Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.

Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.
preman pasar.


__ADS_3

Saat mereka asyik memilih-milih bermacam-macam jenis kain, dari yang kualitas rendah hingga kualitas yang berkelas, pilihan Permaisuri Linsya dan Ellisya jatuh kepada salah satu jenis kain katun yang akan sangat luar biasa jika di rancang sesuai gaya abat 21.


Awalnya Permaisuri Linsya menolak, tapi Ellisya berusaha membujuk meyakinkan nya, berjanji ia akan menjahit baju yang sangat indah special untuk Pangeran Darriian.


“Wah, ini mah pasti keren banget kalau gue buat kayak model bajunya BTS.” Ucap Ellisya tiba-tiba dengan bahasa gaulnya, membuat Permaisuri Linsya terheran-heran di buatnya.


“Kau mengatakan apa?” Tanya nya.


“Bukan apa-apa Permaisuri. Jawap Ellisya salah tingkah, sembari merutuki dirinya sendiri dalam hati. Bagaimana bisa aku bicara menggunakan bahasa modern sih? Ingat, kau berada di era Sembilan ratusan. Dasar Ellisya begok!.


Setelah menyisihkan banyak kain yang hendak Permaisuri Linsya beli, dia kemudian membayar nya dengan dua keping koin emas. “silahkan Tuan ambil saja kembalianya!”


“Tapi Nona, ini terlalu banyak! Asal Nona tahu dua koin emas ini bisa membeli semua kain di tokoku ini.” “Sudah Tuan, tidak apapa!. Pergunakan uang itu untuk memperbesar serta memajukan tokomu ini.” Seru Permaisuri kepada Pak tua pedagang tersebut. Penjual kain itu seketika tersenyum sumbringah, melihat perbuatan Wanita yang berhati luhur di hadapannya. Ia sangat berterimakasih kepada Nona tersebut.


Secara tak sengaja Permaisuri Linsya melirik Ellisya yang terus menatap ke berbagai jajanan enak sambil menelan air liurnya. “Putriku ini pasti menginginkan makanan itu kan? Ucap Permaisuri Linsya membuat mata Ellisya seketika terbelalak.

__ADS_1


Ellisya benar-benar bingung dengan apa yang sedang ia dengar. “Apa Yang Mulia katakan?” Tanya Ellisya. Namun pada saat dia sedang berbicara, Permaisuri Linsya telah berlari kecil meninggalkan gadis yang sedang bingung karna ulah nya, membeli bermacam-macam cemilan tradisional lejat itu, sehingga Permaisuri tidak mendengar pertanyan yang dilontarkan Ellisya.


"Sungguh aneh Wanita ini, dia bilang apa tadi? Putriku! Sejak kapan aku menjadi Putrinya? Huf aku amat sangat tidak sudi terlahir sebagai salah satu dari anggota keluarga orang-orang jahat dan licik itu." Ellisya tersenyum sinis.


"Hehem. Atau ia hanya mencoba menarik perhatianku saja? sesungguhnya ia pun heran dengan dirinya sendiri. di satu sisi tak ada yang mencurigakan dari setiap gelagat permaisuri tetapi Ellisya mengabaikan perasaan yang seperti itu.


Dan kembali lagi pada tujuan awalnya yakni balas dendam dan menegakkan keadilan. Lalu ia segera bergegas menyusulnya.


Ellisya seakan langsung lupa dengan yang baru dia alami, ketika gadis itu mecicipi jajanan yang seperti martabak, tapi bedanya dengan martabak adalak: di masak dengan cara dipanggang dan isinya bukan coklat atau kacang, melainkan gula aren serta garam, tapi rasanya sangat enak sekali.


“Nona yang manis, kau cantik sekali! Berbeda dengan temanmu ini. Ayo kita bersenang-senang barang semalam saja!.” Ucap Peria berwajah sangar berserta genit kepada Permaisuri Linsya.


Seketika Linsya menjatuhkan makanannya ke Tanah, ia sangat ketakutan lalu menjauh dari orang itu.


Ellisya meletakan sejenak makanan nya, kemudian menarik tangan Permaisuri, dan bertanya.

__ADS_1


“Tuan, apa yang kau katakan terhadap Nonaku? Tolong jaga sikap anda Tuan.” Kata Ellisya memberi peringatan.


“Hahahahahah. Gadis jelek sepertimu? Gadis jelek ini ingin melindungi Nona cantik ku. Hah, pergi kau dari sini! Biarkan aku bermain dengan nya.” Dia Malah mengusir Ellisya.


“Tuan, anda jangan memancing keributan dengan kami! Jika Tuan terus memaksakan kehendak, aku tak akan segan-segan untuk membuat kau babak belur”. Ancam Ellisya mulai tersulut emosi.


“Ikut saja denganku!” Ucap Pereman pasar itu, menyeret Permaisuri Linsya pergi. “Ellis! Tolong aku!.” Teriak nya sambil meronta.


Ellisya menjadi panik. Siapa pun, tolong bantu Nonaku lepas dari orang itu! Namun mereka hanya mematung di tempat, tak ada yang berani menyelamatkan Permaisuri,. Mereka sangat takut kepada Lelaki kasar serta bertampang garang itu.


huh, tidak di masa zaman kuno maupun masa modern, yang lemah akan selalu tertindas. terkhusus kaum hawa, selalu saja menjadi bulan-bulanan para lelaki.


***** Gadis itu geram, ia segera berlari kencang mengejar Preman yang membawa Permaisuri Linsya yang semaking menjauh. Kali ini Ellisya amat sangat marah, melihat kaum Hawa diperlakukan seperti mainan.


Bugh bugh bugh. Dari arah belakang Ellisya menyerang Peria tersebut, sehingga Permaisuri Linsya terlepas dari cengkraman si Pereman pasar itu.Ellisya langsung membawa Permaisuri ke tempat yang aman. Mengetahui Wanita incaran nya telah lepas dari genggaman nya.

__ADS_1


Pereman itu menyerang Gadis berkulit hitam di depannya, yang hitam kulitnya seperti pantat kuali saja.


__ADS_2