingin kembali pada bram dia berharap bram masih ada perasaan untuk nya..


Dimension langit varrel dan albert sedang meminta izin untuk bertunangan juga dengan kekasih nya masing masing setelah kekasih nya lulus mereka akan menikah ..dan izin pun di dapatkan


" onti kenapa perut onti dan mama makin besar " tanya avin bingung melihat perut mama dan onti Cantika makin besar saja


" karena di sini ada adek avin dan di perut onti ada ponakan avin jadi nanti avin akan punya 2 adik " kata mama avin avin tersenyum sekarang dia sudah mengerti tidak begitu banyak tanya


Ditempat Safina dan raga safina yang jatuh sakit sudah 2 hari ini raga yang khawatir ingin membawa safina ke rumah sakit tapi safina terus menolak dia hanya ingin istirahat dan tidur di pelukan raga,raga yang bingung dengan sikap manja nya safina tapi dia di untungkan dengan Safina terus terusan mengajak nya bermain.


" sayang kamu ga apa-apa " kata raga yang tiba tiba safina muntah-muntah raga mengejarnya ikut ke kamar mandi safina yang lemas jatuh pingsan di kamar mandi raga membawanya ke rumah sakin karena panik


raga yang panik terus mondar-mandir di depan IGD dokter keluar


" dok gimana ke adaan istri saya " kata raga panik


" istri anda baik-baik saja silahkan masuk saya akan jelaskan kebetulan istri anda sudah Sadar " kata dokter raga langsung masuk menemui istrinya raga melihat istrinya sedang menangis dia emosi


" dokter bilang istri saya baik baik saja tapi kenapa dia menangis " kata raga keras pada doker dokter itu hanya tersenyum


" sayang kamu baik-baik aja kan mana yang sakit " kata raga begitu khawatir pada istrinya sambil memeluk istrinya

__ADS_1


" aku bahagia " kata Safina membuat raga melepas pelukan nya dan menatap safina


" kalau kamu bahagia kenapa kamu menangis kamu sakit apa kita akan obati kamu sampai sembuh " kata raga safina menutup mulut raga supaya berhenti bicara kenapa dia menjadi sangat cerewet membuat dokter tertawa


" aku bahagia kita kita akan punya anak" kata safina raga belum mencerna ucapan safina


" dok carikan dokter ter.." ucapan raga terhenti baru


menyadari ucapan safina dia memandang safina tanpa terasa air mata raga juga keluar Safina mengusap nya


" kita akan punya anak kamu jangan bercanda sayang " kata raga sambil meneteskan air mata bukan meneteskan tapi menangis


" aku tidak bercanda dokter sudah memastikan nya aku tidak mandul ini keajaiban untuk kita ini berkah untuk kita ini doa mama untuk kita terkabul " kata safina memang orang tua raga menerima ke adaan Safina menurut mamanya raga mereka bisa adopsi anak


" ini benar dokter istri saya hamil berapa usia kandungan nya " tanya raga antusias


" itu benar pak usia kandungan ibu Safina baru 1 bulan tolong di jaga kandungan nya buat bapak sangat beruntung anak nya sangat menyayangi bapak anak nya harus sering di jenguk sama bapak karena anaknya butuh bnyak cairan dari bapak tapi bapak harus ingat pelan kan temponya karena harus menjaga janin nya.." kata dokter raga mengusap perut istri nya


" terima kasih nak kamu sangat mengerti kalau ayah dan bunda mu tidak bisa libur bermain itu candu buat ayah dan bunda mu " kata raga dapat cubitan di pinggang oleh sang istri


" jangan bilang gitu masih ada dokter" kata Safina malu


" tidak apa apa bu saya sudah terbiasa " kata dokter tersenyum


Sandra sedang duduk di balkon tempat pertama kali mereka bermain dia mengenang itu sambil tersenyum sendiri


" kenapa istriku ini senyum-senyum sendiri apa dia sudah kehilangan kewarasan nya " kata bernad sambil memeluk Sandra dari belakang


" enak aja aku masih waras aku hanya ingat saja pertama kita bermain dengan gila nya berkali-kali di balkon ini sampai-sampai pagi aku mau ke sekolah susah jalan " kata Sandra sambil tersenyum membalas pelukan bernad


" sampai akhirnya non cantika mengetahuinya dan pulang sekolah kita di nikahkan " kata bernad sambil tertawa mereka tertawa bersama


BERSAMBUNG


LANJUTAN NYA AKAN ADA CERITA BERNAD KEPERGOK NONA NYA TUNGGU KELANJUTANNYA YA BANTU LIKE DAN KOMEN NYA DONG BIAR SEMANGAT NGETIK NYA


...BERNAD ❤️ SANDRA...


BANTU LIKE COMEN DAN VOTE

__ADS_1


__ADS_2