Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.

Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.
Kompetisi 2.


__ADS_3

Lagi Dan lagi Putri Cimai beserta Putri Nimai begitu kesal menyaksikan semua orang memuji masakan Putri zaili. Hal ini tidak boleh dianggap remeh, apapun ceritanya ziyaili tidak boleh menjadi pemenang. Bagaimanapun caranya hanya mereka lah yang berhak meraih gelar istimewa itu.


Putri Cimai diselimuti amarah mendatangi Selir Hiway yang tengah berbincang dengan dua orang dari kekaisaran lain yang terpilih sebagai juri pada kompetisi memasak ini. Tanpak keduanya tengah berpikir keras mengenai suatu hal, mungkin Selir Hiwai telah mengatakan beberapa hal rahasia kepada mereka.


"Ibu! Tolong segera lakukan sesuatu! Ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, cuma aku ibu! Hanya aku yang boleh menjadi pemenangnya."


"Ada apa sayang? Mengapa kau sangat terlihat khawatir? Apa ada yang sudah membuat Putri Ibu ini tidak nyaman?"


"Putri Ziaili Ibu! Semua orang kini tengah menyanjung dirinya karena makanan yang dia masak sangat langka dan enak di lidah, anakmu ini pun Baru kali ini melihat juga merasakan makanan selejat itu. Namun aku tak ingin ia yang akan menjadi pemegang gelar terhormat itu, aku sungguh tidak terima Ibu!." Seru Cimai dengan nafas ngos-ngosan.


Selir Hiway meminta salah seorang dayangnya mengatakan kepada dua orang yang berada di pojok ruangan untuk mengakhiri percakapan mereka. Putri Cimai memang beruntung karena saat Putri Cimai berkata demikian kepada sang Ibu jarak mereka cukup jauh hingga kedua Juri itu tidak mendengar perkataan Cimai. Wanita licik itu kemudian membawa anaknya ke dalam satu ruangan, menyuruhnya duduk agar lebih tenang dan dibarengi senyuman menyeringai.


"Kau tidak perlu khawatir, segala sesuatunya sudah ibu atur sebaik mungkin. Hanya dirimu saja sayang! Tidak akan ada tuan Putri lain yang berhasil meraih keinginan terbesarmu."


"Tetapi bagaimana dengan Ellisya? Pelayan Permaisuri tak berguna itu sudah mengetahui perbuatan kita selama ini Bu. Jika saja ia berniat membongkar kejahatan kita memberitahu kepada Ayah dan menyebarkan ke seluruh kekaisaran, maka hidup Putrimu ini pasti hancur. Tidak akan ada Pangeran yang mau menerimaku datang ke Istananya, bahkan itu hanya sebagai Selir saja Bu." Cimey hampir menangis sangking takutnya.


"Sttt. Pelankan suaramu! Jangan sampai ada yang mendengar pembicaraan kita. Jangan khawatir mengenai pelayan sialan itu, iya cuma pelayan rendahan tidak akan dapat menyingkirkan orang berpengaruh seperti kita dengan mudah. Kalaupun dia dapat melakukannya, Ibu sudah mengatur siasat agar kedua Juri itu yang akan menerima hukuman berat, dan sudah pasti Ibu dan kau akan aman dari setiap masalah."

__ADS_1


"Ingat satu hal, kau harus mematuhi apapun yang ibu perintahkan kepadamu. Apa kau mengerti?"


"Mengerti Ibu! Kau memang Ibu terhebat! Terima kasih Bu, aku menyayangimu." Cimai memeluk sang Ibu merasa puas akan kinerja luar biasa bahkan di luar dugaannya.


Ziaili tersenyum manis setelah melihat semua kerja kerasnya telah terhidang rapi di atas meja, mereka telah siap sedia untuk segera mengantarkan kepada para Putra dan Putri Mahkota, mereka tak sabar lagi ingin langsung mencicipi berbagai santapan lezat tersebut tak ketinggalan juga para Juri yang bukan orang sembarangan siap menikmati dan memberi penilaian bagi setiap peserta.


"Aku mengakui memang masakanmu sungguh enak, kami sudah mencobanya dan aku sampai menjilati jariku sangking lezatnya masakan yang dibuat oleh tangan ajaibmu. Bolehkah pada lain waktu kau mengajariku? aku sangat ingin belajar banyak hal darimu." Puji Putri Cimai merendah.


Tetapi tuan putri ziyaili, Dishan, dan Putri lovely tidakkah kau mau mencoba sedikit makananku ini? Aku mohon!" Pinta Putri Nimai memelas kepada ketiga tuan putri yang tengah berdiri menunggu aba-aba dari pemandu acara untuk menghantarkan ke depan.


"Ya, tentu saja." Sahut Putri Dishan menggandeng kedua temannya menuju meja putri Nimai yang bersorak girang di dalam hati.


"Ayo silakan Dicoba! Kue ini diajari oleh Nenekku tepatnya Ibu dari Ibuku. terbuat dari labu kuning dan di dalamnya terdapat gula merah sebagai penambah cita rasa, tak ketinggalan taburan kacang juga kelapa yang diparut.


Mau tak mau mereka harus mengikuti permintaan Putri Nimai, meski sesungguhnya Ellisya sudah mengetahui niat busuk mereka.


Sebenarnya Selir Hiway dan Putri Cimai hanya memperalat Putri Nimai dengan bersikap pura-purabaik kepada Gadis itu sudah pasti untuk kepentingan pribadi yang menguntungkan mereka. Karena sedari dulu mereka tidaklah akrab, namun setelah kepergian Permaisuri dari Istana sikap mereka berubah 180 derajat Ibu serta anak itu khawatir selir Xera lebih cepat bergerak mendahului mereka untuk mengambil hati yang mulia Kaisar Quanvo. Karena walaupun sikap selir Xera tampak tenang seperti air,, iya jauh lebih berbahaya dari pada badai.

__ADS_1


Pembawa acara mengumumkan kepada seluruh peserta agar membawa masing-masing masakannya untuk dinilai dan dirasakan kualitasnya.


Tetapi alangkah terkejutnya Disan dan lovely melihat meja mereka yang sudah kosong melompong, Keduanya menjerit histeris mencari-cari makanan yang susah payah mereka buat. Sudah jelas segalanya telah selesai dikerjakan dan tertata rapi di atas meja.


Ketiga tuan putri cantik itu tidak dapat mengikuti perlombaan berikutnya. Mereka hanya bisa meratapi kekalahan bahkan sebelum perlombaan tersebut dimulai,. Apakah mereka bersedih? Sudah jelas hati mereka sangat hancur berkeping-keping, tidak ada harapan untuk maju dan mendapat gelar sebagai menteri.


Mungkin tuan putri Ziaili sudah gagal, tetapi perjuangan Ellisya masih berlanjut tentunya. Gadis itu segera meninggalkan dapur Istana yang mewah menuju dapur sederhana para pelayan untuk mengikuti kompetisi serupa yakni memasak.


Satu rintangan telah terlewati dan terselesaikan. Babak kedua pun dimulai yaitu membuat kerajinan tangan, tak perlu berepot-repot Ellisya cukup masuk ke dalam ruang istimewanya kemudian mengambil gaun berwarna merah muda berbahan kain kebaya modern, dan sudah pasti iya berhasil menuju babak selanjutnya.


Kini tibalah saatnya masing-masing satu orang yang terbaik mewakili Wanita Kaisar, tuan putri, dan juga para pelayan akan saling berhadapan menunjukkan talenta serta bakat istimewa yang ada dalam diri mereka.


Selir Hiway perwakilan dari Wanita Kaisar, Putri Cimai mewakili semua tuan putri dan Ellisya si buruk rupa perwakilan dari para pelayan yang dianggap tak berguna serta tak dihargai keberadaannya, meski tanpa kehadirannya sebuah istana megah tidak ada apa-apanya. Tetapi karena usulan dari Permaisuri Linsya mereka mendapat kesempatan emas yang tak pernah terjadi sebelumnya.


Kali ini yang dipertandingkan adalah pertunjukan bakat seni,. Entah kah itu bernyanyi, menari, bermain musik, dan lain sebagainya. Intinya pertandingan kali ini jauh lebih seru dan menegangkan.


Siapakah yang akan menjadi pemenang dari ketiganya? Tunggu aja ya guys! Kakak eci mau bobo.

__ADS_1


__ADS_2