
"Beraninya kau!!!!" ucap Nyonya Hana dengan suara hampir ditelan keheranan saat bertatap muka dengan Kalila yang tersenyum seolah mengejek sambil terus berpegangan tangan dengan Anggara.
Di hadapan semua penghuni rumah utama, Anggara membawa Kalila pulang dan mengatakan pada semuanya bahwa Kalila adalah istri kesayangannya dan akan tinggal di sana bersama.
Nyonya Hana hampir kehilangan pijakan mendengar putranya berkata demikian, pun Diana yang juga hadir di samping sang mertua.
"Aku harap kalian bisa akur, tidak ada yang bisa membantah keputusanku. Aku sudah mengatakan bahwa aku sudah menikahi Kalila, demi Mama aku menikahi pula Diana. Dan Diana tahu betul aku sudah tidak menginginkannya lagi, tapi tetap memaksa ingin tetap menikah."
"Dan kau Diana, jangan kira aku tidak tahu perbuatanmu pada Kalila dan keluarganya di belakangku!!! Aku harap kau tidak berusaha menyakiti Kalila lagi, jika tidak kau akan tahu akibatnya!"
Anggara berkata dengan nada serius dan yakin, setelah itu ia memerintahkan pelayan membawa barang Kalila ke kamar mereka.
Diana hanya bisa terdiam dengan wajah menahan malu yang luar biasa, bagaimana harga dirinya dijatuhkan di hadapan para pelayan oleh suaminya sendiri. Kini semua penghuni rumah jadi tahu ia hanya seorang istri kedua yang tidak dianggap.
__ADS_1
Benar saja, para pelayan mulai berbisik-bisik karena adegan mencengangkan itu. Siapa yang akan menyangka Tuan Muda mereka membawa istri lain ke rumah itu dan mengakui sebagai istri kesayangan.
Kalila menatap wajah mertuanya tanpa takut, Anggara segera pamit ke kantor setelah memberi beberapa kecupan di pipi Kalila tanpa menghiraukan perasaan Diana.
"Kenapa? Terkejut?" ucap Kalila setelah Anggara benar-benar pergi.
"Dasar tidak tahu diri!" ucap Diana geram, ia sudah maju selangkah bersiap ingin menyakiti Kalila seperti waktu itu.
"Yang tidak tahu diri itu kau! Menggunakan mertuaku untuk memaksa putranya tetap menikahimu meski dengan cara licik."
"Ck, keluar kau dari rumahku!!! Aku tidak sudi punya menantu gadis sialan seperti mu! Aku tidak menyangka kau punya nyali sekuat ini, berani datang dan mengacaukan semuanya, padahal sudah ku tawarkan jalan bagus untuk pergi sebelum kau menyesal tempo hari tapi malah datang hari ini. Sungguh bernyali."
Nyonya Hana akhirnya berucap juga setelah beberapa kali menahan sesuatu yang ingin ia lepaskan dalam dada sejak kedatangan Kalila tanpa permisi, kini di hadapan semua pelayan Anggara telah mengakui pernikahan lain, sungguh putra yang nakal.
__ADS_1
"Apa Mama tidak dengar Anggara bilang apa? Percayalah kita akan jadi mertua dan menantu yang akur nanti. Ayolah jangan tegang, aku tahu siapa diriku. Aku memang gadis miskin dan murahan yang mampu menaklukkan seorang Tuan Muda di rumah ini. Aku harap kita bertiga bisa akur."
"Aku lelah, ingin beristirahat. Dan kau Diana, kita baru saja dimulai, karena kau berani menyentuh Ibu dan adikku, sekarang ingatlah kau tidak akan pernah bisa menyentuh suamiku!!!" sambung Kalila dengan nada tajam setajam tatapan mata hitamnya pada wajah Diana yang pias sejak tadi.
Kalila berlalu, namun Diana tidak bisa diam saja ia menarik lengan Kalila dengan kasar karena tidak terima dipermalukan seperti itu.
"Pelakor sialan, siapa kau yang berani bicara seperti itu!!!"
Kalila menepis dengan kuat. "Lepaskan! Kau lupa siapa yang pelakor dalam hal ini? Siapa wanita pertama yang dinikahi Anggara? Hei ayolah, jika bukan kebaikan mertua kita ini yang rela berpura sakit jantung dan operasi palsu mungkin kau tidak akan bisa menikah dengan suamiku Diana, jangan lupa itu! Kalian licik aku juga bisa licik!!!"
"Kau ingin menyakitiku? Oh tidakkah itu terlalu gegabah, ingat kejahatan apa yang kau lakukan pada keluargaku? Bagaimana jika aku katakan bahwa salah satu orang bayaranmu kini berada di pihakku, dan siap menjadi saksi kejahatanmu di depan polisi, mencoba mengerjai dan melecehkan adikku hingga dua kali, perbuatan tidak menyenangkan pada Ibuku juga memberi ancaman. Ingin berakhir dengan reputasi yang buruk untuk keluarga kaya dan terhormat seperti diketahui orang-orang selama ini? Atau jika kau tidak tahu, aku bisa membacakan pasal apa yang bisa menjeratmu."
Nyonya Hana mendadak gugup, darimana Kalila tahu tentang kebohongannya. Kalila menatap mertuanya lagi. Pun Diana, ia salah perhitungan pada Kalila.
__ADS_1
"Kenapa? Mama tersinggung? Tenang saja, Anggara belum tahu hal ini, akan menjadi rahasia kita. Baiklah aku lelah berdebat, aku ingin beristirahat."
Kalila menyeringai halus sebelum pergi dari sana. Nyonya Hana terdiam, untuk sekarang ia mendadak buntu untuk berpikir, Kalila tidak sebodoh dan sepolos yang ia pikirkan.