Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.

Rahasia Putri Mahkota Buruk Rupa.
Bersandiwara.


__ADS_3

Ketika sang mentari masih enggan menampakan diri, Ellisya sudah sibuk berkemas-kemas mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menuju istana.


Namun ia mengubah sedikit rencana nya Ellisya tidak hanya akan menjadi pelayan permaisuri si buruk rupa, melainkan akan memainkan dua peran sekali gus,yaitu : memakai identitas Putri Bangsawan yang sudah meninggal baru-baru ini.


Mungkin hal tersebut akan beresiko besar tetapi dengan cara ini dia lebih mudah membawa pangeran keluar dari Istana, dan membalas dendam kematian kedua orang tuanya yang menerima hukuman berat atas konspirasi, kebodohan, serta ketidak adilan.


Ini lah yang dinamakan dalam sekali dayung dua tiga Pulau terseberangi.


"berhati-hatilah, aku mengerti ini pasti berat bagimu. Tapi aku sepenuhnya yakin akan kemampuan mu Nak, segera lah selesaikan tugasmu ini dan cepat lah kembali! Aku akan menunggu kedatanganmu bersama Putraku di tempat ini.." Ucap Permaisuri Linsya mengusap surai keriting gadis di sampingnya penuh rasa sayang.


Seketika hati Ellisya menghangat, senyum merekah terlihat jelas di bibir seksi nya perhatian ini membangkitkan kobaran semangat dalam diri nya. Ia mengganggukan kepala tanda dia akan melakukan yang dikatakan oleh Permaisuri Linsya.


"Dua hari lagi Nenek dan Adikku akan tiba di sini, sebaiknya permaisuri jangan kemana-mana dan tunggulah mereka! Anggap lah Gubuk kecil kami ini sebagai rumahmu sendiri Yang Mulia, maaf kami tidak bisa memberikan fasilitas mewah seperti yang ada di Istana."


Meski pun kediaman ini tak semegah kediaman gold, aku merasa sedang tinggal di Kahyangan tempat para Dewa dan Dewi." Jawab Permaisuri terkekeh kecil seraya memberikan bekal Ellisya di jalan.


"Benarkah Yang Mulia?" Tanya Gadis itu tersenyum sambil menerima uluran dari Permaisuri.


"Baik lah Yang Mulia, aku pergi!" teriak Ellisya memacu kuda kurus dengan kecepatan penuh tak lupa juga dia melambaikan jari-jari lentiknya.


Karena jikalau ia lebih lama di sana sudah dipastikan bakal terjadi mendung dan hujan lokal, sungguh Ellisya terharu dengan perlakuan Permaisuri yang lembut sama persis seperti Sang Ibu tercinta. Oh my God dia pasti akan merindukan kehangatan seperti itu.

__ADS_1


sesampainya gadis itu di gerbang kota, iya langsung menemui Jeirong.


"Apakah semuanya sudah siap?"


"Saya telah mempersiapkan semua yang anda inginkan Nona." Jawab Pria muda yang entah sejak kapan sudah menjadi kaki tangan Ellisya.


"Hmm terima kasih banyak. Siang nanti kau datang lah ke hutan kecil di belakang kediaman Gold! Aku akan menunggumu di bawah pohon beringin, dan jangan lupa membawa segala yang ku perlukan. Apa kau mengerti?" Tanya Ellisya tegas.


"Baik Nona, saya mengerti. Sahutnya yakin.


Ellisya kemudian berputar dua kali lalu segera menghilang dan tibalah ia di dalam penjara bawah tanah.


Oh astaga naga, empat hari lamanya aku beserta Permaisuri pergi dari tempat menyedihkan ini, sama sekali tidak ada perubahan. Sialan! Itu berarti tidak seorang pun datang mengunjungi Permaisuri.


Ellisya menggerutu dalam hati sambil membekap mulutnya, ia mendadak ingin muntah melihat mayat-mayat yang telah ia bunuh kemarin masih di tempat yang sama di kerumuni ulat dan berbau busuk.


Dengan cepat Ellisya mengatupkan kedua tangan nya mengumpulkan sebagian kekuatan nya untuk membersihkan bangkai-bangkai manusia tak berguna itu, ruangan kumuh tersebut seketika bersih.


Ellisya mendengar langkah kaki semakin mendekat ke arah pintu penjara. Cleek, pintu terbuka menampakan sosok pria gagah menatap Ellisya tajam.


"Dimana Permaisuri? Tanya Kaisar Quanvo menelisik sudut-sudut ruangan mencari keberadaan Permaisuri Linsya.

__ADS_1


"Maafkan hamba yang mulia!, semua ini terjadi karena kebodohan dan kelemahan hamba yang tak bisa menjaga Yang mulia Permaisuri." jawab Ellisya bersandiwara.


"Siapa yang begitu lantang melakukannya? Apa kau melihat wajah orang yang begitu berani membawa kabur Permaisuri bodoh itu?" Ucap Kaisar acuh tak acuh.


"Prajurit yang telah Kaisar tugaskan untuk menghukum hamba dan juga permaisuri, mer mer mereka lah yang membawa Permaisuri." Sahut Ellisya menangis tersedu-sedu berlutut di hadapan Kaisar hingga wajah nya menyentuh lantai.


"Ini adalah kesalahan hamba Yang Mulia Kaisar. Entah bagaimana keadaan yang mulia Permaisuri saat ini? Apa kah dia baik-baik saja?"


"Sudah kuduga, wanita menyedihkan itu lagi-lagi merepotkan orang lain, mengurus dirinya sendiri saja ia tak mampu." Ujar Kaisar remeh.


"Yang Mulia, hamba menyaksikan dengan mata kepala hamba sendiri, Tanpa belas kasih mereka melukai permaisuri kedua tangan dan kakinya diikat lalu ketiga prajurit itu keluar lewat jalan rahasia. Untuk itu Saya siap menerima hukuman berat darimu Yang Mulia." Hix hix hix hix.


"Tahu dari mana kau kalau para pengkhianat itu akan keluar lewat jalan rahasia?" Tanya Kaisar marah.


"Hamba mendengar pembicaraan mereka sebelum pergi, mereka juga berencana menyerahkan Permaisuri kepada seseorang yang akan mengungkapkan suatu rahasia besar Yang Mulia. Ucap Ellisya mengamati ekspresi wajah nya dan menunggu respon dari Kaisar Quanvo.


Sejenak Kaisar terlihat berpikir dan mengusap kasar wajah nya.


"Mereka juga berkata jika sudah mendapatkan informasi penting dari yang mulia Permaisuri tentang rahasia besar tersebut, beliau langsung dihabisi di saat itu pula." Huuaaaaaa.


"Bagaimana ini? Yang mulia Permaisuri! Betapa malangnya nasib mu." Huhuhuhuhu.

__ADS_1


Sontak Kaisar langsung menendang pintu. "Hal itu tidak boleh terjadi! Prajurit! Cari permaisuri ke seluruh sudut kekaisaran ini, dan bawa kembali ke istana dengan keadaan selamat! Siapa pun orang yang berhasil menemukan permaisuri ia akan mendapat hadiah istimewa dari Kaisar lingvai.


Ellisya menyeringai, iya semakin yakin pasti ada peristiwa besar yang akhirnya menjadi sebuah rahasia Kaisar setengah paruh baya itu.


__ADS_2