Rahasia Dokter Niko

Rahasia Dokter Niko
Niko tidak terima


__ADS_3

Di ruangan lain, Citra sedang bertugas untuk memeriksa pasien rawat inap bersama dua orang lainnya. Citra nampak lebih tenang di ruangan itu karena jauh dari Niko, sehingga dia terhindar dari masalah baru.


"Eh Citra, emang bener ya kamu itu pacaran sama Dokter Niko?" tanya teman seprofesi Citra yang bertugas di ruangan yang sama. Citra terkejut mendengar pertanyaan itu, sebab dia tidak mempunyai hubungan apa apa dengan Niko.


"Apa? Tidak, itu semua tidak benar. Memang siapa yang bilang begitu?" Citra balik bertanya kepada temannya.


"Aku denger dari orang orang katanya kamu deket banget sama Dokter Niko. Mereka nuduh kamu yang tidak tidak, karena baru dua hari kerja, kamu sudah bisa dekat dengan Dokter populer itu." jawab teman Citra dan lagi lagi Citra menyangkal semua itu.

__ADS_1


"Tidak. Itu tidak benar. Aku tidak melakukan apa apa, dan aku juga nggak berniat untuk mendekati Dokter Niko. Aku cukup tau diri siapa aku dan siapa Dokter Niko." sahut Citra berusaha meyakinkan dua orang temannya.


"Iya, aku percaya kok sama kamu. Kita kan udah kenal lama. Kamu yang sabar ya. Kalau gitu, mulai sekarang kamu menghindar aja dari Dokter Niko. Kamu juga jangan sampai berangkat atau pulang kerja naik mobil Dokter itu, biasanya kita kan naik angkot." ucap teman Citra yang lain memberi dukungan pada Citra. Mereka memang sudah bersahabat lama sejak sekolah, sehingga mereka tidak percaya jika Citra di tuduh dengan hal hal seperti yang di bicarakan oleh orang orang.


Setelah beberapa menjalankan tugasnya, tiba waktu makan siang. Niko lekas keluar dari ruangannya untuk mencari Citra, tetapi ketika dia tiba di depan pintu ruangannya, dia berpapasan dengan Shella.


"Maaf Dokter Shella, kamu duluan aja ke sana. Aku masih ada urusan." tolak Niko dengan tegas. Sejak saat itu Niko tidak mau terlalu memberi harapan kepada Shella, agar Shella tidak menyalah artikan kedekatan mereka. Tentu saja penolakan itu membuat Shella merasa kesal. Dan kali itu, dia sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kekesalan itu.

__ADS_1


"Dokter mau kemana? Mau mencari perawat baru itu? Apa sih Dok yang Dokter lihat dari dia? Dokter ini ngerasa nggak sih kalau ada yang janggal? Sangat tidak wajar sekali jika seorang Dokter mengejar seorang perawat yang baru saja di kenalnya dua hari? Dokter itu kena guna guna!" geram Shella dan dengan terang terangan menuding Citra.


"Astaga Dokter Shella, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu? Kamu ini seorang Dokter loh, kenapa tidak berpikir secara logis dan malah percaya pada magis?" sahut Niko sembari menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak mengira jika Shella akan menyimpan pemikiran seburuk itu kepada Citra. Niko juga tidak terima jika Citra mendapat tudingan negatif, karena faktanya memang dia yang berniat mendekati Citra, bukan sebaliknya.


"Maaf Dok, tapi pemikiran seperti ini di rasakan oleh semua mata yang melihat kedekatan Dokter dengan perawat itu. Semua mengira bahwa ada yang janggal dari kedekatan kalian yang begitu instan." ungkap Shella mencari pembenaran dan mencoba meyakinkan hati Niko. Namun sayangnya, jawaban Niko membuat Shella begitu tercengang.


"Maaf juga Dok, semua kejanggalan itu hanya terlihat di mata orang orang yang terbiasa membedakan seseorang dengan orang yang lainnya hanya dari harta, jabatan ataupun pendidikan. Dan sayangnya, aku bukan tipe orang yang seperti itu. Dan aku paling benci dengan orang yang terbiasa merendahkan orang lain karena menganggap orang lain tidak sepadan dengan dirinya. Permisi!" seru Niko dengan begitu tegas, kemudian dia meninggalkan Shella di depan pintu ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2