
di tempat duduk cantika tersenyum sendiri
" kenapa kamu masih waras kan " kata aisyah pada cantika,Cantika mencopot ear phone di pindah kan di telinga aisyah
" apa itu tidak apa-apa mereka akan mencelakakan kita " kata aisyah
" kamu tenang saja di setiap sudut kampus ini ada anak buah arkan dan Arga buat menjaga kita " kata Cantika dengan tenang anak buah Cantika hanya melihat dan akan membantu saat mereka ke walahan
" kamu lihat wanita yang ada di belakang bangku felly dan sisi dia anak buah arga dan sambungan tadi dari dia semua anak buah Arga mendengarnya jika di sambung kan " kata cantika
" pantas Arkan sangat khawatir kalau aku sendiri mereka gampang melumpuhkan aku dan melukai Arkan tapi apa yang membuat Felly yakin arga akan sangat membenci kamu " tanya aisyah
" Akmal dan setatus ku dia taunya aku sudah menikah dan mempunyai anak dari orang lain dia ingin membongkar itu pada arga dan buat arga membenci ku biar kan saja biar dia tau rasa menghina anak kesayangan nya sama saja dengan mati " kata cantika
" apa arga tidak tau itu semua " tanya Aisyah
" tidak akau tidak kasih tau biar Felly tau gimana arga marah " kata cantika sambil tersenyum Cantika melihat Arga dan arkan jalan menuju meja mereka
" kenapa Abang kesini bukan nya ada kelas " tanya aisyah pada arkan yang lihat arkan Dan arga jlan menuju meja mereka
" dosen nya ga dateng " kata arkan yang duduk samping aisyah,aisyah dan Cantika hanya mengangguk tidak lama setelah itu datang bayu dan kawan kawan bergabung bayu duduk di depan cantika dan arga
" kamu mulai jam brapa dek " tanya bayu pada Cantika sang adik
" setengah jam lagi " jawab cantika pada kaka nya
" setelah ini kami tidak ada jam pelajaran lagi kami akan pulang cepat bara rewel sepertinya kangen kami tadi pagi ga mau di tinggal mungkin karena semalam tidur sama nenek nya dan " kata kata bayu di potong cantika
" dan kalian bergadang sampe pagi sampai lupa kunci pintu kamar " kata bayu dan haura terkejut cantika ingat kejadian semalam dia mau ambil minum di suguhkan manusia bugil di atas sopa kamar mereka dengan pintu terbuka.
" lain kali kalau mau bermain jangan lupa tutup pintu " kata arga yang duduk di samping cantika bayu dan haura cengengesan
" aku kira cuma aku yang lihat " kata Albert sambil ngelus perut wina yang dari tadi ngeluh sakit wina bersandar ke pelukan Albert sambil meringis
__ADS_1
" kamu kenapa " tanya cantika sebelum wina menjawab albert motong ucapan nya
" sayang kamu ngompol " kata albert semua melihat ke arah wina semuanya melotot
" aduh " kata Albert kesakitan krena di geplak renata
" wina mau lahiran goblok itu air ketuban wina sudah pecah bawa dia ke rumah sakit " kata Renata Albert terkejut dia langsung menggendong renata yang masih meringis
" biar gw yang nyetir lu di belakang sama wina " kata Samuel renata duduk di samping samuel
di dalam mobil wina terus meringis sambil memegang tangan Albert
" kamu kuat sayang tahan ya sebentar lagi sampai " kata Albert sambil sambil terus menggenggam tangan wina
" aku baik baik saja " kata wina sambil tersenyum terus meringis di kampus arga dan cantika akan menyusul
" kak biar aku bawa mobil Samuel aja " kata Cantika pada arga
" kamu sama aku biar supir yang ambil mobil samuel ayah sama papa kamu hubungi biar semua langsung ke rumah sakit kita berangkat sekarang " kata arga mereka berangkat 4 mobil arga dan cantika arkan dan aisyah bayu dan haura varrel dan siska
" baik lah titip akmal " kata arga bayu ngacungkan jempol nya
di kediaman langit di heboh kan dengan akmal yang mau ikut ke rumah sakit
" opa aku mau ikut oma aku mau ikut kakek nenek opa can oma can " kata akmal semua saling lirik
" al mau liat adik al " kata akmal merengek pada opa oma nya
" baik lah semuanya ikut semua cucu kake ikut " kata papa arga akhirnya semuanya berangkat ke rumah sakit di depan mension mereka ketemu bayu yang pulang dulu untuk menjemput ank nya dan al tentunya
" kaka al sama paman ya bareng baby barra " kata bayu melihat al,al mengangguk
" al sama aku saja yah kami akan belanja dulu buat perlengkapan baby di rumah sakit " kata bayu
__ADS_1
" ya udah kalian hati-hati nya " kata ayah di rumah sakit wina trus meringis menahan kontraksi uang masih pembukaan 4
" dok gimana caranya agar pembukaan nya lebih cepat istri saya kesakitan " kata Albert yang melihat wina kesakitan dia tidak tega
" tuan bisa ajak jalan pelan di sini biar pembukaan nya cepat bertambah " kata dokter yang menangani wina,wina mengangguk dia menarik tangan Albert ingin berusaha bangun
" apa kamu kuat gimana kalau sesar saja aku tidak tega melihat kamu ke sakitan seperti ini " kata Albert
" enggak mau aku mau normal! apa ku mau setelah sesar mahkota ku tidak nikmat lagi karena tidak pernah bisa mengeluarkan anak kita " kata wina
" baik lah bebas kmu maunya gimana? " kata Albert.setelah setengah jam pembukaan bertambah dan saatnya pembukaan sudah lengkap wina semakin mengerang ke sakitan
" kalau aku bisa aku ingin menggantikan mu " kata Albert sambil mencium kening wina Albert meneteskan air mata melihat perjuangan sang isteri untuk melahirkan buah hatinya mempertaruhkan nyawa
" aku baik-baik saja " kata wina sambil tersenyum pada albert
" sudah waktunya nona,ikuti aba aba saya " kata dokter 10 menit kemudian bayi mungil cantik terlahir dengan air mata sang ayah
" terimakasih sayang maaf kan aku yang tidak bisa membantu mengurangi rasa sakit mu aku sangat mencintai mu " kata Albert saat sang bayi di berikan ke delapan sang ibu untuk menyusu dini
" nanti kamu jaga adik adik mu ya nak jdi kaka yang pintar " kata wina pada putri cantik nya
" sudah cukup dia saja aku tidak mau kamu kesakitan seperti tadi " kata Albert wina langsung cemberut
" masa dia sendiri saja " kata wina
" biar saja " kata Albert dokter tersenyum melihat sang ayah yang trauma melihat istrinya kesakitan
" ya sudah berarti mulai sekarang tidak ada main lolipop " kata wina albert melotot ga mungkin permainan kesenangan nya akan di tiadakan albert mengenakan nafasnya
" kamu Menang nanti saja kalau putri cantik kuta sudah sedikit besar baru kita bicarakan lagi " kata Albert sambil ngelus pipi putri kecil nya di luar semuanya tersenyum gembira mendengar suara bayi menangis
" opa apa itu adik akmal yang menangis " kata akmal
__ADS_1
" iya sayang " kata oma nya mama nya arga
BERSAMBUNG