
Elli permata sari adalah seorang gadis yang cantik jelita, cerdas, dan mempunyai bakat di bidang seni.
hampir semua bidang seni ia kuasai, baik itu: seni tari, , musik, suara, lukis, dan juga seni menulis.
tak lupa dia juga menguasai ilmu bela diri.
Gadis berumur 18 tahun itu sangat disukai semua orang. bahkan di usianya yang masih muda, iya telah menjadi salah satu musisi yang bertaraf internasional.
"Senni merupakan kebahagiaan dan semangatku, ambisi serta tujuan hidupku. Tanpa adanya seni bagaikan sayur tanpa garam.
Huuh sungguh hambar rasanya. Aku dan seni tak bisa dipisahkan seperti amplop dan perangko.
"Elli! Elli ! Elli dia seperti Pelangi yang memiliki warna warni yang indah. yuhu, aku adalah pans beratmu!"
"Kau memang luar biasa!" Elli yang terbaik."
Teriakan sanjungan dan tepuk tangan dari para penonton memenuhi Aula besar dan mewah itu. Pada acara konser yang dihadiri lebih dari 3000000 orang, Elli menyanyikan lagu merdu yang amat mennyentuh hati hingga menembus sanubari setiap orangyang mendengarnya.
Sepulangnya Elli dari acara konser, untuk mengurangi rasa lelahnya, iya langsung membaringkan tubuhnya sambil mendengar detik-detik pada jarum jam dinding. Sembari mengetuk-ngatukan jarinya di atas nakas dekat tempat ia berbaring, seolah-olah ketukan jari dan bunyi jarum jam adalah suara drum.
tak lupa juga iya bernyany, aku diam-diam suka kamu kucoba mendekat. coba mendekati hatimu, aku diam-diam suka kamu, kucoba mendekat kucoba mendekati hatimu.
"Buka pintunya!" Teriak sang ibu yang menggedor-gedor pintu kamar Elli dengan keras.
Wanita cantik itu terkejut bukan kepalang, iya segera berdiri membukakan pintu sambil berdecak kesal.
__ADS_1
"Ada apa sih Ma? Bikin kaget aja.
"Bukan apa-apa kok sayang, anak Mama pasti capek kan? makan dulu gih! Mama sama papa udah makan di luar tadi." Jawab nya sambil tertawa renyah telah berhasil mengerjai Putri cantiknya itu.
"Isssssss. Mama ngeselin banget deh! Oke aku makan nanti aja ya mah masih kenyang nih."
"Dasar Anak keras kepala, di suruh makan aja susah amat. Entar kalau sakit gimana?
Jangan lupa makan ya! Awas aja enggak Mama aduin ke papa loh."
Ibu dari dua orang anak perempuan itu, mengomeli Putri sulungnya. dan segra ia pergi ke rumah sakit. ya, Nyonya Ira Wati Wijaya berprofesi sebagai Dr.
DiaKemudian menutup pintu kembali, lalu melanjutkan nyanyiannya yang sempat terhenti karena ulah jahil sang Mama.
Ternyata dia adalah pembunuh bayaran, yang ditugaskan Untuk membunuh sang musisi terkenal itu.
Dia adalah Dina sahabat seperjuangan dan keduanya begitu akkrap sedari kecil, namun karna Elli lebih sukses darinya, Dina menjadi sangat membencinya.
Seet. sebuah pisau menusuk tepat di dadanya dan mengenai jantung. "Aaat. Mom Dad,para faansku maafkan aku harus pergi. serunya dalam hati.
Namun alangkah terkejutnya ia saat membuka mata.
"ahht. Seluruh tubuhku sangat sakit. Tempat apa ini? Bukankah aku sudah mati? Oh ya! Mungkin aku sedang berada di akhirat. Tapi mengapa tempat ini tidak seperti akhirat? Aku merasa berada di dunia lain .Aduhhhhhhhhhhhh. kepalaku seakan mau pecah.
elli terkejut sekaligus bertanya-tanya, pasalnya saat ini ia berada di ruangan yang sempit dan kumuh. Ditengah rasa sakitnya, tiba-tiba terdengar suara lembut menyapa gadis itu.
__ADS_1
"Disinilah awal perjalanan dan perjuangan mu nak! Jiwamu telah aku tempatkan di tubuh Ellisya, kau harus berjuang demi tubuh ini. Cinta sejatimu akan kau temukan di zaman ini.
Ellisya, siapa itu Ellisya? Siapa kau, lalu zaman apa yang kau maksud? Aku benar-benar tidak mengerti."
"Aku adalah Dewi kehidupan anakku dan saat ini kau berada di zaman kuno.
"Dewi kehidupan! Aku amat beruntung dapat mendengar suaramu. Dewi bolehkah aku bertanya? Dewi! Dewi! Dewi! Namun tak ada sahutan dari sang Dewi.
Elli sedikit kesal karna ia tak lagi mendengar suara Sang Dewi kehidupan,.
Tiba-tiba ingatan si pemilik tubuh berputar-putar di kepala nya. Ellisya meregang nyawa karena tidak sengaja telah menumppahkan air dan membasahi gaun yang dikenakan Tuan Puttri.
Ia di cambuk 15 kali dalam satu hari.Tidak diperbolehkkan memakan sesuatu dan juga dikurung di ruangan yang sempit,, apalah daya ia hanya seorang pelayan istana.
Dan adik nya tidak tahu dimana keberadaannya. Mungkin dia telah di jual kepada bangsawan, untuk dijadikan budak? Atau bisa juga ia sudah pergi untuk selamanya.
Tidak hanya sampai di situ, ayah dan ibu Ellisya difitnah telah mencuri gelang kaca Permain suri. Akhirnya mereka pun digantung di alun-alun kota. Mereka di anggap sebagai penjahat yang telah melakukan kesalahan besar, tak ada yang mencoba mencari tahu kebenaran sesungguhnya.
Sungguh kejam. Hanya karena hal sepele mereka melakukan hal itu. Bulir-bulir bening menetes dari sudut mata gadis cantik itu, betapa malangnya nasibmu Ellisya. Kalian memperlakukan seseorang sama seperti hewan karena dia hanya sebagai pelayan, kalian berbuat semena-mena.
Di manakah keadilan mu Baginda Raja? Apakah kau tidak punya hati nurani permaisuri?
Sudah cukup, aku tidak boleh menangis seperti ini! Ellisya! Akan ku balaskan semua penderitaanmu selama ini. Ujar nya.. sambil mengngangkat jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf w, kemudian meletakan nya di dada nya berjanji kepada si pemilik tubuh itu.
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
__ADS_1