Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.

Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.
perubahan sikap.


__ADS_3

"Syukurlah Kakak sudah sadar! Ucap Winsya sang adik  . Dengan wajah sumringah dan mata berkaca-kaca, dia segera memeluk erat tubuh sang kakak yang kelihatan pucat Pasi.


"Aku takut sekali kak, kumohon jangan pingsan lagi, jangan tinggalkan aku sendirian hanya kakak satu-satunya orang yang ku punya di dunia ini. Cukuplah ayah dan ibu kita saja yang pergi meninggalkan kita, adikmu ini sangat tidak rela jika kau pergi.


Stt, ckck. "Aku tidak akan pergi ke mana-mana adikku, lihat aku baik-baik saja, seraya mengusap lembut kepala adiknya.


"Winsya kau tahu ini rasanya sangat sakit Akh! sampai membuat bekas cambukanku kembali berdarah sayang.


karena sangking terharunya bisa mendengar suara kakaknya lagi, ia sampai lupa tubuh Ellisya penuh dengan luka.


"MAafkan aku kak! Ujarnya khawatir.


Melihat luka Ellisya Winsya  bersedih bercampur marah mengingat semua hal yang menimpa keluarga mereka, , dia memasang wajah sendu buliran kristal meluncur dari sudut matanya .


Melihat Winsya menangis  Ellisya tersenyum smir, "Aku tidak akan tinggal diam,  Tunggu lah pembalasanku! Tidak akan kubiarkan kalian hidup dengan tenang, sudah cukup penindasan kalian selama ini terhadap rakyat kecil. Ucapnya berapi-api.


Winsya heran menyaksikan sang kakak yang sangat berbeda dari biasanya, tapi iya juga sangat senang kini kakaknya menjadi Gadis pemberani tak ada rasa takut sedikitpun. Dulu Mendengar bentakan saja, Ellisya sudah gemetaran.


Toktoktok. Seorang wanita tua membawakan makanan dan obat kepada keduanya, Winsya  segera membukakan pintu.


Nenek tahu kakakmu sudah bangun, dan aku juga mendengar pembicaraan kalian, sekarang ayo makan dulu! Kata wanita tua itu tersenyum lembut, lalu meletakkan makanan itu di hadapan kakak beradik itu.


-Ellisya menatap Winsya, seolah mengerti dengan tatapan sang kakak, winsya berkata: "Ini adalah Nenek Yingsi Kak, selama ini kita tinggal di rumahnya nenek juga lah yang telah merawat luka-lukamu. "Terima kasih Nyonya. jika saja tidak ada kau, mungkin saat ini kami sudah


"Diam kau! Aku tidak suka.Sarkas nenek Yingsi  tiba-tiba. Ellisya begitu terkejut dan membelalakkan mata bingung dengan Wanita di depannya. Hahahaha. nenek tertawa.


Expresimu lucu sekali! Tenanglah, nenek hanya bercanda ingin mengerjaimu saja. Karena kau tampak sangat serius dan tidak ada senyum menghiasi wajahmu, makanya nenek sedikit mengerjaimu hahaha tawanya kembali.


Menyadari dirinya sedang dikerjai iya memasang wajah cemberut, Issss Nenek. Sambil meletakkan kepalanya di bahu nenek.


Ellisya teringat dengan sosok ibunya di masa depan, ibunya juga sering sekali berpura-pura marah untuk mengerjainya.


"Tidak perlu sungkan kepada nenek nak, anggaplah aku sebagai ibumu. Aku sudah menganggap kalian berdua seperti putriku sendiri, dan satu lagi aku tidak suka kau memanggilku nyonya. Sambil melotot kepada Ellisya.


"Baik Nek."  ucapnya tersenyum kikuk. Elisia sangat senang meskipun mereka tinggal di gubuk kecil tak layak huni, namun itu sudah cukup baginya.

__ADS_1


Di tempat lain, pria memakai topeng sedang menunggu kedatangan seseorang.


Tak tak tak. Suara langkah kaki semakin mendekati nya.


"Akhirnya kau datang juga aku sudah sedari tadi menunggumu di sini."


"Prajuritku telah mencari anak itu di segala sudut kekaisaran ini, tapi hingga sekarang mereka belum menemukan keberadaan kedua anak itu. Ucapnya menunduk tak berani menatap orang di hadapannya.


Pria bertopeng itu menarik kerah baju orang tersebut.


"Kau sungguh tidak berguna!" Teriaknya sambil terus memberi pukulan di wajah orang tersebut.


"Cari kedua anak perempuan itu bodoh! Lakukan apa saja yang pasti aku menginginkan anak-anak itu. Apa kau mengerti?"


"Ba baiklah." Jawab orang itu dan berlutut kepada pria bertopeng lalu segera pergi.


Kembali lagi kepada Ellisya dan Winsya.


pagi yang cerah, cahaya Mentari masuk lewat celah jendela mennylaukan mata dua anak manusia.


"Aku masih mengantuk nih Kak. Kemudian menutup wajahnya dengan selimut.


"Coba lihat! Hari sudah sangat terang. Apa kau masih menjadi pelayan di rumah Iblis itu? Tanyanya dengan wajah datar.


"Ia Kak, aku tidak mungkin bisa lepas dari Istana, sedangkan ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Apa lagi saat Kakak sekarat, aku harus membayar tabib untuk penyembuhan kakak.


"Hemmmm. Aku akan ikut denganmu ke istana. Seru sang kakak tiba-tiba yang membuat winsya terkejut."jangan kak! Sebaiknya kau di sini saja, kakak belum sepenuhnya pulih dan aku takut orang-orang itu akan menyakitimu lagi ucap Winsya tampak hawatir.


Namun bukan Ellisya namanya jika tidak keras kepala, "tidak usah khawatir adikku, aku sudah tidak apa-apa bujuknya.


Baiklah kak ucap Winsya yang segera bersiap-siap, tak lupa Winsya mengoleskan pewarna hitam di seluruh permukaan kulit mereka berdua.


"ini untuk apa?" Tanya Ellisya penasaran.


"Mengapa kau melupakan hal ini Kak? Ayah dan ibu selalu mengoleskan pewarna hitam ini kepada kita, agar kecantikan putri-putrinya tidak terlihat."

__ADS_1


Semua orang menganggap kedua gadis itu sebagai perempuan yang buruk rupa, ditambah lagi Ellisya dan Winsya memakai rambut palsu yang keriting dan gersang.


Tak ada satupun yang mengetahui kecantikan di balik pewarna hitam itu, sedari kecil kedua orang tua mereka sangat menutup kecantikan anak gadisnya. Semua itu dilakukan hanya untuk menghindari, sesuatu yang dapat merusak serta merugikan anak-anak nya.


Keduanya telah siap berangkat ke istana, sebelum pergi mereka berpamitan kepada Nenek Yingsi terlebih dulu.


Setibanya di istana, kakak beradik itu langsung menyiapkan air mandi Putri selir Hinwai bernama: Ciamei.


"Selamat pagi Putri Cimei! Sapa Ellisya lantas membuat Putri cimey terkejut bukan main. "Senang bertemu denganmu. sambil ia tersenyum tipis.


"Bubu bukan kah kau telah, iya tentu saja Putri seperti yang Anda lihat, sekarang aku berada di depanmu.


Dengan tatapan tajam, sehingga siapapun yang melihatnya pasti ketakutan."Hamba telah menyiapkan air mandi serta pakaian Anda tuan putri, hamba tidak akan berani melakukan kesalahan lagi.


Saya benar-benar takut jika tuan putri mengadukan hamba kepada yang mulia kaisar, lalu dihukum gantung dan dicambuk. Oh hohoho. Saya tidak mau hal itu terjadi, cukuplah keluargaku saja yang mengalami itu, hamba benarkan tuan putri? Tanyanya tersenyum seraya memainkan rambutnya.


Putri Cimei terdiam, gadis di hadapannya ini benar-benar berbeda, iya sedikit takut namun ia berusaha untuk menutupi kegugupannya.


ternyata dia masih selamat. Siapa yang menolongm gadis jelek ini? tanya nya dalam hati.


"Setelah sembuh dari sakitmu kau jadi banyak bicara ya pelayan Ellisya,  . ucap Putri sombong itu dengan nada meremehkan.


Titi tidak tuan putri, jika hamba berani melakukan hal itu, maka hamba akan dihukum, meskipun hukuman itu tidak pantas saya terima. Ellisya tersenyum merendahkan.


Ternyata iya sedang menyindirku. seru Putri Cimei dalam hati.


Merasa geram dengan pelayan di depannya Putri Cimei menarik kasar rambut Ellisya "ingat kau hanya pelayan di sini, jadi tak usah terlalu banyak bicara pelayan jelek!.


"Sa sa sakit tuan putri! Tolong maafkan kakak saya tuan Putri pinta Winsya memohon.


Buh buh buh. Kerek. Ellisya menendang tubuh tuan Putri sekaligus melintir tangannya hingga menabrak dinding dan tersungkur di lantai.


"Jangan bertindak sesukamu, walau aku hanya seorang pelayan, bukan berarti kau bisa semena-mena kepadaku tuan Putri.


Apa yang sedang terjadi di sini? Tanya seseorang yang mengejutkan  semua orang yang srdang menonton pertunjukan langka itu, baru kali ini seorang pelayan berani melukai Tuan Putri bahkan sampai tersungkur di lantai..

__ADS_1


__ADS_2