Rahasia Dokter Niko

Rahasia Dokter Niko
Perawat baru


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan Direktur Utama, Niko mendengar Livia memanggilnya.


"Dokter Niko! Jangan merasa bangga karena di puji oleh Papaku. Jika beliau tahu jika seorang Dokter Niko adalah laki laki yang menipu istri sendiri, Papa pasti akan menyesal karena pernah memuji anda. Anda ini pandai memakai topeng. Akan tetapi, karakter anda yang sebenarnya adalah laki laki yang pandai bersandiwara!" Seru Livia kepada Niko, dan dia segera meninggalkan Niko tanpa menunggu jawaban darinya. Sementara Niko hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan wanita satu per satu yang hampir semua sama. Hingga saat itu Niko belum menemukan karakter wanita yang pas di hatinya.


Hari itu ada banyak pasien yang di tangani oleh Niko. Bukan hanya di kamar operasi, tetapi juga di ruang USG. Selain pasien, hari itu juga ada banyak perawat yang baru mulai bekerja di Rumah Sakit itu. Dan salah satu perawat yang baru tersebut bernama Citra. Dia bertugas membantu Niko ketika memeriksa pasien yang sedang melakukan USG.


Hingga tiga puluh menit berada di ruangan yang sama, Niko belum menyadari jika Citra adalah perawat yang baru saja bertugas di Rumah Sakit itu. Barulah ketika Citra melakukan satu kesalahan kecil, Niko lalu menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Duh, gimana sih sus? Pelan pelan dong! Gini kan bajuku jadi kotor!" tegur salah seorang pasien yang bajunya terkena gel yang biasa di pakai sebelum melakukan USG.


"Ma-maaf Nyonya. Sa-saya tidak sengaja." jawab Citra dengan bibir gemetar sembari menundukkan kepala. Selanjutnya dia segera meraih beberapa lembar tissue untuk membersihkan gel tersebut. Namun, pasien yang berada di dalam ruangan itu terlanjur marah sehingga menepis tangan Citra ketika hendak membersihkan gel tersebut.


Kejadian itu menarik perhatian Niko. Bukan karena melihat kesalahan yang di lakukan oleh Citra, melainkan dia memperhatikan cara Citra untuk menanggapi pasiennya yang sedang marah marah. Melihat Citra yang terdiam saat di bentak bentak oleh pasiennya, Niko pun mendekat.


"Maaf Nyonya, mungkin dia sedikit kurang teliti." ujar Niko sembari meminta maaf kepada pasiennya.

__ADS_1


"Bukan, dia bukan anak baru. Tetapi dia sedang tidak enak badan saja. Dia adalah perawat yang paling rajin dan pandai di sini." jawab Niko seraya menoleh ke arah Citra. Tentu saja gadis berusia dua puluh tahun itu terkejut mendengar pernyataan yang berbanding terbalik dengan dirinya. Dan dia juga tidak tahu mengapa Niko mengatakan semua itu kepada pasiennya.


Setelah bersitegang dengan satu pasien tersebut, akhirnya proses USG berjalan dengan baik berkat keramahan Niko yang mampu meredakan amarah pasiennya. Dan ketika pasien tersebut selesai di tangani, Citra memberanikan diri untuk bertanya kepada Niko sebelum ada pasien lain yang masuk.


"Emm...maaf Dok, kenapa tadi.. tadi Dokter bicara seperti itu? Bukankah benar saya adalah anak baru di sini?" tanya Citra sembari menundukkan kepala dan nampak terlihat begitu gugup.


"Jika sedang berbicara, menghadaplah pada lawan bicaramu. Bukankah kamu di ajari seperti itu oleh orang tuamu?" tanya Niko. Dia semakin tertarik melihat attitude yang di perlihatkan oleh Citra. Dari cara bicaranya, sikapnya, kesabarannya, dan juga kerendahan hatinya.

__ADS_1


Sementara Citra, dia semakin gugup menghadapi Niko yang memberinya kejutan dalam kalimat kalimatnya pada awal pertemuan mereka. Citra masih bingung untuk menjawab pertanyaan dari Niko, karena awalnya dialah yang sebenarnya bertanya. Dan belum sempat dia menerima jawaban dari Niko, Dokter tampan itu malah memberinya pertanyaan balik.


"Apa kamu akan terus menundukkan kepala dan enggan memandang ke arahku?" sekali lagi pertanyaan dari Niko membuat Citra semakin salah tingkah.


__ADS_2