
"Maaf, sepertinya saya tidak perlu menjawab pertanyaan anda, karena tugas saya di sini hanya menangani pasien pasien saya, bukan membuka privasi saya kepada publik." tegas Niko kepada keluarga Dina.Namun, jawaban itu tidak membuat keluarga Dina berhenti bicara.
"Iya Dok, saya mohon maaf sebelumnya jika saya sudah lancang. Tetapi saya hanya ingin mencari tahu kebenaran tentang berita yang beredar jika anda adalah suami Mila yang mengaku sebagai kuli bangunan di kota ini," cakap keluarga Dina menjelaskan. Tentu Niko terkejut mendengarnya. Bukan karena pertanyaan yang mereka ucapkan, melainkan karena kata "berita yang beredar" pada pertanyaan mereka.
"Apa maksud anda? Memangnya berita apa yang sudah beredar?" tanya Niko dengan serius. Kemudian keluarga Dina tersebut menunjukkan postingan dari tetangga Mila mengenai klarifikasi dari kemiripan antara Dokter Niko dan juga Niko suami Mila yang merupakan kuli bangunan. Setelah Niko melihat postingan itu, dia sempat diam sejenak. Dia berniat mengakui semuanya agar semua jelas, dan sempat terlintas juga di benaknya bahwa kejujurannya mungkin akan sedikit memberi pelajaran kepada Mila agar dia bisa menyesal karena selama ini hanya memandang Niko dari jabatan dan uang saja.
"Semua itu memang benar. Aku adalah Niko yang pernah menjadi suami Mila."
Satu kalimat itu mengejutkan keluarga Mila yang mendengarnya.
"Apa? Jadi benar kan? Kamu ini Niko menantunya Bu Sari?" tanya keluarga Dina lagi kepada Niko untuk meyakinkan.
"Benar, tetapi sebentar lagi saya akan menjadi mantan menantu Bu Sari, karena proses perceraian kami sedang berjalan." jawab Niko.
Keluarga Dina masih belum berhenti bertanya. Mereka terkejut atas pengakuan yang di ucapkan oleh Niko, tetapi mereka lebih terkejut lagi ketika mereka mendengar bahwa Niko dan Mila akan bercerai.
"Kalian akan bercerai? Kenapa bisa begitu? Maaf jika pertanyaan saya semakin lancang. Tapi Mila tahu kan jika anda seorang Dokter? Bukan kuli bangunan?"
Untuk menjawab pertanyaan itu, Niko hanya menggeleng sambil berkata, " Yang dia tahu saya hanyalah seorang kuli bangunan!" jawab Niko, kemudian dia mulai pamit meninggalkan kerumunan keluarga Dina.
__ADS_1
"Bodoh Mila itu. Kok bisa dia sia sia kan suami yang hebat seperti itu!"
"Iya, bahkan selama ini dia selalu mengeluh dengan gaji suaminya yang kuli bangunan, padahal sebenarnya suaminya adalah seorang Dokter!"
Cakap beberapa keluarga Dina yang menyayangkan tindakan Mila yang selama ini selalu mengeluh dan menjelekkan suaminya yang hanya seorang kuli bangunan.
Pada hari itu juga, pengakuan Niko di ketahui oleh banyak orang. Keluarga Dina yang mendengar sendiri pengakuan dari Niko, segera memberi komentar pada tetangga Mila yang memposting ucapan Sari tentang klarifikasi kebenaran antara Niko menantunya dan Niko yang seorang Dokter.
"Salah Bu. Niko suami Mila yang seorang kuli bangunan dan Niko yang menjadi Dokter itu adalah satu orang yang sama. Saya dengar sendiri pengakuan dari Dokter Niko itu!"
Satu balasan komentar dari keluarga Dina itu tentu kembali menggemparkan kampung Mila. Bahkan, di antara mereka yang merasa begitu penasaran, ada yang berniat mendatangi rumah orang tua Niko di kampung untuk menanyakan tentang kebenaran itu.
"Tuh kan Bu, apa Mila bilang? Firasat Mila itu benar. Sekarang aku harus hentikan proses perceraian Mila Bu, Mila nggak mau pisah sama Mas Niko." ujar Mila kepada Ibunya dengan nada penuh penyesalan. Namun, Sari masih belum yakin seratus persen sebelum dia melihat atau mendengar sendiri pengakuan itu dari sumber yang dapat di percaya. Sehingga, ada beberapa tetangga Mila yang menyarankan Sari untuk mendatangi besannya.
"Lebih baik Bu Sari tanyakan saja kepada besan Ibu. Kan tadi Bu Sari bilang, Dokter itu bapaknya seorang Dokter juga. Jangan jangan, besan Ibu itu dulunya juga seorang Dokter!" cakap tetangga Mila mencoba memberi masukan saran untuk menghilangkan keraguan di hati Sari.
"Iya benar, mungkin lebih baik saya akan pergi ke sana," sahut Sari. Rupanya dia langsung menyetujui saran tersebut, begitu juga dengan Mila. Dia juga ingin tahu secara pasti tentang kebenaran itu. Tanpa menunggu lama, Mila beserta Ibunya pergi ke kampung sebelah guna mengunjungi orang tua kandungnya Niko. Dua tetangga Mila juga ikut ke sana karena ingin mendengar juga kebenarannya.
Setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit, mereka berempat tiba di halaman rumah orang tua Niko.Kadatangan mereka di sambut dengan heran oleh pasangan suami istri yang merupakan Bapak dan Ibu kandung Niko.
__ADS_1
"Maaf. Permisi Bapak, Ibu," cakap Mila dengan sopan, lalu mencium tangan kedua mertuanya. Satu sikap manis yang sangat mengejutkan bagi mertua Mila, karena biasanya Mila tidak pernah bersikap sebaik itu. Orang tua Niko pun tidak mau mempunyai pikiran buruk, sehingga mereka membalas dengan perlakuan yang baik pula kepada para tamunya.
"Mari silahkan masuk. Ini ada apa ya? Kok tumben sekali pada berkunjung kemari rame rame?" tanya Bapak kandung Niko kepada para tamunya. Kemudian setelah itu, Sari yang mulai menjawab sekalian menjelaskan maksud serta tujuan kedatangan mereka. Tentu saja orang tua Niko sangat terkejut mendengar pertanyaan yang di sampaikan oleh besannya. Mereka juga bingung harus menjawab apa karena sebelumnya Niko tidak memberitahu apa apa tentang pengakuan itu.
"Jadi, apakah semua itu benar Pak?" tanya Sari pada akhir penjelasannya.
Bapak serta Ibu kandung Niko saling pandang karena bingung harus menjawab apa. Lantas, mereka memilih untuk menghubungi Niko terlebih dahulu untuk menanyakan tentang pengakuan tersebut. Dengan sopan, Bapak Niko mohon undur diri ke dalam karena ingin menelpon putranya. Sementara Ibu Niko, juga pamit ke belakang untuk membuatkan minuman.
"Niko, Bapak kedatangan tamu Mila dan Ibunya. Mereka datang kemari menanyakan tentang rahasia kamu? Apa yang harus Bapak katakan kepada mereka?" tanya Bapak Niko kepada putranya lewat telepon. Beliau tidak berani mengambil keputusan sendiri tanpa persetujuan dari putranya. Lalu, beberapa detik kemudian Niko menjawab.
"Ceritakan saja yang sejujurnya Pak. Mungkin sekarang sudah tiba waktunya semua rahasia ini terungkap. Dan mungkin sudah waktunya juga mereka tahu siapa Niko sebenarnya, yang selama ini selalu mereka remehkan dan mereka nilai dari uang saja!"
"Baiklah, Bapak mengerti. Kalau begitu, akan Bapak ceritakan semua dengan jujur kepada mereka." jawab Bapak Niko. Beliau memahami maksud putranya, sehingga beliau hanya mengiyakan saja kata kata itu tanpa banyak memberikan pertanyaan.
Usai mendapat jawaban dari putranya, kini Bapak Niko kembali ke ruang tamu untuk menemui para tamunya. Dan setelah kembali duduk, Bapak Niko mulai menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh besannya.
"Semua itu memang benar adanya. Saat ini Niko adalah seorang Dokter Spesialis Kandungan di Rumah Sakit besar di kota. Dan Niko memang mempunyai Ayah angkat di kota, yang merupakan seorang Dokter juga yang bernama Dokter Surya."
Sedikit ringkasan pengakuan yang di ucapkan oleh Bapak Niko tersebut membuat para tamunya tersebut syok, terutama Mila dan ibunya.
__ADS_1