
"Apa? Jadi Dokter itu benar benar suami aku? Tapi kenapa Bapak dan Mas Niko tidak jujur dari awal kalau Mas Niko itu seorang Dokter? Kenapa ngakunya malah kuli bangunan? Kenapa Pak, kenapa?" tanya Mila merasa tidak terima karena merasa sudah di tipu oleh Niko dan keluarganya. Sari pun mendukung pertanyaan putrinya, dia juga merasa kecewa karena selama ini menantunya sudah menyembunyikan identitas aslinya.
"Maaf, Bapak dan Ibu ini hanya menuruti kemauan Niko. Untuk masalah alasannya apa, Bapak juga tidak tahu. Hanya Niko sendiri yang tahu, mungkin kamu bisa tanyakan langsung sama dia. Tetapi, dulunya Niko memang hanya seorang kuli bangunan ketika pertama pergi ke kota. Namun, keberuntungan menuntunnya hingga dia bisa menjalani pendidikan kedokteran selama beberapa tahun, dan barulah enam bulan yang lalu dia lulus lalu resmi menjadi seorang Dokter." ungkap Bapak Niko memberi penjelasan, dan tentunya membuat para tamunya semakin tercengang.
Mila dan Sari tidak bisa lagi menekan Bapak Niko untuk menyampaikan alasannya, sehingga satu hal yang terlintas pada Mila adalah segera menemui Niko lalu menanyakan alasan serta meminta agar dia membatalkan proses perceraian tersebut.
"Kalau gitu ayo kita pulang Bu, sepertinya kita tidak akan pernah mendapat jawaban jika terus di sini. Mila ingin menemui Mas Niko untuk mencari tahu kebenarannya." ajak Mila pada Ibunya. Setelah selesai mengunjungi Bapak kandung Niko, Mila berniat untuk segera pergi ke kota untuk menemui Niko secara langsung. Akan tetapi Sari melarangnya.
"Kamu kan bisa menelponnya Mila? Kenapa harus pergi ke kota?" larang Sari, tetapi Mila tetap bersikeras untuk pergi ke sana.
"Tidak Bu, Mila ingin menemui suami Mila secara langsung. Ibu jangan melarangku!" tegas Mila. Keinginannya untuk pergi ke kota tidak dapat di tahan lagi, dan pada akhirnya Sari hanya bisa menuruti kemauan putrinya.
"Baiklah jika itu memang mau kamu. Jika sampai ke kota, kamu datang aja dulu ke rumah Nia, baru nanti kamu pergi mencari Niko. Di sana kamu tidak kenal siapa siapa Mila, Ibu khawatir sama kamu!" pesan Sari kepada putrinya, lalu Mila pun mengangguk guna lekas mendapat izin dari sang Ibu.
Keesokkan paginya, seperti biasa Niko memulai aktifitas pagi. Satu kebiasaan yang tidak pernah terlewat adalah menikmati teh bersama ayah angkatnya sebelum berangkat bekerja, tentu saja dengan di iringi perbincangan hangat di antara keduanya.
"Niko sudah mengakui semuanya Pa," cakap Niko mengawali percakapannya.
__ADS_1
"Benarkah?" sahut Tuan Surya.
"Iya," jawab Niko. Dia kemudian menjelaskan tentang pengakuannya kepada beberapa orang, termasuk juga kepada Mila serta Ibunya ketika mendatangi rumah orang tuanya di kampung. Tuan Surya lumayan terkejut dengan aksi nekat Mila dan keluarganya, tetapi memang itu kenyataannya. Setelah bercengkerama a hangat selama tiga puluh menit, Niko kemudian berpamitan untuk pergi bekerja.
Ketika tiba di Rumah Sakit, Niko di sambut dengan senyuman hangat oleh para perawat, para Dokter dan tak ketinggalan juga oleh Shella. Dokter muda yang dalam waktu waktu ini terbilang paling dekat dengan Niko dari pada yang lainnya. Apalagi, setelah Shella mengetahui dengan jelas bahwa sebentar lagi Niko akan menjadi duda.
"Selamat pagi Dokter Niko," sapa Shella dengan mengukir senyum manis di bibirnya, hingga mendapat senyuman yang manis pula dari Niko.
"Pagi juga Dokter Shella, sepertinya hari ini ceria sekali?" balas Niko pada sambutan yang di berikan oleh Dokter cantik tersebut.
"Tentu saja Dok, hati wanita siapa yang tidak ceria jika bertemu dengan Dokter tampan seperti anda?" sahut Shella dengan pipi yang memerah. Niko sempat di buat salah tingkah dan canggung dengan ucapan Shella tersebut. Semakin ke sana, Shella semakin berani mengungkapkan obsesinya kepada Niko.
"Tidak Dok. Itu fakta, bahkan bukan cuma saya. Tetapi, mereka semua banyak yang berebut ingin mendapatkan senyuman dari Dokter di pagi hari, di setiap waktu." jawab Shella sembari menunjuk ke arah para perawat serta para pegawai yang sedang beraktifitas di sekitar mereka berdua.Dan lagi lagi, hal itu semakin membuat Niko menjadi salah tingkah.
Percakapan hangat keduanya di pagi itu berlangsung selama beberapa menit, dan terpaksa di akhiri ketika ada perawat yang datang dengan membawa sebuah berkas pasien yang harus mereka pelajari sebelum melakukan operasi siang itu.
Dengan begitu akrab dan dekat, keduanya bersama sama membuka lembaran berkas berkas tersebut di dalam ruangan Niko. Dan ketika mereka sedang serius menatap sederet tulisan yang tertera pada kertas kertas itu, mendadak terdengar suara yang mengusik ketenangan.
__ADS_1
"Jangan dekat dekat dengan suamiku!" seru Mila yang mendadak muncul di ruangan Niko. Dengan langkah lebar dan raut wajahnya yang sinis, dia berjalan menghampiri Shella yang saat itu sedang berdiri sangat dekat dengan Niko. Ketika sudah berhasil mendekat ke arah Shella, dengan kasar Mila menarik lengan Dokter cantik itu agar menjauh dari Niko.
"Hei, apa apaan ini? Jangan tarik tarik dong!" seru Shella sambil menepis tangan Mila, kemudian dia merapikan jas kebesarannya.
"Masih bagus aku tarik, harusnya aku jambak rambut kamu, terus aku cakar muka kamu biar hancur dan nggak bisa godain suami orang lagi!" geram Mila kepada Shella dengan kedua mata yang membola.
"Apa? Suami orang? Hello, calon mantan suami kali! Sadar diri dong, bentar lagi kamu itu bakal di ceraiin!" balas Shella tak kalah pedas menanggapi tudingan yang diberikan oleh Mila.
Pada saat itu, kedua wanita tersebut dengan cepat beradu mulut sehingga Niko tidak mendapat kesempatan untuk bersuara. Bahkan, suara keributan antara Mila dan Shella terdengar hingga ke luar ruangan Niko. Beberapa perawat yang mendengar kejadian itu mulai memberikan komentar mereka masing masing.
"Eh, lihat. Calon mantan istri sama gebetan lagi berantem. Kira kira Dokter Niko memihak sama siapa ya?" cakap salah seorang perawat yang bertugas tak jauh dari ruangan Niko.
"Sepertinya dia akan memilih Dokter Shella. Lihat aja, dari segi apapun tetap Dokter Shella yang lebih unggul. Apalagi, Dokter Niko dan istrinya sudah dalam proses perceraian." timpal salah seorang perawat yang lain.
"Tapi kan masih proses, belum bercerai? Jadi, statusnya tetap istri sah Dokter Niko dong? Dan sepertinya Dokter Niko akan tetap berpihak pada istrinya selagi perceraian mereka belum resmi." Yang lain pun ikut menyahuti. Di saat mereka sedang berdebat kecil tentang Mila dan Shella, mendadak muncul satu suara yang berhasil mengakhiri perdebatan mereka.
"Dokter Niko tidak akan memilih keduanya, karena Dokter Niko akan memilih aku!"
__ADS_1
Seketika semua membisu sembari menundukkan kepala setelah mendengar pernyataan tersebut, karena orang yang sedang mengutarakan pendapatnya tersebut adalah orang yang berperan penting pada Rumah Sakit itu.