
Dimension langit vio sudah menyandang sebagai kekasih papa arga membuat avin terus cemberut
" Kenapa avin cemberut gitu dari tadi sini sama onti " tanya Cantika lembut mencoba membujuk anak ajaib itu
" tenapa vio adi acal opa " kata avin
" kan avin nya udah punya pacar nani lin jadi vio jdi pacar opa Atma
" janan opa janan lebut vio dali avin " kata alvin sambil nangis semua yang ada di ruangan tertawa
" astaga papa jadi pelakor " kata arga sambil tertawa di samping cantika yang sedang memangku alvin
" ontel peyakol itu apa " kata alvin bertanya pada arga
" pelakor itu kue bolu yang pake seres coklat " kata Albert semua memandang Albert apa maksudnya
" dia masih kecil kalau salah ucap bisa gawat macari gadis cantik aja kelanjutan jadi play boy cilik " kata Albert bener juga yang di katakan Albert
" jangan lupa besok hari pernikahan kamu Samuel " kata papa Arga
" iya pa masa lupa sam hati baik ".kata samuel
" trus gmn tawanan kalian biarkan dulu kita tunggu Violetta datang dulu biar dia yang bebasin " kata Cantika
Di rumah Violetta dan bram raga dan safina duduk di sopa ruang tamu rumah nya bersama beberapa warga dan RT setempat
" sebenarnya ini ada apa " tanya pak RT pada warga yang tadi memanggil nya
" kami melihat nak raga sekamar dengan bu Safina pak maaf kalau kamu tadi lancang nerobos masuk, tadi kami masuk karena dengar teriakan na Violetta pas kami masuk pa bram dan nak Violetta sedang memergoki nak raga dan bi Safina sedang tidur di ranjang yang sama tanpa busana " kata salah satu warga
" astagfirullah itu namanya kalian zinah karena kalian bukan muhrim walau pun kalian tidak sedarah tapi kalian bukan muhrim kalau tidur bersama " kata pak rt Violetta yang memang masih pura-pura tidak tau melakukan drama yang begitu menyedihkan sama hal nya dengan bram
" apa maksud pak RT mereka mama dan kaka saya jadi dosa sangat besar jika mereka bersama seperti itu " kata Violetta pak rt mengerutkan kening nya
" nak Violetta belum di beritahukan kebenaran nya kalau nak Violetta bukan anak dari bu safina begitu pun nak raga kalian hanya di rawat bu safina dan pak bram saja kalau ga salah nama orang tua kandung nak Violetta itu pak hardadi dan ibu naina hardadi " kata pak RT Violetta pura pura sok terkejut
" apa ini semua mah pah apa kalian membohongiku apa kalian sengaja membuat aku membenci orang tua kandungku sendiri ini tidak benar kan mah " histeris Violetta sambil menangis
" maafkan papa nak papa ga bermaksud seperti itu papa hanya terlalu menyayangi kamu hingga tidak rela kalau kamu kembali ke keluarga kandung kamu papa mandul papa ga bisa punya keturunan papa ga mau kehilangan kamu nak " kata Bram mengikuti drama yang diperankan Violetta
__ADS_1
" tapi mama dan kak raga apa yang mereka lakukan mereka sudah menyakiti papa "kata Violetta pelan hanya di dengar pak rt dan beberapa warga yang dekat saja
Violetta bangun dari duduk nya
" pa aku mau pergi dari sini maaf kalau aku sudah merepotkan kalian " kata Violetta
" nak papa antar ya kamu sedang tidak baik bahaya kalau nyetir sendiri dan kamu Safina mulai sekarang saya bram bramasta mentalak kamu mulai sekarang kamu bukan istri saya lagi maaf permisi saya mau antar anak saya " kata bram Safina yang masih terkejut diam mematung tak lama dia tersadar dari lamunannya dia mengejar Bram dan berlutut di kaki bram
" mas maafkan aku aku mohon maafkan aku mas aku hilaf mas aku hanya kecewa sama kamu karena jarang pulang mas beri aku kesempatan " kata safina membuat raga terkejut atas apa yang di lakukan safina
" maaf aku ga bisa ini sudah di luar nalar kamu berselingkuh dengan anak yang kamu rawat sejak kecil " kata bram sambil meninggal kan safina mengejar Violetta ternyata Violetta sedang menunggu taksi
" papa antarkan kamu papa minta maaf papa akan menjelaskan nya sama kamu " kata bram lembut karena masih ada warga dekat mereka
" terimakasih pak saya akan mengantarkan anak saya dulu " kya bram kepada warga
" baiklah pak memang tidak baik kalau nak Violetta pergi sendiri dengan pikiran nya sedang kacau bapak juga hati hati yang sabar ya kalian " kata warga
" terimakasih pak " bram masuk mobil dan pergi dari tempat itu
Violetta fan bram tersenyum di dalam mobil
" akting mu pantas jadi pemenang 🏆 " kata bram tanpa menjawab perkataan bram Violetta malah mengajak langsung bertemu anaknya
" iya kita kesana papa juga sangat merindukan violin " kata bram tersenyum
Di gudang mension langit marvel menyekap Sandra di faviliun belakang sandra diam saja saat salah satu anak buah marvel masuk
" kenapa tidak makan apa mau saya suapi kalau kamu ga makan kamu ga ada tenaga buat menemani saya tenang saja saya juga baru pertama ini " kata anak buah marvel yang bernama bernad
" apa maksud kamu jangan macem-macem " kata Sandra
" ya kata bos kalau tawanan ga mau makan ya terpaksa kami jadikan santapan kami " kata bernad padahal kalau bos nya tau bisa di penggal dia
" saya bisa makan sendiri " kata Sandra ketakutan dia memang sudah lapar dia menghabiskan makanan nya
" nah gitu kan enak mbk juga ga laper saya juga enak liat nya kalau embk sehat ya sudah saya tinggal dulu kalau mbk mau mandi baju ganti mbak ada di lemari maaf ya mbak saya ga bermaksud nakutin embk nanti kalau yang lain kasih minuman atau apa aja makanan atau minuman jangan di minum ya selain dari saya atau kak marvel mbak cantik soalnya takut nya mereka memanfaatkan mbak saat pingsan " kata bernad
" oh iya tenang aja bos sya orang baik mbk di sini cuma karena bos saya mau nolong mbak karena mbk kan mau di jual sama paman Mbak " kata bernad langsung keluar dari ruangan itu mengunci pintu dari luar
__ADS_1
" dari mana mereka tau " kata sandra dalam hati
Di tempat putri putri sedang memantau gerak gerik riri dia sudah menyuruh Natan mendekati riri di depan putri melihat Natan sedang menjalan kan rencananya , Natan berpura pura menabrak riri
Bruk...
Bruk..
" ah maaf nona saya tidak sengaja " kata Natan tapi riri masih bengong dia terpesona melihat natan di dalam mobil putri berdecih
" dasar murahan baru segitu saja sudah luluh ternyata ga usah repot-repot aku harus kuat ga papa put kamu bisa kamu juga buka anak perawan saat natan menerima kamu " kata putri sambil melihat natan sudah bisa mengajak bicara riri
" ah maaf saya gapapa maafin saya juga tadi saya ga pokus jalan nya " kata riri semanis mungkin membuat Natan tersenyum buat meyakinkan kalau dia benar-benar percaya kalau Natan terpesona pada riri
" mbak mau kemana biar saya antar sepetinya belanjaan nya berat " kata Natan
" tidak saya mau pulang ini saya abis belanja bulanan buat kebutuhan saya di rumah " kata riri berusaha nolak padahal dia berharap benar-benar di antar pulang
" oh iya maaf kita belum kenalan nama saya Natan " kata Natan sambil mengulurkan tangan
" nama saya riri Fitria " sambil membalas uluran tangan dari Natan tersenyum
" ya udah biar saya antar jangan menolak anggap saja ini ucapan permintaan maaf saya " kata Natan
" baik lah ya udah ayo kita pesen taksi " kata riri dia kira Natan tidak bawa mobil
" naik mobil aku,aku kesini bawa mobil tapi tunggu sebentar ya aku ada Yang mau di beli dulu di dalam tunggu di sini ya " kata Natan dia mau beli pengaman dia tidak mau kalau riri hamil anak dia
putri yang melihat Natan masuk ke dalam dia chat kekasih Nya
" kenapa meninggalkan dia di luar " isi chat putri
" aku mau beli pengaman dan obat perangsang sayang aku ga mau dia hamil anak ku dan aku juga ga mau lama-lama merayu dia hanya sama kamu aku ga pake pengaman semalam kita tunggu hasil aja " isi belasan chat Natan
" sayang apa kamu yakin kamu tidak apa-apa ini aku nyentuh dia " isi chat Natan lgi
" aku ga papa happy lah buat malam ini anggap saja itu aku saat masih virgin aku menunggu mu d rumah kita setelah kamu selesai " isi chat putri
" tunggu aku " balasan chat Natan
__ADS_1
BERSAMBUNG
SELAMAT BERSENANG-SENANG NATAN