
Di kamar safina raga sudah datang mereka sedang membicarakan rencana selanjutnya setelah kegiatan di ranjang selesai tentunya. adik kandung Violetta belum di temukan keberadaan nya dan raga juga tidak tau dimana violin di titipkan oleh Bram,di depan kamar bram dan Violetta ingin mendobrak pintu itu tapi tidak jadi setelah mendengar pertanyaan Safina pada raga
" sayang sebenarnya siapa ayah kandung violin apa benar dia anak kandung kamu." tanya Safina yang dari dulu Safina penasaran
" sebenarnya bukan kamu mau tau dia anak siapa mungkin kalau aku bilang kamu akan kaget sama seperti aku saat tau dia hamil hasil pemerkosaan itu sebenarnya bukan pemerkosaan tapi obat perangsang yang bekerja lagian mereka melakukan bukan dengan sadar mereka melakukan dengan tanpa paksaan cuma tidak Sadar aja pas mereka selesai aku bawa Violetta ke gudang aku rusak bajunya aku balikin dia juga ke mension nya dia bram aku sengaja tadinya cuma mau jebak dan adu domba har dan berhasil Violetta sangat membenci papanya sendiri dan bram sampai sekarang belum tau kalau dia sudah punya anak sama Violetta aki saja ga nyangka Violetta akan hamil anak Bram sedangkan dia juga kan di vonis mandul sama seperti mama" kata raga Violetta dan bram yang mendengar itu sangat terkejut vio memandang Bram,Bram ingin membuka paksa pintu tapi dilarang Violetta
" dia tidak di vonis mandul cuma sulit membuahi kalau tidak cocok ****** dia pemilih menurut Dokter mungkin walau cuma sekali di buahi a karena memang subur jadi Violetta hamil sebulan kemudian " kata Safina
".jadi sebenarnya dia tidak mandul kenapa mama bilang dia mandul " tanya raga karena sebelumnya Safina bilang bram juga mandul sama seperti dirinya
" mama memanipulasi surat dari dokter biar dia tidak meninggalkan mama tapi ternyata itu sia sia dia memang tidak menceraikan mama tapi sering bermain di luar mama juga ga tau siapa aja perempuan yang dia tiduri ada yang hamil atau enggak setau mama baru baru ini bram memperkosa anak mantan istrinya luna yang bernama Putri "kata Safina Violetta menarik Bram masuk lagi kembali ke kamar nya
" mereka benar-benar keterlaluan Violetta benar-benar anak kita vi " kata Bram dia memeluk Violetta sambil nangis
" kamu memperkosa putri " tanya Violetta
" iya malam itu aku melihat dia di halte kebetulan aku habis minum dengan rekan bisnisku ada yang memasukan obat perangsang di minumanku tadinya aku cuma niat menolongnya tapi obat sialan itu sangat kuat dan akhirnya aku membawa dia ke alpartemen ku dan menodainya dan menjadikan dia bekerja seperti ibunya wanita penghibur esok hatinya aku mau menemuinya mau mnta maaf tapi aku menemukan fakta kalau dia sedang tidur dengan sahabat ibunya jadi aku mengurungkan niat untuk tidak menemuinya seperti nya dia sudah menerima ke adaan dia sekarang " kata bram menceritakan kejadian bersama putri sambil terus memeluk Violetta
" aku tidak mandul aku benar-benar sehat Violetta maafkan papa vi papa benar-benar tidak tau papa lakuin itu sama kamu maafkan papa " kata Bram lagi
" maafin Violetta juga pa kita pulang sekarang pa aku mau ketemu violin" kata Violetta
" jam segini dia sudah tidur kita istrahat dulu aja di sini " kata Bram
" pa apa yang dia kasih pada kita sampai kita tidak sadar melakukan itu " kata Violetta bram hanya memandang wajah vio
" apa kamu mau merasakan hal itu dengan sadar " kata bram vio memandang wajah Bram, bram sama sekali tidak memutus pandangan nya pada vio
" pa apa papa mencintai aku " kata Violetta
__ADS_1
" iya papa sangat mencintai kamu " kata Bram dia menarik tangan Violetta memegangnya
" bukan karena aku anak mama naina " kata Violetta
" maafkan papa dulu memang iya tapi untuk Sekarang tidak papa mencintai kamu karena hati papa memang memilih kamu " kata bram jujur dia memang sudah mencintai Violetta sudah lama dan malam itu jadi malam ke dua buat mereka sampai pagi hari Violetta dan bram memergoki Safina bram berpura-pura tidak tau ada raga di dalam kamar dia langsung masuk
" apa yang kalian lakukan " kata bram berteriak sengaja agar Violetta berkesempatan masuk
" mas kamu kembali lagi " kata safina terkejut
" oh jadi ini yang kalian lakukan aku sengaja datang pagi pagi karena merasa bersalah sama kamu karena semalam udah janji mau menginap di sini tapi karena ada pekerjaan aku meninggal kan mu tapi sepertinya itu percuma " kata bram raga hanya diam di dalam satu selimut dengan Safina
" ada apa pa ma " kata Violetta yang sengaja masuk dia terkejut sama apa yang di lakukan kak angkat sama mama angkat nya
".apa yang kalian lakukan kalian ibu dan anak kenapa kalian lakukan ini kenapa kalian hianati papa " kata Violetta sambil menangis histeris sengaja drama pun di mulai
" vi tenang lah pelan kan suara mu " kata raga khawatir dengan para tetangga walau bagaimana pun mereka masih punya rasa malu tapi telat salah satu tetangga sudah masuk ke rumah dan masuk kemar yang menjadi keributan
" astagfirullah apa yang kalian lakukan cepat berpakaian kita keluar " salah satu warga membawa semua orang ke ruang tamu
" sial kenapa aku bisa se ceroboh ini " kata raga setelah semua orang keluar sedangkan Safina masih duduk mematung atas kejadian barusan sama yang dikatakan bram
" dia merasa bersalah meninggalkan ku semalam hingga sepagi ini dia kembali untuk minta maaf setelah ciuman di kening semalam yang jarang bram lakukan bahkan tidak pernah dia lakukan padaku " gumam safina dalam hati
Di kediaman mension langit sesudah sarapan violin dan avin sedang buat ke hebohan tangisan 2 orang anak dengan violin ga mau avin menjadikan mamanya pacar nya tapi avin kekeh mau jadikan mama violin pacar
" kalau semua anak kaya avin ga bakal ada cewek jomblo " kata Samuel
" iya mungkin bakal bnyak laki-laki poligami " kata Albert
__ADS_1
" kalau ada 3 lagi pasti satu mension ini akan gempar " kata bayu
" amit amit anak gw jangan kaya gitu " celetuk varrel semua menatap horor pada varrel yang ditatap hanya cengengesan sedangkan arga terus mengusap perut Cantika
" kenapa lu elus terus perut adik gw " tanya bayu heran
" takut anak gw kaya Verrel " kata arga varrel menatap Arga bngung
" kenapa " tanya varrel heran
" kurang bulan kayanya lahirnya makanya kurang waras " kata bayu dan dapat geplakan di kepala oleh mama varrel
" jangan sembarangan ngomong anak mama ganteng biar otak nya pas-pasan " kata mama varrel terkekeh varrel mendengus
" kirain di belain eh di tambah " kata varrel cemberut semuanya ketawa terdengar tangis violin makin keras
" apa lagi yang di lakukan bocah ajaib itu pada violin " tanya papa arga heran dengan tangisan violin makin keras
" avin jadikan nani nya violin pacar " kata mama Arga sambil terkekeh yang baru datang dengan menggendong vio yang masih nangis atma mengambil alih menggendong violin
" kenapa semuanya jadi pacar avin " kata violin mengadu pada papa arga sambil sesegukan
" terus siapa yang mau jadi pacar vio kemaren avin jadiin vio pacar tapi sekarang bukan katanya pacar avin nani Iin kata avin " kata vio
" vio jadi pacar papa aja ya bio mau ga " kata papa arga
BERSAMBUNG
marvin si playboy cilik
__ADS_1