Ranjang Pelakor 1 Milyar

Ranjang Pelakor 1 Milyar
Dendam lama


__ADS_3

"Masuklah, kita bisa bicara baik-baik Hana," ujar Ibu Citra pada Ibu Anggara itu.


Wajah Ibu Hana benar-benar berubah, ia tidak mengira akan bertemu dengan wanita yang ingin sekali ia lupakan seumur hidupnya, wanita yang menjadi mantan terindah suaminya, kenangan paling pahit yang ia ingat bahwa Citra adalah wanita yang dicintai suaminya dulu.


Hana dalam hal ini adalah istri yang cukup lama mendapatkan perhatian suaminya karena terjebak perasaan yang belum usai dengan perempuan bernama Citra. Mereka adalah pasangan kekasih jika bukan Hana pilihan orangtua Henry dulu mungkin Citra yang akan menjadi nyonya Henry Mahardika sekarang.


Cukup lama Citra melajang, move on dari Henry yang telah menikahi Hana membuat Citra mengambil keputusan untuk menikah dengan pria lain rekan kerjanya waktu muda dulu, namun naas setelah Kalila duduk di bangku SMP dan Kania masih sekolah dasar suaminya menikah lagi dan memilih bercerai dari Citra, hingga Kalila dan adiknya hidup dengan Ibunya saja tanpa tahu ayah mereka dimana.


Dan sekarang pertemuan dua wanita ini sungguh mengejutkan Hana yang memang tidak akan memberi restu pada Kalila, terlebih sekarang ia tahu siapa Kalila sebenarnya yang ternyata adalah putri dari saingan terberatnya dulu.


Mereka duduk berhadapan, Kania yang belum mengerti itu hanya bisa menyuguhkan minuman dengan wajah polosnya.


"Kau tahu Anggara adalah putraku?"

__ADS_1


Ibu Citra diam, ia memang sudah tahu sejak Anggara menikahi putrinya.


Ibu Hana berdecak kesal.


"Aku sudah menduga, apa kau dendam padaku hingga kau mengirim putrimu untuk masuk dalam kehidupan putraku?"


"Kau salah paham, Anggara sendiri yang menginginkan putriku," jawab Ibu Citra sambil berusaha untuk tetap tenang.


"Sayangnya aku tidak, sampai kapanpun aku tidak akan merestui putraku menikahi perempuan rendahan yang menjual diri dan rela dibayar merebut Anggara dari tunangannya. Terlebih perempuan itu adalah putrimu, jangan harap aku akan diam soal ini. Kalian tidak pantas bersanding dengan keluarga ku!!!"


"Sebaiknya kau ingatkan pada putrimu untuk mundur sekarang sebelum aku menyingkirkannya sendiri, kau tidak tahu apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan perempuan pelakor itu."


"Dia bukan pelakor! Anggara belum menikah," sanggah Ibu Citra.

__ADS_1


"Merebut milik orang lain sama saja dengan pelakor, Anggara sudah bertunangan dan akan menikah, putrimu menjual kecantikannya demi uang. Apa itu namanya selain wanita rendahan?"


Ibu Citra menahan emosinya, airmatanya menggenang mendapat hinaan demi hinaan pada putrinya, semakin pula ia merasa bersalah karena semua yang terjadi akibat dari ulahnya sendiri yang berhutang besar hingga Kalila mengorbankan diri sejauh ini.


"Apa kau kemari hanya untuk menghina putriku?"


Ibu Hana tersenyum miring, matanya menatap wanita saingannya itu dengan tajam dan sinis.


"Lebih tepatnya akan menghancurkan putrimu, jangan coba-coba bermain dengan keluarga ku! Anggara adalah putraku, aku tidak pernah mengizinkan dia menikahi wanita lain selain pilihan ku!"


Ibu Hana berdiri, "Aku akan pastikan bahwa Kalila akan ditinggalkan seperti kau yang ditinggalkan Henry dulu!!!"


"Satu lagi, jangan kira aku tidak tahu kalian hidup dan tinggal di rumah ini karena siapa. Jika bukan uang putraku mungkin kalian sudah jadi gembel di jalan!!!!"

__ADS_1


Ibu Hana pergi setelah puas mencerca wanita yang dibencinya itu. Hatinya mendidih saat tahu Kalila adalah putri dari Citra. Ia bersumpah tidak akan menerima Kalila sebagai menantu meski Anggara mencintainya sekalipun.


__ADS_2