Rahasia Dokter Niko

Rahasia Dokter Niko
Mungkin hanya kebetulan


__ADS_3

"Jangan bicara begitu dong Dek, nggak baik. Semua kesuksesan itu butuh perjuangan dan kesabaran." Niko masih saja berusaha menasehati istrinya, meski Mila tidak menggubrisnya.


"Telat Mas. Harusnya kamu berjuang itu pas belum nikah, jadi pas udah nikah kita tinggal menikmati kesuksesan. Bukan memulai dari nol kayak gini. Nggak mau ah aku! Itu para tetangga dan teman teman abis nikah pada enak semua hidupnya. Makanya kamu ini jadi laki laki yang maju dong, jangan lemah dan kuno begitu!" cecar Mila yang tidak hentinya menyudutkan Niko.


Niko memejamkan mata usai membaca pesan dari istrinya. Dia tidak menyangka jika hati Mila sekeras itu, tetapi Niko tetap ingin berusaha melunakkan hatinya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


"Iya Dek. Mas pasti akan berusaha lebih giat lagi agar kita bisa menikmati kesuksesan." balas Niko. Dia senantiasa meredam emosi dan tidak menanggapi ocehan Mila. Namun sayangnya, keputusan Mila sudah tidak dapat di ganggu gugat lagi.


"Terlambat Mas! Aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Aku mau laki laki yang sukses dan bisa memanjakanku. Aku nggak mau hidup pas pasan begini. Jadi lebih baik kita akhiri saja pernikahan ini dari pada aku nggak bahagia. Tapi, kamu yang harus mengurus semua surat cerainya, karena aku nggak mau repot repot ngurus, apalagi mengeluarkan biaya." tulis Mila dengan begitu yakin akan keputusan itu. Niko terkejut usai membaca pesan dari Mila. Dia tidak mengira jika akan secepat itu Mila mengambil keputusan.


"Dek, pikirkan lagi semuanya. Kamu ini hanya emosi. Jangan mudah mengambil keputusan untuk berpisah, pernikahan itu bukan hal yang sepele Dek."


Dalam keadaan yang seperti itu, Niko tetap saja berusaha untuk bertahan meski istrinya jelas jelas menginginkan perpisahan dan tidak ada hentinya untuk menjelekkan dirinya.


"Tidak Mas, keputusanku udah bulat. Kita harus berpisah dan kamu yang harus urus semuanya. Aku tunggu akta ceraiku di rumah secepatnya!"


Niko tidak punya kemampuan lagi untuk menahan kemauan Mila. Pada akhirnya hubungan rumah tangga mereka akan tetap kandas. Bahkan Mila ingin secepatnya resmi menjanda.


Keesokan harinya, Niko berniat mengurus perceraiannya ke pengadilan. Pada hari itu dia cuti kerja, hingga membuat para perawat sekaligus Dokter Shella penasaran.


"Eh, Dokter Niko cuti ya hari ini?" tanya seorang perawat kepada rekan seprofesinya.

__ADS_1


"Iya, katanya ada kepentingan keluarga gitu," sahut rekannya.


"Ngomong ngomong Dokter Niko itu statusnya masih single atau beristri sih? Orangnya itu kan introvert banget kayaknya. Diem tapi ramah, pasti beruntung banget perempuan yang jadi pendampingnya karena sepertinya dia itu setia banget..." timpal seorang perawat yang lain.


Rupanya, percakapan mereka itu di dengar oleh Shella yang saat itu hendak melintas ke ruangan tersebut. Dan ketika Shella sudah menampakkan diri di hadapan para perawat itu, mereka semua seketika menghentikan pembicaraan mereka.


"Pagi Dokter Shella," sapa salah seorang perawat kepada Dokter cantik tersebut.


"Pagi, kata kalian tadi hari ini Dokter Niko cuti kerja?" tanya Shella kepada para perawat itu. Kemudian mereka saling menganggukkan kepala untuk mengiyakan. Raut wajah Shella mendadak tak bersemangat karena hari itu dia tidak bisa bertemu dengan Doni.


Di lain tempat, Doni sedang melakukan proses pengajuan cerai di Pengadilan. Tidak banyak kendala yang di temui karena memang pihak suami mempunyai wewenang atas penjatuhan telak. Apalagi mereka belum mempunyai anak, sehingga tidak ada perkara hak asuh serta gono gini.


Hari itu Niko sedang berada di Rumah Sakit. Dia menangani pasien yang di rujuk dari Rumah Sakit di kampung. Dan kebetulan, alamat pasiennya tersebut adalah daerah dimana Mila tinggal. Bahkan, Niko pun mengenal siapa yang akan menjadi pasiennya.


"Mbak Dina?" gumam Niko ketika mengetahui pasien yang akan dia tangani. Bukan hanya kenal dengan si pasien, tetapi Niko juga mengenal para keluarganya. Niko berusaha bersikap tenang dengan tidak melepas masker serta kaca matanya agar mereka tidak mengenali wajah Niko seperti ketika dia menangani kasus Nia. Tetapi sayangnya, Niko tidak bisa lama lama bersembunyi karena pasien melihat wajah Niko pada kartu yang tertempel di dadanya. Apalagi tertera jelas nama Niko Hermawan.


Berbeda ketika Niko sedang menangani kasus Nia kemaren, karena pada saat itu Niko mengenakan pakaian pasca operasi sehingga kartu pengenalnya dia tanggalkan.


"Dokter Niko Hermawan? Wajah Dokter persis seperti tetangga saya," tukas Dina ketika Niko tengah memeriksanya. Ucapan Dina sempat di dengar oleh keluarganya, sehingga satu per satu dari mereka ingin ikut menyaksikan dugaan Dina. Dan benar, mereka semua mengatakan hal yang sama.


"Iya, Dokter ini persis seperti Niko suaminya Mila.Menantunya Bu Sari."

__ADS_1


Degh! Seketika jantung Shella seakan berhenti berdetak. Dia yang saat itu ikut hadir saat memeriksa kondisi pasien tentu terkejut mendengar ucapan keluarga pasien tersebut. Bahkan, dugaan tersebut bukan untuk pertama kalinya. Melainkan sudah dua kali ada yang mengatakan jika Niko adalah suami dari perempuan bernama Mila. Para perawat yang ada di ruangan itu juga ikut celingukan saling pandang usai mendengar kalimat yang di sampaikan oleh keluarga pasien. Dan demi mengembalikan suasana agar kembali tenang, Niko segera memberi jawaban.


"Mungkin hanya kebetulan dan kalian salah orang," ujar Niko dengan sopan. Tetapi mereka masih berusaha untuk menyangkal.


"Nah, suaranya aja juga mirip banget. Pasti nggak salah ini. Hebat sekali ya ternyata, selama ini Mila bilang suaminya kuli bangunan, tapi ternyata seorang Dokter hebat." puji salah seorang keluarga Dina, dan Niko hanya terdiam mendengarnya.


Shella ikut bersuara ketika dia lihat Niko sepertinya tidak nyaman dengan kalimat kalimat yang di utarakan oleh keluarga pasiennya.


"Sudah sudah. Tidak perlu di bahas. Saat ini kita harus fokus pada pasien. Dan kamu Nyonya Dina, jangan banyak bergerak dan bicara agar obat yang kami berikan segera bereaksi. Lagian Dokter Niko ini masih single kok, tidak seperti yang kalian bilang jika dia memiliki istri bernama Mila!" geram Shella kepada keluarga pasien. Selain itu, terlihat jelas jika Shella merasa cemburu ketika mendengar jika Niko sudah beristri.


Usai mendengar kalimat dari Shella, semua terdiam dengan ambigunya masing masing. Keluarga Dina heran dengan kalimat yang di ucapkan oleh Shella karena mengatakan jika Niko masih single. Sementara para perawat yang ada di sana heran dengan kalimat yang di ucapkan oleh keluarga pasien jika Niko sudah beristri.


"Mana yang benar sih?" pertanyaan itu muncul di benak masing masing, termasuk juga di benak Shella. Dan yang tahu jawabannya hanyalah Niko sendiri.


Setelah keluar dari ruang pemeriksaan, Niko segera pergi ke ruang kerjanya. Shella dengan cepat mengejar Dokter tampan itu untuk menanyakan sesuatu. Rupanya, sejak kemaren Shella juga di buat penasaran dengan status Niko yang sebenarnya.


"Dokter Niko," panggil Shella sebelum Niko masuk ke ruangannya. Karena mendengar ada yang tengah memanggilnya, Niko menghentikan langkahnya lalu menoleh ke asal suara yang rupanya adalah Shella.


"Iya Dokter Shella, ada apa?" tanya Niko dengan senyum tipis. Dokter Shella lekas mendekat ke arah Niko, kemudian mulai mengutarakan hal yang selama ini mengganggu pikirannya.


"Maaf Dok, ada yang ingin saya tanyakan. Tapi sebelumnya saya minta maaf jika pertanyaan saya ini terlalu lancang. Emmm, semua yang di bilang oleh keluarga pasien tadi tidak benar kan Dok? Tidak benar kan jika anda sudah beristri dan istri anda bernama Mila?"

__ADS_1


__ADS_2