Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.

Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.
kemarahan Ellisya.


__ADS_3

Perang perang perang. Seseorang tiba-tiba muncul dan memecahkan kelas yang berada di tangan Aming sampai tak berbentuk.


"berani-beraninya kau! Untung saja aku segera mengetahuinya, selama ini aku juga Yang mulia permaisuri sangat mempercayaimu ternyata kau bersekongkol untuk orang lain."


"apa kau pikir aku tidak mengetahui apa yang telah kau lakukan? Semuanya tidak luput dari pengawasan ku. kurang ajar! Ternyata yang melakukan semua kejahatan itu adalah kau serta Nyonya Selir mu itu."


Ellisya dengan amarah yang menggebu-gebu memecahkan gelas dan memukuli Aming yang sudah tergeletak mengenaskan di lantai akibat amukan darinya.


"Sudah cukup! Katakan padaku apa yang telah terjadi? mengapa kau memukulinya? mengapa kau marah sekali? memangnya apa yang ia lakukan?" beruntun pertanyaan dilontarkan permaisuri Linsya.


gadis yang kini bagaikan dirasuki ratusan setan itu pun tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan permaisuri, Ellisya tanpa belas kasihan sedikitpun terus menyerang makhluk di depannya. Dia Memaksa Aming mendudukkan nya menengadah kan mukanya tepat ke dalam manik mata coklat permaisuri, sebelah tangannya menarik rambut Aming kasar dan yang satunya lagi mencengkram dagu si Penghianak tersebut.

__ADS_1


"katakan! dengan jelas dan jujur! jangan coba-coba berbohong di sini, karena aku telah mengerti dan mengetahui semuanya . apa kau mengerti? sekarang ayo katakan!"


Permaisuri menatap pelayan di hadapannya, meminta penjelasan dengan penuh harap.


"Yang mulia permaisuri, hamba sungguh tidak memahami apa maksud Ellisya."


"Oh benarkah begitu? Aku memberimu kesempatan, usahakanlah untuk berbicara jujur tak berbelit-belit ataupun menambah dan mengurangi segala sesuatunya." ancaman Ellisya dingin sehingga siapa saja mendengar suaranya akan merinding serta gemetaran.


"Hamba Yang rendahan ini tak mungkin melakukan suatu hal yang buruk, apalagi untuk menyakiti seisi keluarga besar kekaisaran ini hamba tak berani, hamba cukup sadar diri dengan status hamba, sungguh yang mulia."


"Selama ini kami sebagai pelayan sekaligus orang kepercayaanmu selalu melayanimu dengan setia, termasuk Ellisya juga. tapi entah mengapa dia tiba-tiba berubah dan bersikap seperti ini kepadaku, sungguh hamba sangat tida pernah melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan Ellisya itu Yang Mulia Permaisuri."

__ADS_1


dengan memasang tampang menyedihkan, seolah-olah dialah yang teraniaya serta menjadi korban yang sangat terluka dan menderita.


Haaaaah. Hela an nafas panjang terlepas dari bibir mungil Ellisya. Entah apa dosa besar yang pernah ia buat di kehidupan sebelum-sebelumnya, sehingga ia selalu saja dikelilingi oleh orang-orang bermuka 20 ini. Gadis itu semakin menekan cengkraman nya di pipi Aming sehingga mengeluarkan darah, ia yang benar-benar kesakitan semakin histeris.


"Ini lah konsekuensi jika tidak mau berbicara jujur kepada permaisuri serta diriku yang sedari tadi menunggu dengan sabar ucapan jujur dari mulut kotormu. Bicaralah! Katakan yang sebenarnya!"


"Ellisya, aku tak pernah mencari masalah denganmu. beberapa waktu lalu juga semuanya baik-baik saja, tapi sekarang perbuatanmu amat sangat menyakiti tubuhku serta hatiku. kalau aku sudah berbuat yang salah di matamu, tolong maafkan diriku. dan aku mohon jangan bersikap seperti ini kepadaku, kita bisa membicarakannya dengan suasana yang lebih tenang dan tentunya tidak membuat keributan seperti sekarang."


Akibat suara keras yang ditimbulkan dari kediaman permaisuri dikarenakan ada gadis bermuka jelek yang sedang marah besar, seketika itu pula ruangan yang hanya diisi oleh tiga orang mendadak menjadi ramai. Ellisya di hunus tatapan tajam dari banyak pasang mata yang berdiri berjejer mengelilingi mereka.


Ellisya sama sekali tak peduli apa yang di sekitarnya, amarah membara bagaikan api neraka, suara dingin seperti kutub Utara, tatapan intimidasi terus iya tunjukkan bagi serigala berbulu domba itu.

__ADS_1


__ADS_2