Rahasia Dokter Niko

Rahasia Dokter Niko
Menjadi rebutan para wanita


__ADS_3

Ketika Mila dan Shella sedang beradu mulut, terdengar suara langkah kaki yang masuk ke ruangan Niko. Dan beberapa detik kemudian, berdiri seorang perempuan mengenakan jas putih berkaca mata, dia adalah Dokter Livia.


"Dokter Niko, kamu di tunggu Papa di ruangannya!" seru Livia kepada Niko. Dia adalah putri dari Direktur Utama Rumah Sakit tersebut. Hanya saja, dia adalah Dokter Spesialis Gigi, sehingga dia jarang sekali bertugas dengan Niko. Berbeda dengan Shella yang sama sama Dokter Spesialis Kandungan.


Tanpa banyak bertanya lagi, Niko segera beranjak dari ruangannya untuk segera menuju ke ruangan Direktur Utama. Sementara Shella dan Mila seketika menghentikan perdebatannya ketika Livia datang. Shella tentu tahu siapa Livia, sehingga dia segera menundukkan kepala dan memberi sapaan kepada putri dari orang penting di Rumah Sakit tersebut. Berbeda dengan Mila yang tidak tahu menahu siapa Livia, dia kira Livia hanya sekedar teman kerja Niko dan juga Shella, sehingga dengan percaya diri dia menahan Niko agar tidak keluar ruangan.


"Maaf Dok, saya istri Dokter Niko. Sedang ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan suami saya," ucap Mila sembari mendekat ke arah Niko dan hendak meraih lengan Niko. Tetapi dengan cepat Livia menepis tangan Mila.


"Anda kira anda siapa? Kepentingan anda bukan urusan saya, dan bukan urusan Rumah Sakit ini!" tegas Livia, kemudian dia kembali mengulang perintahnya kepada Niko.


"Dokter Niko, anda bisa kan secepatnya datang ke ruangan Papa?"


"Baik Dok," jawab Niko dengan singkat. Kemudian dia segera keluar dari ruang kerjanya dengan di iringi oleh Livia di belakangnya.


Beberapa perawat yang menyaksikan kepergian Niko dan Livia secara bersamaan, mulai bergeming.


"Eh, ternyata dugaan kita salah semua. Dokter Niko nggak milih istri ataupun gebetannya, tapi dia malah pergi dengan Dokter Livia," tukas seorang perawat dengan lirih, karena takut terdengar oleh Mila dan juga Shella.

__ADS_1


"Emang benar benar jadi rebutan para wanita. Kalau saingannya Dokter Livia dan Dokter Shella, kita ini nggak ada apa apanya!" sahut salah seorang perawat yang lainnya.


"Udah udah, jangan banyak komentar. Nanti kalau kedengaran sama istri Dokter Niko dan juga kedengeran Dokter Shella, bisa gawat kita!" tegur salah seorang lainnya yang juga berada di tempat yang sama.


Setelah beberapa menit dari kepergian Niko dan Livia, menyusul di belakangnya Shella juga ikut keluar meninggalkan Mila yang masih menahan emosi di dalam ruangan. Awalnya dia mengira, jika dia dengan percaya diri memperkenalkan diri sebagai istri Dokter Niko, maka akan banyak yang segan kepadanya. Tetapi yang ada dia malah mempermalukan dirinya sendiri.


"Sepertinya aku harus mendatangi rumah ayah angkat Mas Niko agar aku bisa berbicara empat mata dengan tenang," cakap Mila dalam hati, kemudian dia lekas keluar dari ruangan itu.


"Apa benar perempuan tadi istri kamu Dok?" tanya Livia kepada Niko, ketika sedang berjalan bersama menuju ke ruangan Direktur Utama.


"Iya, tetapi kami sedang dalam proses perceraian." jawab Niko apa adanya.


"Maaf Dok, alasan kami bercerai bukan itu." jawab Niko dengan tetap menjaga keramahan meski hatinya tidak suka dengan kata kata Livia.


"Oh ya? Lalu karena apa? Dokter yang sukses dan genius seperti anda pastinya mencari pasangan yang serasi dan sepadan secara pendidikan, karier atau pun finansial lainnya. Dan kriteria semua itu memang tidak ada pada istri anda tadi!" seru Livia dengan percaya diri. Dia menyebutkan kriteria yang ada pada dirinya, tetapi sayangnya jawaban dari Niko berbanding terbalik dengan yang dia pikirkan.


"Tidak. Itu semua tidak benar. Saya lebih menyukai perempuan yang menyukai saya bukan karena karier dan gaji seorang Dokter. Akan tetapi, saya menyukai perempuan yang lebih menghargai proses bagaimana perjuangan saya mencapai titik ini, dari pada perempuan yang hanya melihat hasil dari perjuangan saya." jawab Niko dengan tegas.

__ADS_1


"Apa? Dramatis sekali jawaban anda? Hello? Di dunia ini tidak ada orang seperti itu Dok. Semua akan tergiur dengan karier yang mapan dan pendapatan yang besar," sangkal Livia. Dia tidak sependapat dengan pemikiran Niko , begitu juga dengan Niko. Dia sama sekali tidak menyukai cara berpikir Livia yang memandang semua dari materi.


Percakapan sengit di antara keduanya berhenti ketika mereka telah tiba di depan ruangan Direktur Utama. Niko segera masuk, sementara Livia juga masuk ke ruangannya yang tak jauh dari ruangan Papanya.


Waktu terus berjalan hingga akhirnya tiba di waktu Niko pulang dari kerja. Sedari tadi, Mila sudah datang di rumah Tuan Surya lebih awal. Dia sengaja menunggu kedatangan Niko karena ingin berbicara empat mata. Mila memilih duduk di ruang pos security hingga Niko pulang. Mila juga sempat bertanya kepada penjaga gerbang tersebut, pada pukul berapa biasanya Niko pulang. Dan setelah mendapat jawaban dari security tersebut, Mila memilih untuk menunggu hingga ketiduran.


"Nyonya, nyonya. Bangun Nyonya, Tuan Niko sebentar lagi datang," ujar security tersebut untuk membangunkan Mila. Tidak berselang lama, telinga Mila dapat mendengar suara itu dan dia lekas bangun dari tidurnya.


"Iya Pak, terima kasih sudah membangunkan saya," jawab Mila. Dia kemudian membenahi rambut dan pakaiannya yang sedikit berantakan karena bangun dari tidur.


Beberapa menit kemudian, terdengar suara deru mobil mendekat dan terlihat dari kejauhan bahwa itu adalah mobil Niko. Mila segera berdiri dan keluar dari pos security. Dia berdiri tepat di depan pintu gerbang untuk menghadang mobil Niko. Niko sudah menduga jika Mila pasti akan mendatangi rumahnya karena selama di Rumah Sakit tadi dia tidak memberikan jawaban apapun.


"Masuklah!" titah Niko kepada Mila. Niko sengaja menyuruh Mila masuk ke dalam mobil, agar pembicaraan mereka tidak di dengar oleh security sekaligus ayah angkatnya.


Mendengar titah dari Niko, tentu saja Mila sangat senang. Selain senang karena dia mengira jika Niko sudah berubah pikiran, Mila juga merasa senang karena akan menaiki mobil pribadi milik Niko. Sempat terpikir oleh Mila, jika saat itu Niko berubah pikiran dan benar benar akan membatalkan perceraian itu, Mila akan mengajak Niko pulang ke kampung dengan menaiki mobil. Tentunya Mila akan memamerkan mobil itu kepada para tetangganya. Dia juga sempat merancang rencana dengan singkat, yakni akan mengajak Ibunya jalan jalan dengan menaiki mobil pribadi milik suaminya.


Setelah Mila masuk ke dalam mobil dan menduduki kursi bagian depan, Niko lekas menyambutnya dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Ada keperluan apa kamu mencariku? Apa karena kamu tahu jika aku seorang Dokter lalu kamu akan memintaku untuk kembali kepadamu?"


__ADS_2