Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.

Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.
Aming.


__ADS_3

Baku hantam pun tak terelakan lagi.Bugh krek krek. Dengan tenaga penuh Ellisya memelintir tangan nya ke belakang, sekali gus menendang bagian bawahnya menggunakan kaki kanan sedangkan kaki kirinya menginjak tepat pada jempol kaki Peria itu, dia merasakan sakit yang luar biasa karna Gadis celek yang sedang melawan nya kini, ternyata amat cerdik. Ia menyerang bagian tubuh yang sensitive, dan dengan gerakan cepat tak terbaca.p


ereman pasar itu tidak tinggal diam, ia mengangkat tangan dan membuat gerakan ke samping kiri,lalu jungkir balik ke belakang. Tanpa ia ketahui Ellisya sudah berada di depanya , Ellisya memukul tepat di dada dan belakang kepala nya, menyebabkan Peria itu mengaduh dan terbaring di bawah kaki Gadis itu.


Setelah Lelaki busuk tersebut terjatuh di tanah, tak mau buang-buang waktu, Ellisya mencekik leher serta memotong benda pusaka nya dengan bamboo yang ia temukan di pinggir tempat mereka saling menyerang.


"Sedari awal aku sudah memperingatkanmu tuan, tapi kau begitu keras kepala dan merasa bahwa dirimu lah yang paling hebat. Untuk kali ini aku akan memaafkanmu, segeralah pergi dari sini! Jangan coba-coba sekalipun untuk membuat kerusuhan dan merugikan orang lain tuan, jika kau masih berbuat hal yang sama, aku akan langsung menghabisimu dan juga seluruh keluargamu dengan tangan kecilku ini".


Ellisya berbisik tepat di telinga preman itu dengan penuh nada ancaman, lalu menendang pria itu dengan keras sekali, sehingga ia terpental cukup jauh sampai 55 m.


Tak ada ampunan bagi orang yang sudah mencoba mencari masalah dengan nya.


Semua orang terkagum-kagum dengan kemampuan yang dimiliki Ellisya si Gadis hitam dan sangat celek itu. Dia lah orang pertama yang berani melawan Pereman tersebut, selama ini para pedagang begitu resah dibuatnya. Mereka dipaksa untuk memberi setengah dari hasil penjualan mereka,terimakasih Nona kulit hitam! Ujar mereka serempak kepada Ellisya, tulus. Ellisya tidak ada masalah sama sekali, meskipun orang-orang menyebut dirinya Si kulit hitam, atau mungkin juga sebagian orang lagi menjadikan Julukan itu sebagai cacian semata, tapi dia tidak mau ambil pusing.


Namun sesungguh nya, Ellisya merasa heran dengan dirinya. Karna pada saat ia sedang marah, dari telapak tangan nya muncul asap hitam pekat. sorot mata nya benar-benar dingin, tanpa belas kasih dia menghabisi nyawa orang yang menurut nya tak sesuai dengan yang ia inginkan, maka dia akan menghabisinya secara bengis dan menyembunyikan perbuatan nya dengan apit, tiada satu orang pun yang dapat mengetahuinya.

__ADS_1


“Yang mulia Permaisuri, apa Yang mulia baik-baik saja? Adakah tubuh Permaisuri yang terluka? Atau penjahat itu mengambil barang- barang berharga, Yang mulia mungkin ada yang hilang? Ellisya melontarkan pertanyaan-pertanyaan bertubi-tubi sambil memeriksa keseluruhan tubuh Linsya, tampak jelas dari raut wajahnya, betapa ia sangat menghwatirkan perempuan yang kini sedang tersenyum bangga kepadanya.


“Aku tidak apa-apa dan akan selalu baik-baik saja, kalau kau ada bersamaku. Ellisya, kau sungguh luar biasa, aku sama sekali tak menyangka jika gadis kecil di hadapanku bisa mengalahkan Pereman bertampang seram dan bertubuh besar itu. Andai saja aku memiliki sedikit kemampuan ilmu bela diri, setidaknya aku dapat menolong. Tapi apa lah dayaku, Permaisuri ini bahkan tidak bisa melakuka n apa-apa.” Ucap Linsya sedih.


Ellisya hanya tersenyum menanggapinya. “Pepermaisuri, coba lihat di belakang anda Yang Mulia!” Sontak membuat Permaisuri Linsya terkejut bercampur takut menoleh ke belakang.


Ellisya terbahak-bahak menyaksikanekspresi Permaisuri yang amat khawatir, dengan kejahilannya ia berhasil membuat Permaisuri Kekaisaran Lingvai tersebut ketakutan, dan kgadis berkulit gelap itu segera lari menghindar dari Wanita di depannya.Ellisya hanya memecah suasana hati Permaisuri yang mendadak melau, agar ceria kembali seperti sebelumnya.


Mengetahui diri nya di kerjai oleh Pelayan pribadinya itu, Permaisuri Linsya geram dan mengejar Ellisya . Sehingga terjadi lah kejar-kejaran antara majikan dan pelayan. Keduanya tidak seperti atasan dan bawahan, melainkan sama seperti Saudari sedarah yang sangat begitu akkrap sekali.


Sesampainya mereka di kediaman goord, seperti biasa Aming langsung menyiapkan air mandi Permaisuri Linsya.


Namun alangkah heran Ellisya, saat melihat langsung dengan mata kepala nya sendiri Aming berbicara dengan seseorang yang memakai penutup wajah, tak lupa juga ia menerima bungkusan kecil dari orang tersebut, lalu ia segera pergi mengendap-endap meninggalkan tempat itu.


“Aming! Apa air mandi Yang Mulia Permaisuri sudah siap?” Tanya Ellisya.

__ADS_1


“Ya, aku sudah menyediakan airnya. Sebaiknya segera beri tahu kepada Yang Mulia! Supaya kita bersama-sama melayani Permaisurikarna Yang mulia Kaisar mengundang semua keluarga Kekaisaran untuk menghadiri jamuan makan malam di Aula Istana.” Sahutnya.


“Benarkah begitu? Tapi Yang Mulia Permaisuri dan aku tidak mengetahui hal ini. Mengapa mendadak sekali?”


“Entah lah, tiba-tiba Kaisar mengumumkan jamuan makan ini kepada semua orang. Jawapnya lalu segera pergi.”


Ketiga pelayan Permaisuri Linsya dengan sangat terampil memakaikan hamvu yang indahdan berkelas, tapi tidak bagi Ellisya, Menurutnya pakaian tersebut sama sekali tidak menarik. Tangan kecilnya bergerak lincah di atas permukaan kulit wajah yang di penuhi luka,Ellisya mendandani Permaisuri Linsya dengan telaten, sehingga hanya kecantikan luar biasa yang terlihat oleh setiap mata yang memandangnya.


“Wah, Yang Mulia cantik sekali! Seperti Dewi dari Khyangan.” Ucap Ellisya memuji Permaisuri nya.


“Tentu saja itu semua hanya karna kau. Berkat kepandaian serta tangan ajaibmu Perempuan jelek seperti ku dapat terlihat begitu cantik.” Sahut Permaisuri merendah.


“Yang Mulia Permaisuri jangan terlalu memuji hamba, saya hanya lah seorang Pelayan saja.” Kata Ellisya sembari memasang mahkota di atas kepala Permaisuri Linsya.


Aming, Amienc, dan Ellisya berjalan melewati lorong-lorong Istana megah itu, ketiganya sangat hati-hati dalam menjaga permaisuri mereka, sesekali mereka bercanda ria mengiringi junjungan mereka menuju Aula Kekaisaran. Dengan tersenyum bangga .

__ADS_1


__ADS_2