QUEEN MILIADER

QUEEN MILIADER
PASANGAN MASA DEPAN


__ADS_3

Di kamar pengantin baru bram dan Violetta sedang tiduran di ranjang mereka bersama dengan c kecil violin bram tidak keberatan anaknya minta tidur di kamar nya.


" mah kata avin dia mau punya adik apa aku juga akan punya adik " tanya violin karena tadi avin bercerita kalau mamanya hamil dan avin akan punya adik


" kita berdoa semoga mama cepat hamil dan vio punya adik setelah doa vio cepat bobo " kata bram melihat sang istri sudah terkekeh melihat suaminya sudah ingin anaknya cepat tidur


" iya pah vio juga sudah ngantuk oh iya pah kata ancel arga papa kalau sama mama mau bermain pindah aja ke bawah takut vio liat nanti adiknya ga jadi emang papa sama mama mau bermain apa ?" tanya vio Bram melotot dasar c arga emng kurang ajar ada-ada aja ulah nya


" dasar anak kurang ajar bisa-bisa nya dia bicara seperti itu pada putri ku " kata bram dalam hati bram dan Violetta sedang mencari jawaban yang pas untuk mereka katakan pada vio


" kemaren papa download game cacing itu yang vio suka kan vio juga kalau main cacing itu selalu goyang sana goyang sini ngikutin cacing nya "kata bram berusaha menjelaskan supaya anak nya ga kotor otak nya gara-gara ulah c Arga


"iya ya pah ya udah pah mah vio tidur ya selamat malam papa mama " kata vio mencium pipi papa dan mama nya tak lama vio tertidur pulas


" bener bner kurang asem tu anak bisa-bisanya dia mencemari otak anak kita dengan hal seperti itu " kata bram menggerutu terus


" sudah lah mas ayo istrahat kita tidur ya kamu juga pasty lelah " kata Violetta membuat bram langsung cemberut vio yang melihat itu heran


" sayang masa tidur kamu lupa ini malam pengantin kita " kata bram bram turun dari ranjang dia mengelar karpet bulu yang lumayan tebal tak lama dia samperin sang istri mengendong nya membawa ke bawah


" enak aja aku sudah nungguin dari pagi masa iya sudah tinggal santap mau di tinggal tidur kita baru sekali bermain dengan sadar apa kamu tidak mau merasakan lagi " kata bram Violetta tertawa


" pelan kan suara mu nanti vio bangun " kata Violetta khawatir vio bangun


" tenang saja dia tidak akan bangun dia akan pulas beberapa jam maaf aku memberi nya sedikit obat tidur di susu nya tadi tapi kamu jangan khawatir itu atas saran dokter dave resep dari dia juga " kata Bram membuat Violetta melotot pantas saja dia biasa aja saat vio minta tidur bersama nya


" kamu ini dasar papa durhaka " kata Violetta sambil keplak tangan bram yang sedang memeluk nya setelah nya mereka menjalankan malam pertama dengan lancar tanpa hambatan


Di kamar arga terjadi ke hebohan dengan janjinya nya malam ini avin tidur di kamar arga membuat arga cemberut sudah dari tadi siang dia menahan diri untuk tidak memeluk istrinya dan sekarang saat waktunya bisa memeluk istrinya anak ajaibnya ka Marvel menginginkan tidur bersama onti nya


" sayang kenapa anak ajaib ini tidur di sini aku tidak bisa bermanja manja sama kamu sayang " rengek arga dia merutuki kebodohan nya tadi pas dia ajak papa mamanya menginap di rumah mereka malah tidak mau


" sebentar lagi juga dia tidur kamu lupa ini kamar siapa nanti kalau dia sudah tidur biar dia sama naninya kita pindah " bisik cantika sambil mengedipkan mata arga tersenyum mereka memang sedang berada di kamar ke dua orang tua cantika yang ada di mension langit kebetulan mereka sedang pulang ke rumah


tidak lama avin sudah tertidur dengan memeluk cantika arga mencolek colek pipi avin dia tidak bangun dan istrinya juga sudah ketiduran arga tidak mau kalah sama pengantin baru fan pasangan lain nya dia memanggil naninya avin buat menggantikan Cantika arga me gendong sang istri pindah ke kamar nya cantika terbangun fi gendongan arga


" kamu apakan avin dia sama siapa " tanya cantika serak suara bangun tidur


" dia sama naninya sudah kamu istrahat lagi sebentar lagi aku bakal ganggu kami " bisik arga fi telinga Cantika dia tersenyum sambil mengeratkan pelukan tangan nya di leher arga, Arga dan cantika oun tidak mau kalah sama pengantin baru mereka bermain dengan tenang dan aman tentunya

__ADS_1


Di kamar samuel dia tidak bisa tidur dengan ucapan sahabtnya tadi


FLASHBACK ON


" Seharusnya lu minta nikah muda aja kaya gw toh lu kan udah punya usaha sendiri buat mencukupi kehidupan kalian berdua kalau gini kan lu sendiri yang harus nahan diri dari godaan nya Renata bahkan di dingin nya malam lu ga bisa meluk Renata " kata arga mengompori Samuel


" apa papa akan setuju gw takut papa belum mau gw nikah " kata Samuel


" lu coba aja dan lu bicarakan dulu sama mama dan papa dan juga Renata " kata arga memberi saran pada samuel


FLASHBACK OFF


perkataan berhasil membuat samuel tidak bisa tidur dia menghubungi


" sayang aku ga bisa tidur " kata samuel di sambungan telpon


" kenapa by cepetan istrahat ini sudah malam apa kamu tidak lelah " kata renata lembut


" kau ga bisa tidur aku ke kamar kamu ya aku janji tidak akan melakukan lebih aku aku hanya ingin tidur memeluk mu " kata samuel merengek pada Renata


" ya udah pindah sini aku sudah tidak mengunci kamar ku " kata Renata samuel tersenyum dia lngsung pergi ke kamar sang tunangan


sesampainya dikamar renata samuel naik ke tempat tidur renata Renata yang bersandar di tempat tidur tersenyum melihat kelakuan kekasihnya itu


" apa kamu setuju kalau kita nikah muda seperti Arga sayang aku mau menjaga kamu aku sangat mencintai kamu " kata samuel Renata tersenyum


" aku mau by tentu saja aku mau tapi tidak sekarang beberapa bulan lagi kita ujian setalah lulus para orang tua sudah mempersiapkan semuanya kami sabar ya " kata Renata lembut


" aku takut ga kuat aku laki-laki normal sayang melihat kamu saja rasanya sudah tidak bisa bergerak " kata Samuel sambil mencium leher Renata


" lakukan lah tapi pelan-pelan dan tidak membuat ku hamil sebelum kita menikah " Renata samuel melihat renata


" kamu yakin " kata samuel dengan suara serak renata mengangguk


" aku mencintai kamu jangan pernah tinggalkan aku setelah ini " kata renata memeluk samuel


malam itu mereka bermain di tengah permainan samuel teringat janji pada papa Renata yanga akan menjaga sampai waktunya jadi samuel tidak sampai bablas dan renata bangga memiliki samuel bisa memegang janji pada papanya


" terimakasih " samuel memeluk Renata dalam selimut mereka memang naked tapi Samuel masih menjaga Renata hanya dengan bantuan tangan dan mulut saja renata tersenyum dan mereka tertidur

__ADS_1


Di tempat Riri dia begitu gelisah dia memegang kartu nama dan alamat rumah


FLASHBACK ON


Riri sudah menghilang dari pandangan gibran tapi gibran mengejar Riri


" jika kamu berubah pikiran datanglah lah kesini aku akan menunggu mu sampai kamu benar benar siap menerimaku aku akan mencintai kamu tulus dari hati aku memang bukan anak sultan tapi aku akan berusaha membahagiakan mu" kata gibran menyerah kan kartu nama dan alamat rumah


" aku akan memikirkannya terima kasih sudah mau mendengarkan cerita masa lalu ku " kata Riri terus pergi meninggalkan tempat tinggal gibran


FLASHBACK OFF


" apa aku membuka hati buat gibran dia sangat tulus tidak ada kebohongan di mata gibran walau dia bukan anak sultan dia bisa membahagiakan ku menyayangiku tulus " kata Riri berbicara depan cermin rias di apartemen nya


Riri mengganti pakaiannya dia pergi ke tempat Gibran menunggunya ini emng sudah malam tapi dia sudah yakin kalau gibran akan bisa menyembuhkan luka nya sesampainya di rumah itu rumah yang cukup nyaman tidak besar dan tidak kecil tapi nyaman Riri lari menerobos hujan setelah turun dari taksi mengetuk pintu rumah itu


dan di buka oleh gibran sendiri dia memang tinggal sendiri di rumah ini rumah yang dia bangun dengan hasil kerjanya bersama natan gibran tersenyum melihat Riri di hadapan nya Riri memeluk gibran


" apa tawaran mu masih berlaku " kata Riri sambil menangis di pelukan Gibran


" tentu saja akan selalu berlaku untuk kamu " kata gibran gibran yang merasakan baju Riri basah


" kamu tidak membawa mobil naik apa kamu ke sini kenapa tidak menghubungi aku akau bisa menjemput kamu " kata gibran khawatir ini sudah jam 1 malam Riri menggeleng


" kita masuk baju kamu basah " kata Gibran lagi Riri mengangguk dia memang sudah merasa kedinginan langsung masuk mengikuti gibran


gibran yang mau keluar dari kamar yang di tempati Riri yaitu kamar gibran


" mau kemana jangan tinggal kan aku " kata Riri memandangi gibran


" aku tidak akan kemana-mana aku mau buat teh hangat buat kamu kamu keringkan badan kamu di lemari aku sudah siap kan beberapa baju buat kamu mudah-mudahan pas kamu ganti baju kamu " kata gibran sambil ngelus pipi Riri, Riri mengangguk


Riri membuka lemari mencari baju ganti emng benar baju itu semuanya masih baru Riri tersenyum melihat ada daleman buat Riri juga Riri mengambil linggri warna merah dia akan memakai itu Gibran sudah kembali dari membuat teh hangat unyuk Riri bersamaan Riri selesai juga ganti baju gibran tertegun melihat baju yang di kenakan Riri


" kamu cantik " kata Gibran menyerahkan teh hangat pada Riri setelah meminum nya Riri meletakan gelas di nakas dekat tempat tidur dan pad akhirnya gibran dan Riri bermain dengan sadar malam ini tanpa obat perangsang Riri masih merasa kesakitan tapi gibran mengimbangi nya Dengan lembut dan mereka menikmatinya sampai tertidur


Di vaviliun tempat sandra bernad sedang menyelesaikan tugas sekolah nya di kamar yang sama dengan sandra


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


BEBERAPA PASANGAN MAAF YA INI AKU AMBIL DARI KEBEBASAN BERHUBUNGAN DI LUAR NIKAH


...GIBRAN ❤️ RIRI...


__ADS_2