
Saat ini seluruh penghuni istana sedang mempersiapkan kepulangan dari Pangeran Darriian, para pelayan sibuk menghias setiap sudut Istana dengan berbagai pernak-pernik dan juga ada banyak sekali bermacam-macam jenis lampion yang kelap-kelip sehingga tampak sangat mewah dan indah yang bisa memanjakan mata setiap orang yang melihat nya.
Berbagai pertunjukan seni akan ditampilkan untuk memeriahkan momen istimewa itu, pihak dari Istana sendiri telah mengundang penyanyi klasik serta Koki terbaik yang sedang tenar pada masa itu.
Para menteri, panglima, penasehat, petinggi Istana, tak lupa juga Semua rakyat Kekaisaran Lingvai begitu semangat dan senang dalam menyambut kembalinya Pangeran yang tingkat ilmu bela diri, kecerdasan, dan ketampanan nya, tak perlu di ragukan lagi.
Dan dari semua orang yang bahagia dengan datangnya Pangeran itu, Permaisuri Linsya lah yang paling bahagia serta antusias menyambut sang Buah hati yang Sudah begitu lama jauh dari nya.
Sejak Kaisar Quanvo memberi kabar kepulangan Darriian, Permaisuri Linsya tak henti-hentinya tersenyum sumringah. Ia terus sibuk dan mondar-mandir ke sana ke mari untuk memantau semua persiapan dengan sebaik mungkin.
"Ellisya, ayo segera pakai baju ini! Hari ini aku akan mengajakmu pergi ke pasar terbesar di kekaisaran ini. Permausuri memberi perintah,kepada Ellisya sambil menyodorkan baju yang selalu dikenakan oleh rakyat biasa.
"Yang Mulia, ini?"Ellisya mengernyitkan alisnya tanda tak mengerti.
"Kita akan menyamar sebagai rakyat biasa, supaya tidak ada yang nantinya dapat mengenali kita."
"Wah, jadi itu artinya kita akan keluar dari istana yang Mulia?" Tanya Gadis itu bersemangat,karena sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan nenek Yingsi dan sang Adik nya Winsya. Setelah Ellisya telah menjadi pelayan pribadi Permaisuri, dia tidak pernah pulang ke rumah nenek Yingsi , karena peraturan Istana tidak memperbolehkan seseorang keluar masuk Istana dengan bebas.
Sementara adik nya Winsya, Ellisya tidak mengizinkan nya lagi menjadi pelayan di istana, agar Winsya dapat terlepas dari orang-orang jahat dan licik itu.
"Ia. Dan kepergian kita keluar dari Istana, tidak boleh ada satu pun orang pun yang mengetahuinya. Kita harus berhati-hati!." Jelas Permaisuri Linsya.
__ADS_1
"Tapi Yang Mulia, bukan kah itu sangat berbahaya? Dan Yang Mulia juga pasti tahu, kalau hamba ini tidak bisa melindungi Permausuri jika ada seseorang yang tiba-tiba menyerang mu Yang Mulia!."
"Tenang saja, Semuanya pasti baik-baik saja." Ucap Wanita paling berkuasa di kekaisaran Lingvai itu dengan mantap, karena dia yakin kalau Ellisya pasti akan selalu melindunginya.
Ellisya mengikut saja dengan keinginan permaisuri Linsya. Dan sesungguhnya ia juga benar-benar merasa bosan berada di istana terus-menerus, selama Gadis itu menetap di istana besar itu, dia tak henti-hentinya mencari tahu apa saja kelemahan dan juga kelebihan dari kekaisaran terbesar kedua setelah kekaisaran Efanxi yang dikenal sebagai Kekaisaran satu satunya kekaisaran yang memiliki tambang berlian dan emas yang melimpah ruah.
Tanah di Kekaisaran Efanxi juga amat lah subur, sehingga semua rakyat dari kekaisaran terbesar di Benua itu, hidup rukun dan makmur,jarang ada perpecahan antara pihak Istana dengan rakyat begitu pula dengan sesama keluarga Kekaisaran, hanya ada kedamaian saja di kekaisaran tersebut.
Kedua wanita beda generasi tersebut, sangat was-was melihat kanan dan ke kiri, Rllinsya serta Permaisuri Linsya mengendap-endap dari lorong lorong sempit tujuannya hanya satu, yaknisupaya mereka bisa keluar dari istana tanpa diketahui oleh siapa pun.
Akhir nya, mereka telah sampai di luar Istana. Tanpa adanya Prajurit yang mengawal atau pun kereta kuda. Permaisuri beserta Pelayan itu hanya berjalan kaki saja, dan hanya memakai pakaian biasa layaknya rakyat jelatah.
"Apa yang sedang Permaisuri tak berguna dan Pelayan jelek nya lakukan? di tempat seperti ini" Suara tersebut mengejutkan keduanya sekali gus orang itu menghadang mereka, dengan tatapan mengejeknya.
"Apa pun yang aku lakukan, itu bukan lah urusanmu!" Ucap Permaisuri Linsya yang mulai pucat karena takut, tapi iya tetap berusaha mengacuhkan orang yang sedang mengintimidasinya. lalu menarik Ellisya untuk segera meninggalkan Selir Hiwai dan beberapa prajurit serta seorang Pelayan pribadinya.
Namun Wanita ular itu kembali menahan mereka. "Ternyata, begini lah kebiasaanmu Permaisuri bodoh! Keluar dari Istana tanpa di ketahui oleh Yang Mulia Kaisar, hahahahaha. Coba lihat dia! Kau memang sangat cocok sekali berpenampilan rendahan seperti rakyat jelatah ini! Mungkin sebentar lagi, Yang Mulia Kaisar akan melemparmu jauh dari Kekaisaran Lingvai, dia tidak perlu Perempuan yang tubuh nya dipenuhi luka bernanah, itu akan menjadi aib dan mempermalukan seluruh Kekaisaran ini." SERU Selir Hiway semakin menghina serta terus menyudutkan Permaisuri Linsya.
"Hal itu tidak akan pernah terjadi!" Yang Mulia Kaisar bahkan begitu mencintaiku." Jawap Linsya tak mau kalah.
"hemm, lucu sekali.Selir ini sangat yakin, pasti di kediamanmu ada cermin bukan? Jadi sebaiknya kau berkaca saja. Kau harus sadar, kalau orang sepertimu tak pantas berdiri di Singgasananya mendampingi Kaisar sebagai Permaisurinya."
__ADS_1
Linsya terdiam, wajahnya hanya tertunduk menahan buliran air mata yang ingin mengucur deras. Sejak dahulu semua orang d Istana selalu saja menghinanya, Para Selir bahkan pelayan juga sering kali merendahkan nya secara terang-terangan, dia terus bertahan hanya karna sesuatu hal yang memaksa dirinya untuk menerima setiap sindiriran dan makian orang-orang.
Namun setelah ia piker-pikir yang di katakan Selir Hiway memang benar adanya. Dia sangat tidak pantas sama sekali berdiri di atas Singgasana mendampingi Kaisar Quanvo, memerintah seluruh rayat Kekaisaran Lingvai yang besar.
Karna dia tidak mempunyai keahlian apa pun,Permaisuri Linsya dikenal sebagai seseorang yang lemah, penakut, bahkan dari raut wajahnya tidak terpancar sedikit pun aura seorang pemimpin yang berkarisma.
Lantas,, Apa yang menjadi tujuan Kaisar Quanvo memilih Linsya sebagai Permaisuri nya? Semua itu dilakukan Kaisar hanya politik semata, dan untuk memperkuat Kekaisaran saja. Begitu banyak rahasia yang tersembunyi di Kekaisaran itu, dan apa Pria berkuasa itu juga mencintai Linsya? Mungkin saja ia, dan mungkin juga tidak, hal itu hanya dia lah yang mengetahuinya.
Selir Hiway tampak begitu puas melihat Linsya Sang Permasuri kesayangan Kaisar itu bersedih.
Sedari tadi Ellisya hanya memperhatikan dua Wanita di hadapan nya dengan seksama, Ia merasa kalau Selir Hiway yang telah menyebapkan junjungan nya menderita selama ini.
"Yang Mulia Permaisuri, sebaiknya kita segera pergi ke pasar!." Ellisya memberi masukan. "Baik lah kalau begitu. Ayo, kita jangan membuang waktu di sini. Ucap Linsya kepada Pelayan nya lalu pergi meninggalkan Selir Hiway yang hendak mengatakan sesuatu lagi.
Selir itu kesal bercampur marah, ia tersenyum licik. "Tunggu balasanku Perempuan bodoh"
Sesampainya mereka di tempat yang di tuju, Ellisya berbinar senang melihat berbagai aneka makanan lejat berjejer rapi. Sesungguhnya dia sangat ingin segera melahap semua jajanan yang sepertinya enak sekali jika tersentuh lidah, tapi dia tak mau mendahului Permaisuri Linsya, Elisya sadar diri kalau ia hanya Pelayan.
"Maukah kau membuatkan sebuah cendra mata untuk Putraku sebagai penghargaan spesial dariku?" kata permaisuri Linsya penuh harap.
"tentu saja yang mulia! Mari kita ke penjual kain yang berkualitas! Ajak Ellinsya sambil menunjuk pedagang kain. Dengan semangat yang berkobar-kobar.
__ADS_1