Rahasia Dokter Niko

Rahasia Dokter Niko
Niko tidak merasa jika Shella cemburu


__ADS_3

Niko kembali menggelengkan kepala setelah mendengar jawaban Mila. Meski awalnya Mila berniat untuk bersikap baik guna mengambil hati Niko kembali, tetapi nyatanya dia tidak bisa bersandiwara dan menahan emosi. Sejak saat itu Mila sudah memantapkan hati untuk bercerai, sehingga proses perceraian mereka berjalan dengan lancar dan cepat.


Setelah statusnya resmi menduda, banyak perempuan yang semakin giat mendekati Niko. Termasuk juga Shella dan Livia, para Dokter muda yang kariernya sudah mapan.


"Hari ini kita jadi makan siang bareng kan Dok?" tanya Shella kepada Niko. Tetapi, ketika Niko belum sempat menjawabnya, Livia mendadak datang tanpa permisi dan dengan sesuka hati mengajak Niko tanpa menghiraukan Shella yang ada di sebelah Niko.


"Dokter Niko, mari ikut denganku. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan sama Dokter," ajak Livia sembari meraih lengan Niko untuk dia gandeng dan dia ajak pergi bersamanya.


"Mau kemana Dok?" tanya Niko kepada Livia, tetapi Livia hanya tersenyum sembari mengeratkan tangannya untuk mengajaknya pergi. Posisinya yang sebagai putri dari Direktur Utama Rumah Sakit tersebut kadang membuatnya sesuka hati melakukan sesuatu tanpa dia pikirkan perasaan orang lain.


"Udah ikut aja! Besok itu ulang tahun Papaku, jadi aku mau buat kejutan untuk Papa. Kamu mau bantu aku kan?" jawab Livia dengan santai. Niko tidak punya alasan untuk menolak jika Livia selalu membawa nama Papanya dalam setiap ajakannya. Siang itu, Livia mengajak Niko ke sebuah toko dan supermarket untuk membeli sejumlah barang. Awalnya Niko menolak secara halus mengingat jam kerjanya belum usai, tetapi Livia senantiasa mendesaknya hingga dia tidak bisa menolaknya.


"Sudahlah Dokter Niko, jangan cemas! Kamu tidak akan mendapat teguran selagi kamu pergi dengan aku.Papa tentu tidak akan memberi sanksi pada putrinya." ujar Livia dengan enteng. Dia sering menggunakan kekuasaan Papanya untuk melakukan segala hal, dan hal itu tidak di sukai oleh Niko. Siang itu, keduanya pergi hingga hari sudah menjelang sore.


"Kemana Dokter Niko?" tanya salah seorang rekan Dokter mencari keberadaan Niko.

__ADS_1


"Pergi dengan Dokter Livia Dok," jawab Shella dengan kesal.


Rupanya siang itu ada jadwal operasi yang harus di tangani oleh Niko tiga puluh menit lagi. Tentu saja hal itu membuat Niko sangat kepikiran dan tidak tenang.


"Ayo kita kembali ke Rumah Sakit Dok, hari ini ada jadwal operasi yang harus di kerjakan." ajak Niko, tetapi tidak di hiraukan oleh Livia.


"Aduh Dokter Niko, di sana kan ada banyak Dokter lain yang menangani?" sangkal Livia. Akan tetapi, kali itu Niko tidak tinggal diam. Dengan tegas dia menolak kemauan Livia untuk menyuruhnya meninggalkan operasi tersebut.


"Maaf Dok. Kali ini saya tidak bisa menuruti kemauan Dokter. Sekarang juga saya harus kembali ke Rumah Sakit demi menjalankan tugas saya," cakap Niko dengan sopan seraya melepas tangan Livia dari lengannya. Sontak raut wajah Livia berubah menjadi sangat geram dengan sikap Niko. Dia merasa Niko tidak menghargainya sebagai putri seorang Direktur Utama tampaknya bekerja.


"Kamu akan menyesal karena telah menolak kemauanku Dokter Niko!" ancam Livia ketika melihat Niko mulai melangkah meninggalkan dirinya. Sementara Niko tidak menghiraukan ancaman itu. Dia tetap berjalan dengan langkah lebar menuju ke parkiran untuk segera menaiki mobilnya kembali ke Rumah Sakit.


"Anda datang tepat waktu Dok. Lima menit lagi operasi akan di mulai." cakap seorang Dokter lain yang juga hadir dalam operasi tersebut.


Setelah selesai menangani operasi, Niko keluar dari ruangan tersebut dengan di iringi beberapa perawat. Biasanya Shella selalu berada paling dekat dengan Niko, tetapi tidak pada waktu itu karena dia masih merasa kesal pada Niko. Hingga pada akhirnya, Niko yang lebih dulu menyapa Shella ketika sudah berada di luar ruangan.

__ADS_1


"Mau langsung pulang Dok?" tanya Niko. Dia sama sekali tidak merasa jika Shella cemburu padanya, sehingga dengan enteng dia bertanya Shella.


"Iya, Dokter sendiri nggak nganterin Dokter Livia pulang sekalian?" jawab Shella dengan ketus. Akan tetapi, mendadak suaranya melunak dan wajah dinginnya menjadi hangat ketika mendengar jawaban dari Niko.


"Aku tidak tahu saat ini Dokter Livia sudah pulang apa belum? Karena tadi aku meninggalkan dia di supermarket ketika jadwal operasi akan di lakukan. Sebenarnya dia menahan ku dan mengancam jika aku akan mendapatkan masalah karena sudah meninggalkannya, tetapi aku tidak peduli. Bagiku, tugas ku untuk menyelamatkan nyawa pasien lebih penting dari pada kepentingan lain." ungkap Niko menjelaskan.


Seketika hati Shella meleleh mendengar jawaban Dokter Niko. Baginya, Niko adalah sosok yang tegas dan bertanggung jawab. Dan hal itu semakin membuat Shella mengagumi kepribadian Niko.


"Oh, begitu ya Dok? Anda benar benar berhati mulia. Beruntung sekali wanita yang akan menjadi pendamping anda Dok," puji Shella kepada Niko.


"Tidak juga, nyatanya wanita yang selama ini mendampingi ku selalu mengeluh." sahut Niko dengan senyum simpul.


"Itu kan karena dia tahunya Dokter Niko seorang kuli bangunan. Coba kalau dari awal dia tahu kalau anda adalah seorang Dokter, pasti dia juga akan memuji muji anda," cakap Shella mengungkapkan pendapatnya.


"Apa semua wanita itu seperti itu cara berpikirnya?" tanya Niko. Dan pertanyaan itu seketika membuat wajah Shella sedikit memucat. Secara tidak langsung, Niko menyamakan Shella dengan mantan istrinya tersebut.

__ADS_1


"Maaf Dok, jika saya salah bicara." kata Shella meminta maaf. Demi membersihkan nama baik dan pandangan Niko kepadanya, Shella memilih untuk meminta maaf atas ucapannya.


"Kenapa minta maaf? Itu bukan salah kamu. Setiap orang berhak mengutarakan pemikirannya masing masing." jawab Niko. Dia tidak mau mengatur cara berpikir Shella, karena sejauh ini hubungan mereka tidak ada ikatan apa apa.


__ADS_2