
Saat mengetahui kalau lawan Mereka selanjutnya adalah Ellisya, Ibu dan anak itu meludah ke samping lalu tersenyum mengejek menganggap gadis jelek tersebut hanya seekor lalat bau dan kecil yang sekali ditepuk langsung mati.
Seorang pelayan Permaisuri bodoh, memangnya apa yang bisa dia lakukan? Paling-palingan Perempuan jelek itu cuma bisa berjalan ke atas panggung dan mempermalukan dirinya sendiri saja, bukan untuk menjadi pemenang. Kira-kira seperti itulah yang timbul di dalam hati keduanya, padahal tanpa mereka sadari kesepelean itu akan menjadi kesalahan terbesar. Tapi entahlah! Kita saksikan saja kelanjutan kisahnya. Mungkinkah mereka masih akan melakukan kecurangan besar?
Riuhnya tepuk tangan juga sorakan dari para Pangeran dan Putri serta kalangan bangsawan yang turut ambil bagian menyaksikan acara besar itu seketika memenuhi Aula Kekaisaran di saat pembawa acara meminta ke-3 pemenang dari masing-masing kategori tersebut untuk berdiri di hadapan semua orang agar semuanya bisa melihat siapa yang berhasil menuju tantangan berikutnya.
Tanggapan dari para penonton juga sama hal nya dengan Putri Cimai dan Selir Hiway, melihat Ellisya yang buruk rupa dan tampak lemah tak berdaya membuat mereka ingin tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha. Dia? Apakah dia yang akan berhadapan dengan tuan Putri dan Selir agung?"
"Memang nya apa yang bisa dia lakukan? Kenapa Gadis lemah ini bisa mengalahkan para pelayan lainnya?"
"Seujung kukunya pun tidak bisa menandingi tuan Putri dan Selir agung yang sudah berkali-kali memenangkan pertandingan ini, sebaiknya kau menyerah saja Nona jelek!"
"Bahkan sekedar bersitatap saja dengan kedua orang terhormat serta berpengalaman itu pun kau tidak pantas! Pergilah! Layani saja tuanmu! Karena sudah pasti kau kalah dan hanya melelahkan dirimu saja Nona.
__ADS_1
Ellisya menghela nafas panjang dan muncul seringaian misterius dari bibir tipisnya. Kalau boleh jujur iya begitu jengkel dengan ucapan-ucapan para manusia menyebalkan ini, tetapi ya berusaha bersikap tenang karena tujuan awalnya bukan untuk meladeni mereka melainkan hanya untuk bersenang-senang dan menjalankan beribu rencana yang sudah tersusun rapi dalam otak cantik nya.
Baiklah, para hadirin yang terhormat, inilah penampilan pertama mari kita saksikan bersama-sama!" Seru pembawa acara memberikan aba-aba. Aula megah yang tadinya riuh seketika hening memfokuskan diri terhadap objek di depan mata mereka.
Pertunjukan pertama ditampilkan oleh Selir Hiway dengan menari indah gemulai, membuat siapa saja yang memandangnya akan langsung merasa seperti terhipnotis oleh tarian penuh penghayatan serta gerakan yang anggun di barengi musik tradisional perpaduan antara rebana dan kecapi semakin menambah kualitas penampilan nya.
Gemuruh tepuk tangan kembali terdengar mengisi keheningan yang sempat terjadi, sangking terkagumnya mereka menyaksikan penampilan luar biasa dari Selir Agung kekaisaran Lingvai yang cantik rupawan dan tampak sangat berwibawa itu.
Penampilan selanjutnya membuat para Pangeran, serta para Menteri, anak-anak laki-laki para Bangsawan, dan saudagar kaya yang ada di tempat tersebut menelan air liurnya saat tuan Putri Cimai berjalan anggun naik ke atas panggung dengan pakaian yang terbuka memperlihatkan kulit putih mulusnya juga lekuk tubuh seksi idaman semua kaum Adam.
Apalagi ketika dia menari dan menyanyi yang bercerita tentang kemakmuran serta kebahagiaan di tanah mereka yang subur dan sudah tentu kaya dibandingkan kekaisaran yang lain, gerakan yang pada mulanya lambat juga juga terkesan feminim, berubah menjadi gerakan cepat dan lincah dan sedikit menguras tenaga sehingga kedua bukit kembar serta bokong sintal Gadis itu naik turun sesuai dengan irama musik tradisional serupa dengan sang ibu, sungguh membuat mereka ingin segera menarik gadis bohay itu masuk ke dalam kamar mereka, kecuali seorang Pria berada di pojok ruangan yang terus menunduk merasa jijik tak berminat menonton penampakan mengasyikkan di depannya.
Dia merangkul sang Putri disusul sanjungan luar biasa dari semua orang. Pria berkuasa itu yakin sekali kalau Putri Cimai lah yang akan tetap pemegang jabatan istimewa tersebut.
Apakah beliau tidak merasa terusik akan tatapan genit tertuju kepada pria-pria yang menatap sang Putri seperti ingin memakan? Jawabannya adalah tidak. Apapun itu dia tetap pria serakah pecinta kehormatan, kekuasaan, begitu juga ketenaran. Intinya apapun sesuatu yang terjadi asal bisa membuat dia bangga dan dapat menguntungkan dirinya maka Kaisar Quwanvo tidak ada masalah akan semuanya itu.
__ADS_1
Putri Cimai tersenyum mempesona lalu menunduk memberi hormat seusai tarian yang dia bawakan, wajahnya semakin berseri melihat sang Ayah Kaisar Quanvo mendekati dirinya. Dengan begini dia akan semakin di elu-elukan oleh semua orang dan akan mendapat kesempatan besar merebut posisi Putra mahkota. Sebelum gong dibunyikan pertanda Putra permaisuri bodoh itu dinobatkan, berarti iya masih memiliki peluang untuk menjadikan dirinya sebagai Putri mahkota serta mengambil alih posisi Permaisuri Linsya digantikan sang Ibu menjadi Permaisuri.
"Ini adalah putriku! Tidak hanya cantik dan berbakat,, dia juga mengerti hukum dan politik ia sudah pasti bisa menjadi pemimpin yang baik untuk rakyatnya. Saya akan mencarikan jodoh bagi dia, barangkali ada dari Putra mahkota yang ingin meminang Putri kesayanganku ini ku yakin kalian tidak akan kecewa."
Ujar Kaisar Quanvo dan langsung membuat para Pria berlomba-lomba menawarkan diri ingin menjadikan Putri Cimai sebagai Istri sah atau Selirngnya. Tidak cuma mendapat istri yang cantik dan berbakat, sudah pasti Pria beruntung yang akan menjadi pendamping Putri cimai kelak akan dihormati di benua mereka karena terpilih sebagai menantu Kaisar besar dan makmur, selain itu bertambahnya wilayah kekuasaan akan menjadikan dia manusia paling di segani serta ditakuti.
Penampilan terakhir pun tiba, giliran Ellisya yang akan mengguncang seluruh Kekaisaran serta Benua ini dengan keahlian seni yang ia miliki juga suara emas yang dapat menembus sanubari para pendengarnya. Tidak ada penyemangat yang mengiringi pelayan Permaisuri lemah yang hanya mengandalkan paras elok itu naik ke panggung megah, bila masa abad 21 mungkin saja harga panggung serta dekorasinya senilai 1 miliar sangking mewahnya.
Mereka sungguh tak berminat untuk sekedar melihat gadis buruk rupa berpakaian sederhana yang mulai mengotak-atik sebuah benda berbentuk persegi yang begitu aneh di pandangan mereka, sepertinya wanita ini sudah tak waras. Inikah pertunjukan yang ya bertonton kan? Alangkah tidak menarik sama sekali.
Karaoke musik keren mulai terdengar dari sebuah kotak musik yang dia ambil dari ruangan rahasia miliknya, lirik demi lirik Ellisya bawakan penuh penghayatan di barengi tarian modern yang keindahannya tak dapat dijabarkan dengan kata-kata, pada masa itu tentu belum ada yang pernah menyaksikan penampilan sebagus itu.
Di detik terakhir musik berganti menjadi DJ remix membangkitkan semangat di jiwa para penonton semakin bergelora tanpa mereka sadari, baru kali ini dari mereka semua melihat pertunjukan luar biasa dan begitu unik selama mereka hidup di dunia ini. Sebagai penutup Ellisya berputar-putar cepat lalu salto ke belakang kemudian mendaratkan kedua kakinya dengan sangat sempurna, mata mereka terbelalak menatap Gadis jelek yang ternyata begitu berbakat sehingga secara refleks mereka melompat kegirangan memberi apresiasi kepada pelayan yang dipandang sebelah mata bagaikan sampah tak berguna.
"Demi kian lah penampilan dari masing-masing kategori! Dan kita sendiri sudah dapat menilai serta menentukan siapa yang terpilih menjadi yang terbaik, pada babak ini tidak ada yang keluar dari era pertandingan. Setelah pertunjukan uji pengetahuan dan kompetisi beladiri barulah pemenang tersebut akan dinobatkan menjadi Menteri muda selanjutnya." Ucap pembawa acara memberi tahukan.
__ADS_1
Berbeda dengan penonton yang masih terkagum kepada sosok Ellisya, dua manusia ular menatap sambil tersenyum licik akan melaksanakan rencana buruk mereka. Tak ada yang boleh mengalahkan salah satunya, hanya mereka pokoknya bukan yang lain apalagi lawan keduanya adalah pelayan terendahan, mau taruh di mana muka itu? Jika saja ia berhasil meraih kejuaraan.
Ellisya hanya bersikap santai melihat kontak mata yang dilakukan Putri Cimai dan selir Hiway. Iya tak mau ambil pusing sama sekali yang jelas hari ini dia selamat gembira karena dapat bernyanyi lagi menghibur banyak orang seperti profesinya di abad 21.