Rasa Dan Cinta

Rasa Dan Cinta
Rindu Kadang Melanda Dikala Hati Sedang Gelisa


__ADS_3

"Apa  gue pergi ke rumahnya saja ya?" ucap Nindy yang mana saat ini sedang libur sekolah dan dia sedang berada di kamarnya, "Kalau begitu gue ajak Siska sama Nurul saja deh, " ucap Nindy sambil mengambil handphone nya dan membuka grub Wa yang hanya berisi kan dia dan kedua sahabatnya, dan mulai mengetik pesan di sana, "Hay gaes, pada sibuk tidak?" Nindy, "tidak lagi ngapa-ngapain kok, "Siska, "dia gue juga lagi gabut nih tidak ada kegiatan, " Nurul, seketika Nindy memutuskan untuk tidak mengajak kedua sahabatnya tersebut, karena takut kedua sahabatnya itu berpikir yang aneh-aneh tentangnya, "bagaimana kalau kita Nonton? , " usul Siska, "Kayaknya bagus tuh, lagian bosan sangat gue nih, " jawab Nurul, "maaf ya gaes, gua lagi ada urusan mendadak, jadi gue tidak bisa bersama Lo berdua kayaknya, "Ucap Nindy yang sebenarnya dia ingin menemui Natan di rumahnya, "Lo tidak asyik Nin, masa tadi Lo yang nanya dahulu terus lo nya yang tidak bisa ikut, " balas Siska, "maaf sangat ya gaes gue tidak bisa ikut, " balas Nindy, "Oklah, " jawab Siska, kemudian Nindy segera menutup handphone nya dan segera bersiap untuk pergi ke rumahnya Natan yang sempat di tunjukan Natan arahnya, "MA, Nindy mau keluar dahulu ya, " pamit Nindy kepada mamanya yang sedang berada di ruang tamu, "Mau ke mana sayang?" tanya Sintia kepada putrinya yang sedang menyalami tangannya, "Nindy mau ke rumah teman dahulu MA, " jawab Nindy seadanya, karena memang dia akan pergi ke rumah Natan, "Hati-hati bawa motornya, " ingat Nindy kepada putrinya tersebut, yang kemudian di tanggapi anggukan oleh Nindy, dan setelah itu Nindy pun segera menuju parkiran untuk mengambil motornya, setelah menghidupkan motornya Nindy segera meninggalkan rumahnya menuju ke arah rumahnya Natan, "Yang mana ya rumahnya?" gumam Nindy setelah berada di kompleks perumahan yang sempat Natan tunjukkan kepadanya, "Permisi Bu, kalau rumahnya Natan yang mana ya?" tanya Nindy kepada salah seorang ibu-ibu yang lewat, "Ooh nyari rumahnya Natan, itu yang warna putih paling ujung, " ucap ibu tersebut sambil menunjuk rumah putih paling ujung, yang mana rumah Natan tidak terlalu besar ini adalah satu-satunya rumah yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, "Ooh yang putih itu ya Bu? , "tanya Nindy memperjelas, "Iya, " jawab ibu tersebut, "Makasih banyak ya Bu, " ucap Nindy dengan sopannya kepada ibu tersebut, "Iya sama-sama, " sahut ibu tersebut kemudian pergi meninggalkan Nindy, Nindy mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah rumahnya Natan yang telah diberi tahu oleh ibu tadi, "Assalamualaikum, " ucap Nindy di depan rumah yang berwarna putih, sambil mengetuk pintunya, "Assalamualaikum, "ucap Nindy lagi karena tidak mendapat balasan dari dalam, "Waalaikumsalam, " sahut orang dari dalam sambil membuka pintu rumahnya, "Hay Nat, " safa Nindy ketika melihat Natan yang sedang membukakan pintu untuknya, "Eh Nindy, mari masuk, " kemudian Nindy pun masuk ke dalam rumahnya Natan yang walaupun tidak besar dan memiliki barang-barang mahal, tetapi menurut Nindy rumah Natan cukup bersih dan tertata dengan baik, "Eh ya, Lo bagaimana keadaannya?" tanya Nindy kepada Natan, "Alhamdulillah udah baikan kok, " jawab Natan seadanya, " "Syukurlah, " jawab Nindy, "Eh Lo tunggu bentar ya, " ucap Natan kepada Nindy yang di jawab anggukan oleh Nindy, kemudian Natan berjalan menuju dapurnya dan kembali lagi dengan membawa segelas teh, "maaf ya, adanya hanya ini, " ucap Natan sambil meletakkan segelas teh di meja di depan Nindy, "Eh tidak apa-apa kok, lagian Lo tidak usah repot-repot juga macam sama siap saja, " ucap Nindy menimpali perkataan Natan, "Eh btw kemarin gue sama teman-teman gue mau jengukkin Lo di rumah sakit, tetapi datang di sana malah lo lonya udah keluar kata suster, " ucap Nindy sambil mengingat kejadian kemarin, "Iya kok, Alhamdulillah dokter udah bolehin gue pulang, " ucap Natan yang kemudian dia teringat dengan Nindy yang membayarkan biaya pengobatannya, "Lo tunggu bentar ya, " ucap Natan yang kemudian berjalan ke arah kamarnya dan kembali sambil membawa sebuah amplop, "Nih, " ucap Natan sambil menyodorkan sebuah amplop kepada Nindy, "Ini apaan?" tanya Nindy yang tidak mengerti dengan maksud Natan, kemudian Nindy membuka amplop tersebut dan melihat ada sejumlah uang, Nindy pun menatap kepada Natan meminta penjelasan atas hal tersebut, "Buat gantiin uang Lo yang sudah bayarin rumah sakit gue, " ucap Natan yang kemudiaan mendudukkan dirinya di kursi yang tadi dia duduki, "maaf ya kalau kurang, entar sisanya nanti gue bayar kok, " ucap Natan kepada Nindy, yang kemudian Nindy mengembalikan amplop tersebut kepada Natan, "tidak usah gue ikhlas kok bantuin Lo, " ucap Nindy setelah menyerahkan amplop tersebut kepada Natan, "tetapi gue masih bisa kok bayar pake uang gue, gue tidak suka meminta-minta kepada orang, " sahut Natan sambil menyodorkan amplop tersebut kepada Nindy, "tidak usah, kata orang kalau Niat baik seseorang itu tidak boleh ditolak, " jawab Nindy yang kemudian menyodorkan kembali uang tersebut ke arah Natan, "Entar orang pikirannya, gue temanan sama Lo hanya karena uang Lo lagi, " ucap Natan yang teringat dengan perkataan yang Toni ucapkan kepadanya, "Sejak kapan Lo jadi peduli sama omongan orang?" tanya Nindy yang mengetahui bahwa Natan bodoh amat dengan perkataan orang tentang dirinya, yang kemudian Natan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena tidak dapat menjawab pertanyaan dari Nindy, "Udah tidak usah dipikirin, ini uang Lo simpan saja siapa tahu Lo punya kepentingan mendadak, " ucap Nindy kepada Natan yang di jawab anggukan oleh Natan kemudian keduanya mengobrol panjang kali lebar dari selatan sampai ke utara, hingga tak terasa waktu terus berlalu, "Kalau begitu gue pamit dahulu ya Nat, " ucap Nindy yang yang hendak akan pulang karena sudah terbilang cukup lama dia di rumahnya Natan, "Iya hati-hati, " sahut Natan, yang dijawab anggukan oleh Nindy, setelah itu Nindy segera meninggalkan rumahnya Natan, akan tetapi setelah di pertigaan jalan menuju rumahnya kebetulan dia berpapasan dengan Siska dan Nurul yang hendak akan mengunjungi Nindy di rumahnya, "Nin, " panggil Nurul sambil menghentikan mobilnya di pinggir jalan, " Lo dari mana Nin?" tanya Siska yang telah turun dari mobilnya, "Gue dari rumah kerabat kok, " jawab Nindy berbohong kepada kedua temannya, "Lo berdua mau ke mana?" tanya Nindy yang mencoba mengalihkan topik pembicaraan, "Kita tadi mau main ke rumah Lo, " jawab Siska, "Ya udah ayok, " jawab Nindy yang masih berada di atas motornya, "Ayok, " jawab Siska dan Nurul secara bersamaan dan kemudian mereka berdua pun segera memasuki mobil yang mereka bawa tadi, sementara Nindy segera menghidupkan motornya dan segera menjalankannya menuju rumahnya yang diikuti oleh mobil Siska dan Nurul.


__ADS_2